ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-24


__ADS_3

setelah bertemu dengan nisa ruby langsung pulang kerumahnya, ia lupa kalau tadi ia keluar untuk membeli keperluan dapur, jadi saat di telpon sama ibunya buru buru ruby pulang kerumahnya.


"assalamu'alaikum.. bunda..ruby..pulang." karna tak ada yang menjawab ruby langsung ke dapur, namun sepi, lalu ruby meletakkan belanjaanya di atas meja.


lalu ia menuju kamarnya, saat di kamar dia juga tak menemukan sepupunya di sana, entah kemana semua orang di rumah, lalu ia melihat ke arah jam yang ada di atas nakas, menunjukkan pukul 05:20 menit ruby baru sadar ia belum sholat ternyata.


"Astarghfirullah...aku belum sholat, ini sih..kelamaan ngobrol tadi, sampe lupa waktu sholat" ruby melepas hijabnya dan berganti pakainnya lalu ia masuk kekamar mandi untuk berwudhu.


setelah berwudhu ruby bergegas menunaikan sholatnya, sekitar 20 menit ruby selesai dengan sholat nya, saat ia bangun dari duduknya dan berbalik kebelakang ia di kejutkan dengan airin,, yang tiba tiba udah berdiri di belakangnya.


"Astarghfirullah....." karna reflek ruby memukul airin dengan mukenah yang baru saja ia lepas.


"aduuhh..iihh mbak kok malah di pukul sih.." ucap airin megusap lengannyan.


"kamu siih..masuk gak ketuk pintu dulu malah ngagekin orang..kenak kan..." jawab ruby sambil beberes alat sholatnya.


"mbak tadi belanjanya kemana sih..?? ke planet ya..? lama banget.." ujar airin yang sudah duduk di sofa di tangannya juga sudah ada cemilan yang ia pesananka pada ruby tadi.


"Tadi mbak ketemu sama nisa, jadi ngobrol sebentar.." jawab ruby ikut duduk di samping airin ia membuka laptopnya yang ia ambil dari meja belajarnya, lalu ia membukanya dan mengecek beberapa email yang di kirim oleh santi.


"ngobrol apa..? sampe lupa waktu..??"


"kepooo..." jawab ruby melihat ke arah airin dan tersenyum.


"kok gitu sih mbak.... au ah gelap" airin bangun dari duduknya lalu pindah ke meja belajar ruby, ia mengambil laptopnya kembali dan...ya... bisalah drakor lagi dia.


ruby melirik sekilas ke arah sepupunya itu lalu menggeleng kepalanya, ia tak habis pikir dengan sepupunya satu ini bucin banget sama drakor.


sampai adzan mangrib ruby baru menghentikan pekerjaannya, lalu ia meletakkan laptopnya di atas meja belajar, ia melihat airin masih belum selesai dengan kegiatannya, maklum dia lagi free sholat jadi ya.. gak ada iklannya kalau nonton.


*********


pagi harinya sekitar pukul 10 di bandara soekarno hatta terlihat sangat padat, di balik pagar pembatas aldo sedang menunggu kedatangan majikannya.


sekitar 20 menit terlihat dua orang dewasa dan satu gadis kecil yang tertidur di dalam gendongan papanya telah tiba, sedangkan di belakangnya ada dua orang pengawal membawa kopernya.


aldo langsung menghampiri tuannya itu dan mengambil alih tas ransel yang ada di tangan wanita paruh baya.


"bagaimana perusahaan selama saya berada di jepang..." ujar brian pada aldo, saat mereka sudah berada dalam mobil.


"semuanya aman tuan, hanya saja tuan harus mentanda tangani beberapa kontrak kerja sama dengan perusahaan sanjaya group tuan" jawab aldo sambil membuka petnya.

__ADS_1


brian mengangguk paham, setelah sampai di rumah brian memberikan putrinya pada sang ibu, ia tidak turun karna ia akan langsung ke kantor.


"nak... apa kamu tidak istirahat dulu..??" tanya ummi ratna melihat anaknya tidak turun mobil.


"engga mi, brian langsung kekantor aja" balasnya dan di angguki oleh umminya.


"jalan pak"


setelah itu mobil brian keluar dari halaman rumahnya, dan langsung saja mobil itu menuju kantornya.


******


sejak setelah bercerai dengan ruby, kehidupan vano berubah drastis, rumahnya yang dulu tenang dan aman, kini berbeda 180°, banyak pengeluaran yang harus ia keluar kan perbulannya hanya untuk menyenangkan istrinya itu, di tambah manda yang tidak bisa memasak jadi mereka harus memesan makanan setiap harinya.


hampir setiap hari mereka bertengkar karna msalah ini hingga pada akhirnya vano menyuruh salah satu pelayan yang ada di rumah mamanya untuk bekerja di rumahnya, karna memang manda sangat berbeda dengan ruby.


kalau dulu ruby yang mengurus segala yang bersangkutan dengan rumah, dari memasak, nyuci, bersih rumah bahkan ruby memperindah rumahnya dengan menanam bunga yang ada di taman mini samping rumanya, namun beda dengan manda wanita itu hanya memikirkan dirinya sendiri, bahkan ia tak peduli pada suaminya itu.


awalnya bunga itu hampir mati karna tak ada yang merewat, sampai akhirnya vano menyuruh bi ati untuk mengurusnya, dan kini bunga bunga itu sudah seperti semula, bahkan kini biji biji bunga matahari sudah matang.


vano mendekat ke arah taman itu, ia melihat bunga bunga yang bergoyang ke kiri dan kanan karna di tertiup angin, ia juga melihat di sana lebih banyak bunga matahari dari pada yang lain.


"ternyata kau menyukai bunga matahari..??" batin vano terseyum kecut ia memegang bunga bunga itu yang panjangnya hampir menyamai tubuhnya.


saat vano sedang menyirami bunga itu, manda mendekat ke arahnya, telihat wajah nya yang tak senang karna vano selalu merawat bunga itu.


"apa yang kau lakukan di sini mas..??" tanya manda yang berdiri tak jauh dari sana ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.


vano sedikit kaget dangan suara manda yang sedikit keras "apa kau buta..sampai kau tidak bisa liat kalau aku sedang menyiram bunga" ia menjawab tanpa melihat ke arah manda.


membuat manda semakin marah "kenapa harus kamu yang menyiraminya..? apa di rumah ini tidak ada pembantu.." ujarnya lagi.


"memang apa bedanya aku dengan bi ati.. kan sama saja" jawab vano yang masih dengan aktifitasnya.


manda menggepal tangannya " bilang saja kalau kamu masih memikirkan nya iya kan.?" tanya manda dengan setengah emosi.


vano tak menjawab ia masih fokus pada kegiatannya.


"Oohh.. jadi benar kau memang masih memikirkan mantan istri mu itu hah...jawab mas.." bentak manda yang emosinya sudah di ubun ubun.


vano tetap tidak menjawab ia masih diam seribu bahasa.

__ADS_1


"Oke fine... diamnya kamu itu menandakan kalau kamu memang masih memikirkannya kan,.. ingit mas..kalau kamu berani mendekatinya lagi,, liat aja apa yang akan aku lakuin pads wanita ****** itu" ancam manda, ia menekan setiap kata di ujungnya.


vano yang mendengar itu pun menghentikan kegiatan menyiram bunganya, entah kenapa saat manda berbicara seperti itu emosinya meledak, ia melepar selang yang ada di tangannya ke sembarang arah lalu ia berjalan ke arah manda.


vano berhenti tepat di hadapan manda ia melihat ke arah wanita itu dengan tatapan yang dulu sering ia berikan pada ruby, yaa...tatapan dingin.


"ku peringatkan padamu.. jangan pernah kau menyentuhnya sedikitpun, jika tidak..." ucap vano terhenti.


"jika tidak apa hah... apa yang akan kau lakukan pada ku..??" tanya manda yang sudah berkacak pinggang.


"jika tidak aku akan membunuhmu, camkan itu" setelah mengatakan itu vano langsung pergi dari sana meninggalkan manda dengan emosinya semakin memunca...


"sialan,, ini semua gara gara si ****** itu, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu dasar wanita ******" batin manda, ia mengepal tangannya.


sedangkan vano langsung masuk kedalam kamar namun bukan kedalam kamarnya tapi kamar yang dulu ruby tempati, saat ia merindukan gadis itu ia akan berada di kamar ini.


ia melihat keseluruh isi kamar ruby, masih seperti semula saat masih ada sang pemiliknya, ia selalu menyuruh bi ati untuk membersihkan kamar ini agar tidak ada debu, foto foto pernikahan mereka yang masih rapi tergantung di dinding kamarnya, ia juga melihat jam waker yang berbentuk bunga matahari masih di tampanya.


lalu ia mendekat ke ranjang, ia memang sudah beberapa kali masuk kedalam kamar ini namu ia tak pernah menyentuh barang yang ada di dalam kamar ini, ia datang ke sana hanya untuk istirahat saja.


vano mendekat ke arah meja kerja ruby, di sana agak sedikit kosong karna waktu pergi ruby membawa semua barang yang ada di sana.


lalu vano membuka satu persatu laci yang ada di meja itu, namun tak ada apa apa di sana, ia beralih ke lemari saat membukanya ia melihat di sana juga kosong.


lalu ia membuka laci yang ada dalam lemari itu, ternyata di sana ada buku nikah, cincin dan beberapa kertas ia mengambil barang barang itu dan membawanya ke ranjang.


ia membuka buku nikah milik ruby, ia bisa melihat foto mereka di sana,ia bisa melihat senyum ruby yang begitu manis di dalam foto itu senyum yang selalu ia abaikan dulu, tak sadar setetes air keluar dari pelukan matanya , lalu ia melihat benda kecil yang berbentuk bulat itu, yaa.. itu adalah cincin yang pernah ia sematkan di jari manis ruby setelah mereka menikah.


lalu ia beralih ke salah satu kertas, ia membuka lipatan kertas itu, air matanya kembali menetas saat membaca isi dalam kertas itu, itu adalah kertas percerain mereka, lalu ia mengambil kertas yang terakhir namun kertas itu lumayan tebal kertas itu juga di simpan dalam amplop berwarna coklat.


ia membuka amplop itu, lalu ia keluarkan isinya, ia menbaca setiap kata yang ada di dalam kertas itu, kembali..... ia menesteskan air matanya namun kali ini terdapat kekehan kecil yang keluar dari mulut vano.


"ternyata selama ini kau pemilik cafe RB.. jadi selama ini semua keperluan rumah kau beli dengan uang hasil kerja kamu sendiri...? ha..hahahahah..bodoh.. bodoh..bodoh, kenapa kau begitu bodoh vano, padahal kau beberapa kali memikirkan dari mana ia mendapat kan uang untuk membeli semua keperluan dapur hingga rumah, kenapa kau tidak pernah mencarinya taunya tentangnya, aahh...ya..untuk apa aku mencari tau tentangnya, karna dulu ku tak pernah mau tau tentangnya.. bodoh...aaaaaaakkkkhh.." vano tak bisa menahan dirinya lagi ia benar benar mengutuki dirinya sendiri, ia memukul mukul kepalanya dan menarik narik rambutnya ia bener bener sadar atas kebodohannya.


ia menangis sejadi jadinya di dalam kamar itu sambil memeluk foto pernikahannya dengan ruby. ia mulai menyadari atas kesalahannya dulu.


"by.. maafkan aku by... aku merindukan mu, apa seperti ini perasaan mu saat kau merindukan suamimu namun aku tak pernah melihatmu..apakah sesakit seperti yang aku rasa..??? bahakan aku tak pernah adil padamu, bahkan aku tak pernah memberimu rafakah lahir maupun batin, dan yang paling aku sesali aku bahkan pernah megkasarimu. .maaf kan aku by.. maaf semua kesalahanku.." vano berbicara dengan foto pernikahannya dengan ruby, sesekali ia mencium wajah ruby yang ada di sana.


kini ia benar benar menyesali semua yang pernah ia lakukan terhadap ruby...


namun apa boleh buat.... nasi sudah menjadi bubur.......

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2