ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-37


__ADS_3

Brian pov


hari ini aku kekantor, padahal rencananya hari ini aku akan menemani ruby untuk berbelanja bulanan, namu karna telpon dari aldo jadinya aku tidak bisa menemaninya pergi berbelanja jadi aku menyuruh bik surti untuk menemaninya, tidak hanya itu aku juga menyuruh seorang pengawal untuk mengawalnya, tentu tanpa sepengetahuannya.


dan di sinilah aku di dalam ruang rapat dengan para insvestor, aku masih fokus mendengarkan penjelasan demi penjelasa yang di terangkan oleh aldo hingga ponselku bergetar, aku mengalihkan pandanganku ke arah benda persegi itu.


ternyata yang menelpon adalah pengawal yang ku suruh menjaga istri ku, namun aku tak menjawab nya karna aku masih rapat, sampai getaran itu berhenti, namun setelah getaran itu berhenti, tiba tiba..


Tiiiing...


bunya notifikasi pesan masuk, aku mengambil benda itu lalu kubuka pesan yang di kirim kan pengawal itu, seketika mataku melebar saat membaca isi pesan tersebut, aku langsung menghentikan rapatnya.


"rapat nya kita selesaikan sampai di sini saja" ujarku pada mereka tiba tiba, ku lihat mereka merasa heran namun aku tidak peduli dengan mereka, aku langsung keluar dari ruangan itu, dengan langkah lebar aku berlari keluar kantor menuju mobil ku.


setelah masuk kedalam mobil dengan tergesa gesa aku mengendarai mobil ku untuk pulang kerumah, beberapa menit aku sampai di rumah lalu aku keluar dari mobil langsung masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam, mungkin kalau ruby tau aku sudah di ceramahin, saat masuk aku tidak melihat siapapun di sini.


"tuan.." suara salah satu pelayan di rumahku membuat ku kaget, lalu aku membalikkan badanku kebelakang.


"apa tuan mencari nyonya..?" tanya nya lagi.


"iya.. aku mencari istriku, di mana dia..?" jawab ku tanpa basa basi.


"nyonya ada di kamar tuan,"


tanpa menjawab lagi aku langsung berlari menaiki tangga dan masuk kedalam kamar, saat sudah masuk ternyata dia sedang tidur dan di sampingnya ada syifa, mereka tidur berpelukan, aku mendekat ke arah mereka, ku usap lembut kening istriku ini lalu kukecup keningnya dan beralih ke syifa, gadis kecil itu mengeliat saat aku mencium pipinya.


"terimakasih Ya allah, enggkau masih melindungi mereka" batin ku.


lalu aku keluar dari kamar menuju ruang belajarku, aku duduk di kursi dan ku sandarkan kepala ku ke belakang bursi, ku pijat pangkal hidungku yang mulai bedenyut, akhir akhir ini keluargaku sering di teror namun aku belum tau siapa orang itu dan kenapa di meneror ruby.


tadi pengawal itu bilang bahwa ada seseorang perempuan yang ingin mencelakai istri ku di salah satu pusat perbelanjaan, untuk dia cepat melihat dan memblokir troli itu, kalu tidak... aakkh mungkin aku tidak akan bisa mengampuni diriku kalau terjadi sesuatu padanya dan juga anak kami.


ku genngam erat ponsel ku ini, darahku sudah di ubun ubun berani beraninya ingin mencelakai istri dan anakku, jika terjadi sesuatu pada keluarga ku sampai matipun akan ku mencari orang yang telah berani menyentuh keluarga ku.


lalu aku menelpon aldo " halo do, coba kamu cari tau tentang penelpon yang satu bulan yang lalu meneror istri ku, aku curiga kejadian hari ini bersangkutan dengan si penelpon itu dan juga orang yang aku tabrak waktu di rumah sakit," ucap ku saat sambungan telponnya terhubung.

__ADS_1


"..."


"ya...cepat lebih baik" ku tutup telpon dan aku bangkit dari dudukku, aku keluar dari ruang kerjaku aku manaiki tangga dan menuju kamar ku, aku melihat kedua wanita itu masih terlelap, aku masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diriku, setelah selesai dan berganti pakain aku keluar dan menuju ranjang, lalu kurebahkan diriku di belakang istriku.


aku memeluknya dari belakang, wangi yang keluar dari rambutnya dan tubuhnya membaut perasaan ku yang sempat khawatir dan marah sekarang lebih tenang, seakan wanginya ini bagaikan candu bagiku, tak lama aku pun ikut terlelap dan menuju alam mimpi.


Brian pov off


********


sedangkan di salah satu koskosan yang terletak di jauh dari kota, seorang wanita sedang mengupat kesal, ia tidak terima rencananya gagal begitu saja, dia mengamuk dan membanting barang barang yang ada di hadapannya.


praang praang prang...


"aaakhhhh sialan, brengsek, bedebah, tak ku sangka ternyata si****** itu membawa pengawalnya, sialan kalau begitu ini akan lebih sulit, aku harus cari cara lain, jangan sampai sia sia aku kabur dari penjara, bahkan aku sekarang menjadi buronan, aaaaaaakkkkhh..... brengsek....." manda mengupat dengan kesal.


setelah membuay koskosannya seperti kapal pecah, dia keluar dari kosannya namun sebelum itu dia memakai sweeter , topi penutup wajah dan kaca mata hitam, ia melihat kiri kanan setelah itu dia pergi dari sana.


malampun tiba suara adzan berkumandang sangat merdu , membangunkan ruby dari tidurnya saat ingin bangun rasanya seperti ada yang menimpa tubuhnya, lalu ia melihat kebelakang, ia tersenyum ternyata itu adalah suaminya.


"mas..ayo bangun.." ujar ruby lagi sambil mengoyangkan lengan suaminya pelan.


"eemm, iya mas udah bangun kok" jawab brian dengan suara serak khas orang bangun dari tidur.


lalu ruby melihat ke arah putrinya, ternyata gadis kecil itu juga sudah membuk matanya, "ayo bangun..kita sholat berjama'ah" ajak ruby, mereka pun bangun dari tidurnya lalu setelah berwudhu secara bergantian, mereka langsung melakukan sholat berjama'ah, sekitar 20 menit mereka selesai sholat ruby mencium telapak tangan suaminya begitu juga dengan syifa, gadis kecil itu mencium telapak tangan ibunya dan juga ayahnya secara bergantian.


lalu ruby membereskan alat solatnya mereka , lalu mereka turun kebawah untuk makan malam yang sudah di siapkan oleh para pelayan di rumahnya, saat sudah di sana ruby langsung melayani suaminya dan juga anaknya itu,lalu ia mengambil nasik untuk dirinya sendiri dan setelah itu mereka makan tanpa bersuara.


setelah selesai makan, ruby membawa putrinya itu ke dalam kamar nya, dia membaca dongeng untuk menidurkan putri nya itu, ia lihat anaknya itu sudah tertidur lalu ia bagun dari sampingnya ia menyelimuti putrinya itu, lalu ruby keluar dari kamar anaknya, saat ingin memasuki kamar nya suara bel rumah terdengar.


ruby rutun kebawah untuk membukakan pintu, saat sudah di ruang tamu ia berpaspasan dengan salah satu pelayan.


"biar saja.. bibik lanjutkan saja pekerjaannya" ujarku tersenyum kearah nya.


"baik nya.." jawab nya lalu pergi dari sana.

__ADS_1


ruby langsung membuka pintu itu, namun tidak ada orang di sana, ia keluar dan berdiri di teras rumah untuk memastikan memang tidak ada orang disana.


"aneh..kenapa tidak ada orang...? jelas jelas tadi ada suara bel.." guman ruby sambil lihat kiri kanannya, saat hendak berbalik dia melihat di samping pintu rumahnya ada sebuah kotak, ruby menautkan kedua alisnya, tanpa curiga ia mendekat ke arah kotak itu dan di ambilnya, dia tidak langsung membukanya melainkan di bawa masuk kedalam.


saat sudah di dalam ruby duduk di sofa ruang tamu, ia penasaran dengan isi kotaknya soalnya tidak ada nama pengirim di sana lalu ia mencoba membukya, saat sudah di buka...


"astarghfirullah..." ruby terkejut dan menjatuhkan kotak tersebut, mulut nya menganga matanya melotot, ia sangat sangat terkejut melihat itu.


"i..ini..ini... mas...mas brian..." ruby memanggil suaminya dengan suara yang sangat keras.


brian yang ada di dalam ruang belajarnya saat mendengar istrinya berteriak memanggil namanya pun keluar dan berlari kearah istrinya, tidak hanya brian yang menghampirinya melainkan semua pelayan dan pak mamat menghampirinya karna mendengar suara ruby yang berteriak.


"ada apa syang...kenapa" brian langsung menghampiri istrinya yang sudah gemetaran itu ia memegang tangan ruby dan memeluknya, dia belum tau apa yang di lihat istrinya hingga tangannya gemetaran.


sedangkan ke empat orang yang tadi mengikuti brian dari belakang terkejut dan sedikit berteriak saat melihat benda yang berceceran di lantai, brian yang mendengar pelayannya yang berteriak langsung menoleh kebelakang.


"kena..." ucapnya terhenti saat melihat benda yang ada di lantai, sebuah kotak yang sudah terbalik di samping nya ada sebuah kepala boneka yang sudah di sayat sayat berlumuran dengan darah dan juga benda tajam berupa pisau dapur yang juga berlumuran darah, di dalamnya juga ada sepucuk surat yang sudah terkena darah.


brian mendekat dan ia mengambil kertas itu, ternyata isi di dalam kertas itu mengandung sebuah ancaman. "berhati hatilah" brian meremas kertas itu sangat keras dan di buang asal olehnya lalu ia beralih ke istrinya.


"sudah tidak apa apa..itu hanya mainan anak anak, ayo kita ke atas" ucap brian lembut untuk menenangkan istrinya itu, dia tidak mau sampai terjadi sesuatu padanya dan anaknya.


ruby tidak menjawab ia masih syok, namun dia tetap mengikuti suaminya itu, sedangkan ketiga pelayan itu langsung membersih ruangan yang terkena darah itu.


"bik ratna , siapa sih yang tega neror nyonya terus..??" tanya salah satu pelayan sambil membersihkan lantai.


"iya..siapa ya, padahal nyonya orangnya baik banget, ada juga ya yang enggak suka sama nyonya" sambung pelayan satu lagi.


"sudah jangan bergosip, kita berdoa saja tidak terjadi apa apa sama nyonya," jawab bik surti dan mereka hanya mengaminin saja.


Bersambung..


visual ruby


__ADS_1


__ADS_2