
Brian pov
setelah acara selesai aku menyuruh nyan untuk terlebih dulu naik ke atas, sedangkan aku masih di bawah, karna tadi ayah meminta ku untuk berbicara sebentar.
"eem.. ada apa Ayah.. kenapa memanggil bian.." tanya ku saat sudah duduk di sofa ruang tamu, tidak hanya ayah di sini ternyata bunda juga ada.
"nak..ayah mau bilang sama kamu, tolong cintai ruby dan sayangi dia sebagai mana kamu menyayangi keluarga mu, walaupun dia tidak bisa memberimu keturuan lagi, tolong jangan pernah kau melepaskan nya, ayah tidak mau rumah tangga ruby gagal untuk kedua kalinya" ucap ayah padaku dengan serius.
"insya allah, bian akan mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hati bian, dan bian tidak pernah mempermasalahkan itu, lagi pula kami ada syifa" jawab ku dengan mantap ayah tersenyum pada ku..
"baiklah kalau begitu kamu susuk istrimu sana, dia pasti udah nunggu kamu di atas" sambung ayah lagi.
aku pun berdiri dari dudukku, namun saatbaku ingin melangkahkan suara bunda memanggilku, aku menoleh kebelakang..
"iyaa bunda.. ada lagi..." tanya ku.
dia tersenyum lalu menjawab " ruby mungkin tidak bisa memberi keturunan padamu, tapi insya allah malam ini kamu akan mendapatkan hadiah yang begitu besar dari istri mu" ucapan bunda berhasil membuatku bingung.
hadiah....?? besar...? di mana hadiah bahkan tak melihat ada hadiah yang besar selain hadian yang para undangan bawakan.
"sudah sudah..naiklah ke atas nanti kamu juga tau sendiri" ujar ayah dia juga ikut tersenyum, aku mengangguk.
dengan kebingungan aku naik ke atas dan menuju kamar ruby, sejenak aku berhenti di depan pintu, ku tarik dan ku hembuskan nafasku, ini adalah pertama kalinya aku masuk kedalam kamar ini.
dan tak lama ku buka pintu ini lalu aku masuk dan menutupnya kembali, saat aku berbalik badan aku mematung saat melihat pemandangan yang sangat indah di depanku.
"Ya allah... apakah ini benar istriku..?? sangat sempurna" batin ku.
kulihat dia mendekat ke arah ku, di lihat dari dekat dia semakin cantik, tanpa sadar kata itu keluar dari mulutku, dia langsung membalikakan badannya... kenapa malu..?? entahlah..
__ADS_1
rasanya aku ingin memeluknya... tunggu tunggu bukannya dia sudah jadi istriku..? berarti aku boleh dong memeluknya bahkan lebih dari itu.. aaakkh bodohnya aku..
sebelum aku memeluknya aku meminta izin terlebih dulu padanya..
"by..bolehkah mas memeluk mu...?"
dia tidak menjawab, tapi dia menganggukkan kepalanya tanpa pikir aku langsung menarit tangannya lembut dan kubawa tubuhnya kedalam pelukanku, sungguh aku sangat merindukan tubuh ini, saat memeluknya aku bisa mencium bau yang keluar dari tubuh dan rambut nya begitu haruuumm, membuat ku ingin lebih menyentuhnya.
saat aku ingin mendekatkan wajah ku ke wajahnya, ia melepaskan pelukan kami, laku dia menyuruh ku untuk mandi terlebih dulu, aku baru sadar ternyata aku belum mandi, dengam secepat kilat aku masuk kedalm kamar mandi sebelumnya aku mengambil haduk terlebih dulu.
selang beberapa menit aku selesai dengan mandiku saat aku keluar kulihat dia menutup wajahnya rapat rapat dengan tangannya, aku yang melihat pun mengerutkan kening ku.
"kenapa dia terlihat seperti malu malu seperti itu..? bukannya ia sudah terbiasa dengan ini..?? tadi juga saat aku memeluknya dia sangat kaku, seperti orang baru pertama kali saja.." batinku melihat sia seperti itu.
lalu aku mendekat kearah, "kenapa di tutup..?" tanya ku sambil menurunkan tangannya agar dia menatapku, tapi bukannya melihat ku dia malah menunduk kebawah.
tanpa menunggu lebih lama aku meminta izinnya sebelum menyentuhnya, dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, aku pun ikut tersenyum, lalu ku dekatkan mulut di atas ubun ubunnya ku baca do'a sebelum melakukan hubungan.
aku mematikan lampu kamar dan tinggallah lampu tidur saja, setelahnya aku menghujani setiap inci wajahnya dengan kecupanku dan aku berhenti lama di bibirnya.
dan saat aku ingin menyatukan diriku dengannya, aku berhenti saat merasakan sempit di sana, aku bingung bukannya dia sudah pernah tidur dengan vano..?? lalau kenapa..? .
aku melihat ke arahnya untuk meminta penjelasan, seakan tau apa isi pikiranku dia pun menjelaskan semuanya padaku, saat dia berbicara aku sedikit kaget, ternyata selama menikah vano tidak pernah menyentunya..
"waaahh...ternyata ruby masih perawan.. pantas saja tadi dia bersikap malu malu, ternyata..... inkah hadiah besar yang di katan bunda tadi...?? waahh... aku harus berterimakasih pada vano..karna telah memberi kesempatan ini padaku" batinku sungguh senang...bahkan aku sangat... sangat senang..
ku daratkan sebuah kecupan di keningnya lalu aku berbisik di telingnya..
"terimakasih telah menjanganya untuk"
__ADS_1
lalu aku melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda, hingga menjelang pagi..
Brian pov off
********
sinar matahari pun keluar dari tempat persembuyiannya, ternyata kedua suami istri itu telah bangun, setelah membersihkan diri mereka langsung turun kebawah.
saat mereka turun dan menuju dapur dia sana hanya ada keluarga ruby dan brian, keluarga yang lain sudah kembali ke kampung nya, begitu juga nisa dan crestin mereka langsung berpamitan karna masa cuti mereka sudah habis.
"cie... cie...pengantin nya baru bangun nih..." goda airin sambil tersenyum.
"apaan sih rin.." jawab ku malu.
"cie...cie malu..." sambungnya lagi.
"sudah sudah,, yan ayo duduk sarapan dulu, kamu rin udah jangan goda mbak mu lagi,ayo sarapan." ujar siti.
"syifa mana bun?? kok ruby gak liat dari tadi..??" tanya ruby tak melihat syifa.
"hari ini kan syifa sekolah jadi tadi pagi pagi dia udah ikut pulang sama neneknya, awalnya dia ngak mau tapi karna di bujuk ayahmu akhirnya mau juga" jawab siti sambil memberikan nasik pada suaminya.
ruby dan brian hanya mangut mangut, lalu rubu mengambil piring dan menyendok nasik dan meleyakkan di piring dan memasukan beberapa lauk pauk kedalm piring itu lalu ia menyerahkan piring yang sudah berisi itu pada suaminya, lalu ia mengambil nasik untuk dirinya sendiri.
brian dengan senang hati mengambilnya dan setelah menbaca doa merekapin memakan sarapannya masing masing..
mereka berbincang bincang, dan sesekali mereka tertawa saat mendengar perkatasn dari airin..
Bersambung.....
__ADS_1