ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-39


__ADS_3

hari ini adalah hari acara di rumah ruby, tamupun sudah berdatangan, mulai dari rekan kerja brian, teman temennya ruby, karyawannya ruby dan saudara dari jauh pun sudah hadir.


sedangkan nisa dan crestin sekitar jam 10 malam mereka sudah tiba di jakarta, dan langsung datang kerumah ruby, jam sudah menunjukkan pukul 09 acarapun di mulai, dari acara siraman hingga di akhir acara makan makan.


pagi berganti dengan malam dan acara pun selesai tamu tamu undangan berpamitan untuk pulang, begitu juga dengan keluarga ruby dan yang lainnya telah kembali kerumah masing-masing untuk saudarnya yang jauh menginap di tumah bunda siti, sedangkan ruby kembali masuk kekamarnya, dia ingin istirahat karna seharian harus melakukan acara demi acara yang membuatnya begitu lelah, namun sebelum itu ruby terlebih dulu melakukan kewajibannya.


tak lama pintu kamarnya terbuka, ternyata itu suaminya yang baru saja kembali dari kamar syifa untuk menidurkan gadis itu.


"udah tidur fafanya mas..?" tanya ruby sambil merebahkan dirinya di atas ranjang.


"udah yank..baru aja tidur" jawab brian, pria itu duduk di tepi ranjang dan melihat istrinya yang sedang rebahan, ia tersenyum dan mencium keningnya.


"mas..mandi dulu sana..habis itu sholat" brian mengangguk dan bangun dari duduknya, ia memanggil handuk kemudian masuk kedalam kamar mandi, sekitar 15 menit iya selesai mandi dan berganti pakain, brian langsung menunaikan sholat insya.


setelah selesai ia melihat istrinya sudah tertidur pulas, lalu ia menyusul istrinya kedalam selimut ia memeluk istrinya itu dan akhirnya menuju alam mimpi.


suara adzan subuh terdengar, ruby membuka mata perlahan namun pasti, ia melihat suaminya masih terlelap, ia merasakan tubuhnya seperti menimpa sesuatu ternyata itu lengan suaminya lalu ia memindahkan tangan suaminya yang ada di atas perut buncitnya lalu ruby bangun untuk sholat subuh, sebelum itu ia membangukan suaminya terlebih dulu.


setelah berwudhu mereka melakukan sholat subuh berjama'ah, sekitar 20 menit mereka selesai, ruby keluar kamar dan menuju kamar putrinya , ia lihat gadis kecil itu masih tertidur ruby mendekat dan ia membangunkan putrinya itu.


"sayang...ayok bangun.." ucap ruby sambil mengelus pucuk kepala anaknya.


"hheemm..iya mama" gadis kecil itu bangun dari tidurnya tanpa banyak bicara ia langsung masuk kamar mandi, sedangkan itu ruby menyiapkan segala keperluan sekolah anaknya.


sekitar 15 syifa selesai mandi, ruby membawa gadis kecil itu ke aras tempat tidur, dengan telaten ruby memkaikan seragam sekolah untuk putrinya.


setelah selesai jam sudah menunjukkan pukul 07:00 ruby membawa syifa turun ke bawah untuk sarapan, ternyata brian sudah beranggkat terlebih dulu ke kantor karna ada rapat.


"mama...hari ini antar fafa ke sekolah kan??" ujar gadis kecil itu sambil mengunyah sarapannya.


"iya syang..." jawab ruby lembut.


selesai makan mereka langsung keluar rumah, hari ini ruby menyetir mobilnya sendiri, bahkan dia tidak membawa pengawalnya hari ini, ruby mengendarai mobilnya pelan hingga sampailah di sekolahnya syifa.


setelah melihat anaknya masuk kedalam sekolah, ia kembali ke mobil, namun saat ingin masuk kedalam mobil seseorang memukul pundaknya dari belakang seketika pandangannya menjadi gelap.

__ADS_1


********


ruby membuka matanya saat ada sesuatu yang basah mengenai wajahnya, ia mengerjap ngejapkan netranya yang berwana coklat, ia masih bingung dengan tempat ia berada saat ini, gelap tak ada cahaya sedikitpun di ruangan itu, penggap,saat ingin menggerakkan tubunya ternyata tangan dan kakinya terikat ia pun menjadi panik.


lalu ia ingin bicara dan sayangnya mulutnya di tutupi lakban, ruby masih meronta ronta agar bisa lepas namun sayang ikatan itu sangat kuat, saat sedang mencoba melepaskan diri tiba tiba pintu ruangan itu terbuka ruby memejamkan matanya karna terkena cahaya dari luar.


dan masuklah seorang wanita yang berpakaian serba hitam, wanita itu mendekat dan ada beberapa orang yang berbadan kekar di belakangnya, lalu wanita itu duduk di kursi yang ada di hadapan ruby.


"oh hooo ternyata sudah bangunnn...?" ujar wanita yang ada di hadapan ruby sambil melipat kedua tangannya dan kaki kanan yang di silangkan ke atas kaki kirinya.


"heeemmm...heemm.." ruby bergumam karna mulutnya masih di tutupi lakban.


"Oohh ya... hampir lupa, buka penutup mulutnya gua ingin bicara dengannya" mendengar perintah salah satu pria berbadan kekar itu melpas lakban yang ada di mulut ruby.


"siap.. kamu..kenapa kamu menculiku..??" tanya ruby sarkas saat mulutnya telah bebas.


" santai..loe akan tau siapa gua" jawab wanita itu dengan seringaian liciknya.


"lepaskan aku... lepaskan.." ruby masih meronta ronta, suaranya cukup keras ia tidak hanya diam di situ dia terus terusan meminta tolong.


wanita itu yang mendengar teriakan minta tolong ruby pun menjadi emosi karna suaranya yang kerasa dan...


plaaak


"bisa diam ngak sihh... sakit telinga gua dengerin teriak loe..aakh.. sial.." ujar wanita itu membentak ruby ia mengelus telingnya.


"siapa kamu sebenarnya.. apa salah ku sama kamu, kenapa kamu menculiku.. hiks.. hikss" akhirnya ruby yang takut pun meneteskan air matanya.


wanita iti bukannya menjawab tapi ia malah tertawa terbahak bahak, entah di mana yang lucu.


"ha..hhahahaha..., bagus... gua suka liat loe yang begini,..." diamnya sejenak lalu ia bicara lagi, "loe mau tau siapa gua...??" sambung nya sambil mencondongkan setengah badannya ke arahnya ruby.


"gua adalah orang yang akan mencabut nyawa loe hari ini, beserta bayi sialan yang ada di perut loe itu" ucapnya dengan suara yang mengerikan menurut ruby, bahkan ia menekan setiap perkataannya.


ruby yang mendengar itu syok bukan main ia memohon agar tidak melukai bayinya, sedangkan wanita itu ia semakim tertawa saat ruby memohon padanya, lalu ia membuka penutup wajah nya ruby yang mengenal baik wajah itupun melebarkan matanya.

__ADS_1


"ma...mmanda.." gumam ruby lirih.


"ya..gua manda, orang yang udah loen hancurin hidupnya," jawab manda santai.


ruby mengeleng kepalanya cepat "manda kenapa kamu ngelakuin ini,tolong lepasin aku, aku gak pernah hancurin hidup kamu, kamu sendiri yang hancurin hidup kamu, malahan dulu kamu yang hancurin rumah tanggaku" jawab ruby yang sudah terisak dan meningikan suaranya.


plaaak


satu tamparan lagi mendarat di pipi kanan ruby, kembali di sudut bibirnya keluar cairan merah.


"brengsek...,loe bilang gua yang hancurin rumah tangga loe, kalau dulu loe gak masuk dalam hubungan gua sama vano dan loe gak rebuy dia dari gua, gua gak bakalan jadi kayak begini,, ini semua gara gara loe *****, stelah apa yang loe lakuin, loe pikir loe bisa hidup bahagia hah...? sendangkan gua hampir gila di dalam penjara itu...? bahkan vano udah tunangan dengan wanita lain... gua gak rela kalian hidup bahagia di atas penderitaan gua..gua gak rela" teriak manda mengebu gebu emosinya sudah di ubun ubun.


ruby semakin menagis saat mendengar penuturan dari manda, ia sangat takut saat ini ia tau bagaimana sifat manda yang tak akan segan membunuhnya, apa lagi dulu saat ia tau kalau yang menabraknya adalah wanita yang ada di hadapannya ini, tubuh ruby bergetar hebat.


"Ya allah lindungilah hamba, aku sangat takuutt," batin ruby ketakutan.


"gua ingin atau, apa suami tercinta loe itu bisa nyelamatin loe atau enggak" ucap manda lagi sambil tersenyum licik bahkan di tangannya sudah ada sebuah pisau.


" tolong lepaskan aku " ujar ruby lirih, ia sungguh ketakutan, bahkan sangat takut.


manda mencondongkan tubuhnya kembali ke arah ruby, lalu ia memegang dagu ruby dengan sangat kuat, dan pisau di tangan kanannya, ruby semakin takut saat pisau itu bermain di wajahnya.


"loe tau..? gua sangat benci liat wajah loe yang cantik ini, karna wajah loe ini hidup gua hancur, gimana kalau gua beri sedikit goresan di wajah loe yang menjijikan ini heemm..??.. ooohh tau begini saja, apa gua harus mengeluarkannya terlebih dulu sebelum waktunya...??" tanya manda dengan seringaian liciknya kini ia memaikan pisaunya di perut ruby, membuat ruby semakin ketakutan dan panik.


"Jangan aku mohon.. jangan sakiti dia.." jawab ruby terbata bata karna ketakutan.


manda tertawa semakain menjadi, ia sungguh sangat senang saat ruby memohon padanya, lalu ia menyuruh pria berbadan kekar itu untuk melepas ikatan ruby.


"lepaskan ikatannya dan pengang dia kuat kut" mendapat perintah pria itu membuka ikatannya, dan memegang lengan ruby.


"apa yang kamu ingin lakukan...?" tanya ruby semakin panik.


"loe akan tau sebentar lagi" manda mendekat, lalu ia menarik hijab yang di gunakan ruby dengan sangat kasar, ruby berteriak histeris ia tak menyangka kalau manda akan membuka hijabnya bahkan di sini ada beberapa pria.


saat melihat ruby yang tanpa hijab, manda semakin emosi ia benci, ternyata ruby semakin cantik saat tidak mengunakan hijabnya, karna emosi yang tak bisa di kendalikan lagi manda merobek lengan baju ruby, ruby semakin menjadi ia bertiak meminta tolong, ia berharap siapapun menolongnya,bahkan suaranya hampir habis karna berteriak terus, manda tak mendengar teriakan ruby, ia terus merobek lengan baju ruby hingga saat manda ingin menarik baju ruby tiba tiba...

__ADS_1


Bruuuukkhh


Bersambung.....


__ADS_2