ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-51 (s2)


__ADS_3

happy raading!


35 menit perjalanan, kini arkan dan syifa sudah duduk di salah satu angkringan yang lumayan ramai, awalnya arkan mengajak syifa untuk makan di restorant namun gadis itu menolak dengan cepat, katanya bosen makan di restorant mulu, kali kali kan gak apa makan pinggiran jalan, udah makanannya wuenaakk..dan yang lebih penting adalah paling murah meriah, syifa dong...yang nggak peduli makan itu murah atau mahal asal bisa di makan dan bikin kenyang... gas troooos....gak bakalan berhenti....


berbeda dengan arkan selama hidup dia belum pernah ketempat seperti ini, dan ini kali pertamanya makan di pinggir jalan begini, bahkan saat pergi jalan jalan dengan siska gadis itu akan mengajaknya ketempat tempat seperti mall, restorant mahal."biasanya perempuan kalau lagi kencan makannya di restorant kek atau apa kek, lah ini...? di pinggir jalan..bini gue emang beda dari yang lain" bantin arkan dia masih ragu ragu memakan sarapan yang ada di depannya.


syifa yang melihat suami pakek laknutnya itu gak menyentuh makanan sama sekalipun membuka suaranya.


"kan.. kenapa gak di makan??" tanya syifa dengan mulut yang masih penuh dengan isinya.


"Eh..emm" arkan ragu untuk menjawab.


"udah di makan aja napa siih..bersih kok,, aman lagi..liat gue aja udah habis dua piring" sahut syifa sambil memperlihatkan piring yang ada di hadapannya.


"itu siih..lo nya aja yang kelaperan" cibir arkan, tapi gadis itu malah nyengir kuda, dengan ragu arkan menyendok sarapannya dan dia suapkan ke dalam mulut, satu detik....dua detik..tiga detik...dan arkan menatap syifa dengan berbinar.


"sumpah enak banget fa.." ucap arkan sambil menyendokin lagi makannya kedalam mulut.


"nah lo..gue bilang juga apa..yaudah makan sampek habis" sahut syifa dan di angguki oleh arkan.


setelah selesai makan dan membayar syifa dan arkan menuju mobil, syifa kembali memakai maskernya, dia berjalan ke samping kiri dan membuka pintu mobil ingin masuk kedalam dan di ikuti oleh arkan dari samping kanan.


"Eh bim..itu bukannya si arkan ya.. kok bareng cewek..?" tanya ajiz, mereka sedang berlari di dekat taman dan tak sengaja ajiz melihat mobil arkan dan juga melihat arkan bareng cewek yang dia yakini itu bukan sisika, ya...tempat syifa dan arkan makan tadi memang berhadapan dengan taman hanya jalanan yang jadi pemisah.


"mana...?? itu siska kali.." sahut bimo yang juga melihat arkan dan seorang perempuan.


"ngak mungkin, tubuh siska kagak pendek, lah tuh cwek punya tubuh pendek, tapi sayang mukunya di tutup masker" ucap ajiz lagi sambil cemberut.

__ADS_1


"ya udah sih ya..kek lo gak tau si kakan aja, di sekolah sama si cabe, eh di luar...?" ucap bimo, sebenarnya ketiga sahabat arkan kurang suka sama siska yang nempel tross sama arkan, dan mereka juga tidak tau kalau arkan udah nikah, karna laki laki itu tidak memberitau mereka kalau di kasih tau kan bisa berabe, apa lagi kalau si dion yang tau bisaa seantere sekolah pada tau... kaan runyam kalau begitu ceritanya.


"iya juga sih..." sahut ajiz sambil menggaruk tenggkuknya yang tidak gatal.


dan mereka melanjutkan lari malamnya.


sedangkan di dalam mobil, syifa memandang ke luar jendela, ia menatap malam hari kota jakarta, lalu sebuah ide terlintas begitu saja di dalam otak kecilnya itu..


"kakan..kan besok libur nih...begimana kalau kita ke pasar malam..?" tanya syifa mengalihkan pandangannya ke arah arkan dengan bersemangat, bahkan dia memegang lengan arkan.


arkan menoleh ke arah nya dan di lihatnya mata syifa yang udah berbinar binar, kalau di komik pasti di matanya keluar bintang dah tuh"lihat.. tinggahnya yang begini, bikin gemes gue..tapi apalah daya..gue gak berani sentuh kalau lagi sadar..bisa bonyok muka gue" arkan membatin setelah melihat ekpresi wajah istrinya itu.


"heemm,, baiklah duduk yang bener, nah ini...kenapa pegang pegang..?" tanya arkan dan menunjuk ke arah lengan yang di pegang syifa, itu sih alesan nya dia supa gak keliatan gugup depannya syifa...elaahh lo kan sok sokan lo, padahal kalau lagi tidur lo ndiri yang main nyosor duluann...jadi kesel Author T_T.


syifa melihat ke arah tangannya yang memegang lengan arkan"ya maap...kan gue emang sengaja.." sahut syifa dengan wajah polosnya ia menganggkat kedua tangannya dan mengedip ngedipkan matanya yang bulat itu kearah arkan sambil mulutnya yang di kembungin...naahh... kan makin gemes arkan laiatnya....


"jijay gue liat muka lo.." ucap arkan berbeda dengan hatinya, lalu dia memfokuskan dirinya untuk nyetir, padahal tangannya udah gatel pengen cubit tuh pipinya..aakhh bisa gila arkan kalau tiap hari diadepin yang beginian tapi kagak berani sentuh, karna takut di amuk masal oleh bocah bar bar ini dan satu lagi karna gengsinya yang tinggi.. nah lo..kenak kan... :D


dia heran, kenapa saat bersama dengan syifa hidupnya seakan penuh warna, karna tinggkah kekenyolannya saat di sekolah dan tingkah manjanya itu yang cuma dia bisa liat saat di apartemen mereka, walaupun dia sudah lama bersama siska tapi rasanya berada dengan syifa yang baru beberapa minggu menjadi istrinya.


tak berapa lama sampailah mereka di tempat pasar malam yang di katankan oleh syifa, lihat..bahakn mobil arkan baru saja terparkir gadis itu udah langsung turun dan masuk kedalam ninggalin dia sendiri di belakang, arkan terlebih dulu membayar dua tiket satu untuknya dan satu lagi untuk bocah yang udah ngacir duluan kedalam.


"Dasar bocah.." gumam arkan, laki laki itu mengeleng kepalanya melihat tinggkah kekanakan istrinya itu dan dengan itu juga yang bisa bikin arkan tiap hari geleng kepala, dia berjalan di belakang syifa yang sedang asik menatap cemilam cemilan yang di jajankan di pasar malam ini dengan mata berbinar.


dengan semangat 45 syifa mencoba semua makan yang ada di sana, tentu saja syifa harus memcicipi semua makan yang ada di sini selagi ada Atm berjalan, kenapa harus di sia siain..?itu kan juga sah sah saja karna arkan suami pakek laknutnya, dan lagi ini kali pertama dia kesini, karna saat dulu masih bersama orang tuanya, dia tidak di izinkan utuk keluar malam, arkan dengan sabar membayar semua makan yang di cicipi istrinya itu, dia tidak masalah dengan uang, karna dia masih punya banyak.. namun yang bikin dia heran sama syifa.. pasalnya baru saja tadi mereka makan bahkan gadis itu menghabiskan dua piring nasik sekaligus, dan ini....dia mekan lagi kemana semua makanan yang di telannya itu, apa cukup perutnya yang kecil itu menapung semuanya.


"kakan.. gue mau itu..?" ucap syifa berhenti dari jalannya, gadis itu menunjuk kesalah satu stend yang di sana bayak sekali boneka dari ukuran kecil hingga ukuran besar yang hampir menyamainya.

__ADS_1


"lo udah besar..buat apa yang begituan lagi...?" tanya arkan sambil melihat kearah stand tersebut.


"iihh..kan gue pengen..punya gue yang dulu tinggal di rumah mama" sahut syifa cemberut dengan ekpresi yang di buat buat sedih.


"yaudah ambilin di rumah mama aja" ucap arkan masih dengan tenang.


"nggak mau..itu kan beda..kalau itu mama yang beli..tapi kalau ini kan lo yang beli...dan..." ucap syifa terputus.


"Dan apa..?" tanya arkan menaikkan sebelah alisnya, perasaannya mengatakan ada yang tidak enak di dengar dengan perkataan selanjutnya.


"dan.. nanti saat gue lagi kesel sama lo..kan gue bisa lampiasin ke boneka itu.." jawab syifa dengan senyum lebarnya begitu antusias.


naahh kan.... bener apa yang di pikirkan arkan,, emang asem bini nya ini, malahan seantusiasnya dia saat bilang mau melampiaskan kekesalannya pada boneka itu..? hadeehhhh....bini nya ini bener bener berada.


"gak mau gue" ucap arkan pura pura marah dan membalikkan badannya untuk pulang, dengan cepat tangannya di tarik oleh syifa menuju stand tersebut, apalah daya arkan yang di tarik tarik begitu, dengan terpaksa ia mengikuti langkah istrinya itu....


setelah membeli boneka yang besarnya hampir melewati tubuh arkan bahkan hampir tak muat di dalam mobil, liat sekarang rasanya arkan berada dalam mobil dengan sebuah boneka, karna syifa udah ketutup sepenuhnya dengan boneka itu, arkan langsung menginjak pedal gasnya dan kembali ke apartemen mereka.


Bersambung....


****


jangan lupa tinggalin jejak kalian, komen dan vote ***kalian ya readers...


love u all*** :*


visual arkan dan syifa

__ADS_1




__ADS_2