
sekitar 35 menit menempuh perjalanan akhirnya syifa dan keluarganya sampai di sebuah rumah yang berlantai dulu yang hampir menyamai rumahnya, entah itu rumah siapa, syifa males banget harus nebak nebak, jadi dia keluar dari mobil dan mengikuti kedua orang tuanya dari belakang dan di sampingnya ada sang adik.
"al.. ngapain kita kesini..??" tanya syifa pada adeknya sambil berjalan.
"cari makan.." sahut almeer asal...
"woi.. kalau di tanya yang benar jawabnya..gue tabok juga lo.." ucap syifa kesel, ya..ini nih yang buat dia males buangeett berurusan sama adeknya, kalau di tanya jawabnya malah ngelantur.
almeer tak peduli sama kakaknya itu, dia langsung masuk kedalam rumah mengikuti orang tuanya, dan di ikuti syifa dari belakang.
mereka langsung duduk di ruang tamu setelah di persilahkan oleh yang punya rumah, brian berbicara dengan anton sahabatnya, sedangkan ruby dan sulis kedua wanita itu bercipika cepiki seperti wanita pada umunya.
"anak kamu mana lis??" tanya ruby yang tak melihat calon mantu nya itu.
"Ohh ada, lagi di kamar dia" jawab suli "ini anak kamu ya by..??" tanya sulis lagi.
"iya, ini anak pertama ku, dan itu anak kedua ku" ucap ruby melirik gadis itu agar menyalami tangan sulis.
"cantik dan tampan ya anakmu by..?" ucap sulis tersenyum kearah keduanya.
"Makasih tante" jawab syifa dan almeer besamaan, setelah mencium punggung tangan sulis dan tangan anton secara bergantian dengan almeer.
lalu mereka berbincang bincang, bahkan sesekali tertawa, namun tidak dengan syifa... gadis itu hanya diam, dia merasa bosan.
"Ya allah... bosen banget siih, kalau tau di ajak acara beginian, ogah banget gue..." batin syifa, gadis itu hanya menundukkan kepalanya karna dia bener bener bosaaaaannnn...
hingga tawa mereka berhenti saat terdengar suara seseorang, karna syifa tidak terlalu memperhatikannya dan asik dengan ponselnya jadi dia tidak tau kalau ada yang datang.
"assalamu'alaikum...maaf tante, om saya telat turunya" ucap seseorang menyalami tangan ruby dan brian secara bergantian dan tak lupa almeer juga ikut menyalami calon iparnya itu.
sebenarnya arkan sudah tau kalau dia akan di jodohkan sama anak teman dadynya, namun dia belum tau siapa gadis yang akan menjadi istrinya itu.
Flashback on
setelah pulang dari sekolah, sesuai janjinya langsung pulang kerumah dan tidak mampir kemana mana lagi, bahkan tadi pulang sekolah dia tidak mengantar siska, dia menyuruh gadis itu naik taxi.
__ADS_1
setelah sampai di rumah arkan turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam rumah.
"assalamu'alaikum mommy.." ucap arkan dari arah pintu, namun tak ada jawaban lalu ia mencari keberadaan mommy, ternyata ada di dapur.
"lagi masak apa mom..? kok banyak banget..?" tanya arkan saat melihat ibunya memasak cukup banyak yang di bantu pelayan rumahnya.
"nanti malam kita kedatangan tamu.." sahut sulis yang sedang menggorang ayam.
"yaudah ganti baju sana, sholat jangan lupa" ucap sulis pada anaknya dan di angguki oleh arkan.
setelah selesai sholat arkan kembali menuju ruang makan, ternyata di sana sudah ada dadynya, lalu ia duduk di salah satu bangku dekat dengan dadynya.
setelah selesai makan anton langsung membuka suara.
"kan, jadi sebenarnya dady dan mommy mau bilang kalau kamu udah kami jodohin sama anak temanya dady" ucap anton serius pada anaknya.
"hah..jodohin dad??" sahut arkan sedikit kaget.
"iya syang.. kamu mau kan..? dan nanti malam keluarga calon istri kamu bakalan datang, buat basah masalah perjodohan kalian" ucap sulis melihat kearah putranya itu berharap anaknya mau menerimanya.
"haaiizzss.. baiklah.. baiklah terserah mom and dad aja" pasrah arkan, lelaki itu tanpa bertanya dengan diapa di jodohkan ia langsung pergi dari sana menuju kamarnya kembali.
flashback off
dan kini arkan beralih ke syifa untuk bersalaman, namun gadis itu sibuk dengan ponselnya tak mau tau kejadian yang ada di depannya , hingga dia di senggol dengan sikut oleh mamanya baru ia tersentak dan melihat ke arah mamanya, seakan bertanya "kenapa..?".
ruby menunjukkan ke arah depan syifa dan gadis itu mengikuti arah telunjuk sang mama dan...
"Lo...??" ucap syifa dan arkan secara bersamaan, syifa terkejut, secara reflek syifa berdiri dari duduknya dan menunjuk kearah arkan begitu juga dengan arkan menunjuk ke arah syifa, sejenak mereka saling beradu pandang.
"kalian saling kenal..??" tanya brian papanya syifa, membuat keduanya mengalihkan pandangannya.
"Udah lah pa, orang dia si ketos yang sok kecakepan dan songongnya bikin mood fafa ancor tiap hari" sahut syifa cerocos kemana mana, sedangkan arkan hanya menatap syifa dengan tatapan datarnya.
"syifa duduk!!" ucap ruby sambil menarik tangan anaknya itu.
__ADS_1
syifa langsung duduk kembali di tempatnya, begitu juga arkan ia mendudukan dirinya di salah satu sofa dekat dengan almeer.
"bagus dong kalau kalian udah saling kenal" sahut sulis antusias " jadi kami gak usah kenalin kalian lagi kan" sambungnya dengan semangat 45.
"iya.. bener tuh, jadi dalam minggu ini kita langsung nikahin aja mereka, gimana menurut kamu yan??" tanya anton pada brian.
syifa yang mendengar itu langsung menghentikan pembicaraan mereka, "maaf fafa potong omongan om sama papa, ini maksudnya nikah apa yah??" tanya syifa, gadis itu masih bingung dengan situasi ini, begitu juga dengan arkan, walaupun dia tau kalau dia akan di jodohkan dengan anak teman dadynya, tapi gak mungkin kan sama gadis yang ada di hadapannya ini.
"Iya..jadi gini kami semua udah sepakat buat nikahin kalian berdua, karna dari dulu kalian udah kami jodohkan" ucap ruby menjelaskan pada putrinya itu.
"APA!! MENIKAH?? SAMA DIA??" ucap syifa dan arkan secara bersamaan, dan lagi lagi mereka berdiri dan saling tunjuk satu sama lain.
"arkan duduk"
"syifa duduk"
syifa dan arkan, mereka berdua kembali duduk ketempatnya, saat mendengar perintah dari sang bos "cie cie belum apa udah kompak aja" kini almeer mengeluarkan suaranya yang dari tadi dia hanya diam, dan ya... dia langsung mendapat tatapan tajam dari sang kakak.
"fafa ngak mau harus nikah sama dia, udah songongnya bikin mood ancor, sok kecakepan lagi" ucap syifa menatap tajam ke arah arkan.
"lo pikir gue mau nikah sama cewek bar bar kayak lo, udah tiap hari kesekolah datang telat bahkan buku kedisiplinan hampir penuh dengan nama lo" sahut arkan, membuka kartu As syifa,dia juga menatap syifa dengan tatapan tak kalah tajam setajam silet.. :D
kan jatuh jadi malu syifa sama calon mantu nya kartu Asnya udah di buka sama si ketos songong ini.
"cie cie, cocok banget sih..? marah marah aja bisa kompak" sambung almeer mengoda sang kakak, syifa hanya melototkan matanya ke arah almeer, namun yanh di tatap hanya nyengir.
"pokonya, apapun alasan kalian, 3 hari lagi kalian bakalan nikah, dan besok kalian harus ambil cuti, karna kita bakalan adakan pernikahan kalian di prancis selama satu minggu" ucap sulis bersemangat dia udah tidak mau menerima penolakan lagi dari dua belah pihak.
dan pada akhirnya syifa dan arkan hanya bisa pasrah dengan keputusan keluarganya masing masing, setelah membahas masalah itu, anton mengajak calon besannya itu untuk sarapan bareng.
Bersambung......
visual syifa dan arkan
__ADS_1