ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-52 (s2)


__ADS_3

3 bulan telah berlalu..


kini pernikahan arkan dan syifa telah memasuki bulan ke tiga, selama itu juga arkan sudah merasakan percikan api...Ehh...maksudnya..percikan cinta pada istrinya itu, ya kali percikan api bisa hangus dung si syifa nya... :D


hari ini adalah hari kemerdekaan untuk syifa, mengapa..? karna hari ini hari libur jadi dia bisa bobok chantik sepuasnya, setelah tadi sholat subuh gadis itu melanjutkan tidunya, dengan di temanin boneka beruangnya yang di belikan oleh arkan beberapa bulan yang lalu, bahkan arkan nyesel udah beli tuh boneka, bagaimana tidak biasanya kalau tidur istrinya itu selalu memeluk dirinya... lah..sekarang malah beruang itu yang di peluk..kan bikin kesel arkan sama si beruang yang udah berani ngerebut istrinya, bahkan syifa menamai boneka itu dengan nama kakan kecil... hadeehhh kecil dari mana?? hongkong..


arkan setelah sholat subuh, laki laki itu tidak tidur lagi, dia keluar apartemen dan berlari pagi di sekitaran apartemennya, setelah badannya sudah penuh dengan keringat arkan kembali ke apartemennya, arkan memasuki lif untuk menuju apartemen.


tiiiing


tak lama arkan sampai di depan apartemenmya, saat sedang memasukka pin di pintu tiba tiba ponselnya berdering, arkan melihat siapa yang menelponnya pagi pagi begini.


"iya kenapa??" tanya arkan pada seseorang, saat sambungan telponnya telah terhubung.


"..."


"lagi di rumah kenapa??" tanya arkan dengan sedikit malas, entahlah sekarang arkan sangat males berurusan dengan siska, bahkan dia udah jarang ngapel ke kelasnya syifa, dia hanya akan menghampiri istrinya itu saat di kantin saja.


"..."


"sis udah deh..gak usah bahas itu lagi, kan gue udah bilang kita udah gak ada hubungan apa apa lagi, jadi jangan ganggu gue lagi" ucap arkan mulai jengah sama sifatnya siska, soalnya dua bulan yang lalu saat arkan udah nyadar akan perasaannya pada syifa dia langsung memutuskan siska.


flashback


"siska..kita udahan aja ya..?" ucap arkan di sela sela makannya.


mendengar itu siska tersedak baksonya "Uhuk uhuk uhuk" bella yang ada di dekatnya langsung memberikan air untuk siska, tidak hanya siska yang kaget ketiga sahabatnya dan temen siska pun kaget mendengar itu, gak ada angin gak ada gledek kok udah kayak kesambar petir aja dengerin ucapan arkan..


"yank..kamu jangan becanda deh nggak lucu tau.." ucap siska setelah meminum air yang di berikan bella.

__ADS_1


"kan.. lo engga sakit kan???" tanya bimo sambil meletakkan tangannya di kening arkan.


"apaan sih lo bim" ucap arkan menepis tangan bimo cukup keras.


"sakit setan.. kan gue cuma mau pastiin, lo sakit apa kagak..?" sambung bimo mengusap tangannya yang di tepis, sebenarnya mereka senang arkan mutusin si nenek lampir, begitulah nama yang di sematkan oleh syifa dkk, namun mereka juga sedikit kaget saat arkan tiba tiba ajak udahan.


"panas nggak bim?" tanya dion sedangkan ajiz hanya menunggu jawaban bimo.


"engga yon" sahut bimo.


"gue serius, kita udahan aja, gue udah capek harus membagi dua hati" ucap arkan lagi sangat serius, membuat orang yang ada di sana terdiam, dan apa tadi dia bilang?? dua hati??


"kan.. kamu udah janji gak bakalan tinggalin aku, kok kamu tega sih..apa tadi kamu bilang dua hati??? siapa kan? siap orang itu,?" ucap siska yang meninggikan suaranya di akhir kalimat, membuat isi kantis melihat kearah mereka, bahkan syifa dkk yang sedang makan bareng nikon dkk pun ikut melihat kearah mereka.


arkan tak menjawab, laki laki itu beranjak dari duduknya dan langsung pergi dari kantin, saat melewati meja syifa dkk, arkan melirik sejenak ke arah sana, membuat bulu kuduk syifa merinding..


"kan gue gak mau putus.. gue nggak mau.." teriak siska, bahkan gadis itu udah nangis.


berbeda dengan syifa, gadis itu merasa kepo kok tiba tiba arkan mutusin siska, namun rasa keponya langsung hilang saat pesanannya telah tiba di depan mata, bagaikan pandangan pertama gadis itu berbinar binar menatap bakso yang ada di depannya.


flashback off


setelah sambungan telponnya terputus, arkan masuk kedalam apartemen nya dan dia langsung menuju kamarnya, saat sudah masuk dia melihat syifa yang udah bangun dari bobok chantiknya, gadis itu sudah terduduk di atas kasur, seperti biasa, rambut brantakan, baju kusut dan bonekanya udah berada di lantai, sesekali gadis itu menguap, arkan hanya mengelengkan kepalanya melihat istrinya itu gak ada manis manisnya.


"udah bangun fa..?" tanya arkan lembut, ia menuju kearah lemari untuk mengambil handuk.


"trus yang lo liat ini apaan...?" sahut syifa sewot, arkan tak menjawab males dia debat sama istrinya itu kagak bakalan menang dia lelaki mah udah kodratnya salah mulu, jadi arkan diam dan memilih masuk kamar mandi.


sebenarnya syifa juga sudah jatuh hati sama suaminya itu bahkan sebelum arkan putus dengan siska, saat itu arkan putusin siska syifa sangat senang ia berfikir kalau arkan juga menyukainya, dia selalu menunggu arkan menyatakan cinta padanya namun tidak pernah arkan berkata demikian, sampai dia berfikir apa harus dia duluan yang nyatain cinta nya?! Ohhh tidak...syifa nggak mau harus dia yang duluan nyantai perasaan, syifa dong..gengsinya tinggkat dewa.. ya kali dia duluan yang nyatain cinta, namun sesekali ia juga berfikir apakah hanya dia yang memiliki perasaan ini?? apa mungkin arkan mutusin siska karna ada wanita lain? entahlah.. dia tidak tau, prinsip syifa kalau sudah suka sama satu orang dia tak akan pernah berpaling dari orang itu walaupun nanti mungkin cintanya pertepuk sebelah tangan, maka dari itu sebelum arkan mengatakan cinta padanya gadis itu gak akan ada manis manisnya sama suaminya itu.

__ADS_1


percaya deh... sebenarnya dari pertama mereka masuk sekolah SMA garuda arkan sudah jatuh hati pada pandangan pertama sama gadis itu, namun saat melihat tinggkah syifa yang bar bar dan suka terlambat sekolah, jadinya dia menguburkan kembali perasaannya itu, tapi lihat....takdir malah menyatukan keduanya lewat pernikahan yang bahkan tak terlintas di kepala keduanya, dan saat sudah setiap hari bersama dengan seiringnya waktu perasaan itu tumbuh kembali namun dia takut untuk menyatakan cintanya, ia takut kalau gadis itu akan menolak perasaannya, jadilah mereka menyimpan perasaan masing masing..


syifa melihat kearah jam yang ada di atas nakas samping ranjangnya, jam sudah menunjukkan pukul 10, syifa mengambil pita rambut lalu ia mengikat rambutnya asal, lalu ia bangun dan memulai aktifitas saat sedang liburan yang selama 3 bulan ini sudah menjadi kebiasaan nya, tentunya setelah mendapatkan wejangan dari sang mama, lsyifa mulai membersihkan seluruh isi kamarnya dari mengganti seprei yang baru, menyapu lantai dan lainnya, bahkan syifa sudah belajar masak dan saat belajar masak engga sengaja jarinya ke iris pisau yang membuat gadis itu menangis, bahkan arkan kalang kabut di bautnya, sejak saat itu arkan melarangnya untuk belajar masak, biar si beli aja, kagak tegalah dia liatin istrinya kayak gitu, orang pisau mainan aja kagak pernah pegang lah sekarang malah di suruh pegang pisau dapur berada kan jadinya, maklumlah yaaa...


namun syifa dengan keras kepala ia tetap belajar, dan sekarang..? dia sudah bisa memasak yang di bantu sang mama lewat video call, walaupun dikit dikit yang penting usaha...


setelah dengan kamarnya, syifa turun kebawah, dan menuju dapur ia membuka lemari es nya di sana cuman tinggal beberapa telor saja, jadi syifa berenisiatif untuk membuat nasik goreng telur dadar saja, sekitar 20 menit syifa bergutat dengan alat dapur ia pun selesai, saat menata piring di atas meja, arkan turun yang sudah lengkap dengan pakain santainya dan masuk dimana syifa berada.


"kan...bahan dapur udah habis.. siap makan kita belanja ya??" ucap syifa sambil menaruk nasik kedalam ke dua piring.


"eeem..yaudah mandi gih, aku tunggu.." sahut arkan dia sudah duduk di salah satu kursi meja makan.


"Oke... tunggu ya..?" ucap syifa dan di angguki oleh arkan, lalu gadis itu berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya.


sedangkan arkan, dia mengambi ponselnya dan memaikan game onlinenya di sana, beberapa menit kemudian syifa turun dan sudah rapi, gadis itu sangat cantik kalau sudah rapi begini, arkan yang menyadari kedatangan syifa pu menoleh melihat istrinya itu dan ya..arkan terposana melihatnya syifa yang sangat cantik pakek banget, walau menggunakan make up tipis itu malah membuat wajahnya terlihat lebih frees.


"udah liatinnya... gue emang cantik kok" ucap syifa PD-nya lalu ia meoduduk di samping arkan.


"PD amat lo" sahut arkan gelagapan yang langsung menyantap nasik gorengnya, sedangkan syifa gadis itu menaikikan sedikit ujung bibirnya menghasilakan sebuah senyuman yang sangat tipis bahkan arkan tak bisa melihat nya ia sangat senang saat berhasil membuat suaminya itu gelagapan sendiri, dan pada akhirnya keduanya makan dengan tenang.


***Bersambung....


maaf jika typo...


jangan lupa tingalin jejaknya dan komen :*


visual arkan dan syifa***


__ADS_1



__ADS_2