
Klek...
Pintu yang besar berdaun dua tersebut terbuka.
Mata Kian terbelalak melihat ruangan di balik pintu tersebut. 'Waaaw megah banget'. Batin Kian takjub dengan pemandangan yang ada di depannya, ini pertama kalinya Kian memasuki tempat semegah itu, beserta para pelayan yang sudah berbaris menyambut tuan rumahnya.
Wajah takjub Kian sudah tidak bisa terelakkan lagi. Tapi, bukan Kian namanya jika tidak bisa mempertahankan mode datar propesional nya.
"Selamat datang tuan besar". Ucap semua pelayan yang berbaris sambil menundukkan kepalanya.
"Iya". Balas Leonart singkat dengan senyum tipisnya.
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki dari arah tangga berbunyi dengan cepat, terlihat sosok wanita parubaya yang masih lincah dan sangat cantik. Bahkan diwajahnya belum ada keriput terlihat.
"Mas.... ". Teriak wanita parubaya itu sambil berlari dan saat sampai di depan Leonart, dengan cepat wanita itu mengalungkan tangannya dileher Leonart.
"Ada apa sayang?". Jawab Leonart dengan tatapan yang dalam sambil memeluk pinggang wanita tersebut.
"Kangen". Rengek wanita itu dengan nada ngambek
"Mas juga kangen sama kamu sayang..". Jawabnya sambil mencium dahi wanita itu
Kian terkejut dengan pemandangan didepannya itu. Dia tidak menyangka bahwa tuan Leonart yang dia kenal, bisa bersikap manja seperti itu.
Kian memperhatikan sekelilingnya dan melihat semua pelayan manundukkan kepalanya dan ada juga yang mengalihkan pandangannya, seolah-olah sudah terbiasa.
Lagi-lagi bukan Kian namanya jika tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan nya sekarang, Kian langsung menundukkan kepalanya seperti para pelayan yang ada di ruangan tersebut.
Setelah beberapa saat bermesraan, wanita cantik itu melihat kebelakang Leonart dan melihat Kian yang masih menunduk.
Wanita itu berbisik ketelinga Leonart
"Dia mas..". Menunjuk Kian
"Iya..". Jawabnya sambil tersenyum tipis
Wajah wanita itu terlihat sangat senang dan dengan cepat berlari lalu memeluk Kian.
__ADS_1
Kian terkejut karena wanita itu memeluk nya sambil mencium kepala Kian.
Kian hanya terdiam sambil merasakan kehangatan dari wanita itu, namun Kian langsung tersadar bahwa yang memeluknya sekarang adalah majikannya.
"Nyonya...." Lirih Kian
Wanita itu langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik dan imut Kian.
"Ahh maaf yah". Jawab wanita itu sambil tersenyum hangat
Wanita tersebut memperhatikan penampilan dan wajah Kian, dia langsung tersenyum.
"Jadi ini mena..... Uhukk.." ucapnya terpotong
"Jadi ini Kian yahh...". Ucap wanita itu dengan canggung.
"Iya nyonya, saya Kian". Jawab Kian dengan wajah datarnya
"Maaf nyonya, tapi tidak sopan anda memeluk saya sperti ini, karena...". Ucapan Kian terpotong
"Ohh maaf yah Kian aku pasti kagetin kamu". Jawabnya yang memotong perkataan Kian tadi.
"Baju saya sangat kotor, sangat tidak pantas anda peluk saya, apalagi anda adalah majikan saya". Timpal kembali Kian
"Ohh.. itu yah.. aku kira tadi karna Kian gak suka". Jawab wanita itu sambil terkekeh.
"Gak papa Kian, aku suka banget peluk perempuan cantik dan imut kaya kamu ini". Mencubit pipi Kian.
Leonart hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku wanita tersebut.
"Kian kenalin dia istri saya". Ucap Leonart sambil mengelus rambut istri nya.
"Kenalin Kian nama aku Isabel Greyson, istri dari Leonart Greyson, nyonya dari mension ini serta nyonya dari keluarga Greyson plus... ibu dari Tristan Greyson.. heheh" . Ucapnya terkekeh.
Kian tersenyum tipis dan membungkuk kan badannya lalu berdiri tegak kembali. "Saya Kian nyonya, yang akan menjadi pengawal dari tuan muda Tristan". Ucap Kian
Isabel terseyum melihat kesopanan dan keprofesionalan Kian.
"Ohh benar juga. Tristan". Ucap Isabel yang seakan teringat oleh anaknya dia lalu memanggil salah satu pelayan dan menyuruh nya memanggil Tristan.
__ADS_1
Tak lama kemudian Tristan datang dengan wajah cool nya.
Tristan terkejut melihat seorang gadis yang dia lihat tadi di halaman samping rumahnya, yah.. itulah Kian.
"Ada apa?". Tanya Tristan
"Kenalin Tristan dia Kian yang akan jadi pengawal kamu". Ucap Leonart
"Haa!?.. pengawal Tristan?". Ucap Tristan "gak salah tuh". Timpal Tristan dengan nada tidak percaya.
"Hus.. Tristan gak boleh gitu". Ucap Isabel mengingatkan Tristan.
"Kian ini mantan seorang tentara, dia dijuluki sebagai penguasa perang". Jelas Leonart
"Dan mulai sekarang dia akan jadi pengawal kamu Tristan". Ucap Leonart
"Gak usah pa.. Tristan bukan anak kecil lagi". Tolak Tristan
"Gak bisa gitu nak, saingan bisnis papamu sangat banyak. Mama gak mau liat kamu kenapa-napa". Jelas Isabel
"Iya Tristan, yang dikatakan mama kamu benar. Lagipula hanya 1 tahun saja, setelah kamu lulus SMA saja, sebelum kamu ke luar negeri". Timpal Leonart.
"Haisss.. terserah papa mama ajah deh". Pasrah Tristan
"Nak Kian perkenalkan dirimu sayang". Ucap Isabel lembut
Kian membungkukkan badannya dan berdiri tegak kembali. "Nama saya Kian tuan muda Tristan, saya mantan tentara yang di pekerjaan oleh tuan Leonart untuk menjadi pengawal tuan muda Tristan". Ucap Kian dengan muka datarnya.
Tristan mengerutkan dahinya melihat Kian, kemudian dia menatap Isabel.
"Oh oke...". Ucapnya singkat. "Kalo gitu Tristan balik ke kamar dulu yah ma pa". Ucap Tristan melangkah kan kakinya kembali ke kamar nya.
Sedangkan Kian hanya mengekor mengikuti Pak Lim yang tengah menunjukkan kamar Kian.
BERSAMBUNG
jangan lupa like komen nya yah guys😉
trus kritik dan sarannya juga biar aku bisa ngekoreksi yang salah
__ADS_1
semangat bacanya