
Angin berhembus burung burung berkicau langit yang cerah berawan, membuat suasana di sekitar danau menjadi romantis. Seakan-akan mendukung pernyataan cinta Tristan.
Kian masih terdiam dan tidak bisa menjawabnya, dia bingung apa yang harus di katakan nya sekarang. Bahagia?... Tentu!! ,
Tapi... Apa aku pantas?.. kata-kata yang memenuhi pikiran Kian sekarang.
Sampai...
Tristan mengatakan
" Jadi..? Apa kau mau menjadi kekasih ku?".
Menatap lekat wajah Kian dan menunjukkan ekspresi seriusnya.
Kian yang melihat keseriusan Tristan lagi-lagi tidak bisa menjawabnya.
Sampai...
Kian menunduk dan mengambil kedua tangan Tristan dari pipinya. Dia melepaskan tangan Tristan dari pipinya dan keluarlah kata-kata yang sama sekali tidak di inginkan.
"Maaf....". Lirih Kian dengan menunduk
Tristan yang mendengarnya pun sontak kaget dan hanya bisa menunduk. Tapi, dia masih belum menyerah.
"Kenapa?...". Tanya lembutnya, tapi tetap menunduk. Dia takut melihat wajah Kian sekarang, takut akan kenyataan
perkataan yang akan di katakan Kian nanti. Apa mungkin dia sudah mempunyai seseorang yang di sukai nya..? Kata-kata yang terbayang di benak Tristan sekarang.
Kian mengepal kedua tangannya di dadanya.
" Saya memang menyukai tuan Tristan......". Kata Kian sambil menutup matanya tapi sudah mengangkat kepalanya.
Tristan yang mendengarnya langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum senang, apalagi melihat keimutan Kian sekarang yang tengah menutup matanya
"Tapi,... Saya tidak pantas menerima perasaan tuan... Saya hanya pengawal dan tuan Tristan adalah majikan saya". Lanjut Kian yang masih menutup matanya tidak berani membuka matanya.
Sampai...
Pak.... Tangan Tristan menggenggam kedua bahu Kian dengan mata berbinar nya, sontak Kian pun terkejut dan membuka matanya.
"Kau menyukai ku?". Tanya Tristan dengan masih berbinar
"I... Iya tuan". Jawab gugup Kian
"Menyukai, lawan jenis kan?". Masih berbinar
"I.. iya tuan... Mungkin". Lirih Kian sambil menundukkan kembali kepalanya
"Tapi maaf tuan... Saya...". Ucap Kian yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya nya, karena di bungkam oleh Tristan menggunakan bibirnya.
Kian hanya bisa terdiam, mendapati dirinya di cium oleh Tristan. Dia sama sekali tidak membalasnya.
Setelah beberapa saat mereka berciuman. Tristan pun melepaskan ciumannya dan menatap Kian
"Maaf... Aku tidak bisa menahan nya hehehe". Ucap Tristan dengan wajah berbinar nya.
"Kau sangat imut dan cantik Kian". Lanjut nya dengan tatapan lembut nya
__ADS_1
Kian yang mendengarnya pun hanya bisa menahan malunya
"Tapi saya tidak pantas tuan..". Ucap Kian lagi
"Hahah yang penting kau menyukai ku". Tawa Tristan senang
"Eh...!!? Tapi bukan itu intinya kan..". Ucap Kian lagi
Tristan kembali mengapit kedua pipi Kian dan menempelkan dahinya dan dahi Kian
"Aku bisa menunggu jawaban mu.., jadi kau tidak perlu tertalu memikirkannya". Ucap lembut Tristan
Dan membuat Kian mengangguk sedikit.
"Ayo.. kita pulang". Ajak Tristan dan menarik tangan Kian
...****************...
Setelah drama pernyataan cinta Tristan, yang bisa di bilang lucu...
Akhirnya Kian dan juga Tristan kembali ke kediaman Greyson.
Di dalam mobil... Tristan tidak bisa berhenti tersenyum dengan kenyataan bahwa Kian ternyata juga balik menyukainya. Sedangkan Kian masih bisa mempertahankan mode datar propesional nya.
' eh?!!!!.... Sebenarnya apa yang terjadi tadi di danau tadi...'. Teriak Alex dalam batinnya.
Dia tidak menyangka tuan yang sangat dingin itu sedang tersenyum nyengar nyengir sekarang
Tristan melirik menatap spion depan mobil dan melihat sedari tadi Alex tengah menatapnya.
"Ada apa lex?". Tanya Tristan yang sudah tidak nyengar nyengir lagi
"Saya hanya merasa sekarang anda sangat bahagia". Lanjut Alex dengan menggaruk telungkup nya yang tidak gatal
"Oh.. ". Terseyum Tristan dan melirik sekejap ke arah Kian lalu membuang mukanya ke jendela dengan tersenyum tipis.
' eh......!!!!!! Ini beneran tuan Tristan Greyson yang.. kejam itu kan...... '. Lagi-lagi histeris Alex dalam batinnya
Kemudian, Alex melirik Kian di dalam kaca spion. Betapa terkejutnya Alex saat melihat wajah Kian yang sudah tidak datar lagi, tetapi menjadi merah merona.
' he.. hE.. HE......, Sebenarnya apa yang sudah terjadi..'.
Mobil tetap melaju walaupun dengan kebimbangan dan pikiran Alex yang penuh tanda tanya.
Sesampainya di kediaman Greyson
Alex keluar dari mobil dan turun untuk membukakan pintu mobil untuk Tristan, belum sempat dia membuka kan pintu untuk Tristan.
Tristan sudah duluan turun dan cepat - cepat membukakan pintu mobil untuk Kian.
Alex yang melihatnya lagi-lagi hanya di buat melongo dan tidak bisa percaya.
Sedangkan Kian mau tidak mau tetap menerima perlakuan Tristan dan mengambil uluran tangannya.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam kediamannya.
" Tuan... Apa anda bisa melepaskan tangan saya? ". Bisik Kian
__ADS_1
"Hmm memangnya kenapa?". Tanya Tristan pura-pura polos dengan ikutan berbisik
" Ini tidak baik di lihat orang lain ". Ucap Kian lagi dan melihat sekitar mereka.
Tristan pun ikut melihat sekitar nya, dan benar saja para pelayan yang disitu menatap ke arah mereka
Tristan kemudian melepaskan tangannya
" Baiklah.. aku tidak akan mempersulit kan mu". Ucap Tristan
"Sudah ku bilang kalo aku akan menunggu mu". Lanjut nya sambil mengelus pucuk kepala Kian.
Membuat Kian lagi-lagi malu dan wajahnya kembali merah merona. Tristan yang melihatnya hanya tersenyum gemas.
"Ayo.. kita masuk ". Kemudian ajak Tristan dan di angguki oleh Kian.
Mereka pun masuk ke dalam kediamannya.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan". Ucap Kian sesaat mereka sudah masuk ke dalam rumahnya
"Baiklah..". Jawab Tristan
Kian kemudian melangkah kan kakinya menuju ke kamarnya.
Kian berhenti dan berbalik
" Ada yang bisa saya bantu tuan? ". Tanya Kian yang sedari tadi merasa risih karena di ikuti oleh Tristan
" Hmmm tidak ada.. aku hanya ingin kembali ke kamar ku. Kamar kita kan bersebelahan". Jawab Tristan
"Eh.. benar juga, kalo begitu tuan duluan saja". Mempersilahkan Tristan untuk maju duluan
" Baiklah kalo gitu aku duluan yah... Istirahat yang baik-baik ". Ucap Tristan dan di angguki oleh Kian. Tristan pun melangkah duluan menuju kamarnya dan di ikuti oleh Kian di belakang
' kayanya adegan ini pernah terjadi deh..?! '. Batin Kian
Clek..
Kian membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam.
Tanpa aba-aba ia langsung merebahkan tubuhnya ke kasurnya, sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Huuufh.. ".
"Tuan Tristan beneran nyatain perasaannya ke aku aaaaaa". Teriak tiba-tiba Kian sambil berguling kesana-kemari di atas kasurnya sambil memeluk guling nya.
" Dan aku bahkan mengungkapkan perasaan ku juga... Aduh.. bagaimana ini...?". Ucap Kian di sela-sela guling-guling nya, saat dia berhenti sejenak dan melanjutkan guling guling nya lagi.
"Tapi.... Aku belum membalasnya...". Lirih Kian, dan akhirnya terbangun dan duduk di tepi ranjang nya.
"Kalo tuan besar Leonart tau... Sama nyonya Isabel tau.. pasti mereka marah.. walau bagaimanapun calon istrinya harus yang selevel dengan tuan Tristan. Huuuufh..". Ucapnya lagi dan kemudian melempar guling nya di atas kasur dan kemudian masuk kedalam kamar mandi.
BERSAMBUNG
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen nya yang sebanyak-banyaknya.
dukung terus karya ku yah guys
__ADS_1
HAPPY READING 😘