
"bang, Kian nginep disini yah, cuman semalam doang". Mangangkat jari telunjuknya.
"Kenapa gak ke kota ajah Kian, situkan banyak duitnya hehe".
"Haha pengennya sih gitu, tapi masih pengen nginep disini semalam". Menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Yaudah terserah lu deh. Tapi ingat pagi-pagi harus bangun yah, soalnya nih tenda udah mau di rapikan". Menunjuk ke arah mobil yang terparkir di luar.
"Padahal udah bobrok masih pengen diambil ajah, huhh". Menggeleng sambil mendesah.
"Yah siapa tau pemilik nya emang suka nih tendanya kali yah bang".
"Mungkin ajah sih, liat nih udah bolong-bolong". Menunjuk ke atas tenda.
"Kalo gitu abang pulang dulu yah". Melambai ke arah Kian.
"Iya bang". Sambil mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya
Tap... Tap.... Tap....
"Ehhh.. siapa dia". Seorang lelaki paruh baya yang tampan dan gagah menunjuk ke arah Kian.
"Ehhh Kian... Dia belum pergi juga". Ujar bang Alan.
"Kian?".
"Iya tuan, seorang penguasa perang". Memuji , seperti mambanggakan diri sendiri.
"Ohh". Melirik kearah Kian.
Srash....
Suara angin dan juga sinar matahari mengenai muka Kian yang tengah tertidur dengan posisi duduk sambil memeluk senapannya.
Mata tuan itu terbelalak melihat Kian.
__ADS_1
Rambutnya yang pirang panjang dengan diikat kuncir kuda dengan poninya yang menutupi alis Kian.
Saat terkena sinar matahari, rambutnya malah seperti emas dan kulit putih yang seputih salju semakin membuat Kian bersinar.
Dia berjalan menghampiri Kian.
Mengangkat tangannya dan sepertinya ingin membelai rambut Kian.
Namun....
Plak... Kian menghentikan tangan itu dengan mencengkram nya, sambil melototi orang yang ingin menyentuhnya.
"Apa maumu?". Memancarkan aura membunuh di matanya.
Tapi tuan itu malah terbelalak sekali lagi melihat mata Kian yang berwarna Kuning keemasan. Seperti bunga matahari.
"Ahhh Kian lepasin tangan tuan". Bang Alan berlari menghampiri Kian.
"Apa tangan tuan Greyson tidak apa-apa?".
"Ahh saya tidak apa-apa". Kembali ke dunia nyata. Dan menarik tangannya.
"Tuan Greyson?". Kian memiringkan kepalanya mencoba mengingat-ngingat nama yang tidak asing itu.
"Ahh...".
'(Aku ingat!!. Tuan Leonart Greyson)'. panik dalam hati.
Yah itu adalah nama yang sudah tidak asing lagi bagi para pasukan.
"Maaf tuan!!... Kian tidak sengaja". Membungkuk kan badannya.
"Tidak papa, namanya juga mantan tentara pasti instingnya sangat tajam. Saya sendiri yang salah". Tersenyum ramah.
"Namamu Kian kan?".
"Iya tuan". Mengangguk
Dia memberikan kode ke bang Alan agar keluar, sepertinya dia ingin berbicara empat mata bersama Kian.
.
.
.
DI DALAM BEESKAM
Hening....... Krik.. krik..
"Ada apa tuan?". Mencoba memecahkan keheningan.
"Kian.. jawab yang sejujur-jujurnya". Menatap Kian dengan tajam.
__ADS_1
"Kau....". Deg... Deg... "Seorang mantan budak kan".
Deg
Kata-kata yang sama sekali tidak pernah Kian pikirkan akan terucap dari mulut Leonart
"Kenapa tuan bisa tau?". Tanya Kian yang heran kenapa dia bisa mengetahui kebenaran nya.
"Saya bisa tau hanya melihat kau yang tengah tidur disini". Menatap Kian dengan senyumannya.
Kian hanya tertunduk diam
"Apa kau punya tempat untuk pulang?". Tanya lagi Leonart
Kian mendongak. "Tidak tuan".
Senyum tipis terlihat dari muka Leonart.
"Kalo gitu ikut saya pulang". Menjulurkan tangannya.
"Tapi..."
"Kau kuperkerjakan sebagai pengawal". Leonart tau, kalo Kian bukanlah tipe orang yang ingin tinggal di rumah orang secara gratis, karna itu dia mengatakan akan memperkerjakan Kian.
"Beneran nih tuan". Mata berbinar Kian mulai terpancar.
Membuat Leonart semakin antusias membawa pulang Kian.
"Kalo mau, ikuti saya". Mulai jalan keluar dari beeskam.
Kian mengangguk sambil mengekori tuan Leonart Greyson.
.
.
.
.
"Masuk ke dalam mobil".ucap Leonart, Membukakan pintu untuk Kian. Mata sang sopir terbelalak malihat pemandangan langkah itu.
"Eh.. tuan duluan saja yang masuk".
"Ini perintah Kian!!. Kau sudah di terima jadi pengawal". Masih memegang pintu mobil.
"Ah.. baik tuan, kalo itu perintah tuan saya akan menurutinya tanpa membantah!".
Leonart tersenyum tipis mendengarnya.
BERSAMBUNG
Hehe bentar lagi nih, aku bakalan ngemunculin mc cwoknya, Sabar ajah yah😁
__ADS_1
Soalnya masalah Kian emang rumit
jangan lupa like, komen dan sarannya kritiknya yah guys, biar aku bisa lebih ngengoreksi kata-katanya😉