Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
32. DIJODOHKAN


__ADS_3

Mobil masuk kedalam kediaman Greyson.


Alex keluar dan membukakan pintu mobil untuk Tristan. Sedangkan Kian turun dengan sendirinya


Tristan masuk dan di ekori oleh Kian


" Kalo gitu saya permisi dulu tuan Tristan". Ucap tiba tiba Alex dan membuat Tristan menghentikan langkahnya.


Tristan berbalik


" Oh.. kau masih disitu lex, aku kira tadi udah pulang hehe". Ucap Tristan


" Haha". Tawa canggung Alex


" Kalo gitu saya permisi tuan ". Ucap kembali Alex


Tristan hanya mengangguk menanggapi Alex.


Alex pun pergi dari situ


'( sabar lex... Walau bagaimanapun dia tetap bos mu. Walaupun sifatnya rada rada ngeselin. Pokoknya jangan marah.. entar gak di gaji lagi)'. Batin Alex kesal


Tristan kembali melangkahkan kakinya masuk ke kediaman Greyson dan diikuti oleh Kian.


" Selamat datang tuan muda dan nona Kian". Sapa Pak Lim


Tristan hanya mengangguk


" Iya Pak Lim ". Jawab Kian dan melemparkan senyum manisnya


Tristan melepas dasi dan juga jasnya, sedangkan tas nya sudah di ambil bi Lumrah dari tadi. Semenjak Tristan menyatakan perasaannya kepada Kian, dia sudah sangat jarang menyuruh - nyuruhnya, kecuali jika di kantor nya.


Tristan pun melangkah menuju kamarnya, tiba tiba pandangan nya teralihkan ke ruang keluarga.


" Papa?... ". Gumam nya


" Pa..". Teriak Tristan


Leonart melirik ke arah Tristan


" Tris... Gak usah teriak teriak, papa juga gak budek ". Ucap tiba tiba Isabel yang langsung muncul di dekat Leonart.


Leonart hanya melirik ke arah Isabel dan tersenyum manis. Leonart memang sangat mencintai istrinya itu, dia sama sekali tidak marah jika perkataan nya di potong olehnya. Bahkan Leonart yang biasanya takut jika istri nya itu marah dan ngambek. Yah... Bisa dibilang suami takut istri.


" Eh.. mama..?". Ucap Tristan


Leonart memberikan kode ke arah Tristan untuk mendekat.


" Kalo gitu saya permisi tuan ". Ucap Kian


" Hmm baiklah, jangan lupa istirahat dan mandi yah". Balas Tristan dengan senyuman nya.


Kian hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Tristan.


" Papa sama mama kapan pulang nya?". Tanya Tristan yang sudah duduk di hadapan Leonart dan juga Isabel


" Tadi siang ... ". Jawab Isabel

__ADS_1


" Oh... Kok gak kabarin sih, kalo mau pulang".


Tanya kembali Tristan dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa


" Yah.. kan surprise gitu hehehe". Jawab Isabel.


Sedangkan Leonart Hanya menatap istrinya dari tadi tanpa mengalihkan pandangan nya dia sangat suka melihat Isabel yang selalu tertawa dan bercanda seperti itu. Dan mungkin sudah melupakan tujuannya mengapa memanggil Tristan


Tristan mengalihkan pandangan nya melihat ke arah Leonart.


" Ehem.. , awas pa... Tuh mata ". Sindir Tristan


Leonart akhirnya tersadar dan mengalihkan pandangannya menatap Tristan.


" Hehe papa pasti terpesona sama mama kan, secara mama masih cantik". Ucap Isabel terkekeh


" Hahaha iya sayang... ". Balas Tristan tersenyum


" Jadi pa?... Kenapa papa panggil Tristan?". Tanya Tristan yang mulai iri dengan pemandangan didepannya, tapi dia juga sangat senang dan kagum akan cinta kedua orang tuanya itu walaupun sudah umur yang bisa dibilang tidak muda lagi.


" Oh.. nanti kalo selesai makan malam, ke ruangan kerja papa". Kata Leonart.


" Hmm oke, baiklah". Jawab setuju Tristan, tanpa banyak tanya. Dia tau kalo pasti masalah penting yang akan di bahas ayahnya itu.


" Kalo gitu Tris ke kamar dulu, pengen ngebersihiin badan. Lengket banget nih". Ucap Tristan yang sudah berdiri.


Leonart hanya mengangguk sedikit.


" Oke.... Nanti turun makan malam yah..". Balas Isabel


"Buat apa papa panggil Tris ke ruang kerja papa?". Tanya penasaran Isabel saat dia sudah merasa Tristan sudah pergi.


" Ada deh mah ... Tau lah...". Jawab Leonart sambil mengedipkan sebelah matanya


" Oh.. tentang masalah itu yah. Iya sih, umur Tristan juga udah mau kepala 3". Ucap Isabel seperti sudah mengerti apa yang akan di bahas Leonart dan juga Tristan nanti.


" Yah gitu lah ". Balas kembali Leonart


Selesai makan malam bersama, Leonart dan juga Tristan pergi ke ruang kerja Leonart. Seperti biasa, Isabel hanya menyuruh Kian untuk istirahat, sedangkan untuk dirinya sendiri dia lebih memilih menonton tv.


Di ruang kerja


Tristan duduk berhadapan dengan Leonart yang hanya berbatasan sebuah meja kaca di masing masing depan mereka.


" Ada masalah penting apa papa panggil Tris?". Tanya Tristan yang mulai membuka obrolan


" Kau tau kan, kalo papa sama mama sudah tua... papa sama mama sudah sangat lama tidak menggendong dan bermain dengan anak kecil..". Ucap basa basi Leonart


" Yah gampang lah pah... Tinggal buat ajah kan". Ucap santai Tristan


" Kan tadi papa sudah bilang, kalo papa itu udah tua. Nah gimana coba caranya buat?". Tanya kesal Leonart, karena Tristan sama sekali tidak peka dengan jalan pembicaraan nya.


" Masa papa gak tau sih... Sini Tristan kasi tau ". Ucap serius Tristan


"Pertama masukin ajah pisang papa kedalam jeruk punya mama. Nah... Semprotin deh cairan pisang nya ke dalam jeruk mama. Gampang kan. Papa juga udah berpengalaman". Lanjut dengan santainya


" Huufhh".

__ADS_1


" Bukan gitu Tristan Greyson.......". Ucap Kesal Leonart


" Kalo gitu sih papa jago nya. Lagi pula papa lebih berpengalaman dari pada perjaka tua seperti mu hahahaha". Ledek Leonart


" Terus ... Apa-apaan lagi itu perumpamaan nya". Lanjut nya


" Ye... Biarin perjaka tua yang penting banyak yang mau". Jawab jutek Tristan


" Katanya banyak yang mau... Kok masih jomblo?". Ledek kembali Leonart


" Ye... Siapa bilang aku jomblo". Balas Tristan


" Oh... Jadi sudah ada nih ceritanya... Siapa?". Ucap Leonart yang mulai senang


" Yah... Belum sih, tapi masih di usahain ". Jawab canggung Tristan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Hahahaha itu sih sama saja". Tawa Leonart


" Ish... Jadi kenapa nih papa panggil Tristan?". Tanya Tristan yang mulai kesal karena di tertawa kan


" Jadi papa tuh pengen tanya. Kau kapan mau nikah nya?". Tanya serius Leonart


" Belum tau. Soalnya belum ada calon, udah ada sih, tapi masih di usahain". Jawab santai Tristan


" Kalo gitu cepat cepat deh.... Kalo dari satu bulan ini, kau masih belum kenalin kekasih mu sama mama papa. Kau harus ikutin kata-kata papa agar mau di jodohin ". Ancam Leonart


" Loh... Kok gitu sih ". Ucap Tristan yang lagi-lagi mulai kesal


" Loh... Harusnya papa yang tanya.... Kamu itu sudah tua.,,, Mama sama papa sudah beruban. Mau cepat cepat gendong cucu". Jawab Leonart


" Aish... Tapi gak usah di jodoh-jodohin segalakan ". Ucap nya marah


" Yang penting papa kasi kamu waktu satu bulan. Ingat harus di kenalin sama mama papa kalo gak mau di jodohin". Ancam lagi-lagi Leonart lalu langsung meninggalkan Tristan agar Tristan tidak sempat menolaknya.


" Huuuufh oke... Oke". Pasrah Tristan dan menyenderkan kepalanya di sofa.


Menutup matanya lalu mengusap wajahnya


" Gimana cara ku agar Kian menerima perasaan ku dalam sebulan ini".


" Ahkkkk". Emosi Tristan dan menarik-narik rambutnya.


Tristan berdiri


" Oke... Semangat aku yakin pasti bisa meyakinkan Kian". Ucap Tristan dan melangkah keluar.


" Gimana pa?". Tanya Isabel


" Katanya Tristan sudah punya calon tapi masih di usahain". Jawab Leonart dan langsung duduk di samping istrinya


" Oh.... ". Jawab singkat Isabel


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN. DENGAN CARA LIKE DAN KOMENNYA VOTE NYA JUGA YAH


HAPPY READING 😘

__ADS_1


__ADS_2