
Di kamar Kian
"Apa maksud tuan Tristan tadi, malah balik mencium ku yah?". Tanya Kian kepada dirinya sendiri
"Ah... Sudah lah, pasti tuan Tristan memang ingin mengambil kembali ciuman pertama nya". Ucap Kian "tapi, memangnya ciuman dapat di ambil kembali yah?". Tanya lagi-lagi Kian pada dirinya sendiri
"Ah.. mending tidur ajah deh, besok ada pertemuan penting". Ucap Kian dan mematikan lampu kamarnya lalu menarik selimutnya dan dia pun tidur.
Sedangkan di sisi lain
Seorang pria tampan kini sedang duduk di balkon kamarnya tengah senyum-senyum sendiri, yah... Siapa lagi kalo bukan Tristan.
"Hehe akhirnya aku ngerasa juga tuh bibir cantik". Ucap Tristan kepada dirinya sendiri
"Untuk pertama kalinya aku berciuman, hmm benar kata Andi ini manis, apalagi kalo yang di cium itu pujaan hati sendiri hehe". Ucap Tristan terkekeh.
Keesokan paginya
Seperti biasa, Kian dan juga Tristan pergi ke kantor bersama-sama.
Di kantor
"Nanti, setelah makan siang ada pertemuan dengan CEO wijaya tuan". Ucap Alex
"Oke". Jawab Tristan "nanti jam 19.00 malam kosongkan jadwal ku". Ucap Tristan
"Baik tuan". Jawab Alex
"Panggil Kian masuk". Perintah Tristan ke Alex
"Baik tuan". Alex
Alex pun keluar dan memanggil Kian masuk ke dalam ruangan Tristan
"Ada yang bisa saya bantu tuan?". Tanya Kian yang kini berada di dalam ruangan Tristan
"Nanti, kamu bisa pulang duluan". Ucap Tristan
"Baik tuan". Jawab Kian
"Maaf tuan sebelumnya, .... Tapi kenapa tuan menyuruh saya pulang duluan?". Tanya Kian
"Oh... Kenapa?... Apa kau tidak ingin jauh-jauh dari ku?".
"Haha tuan bisa saja... Tapi saya serius tuan". Jawab canggung Kian
' tuan... Tuan... Tindakan nya itu udah penuh cinta ajah, siapa pun yang lihat pasti tau. Yah kecuali cewek itu sih, harus pake kata-kata dulu tuan '. Batin Nasehat Alex. Yah.. keras-keras sin dong biar Tristan dengar hehe <----- Author
__ADS_1
"Haha aku ingin bertemu Andi, di club .Kau kenal Andi kan". Ucap Tristan
"Oh.. kalau begitu baik tuan". Jawab Kian
' club?... Kenapa harus di club!!... Aku punya firasat buruk nih. Apa aku harus ikutin Tuan Tristan yah'. Ucap Kian
"Permisi..". Ucap Kian dan di angguki oleh Tristan.
Kian pun melangkah meninggalkan ruangan Tristan.
****
Setelah pertemuan rapat klien Tristan di temani dengan Kian dan juga Alex
"Kau pulang duluan". Ucap Tristan
"Baik tuan". Jawab Kian
"Lex.. antar Kian pulang". Ucap Tristan kepada Alex
"Eh.. bukannya nanti Pak asisten yang akan mengantarkan tuan?". Ucap tiba-tiba Kian
"Pak asisten?...". Tanya Tristan bingung
"Itu tuan... Sudah 6 bulan yang lalu nona Kian memanggil saya dengan sebutan itu, karena anda melarang nya menyebut nama saya secara langsung". Jawab tiba-tiba Alex gugup
"sepertinya kalian sudah tidak se efisien dulu yah..!! Tadi yang aku tanya Alex tapi malah Kian yang jawab. Sekarang yang ku tanya Kian malah kamu Alex yang jawab!! Maksud kalian apa!!". Ucap tegas Tristan
"Maaf tuan... ". Ucap Kian
"Iya maaf tuan.. lain kali ini tidak akan terjadi lagi". Jawab Alex
"Apa kau berharap akan ada yang lain kali?.. kau ingin mengulangi nya lag!?". Tanya Tegas Tristan
"Maaf tuan, bukan seperti itu". Jawab Alex gugup
Tristan yang melihat Kian juga ikutan gugup jadi tambah bingung dia harus marah atau tidak padanya.
"eh.. aku tidak memarahi mu Kian". Ucap Tristan gelapan. dia tidak ingin Kian sampai marah padanya
"tidak apa-apa tuan.. saya memang pantas mendapatkan nya". jawab Kian
"baiklah terserah kamu saja". ucap Tristan lega karena Kian tidak balik marah padanya
' tuan .. tuan ... perhatian banget sih... nah giliran aku pasti kena marah nih '. Batin Alex.
"Sudahlah.. kalian pulang dulu saja". Ucap Tristan
__ADS_1
"Baik tuan". Jawab Serentak Kian dan juga Alex
Tristan pun berbalik, tapi sebelum dia melangkah dia melirik ke arah Alex dengan tajam. Alex pun yang melihatnya bergidik ngeri. Seakan-akan dia mengatakan 'jika Kian tergores sedikit saja, atau sehelai rambut nya hilang!! Maka habis kau' yah itulah yang di artikan Alex dari tatapan Tajamnya ke Alex.
Tristan pun melangkah menjauh
' huh!! Rasanya ingin ku kirim si Alex ke negara x '. Batin kesal Tristan
' hiks.. hiks.. tuan ngeri banget sih..'. Batin Alex yang kini sudah berada di dalam mobil bersama Kian.
"Pak asisten sampai sini saja". Ucap tiba-tiba Kian yang memecah keheningan
Alex melirik ke kaca di depannya dan melihat Kian di jok belakang.
"Hmm saya bisa mengantarkan nona Kian hingga ke kediaman Greyson". Ucap Alex
"Itu tidak perlu pak asisten, saya ada urusan di sekitar sini". Jawab Kian
"Tapi saya di suruh tuan Tristan untuk mengantarkan nona Kian dengan selamat". Timpal Alex
"Kalau begitu, saya akan menyetir sendiri pak asisten". Ucap Kian
"Jadi kau ingin meninggalkan saya di jalan?". Tanya Alex yang sudah sedikit kesal
"Pak sekretaris bisa memesan taksi online kan". Jawab enteng Kian
' pak asisten... Pak asisten.... Udah kesal karena di panggil dengan sebutan kaya gitu.. eh malah tambah bikin kesal ajah nih cewek... Untung cewek nya tuan Tristan kalo enggak udah ku tendang dari tadi'. Batin Alex
"Hm.... Baiklah kalo itu mau nona Kian". Pasrah Alex
Dia pun turun, dan Kian berpindah ke tempat pengemudi.
"Tapi jangan beritahu Tuan Tristan yah nona Kian". Ucap Alex di luar jendela mobil
"Baik pak asisten". Jawab Kian yang sudah ada di kursi pengemudi
Kian pun tancap gas meninggalkan Alex tanpa perasaan iba sedikit pun
"Huf... Dua pasangan yang gak punya hati ... Hiks.. hiks... Kalo bukan Tuan Tristan yang ninggalin aku do tengah jalan, pasti nona Kian. Kalo kek gini terus entar anaknya jadi kek apa?". Ucap Alex
Dan segera memesan taksi online nya.
BERSAMBUNG
jangan lupa tinggalkan jejak kalian... para redears. dengan like dan juga komennya.
dukung terus karya ku yah...
__ADS_1
HAPPY READING 😘