
Sudah sebulan semenjak kepergian Tristan ke luar negri. Kini Kian sedang belajar bersama dengan guru private nya, yah .... Semenjak kepergian Tristan, Leonart menyewa guru private untuk Kian agar dia bisa belajar dengan lebih cepat dan efisien pastinya.
Kian sudah bukan pengawal lagi, tapi dia sudah seperti nona dari mension itu. Yah... Itulah yang dipikirkan semua orang yang ada di kediaman Greyson itu, tak lupa pula dengan Isabel dan juga Leoanart yang juga sudah menganggap Kian sebagai putrinya, tapi tidak dengan Kian, Yang menganggap semua perlakuan serta apa yang diperintahkan oleh Leonart untuk belajar, sekarang adalah tugas barunya semenjak Tristan tidak ada di kediaman itu lagi.
"Baik,... Nona Kian biar saya periksa tugas mu dulu". Ucap Indri, Guru private yang disewa oleh Leonart . Dia melihat Kian yang sepertinya sudah selesai dengan tugas yang dia berikan tadi
"Ini bu...". Jawab Kian dengan menyodorkan buku tugas nya
Indri mengambil buku tugas yang di sodorkan Kian kepadanya.
Betapa terkejutnya dia, saat melihat semua jawaban yang di isi Kian semuanya benar dan tepat. Padahal dia baru mengajarinya selama satu bulan, belum lagi materi yang dia ajarkan setara dengan materi anak kuliahan bukan materi SMA yang biasanya. Apalagi umur Kian baru 16 tahun lebih.
Indri menutup buku tugas Kian yang dibacanya dan menatap Kian
"Nona Kian... Apa nona pernah belajar tentang materi ini sebelumnya?". Tanya Indri yang amat-amat penasaran dengan Kian
"Hmmm seingat saya tidak pernah bu!". Jawab Kian
"Kalo misalnya ada guru private yang mengajarkan nya kepada nona, ada tidak!?". Tanya kembali Indri yang masih tetap penasaran dengan Kian
"Tidak pernah bu... Ini pertama kalinya saya mempelajarinya dan juga ini pertama kalinya saya di ajar oleh guru private". Jawab tegas Kian.
"Memangnya kenapa bu?". Lanjut Kian
"Tidak apa-apa".
"Baiklah kalo begitu...., Kita sudahi saja dulu sampai disini". Ucap Indri yang sangat kagum dengan anak yang ada di kediaman Greyson ini, bukan hanya Tristan yang sangat tampan dan jenius menurutnya, tapi masih ada anak lain yang sangat cantik dan juga jenius. Indri adalah guru private Tristan juga sebelum nya.
"Iya bu, Terima kasih". Ucap Kian
Dan kini Indri berlalu dan sesuai perintah dari Leonart agar melapor perkembangan Kian.
Diruang belajar Leoanart
Kini Indri, Leonart dan juga Isabel tengah duduk di sofa berhadapan.
"Jadi,.. bagaimana perkembangan Kian mbak Indri". Tanya Isabel yang lebih dulu memulai membuka percakapan
__ADS_1
"Sangat mengagumkan dan juga sangat hebat nyonya". Jawab Indri dengan bangga
"Ohh.. kalo begitu sepertinya dia sudah bisa di kuliahkan?". Tanya Leonart
"Sudah bisa tuan,... Hanya saja, untuk mengurus surat-surat nya untuk masuk kedalam universitas mungkin sedikit sulit, dikarenakan nona Kian sama sekali tidak mempunyai pengalaman dan juga ijazah SMA". jelas Indri
"Kalo hanya masalah itu, saya bisa mengurusi semuanya...". Ujar Leonart "yang paling penting sekarang, Kian sudah bisa menerima materi nya". Lanjut Leonart
"Iya itu benar sekali... Kalo hanya masalah surat-surat nya , itu sangat mudah untuk diurus". Timpal Isabel
"Baik nyonya, tuan besar... , Kalo begitu sudah tidak ada yang perlu di khawatir kan". Ucap Indri
"Kalo begitu saya permisi dulu". Ucap Indri yang di anggukan oleh Leonart dan juga Isabel.
Indri berlalu dan meninggalkan kediaman Greyson itu.
' ya ampun... Tadi nyonya sama tuan besar bilang, sangat mudah mengurus nya...,.'. Batin Indri di dalam perjalanan pulangnya
' memang yah sultan mah bebas heheh '. Masih dalam batinnya.
Di sisi lain
"Baik tuan besar..". Jawab Kian dan duduk di sofa ruanga itu.
"Ada yang ingin saya bahas dengan mu". Ujar Leonart
"Iya tuan... Bahas apa?". Jawab Kian yang penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Leoanart
"Bagaimana... Kalo kau ikut kuliah saja?". Tanya Leonart yang mulai ke inti pembahasan
"Kuliah tuan?". Ucap Kian "tapi bukan nya saya sudah belajar dengan guru private yah tuan". Lanjut Kian
"Iya saya tau... Hanya saja dengan kamu berkuliah setidaknya kamu akan dapat pengalaman yang lebih banyak dan juga kamu bisa mendapatkan gelar mu sendiri". Ucap Leonart
"Apalagi itu pasti akan sangat membantu keluarga Greyson di kemudian hari". Jelas Leonart, dia mengiming-imingi dengan kata-kata 'sangat membantu' itu. Karena dia yakin pasti Kian akan menyetujuinya
"Baik tuan besar.. kalo dengan berkuliah saya dapat membantu tuan besar, maka akan saya lakukan". Jawab Kian yang masuk perangkap Leonart
__ADS_1
"Tapi tuan..., Dengan umur saya yang baru 16 tahun ini, memang nya sudah bisa masuk tuan". Lanjut Kian
"Tenang saja, universitas tidak memikirkan umur siswa yang akan diterimanya apalagi jika siswa yang mendaftar itu jenius". Jawab Leonart
"Baiklah tuan besar.. saya menyetujuinya". Ucap Kian
"Hmm Bagus lah,.. semangat belajarnya dan jadilah siswa yang dapat di banggakan!!". Ucap Tegas Leonart
"Baik tuan.. saya pasti tidak akan mengecewakan tuan besar". Jawab Kian dengan tegas pula
"Haha baguslah kalo begitu". Leonart
"Kamu akan mulai kuliah tiga bulan lagi dari sekarang... Gunakanlah waktu selama tiga bulan ini untuk mempersiapkan diri dan juga mental mu untuk terjun langsung ke masyarakat!". Lanjut Leonart
"Baik tuan". Jawab Kian
"Kalo begitu saya permisi dulu tuan besar". Ucap Kian dan dianggukan oleh Leoanart
Kian pun keluar dari balik pintu ruangan tersebut dan kembali ke kamarnya
Sedangkan disisi lain
Tristan kini sedang duduk di kursi taman universitas nya sedang membaca buku sambil meminum coffee Dan ditemani oleh Alex.
"Tuan Tristan... Apa tuan sudah selesai?... Apa kita sudah bisa masuk kedalam kelas?". Ucap Alex kepada Tristan
' kalo disini terus... Bisa keluar tuh mata semua wanita yang ngeliatin tuan Tristan. Tuan.... Tuan... Kenapa ada orang setampan dan sesempurna tuan sih.. bahkan kalo aku ini cewek udah klepek-klepek nih pasti '. Batin Alex yang serasa tidak nyaman dilihat oleh semua wanita yang ada di taman itu, yah... Walaupun dia tau bukan dia yang di lihatnya . Sebenarnya Alex juga tampan hanya saja saat bersama Tristan ketampanan dan kharisma Alex tertutupi dengan ketampanan dan kharisma Tristan yang lebih kuat.
"Ohh baiklah kita masuk kedalam kelas". Jawab Tristan
Dia menutup buku yang tadi dibacanya dan berdiri lalu membuang cup coffee yang tadi di minumnya kedalam tempat sampah dan kini melangkah menuju kelasnya.
' apa kabarnya cewek polos itu yah... . Hehe ada - ada ajah, kok gw tiba - tiba mikirin dia yah '. Batin Tristan
' tuggu ajah Kian, gw pasti pulang dan jadi lebih kuat '. Batin Tristan yang kini memandangi langit biru.
BERSAMBUNG
__ADS_1
ini novel pertama ku, jadi mohon like dan komen nya agar aku bisa lanjut buat ceritanya, dan jangan lupa kritik dan sarannya yah guys, biar aku bisa koreksi yang salah.
Happy reading ☺️