Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
18. BUKAN DIDALAM DRAMA


__ADS_3

Sesampainya di dalam kamarnya, Tristan langsung menutup pintunya dan memojokkan Kian di belakang pintu yang sudah tertutup, layaknya drama-drama dan juga novel-novel romance.


"Ada apa tuan?". Tanya Kian yang masih di pojokkan oleh Tristan dengan muka datarnya.


' kok gak sesuai yang kaya di novel sama drama yah... Seharusnya Kian sekarang malu-malu kan kok ini enggak yah '. Batin Tristan ' ahkkk gak ada gunanya nih'. Batin Tristan kesal karena lagi-lagi ini tidak sesuai ekspektasi nya.


"Tuan apa kau tidak papa?". Tanya lagi Kian yang kini sudah merubah sedikit raut wajahnya dengan khawatir.


Kian yang khawatir pun mengangkat poninya dan juga mengatakan poni Tristan yang sedikit itu lalu memajukan kening nya hingga menempel di dahi Tristan. Kini dahi Kian dan juga Tristan sedang menempel satu sama lain.


Tristan pun kaget akan perlakuan Kian yang membuat wajahnya sedikit merah, dan bergegas menjauh dari Kian.


"Apa yang kau lakukan?". Tanya Tristan


"Tidak panas kok". Ucap Kian dengan dirinya sendiri


"Saya mengecek apa tuan tadi demam karna perjalanan yang terlalu lama membuat tuan lelah". Jawab Kian dengan polosnya.


Tristan menepuk keningnya dan melangkah menjauh dan menuju kasur.


Tristan duduk dan melonggarkan dasinya dan melepas jasnya lalu membuang dasi dan juga dasinya di atas kasur. Lalu membuka kancing kemejanya yang paling atas.


Kian hanya diam memperhatikan Tristan yang kelihatan sangat lelah.


' tuan Tristan jadi tambah tampan '. Batin Kian kagum.


Tristan melirik melihat Kian


"Sini". Panggil Tristan kepada Kian dan diikuti oleh Kian.


Kian melangkah mendekati Tristan yang sedang duduk. Sesampainya Kian, Tristan langsung menarik tangan nya hingga tubuh Kian membentur di dada bidang Tristan.


"Oh... Apa kau sangat merindukan ku, hingga langsung memeluk ku ketika tidak ada orang?". Ucap Tristan yang sengaja menggoda Kian.


"Ehh.. a... a maaf tuan, tapi saya tidak bermaksud uhhh". Jawab Kian gugup dan hendak menarik dirinya, namun Tristan malah menghalangi Kian dan malahan tambah memeluknya.


"Anu... Tuan?". Ucap Kian masih di pelukan Tristan


"Apa kau ingat pesan ku sebelum aku berangkat ke luar negri?". Tanya Tiba-tiba Tristan.


"Iya tuan". Balas Kian yang malu karena masih di peluk oleh Tristan apalagi sekarang kepalanya di elus-elus oleh Tangan besar Tristan.


"Jadi...? Apa kau melakukannya?". Tanya Tristan yang masih mengelus pucuk kepala gadis di pelukannya itu.


"Iya tuan, saya sama sekali tidak mencari pria lain saat tuan tidak ada". Balas Kian tegas


"Hahaha baguslah". Kata Tristan yang melepaskan pelukannya dan mengapit kedua pipi Kian menggunakan kedua telapak tangannya dan memandangi nya dengan lembut dan dalam.


"Anu... Tuan, apa kau bisa melepaskan tangan anda dari pipi saya?". Tanya Kian yang mulai canggung dengan posisinya sekarang, karena wajah Tristan mungkin hanya berjarak sekitar 30 cm.


"Hmmm memangnya kenapa?... Kalo aku memegang pipimu?". Balas Tristan mengangkat satu alisnya dan mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Kian.


Kian yang melihatnya langsung menunduk


"Tidak baik jika di lihat orang tuan". Balas Kian masih menunduk


"Tapi disini tidak ada orang". Ucap Tristan

__ADS_1


Yang mengangkat wajah Kian.


Tristan terbelalak melihat wajah Kian yang sangat manis dengan wajah merah meronanya, karena sekarang kian sedang dilanda demam malu.


' ya ampun... Manis banget ...'. Batin Tristan dan langsung melepaskan tangannya dari pipi Kian dan langsung berdiri menuju kamar mandi.


Sebelum masuk ke kamar mandi "Udah... Keluar sana, kau mau melihat ku ganti baju?". Kata Tristan yang sama sekali tidak berbalik


"Eh.. iya, kalo begitu saya keluar dulu tuan, permisi". Balas Kian dan langsung melangkah keluar


Di dalam kamar mandi


"Ahkkk kalo gak ku suruh keluar... Udah ku makan, manis banget.....". Teriak tiba-tiba Tristan saat masuk ke kamar mandi.


"Ada apa dengan tuan Tristan yah..?". Tanya Kian kepada dirinya sendiri sambil menuruni tangga dengan hendak ingin melanjutkan kegiatannya di dapur tadi.


Di tangga, Kian berpapasan dengan Alex.


Alex yang melihat Kian keluar dari kamar Tristan pun langsung menghampiri Kian.


"Permisi...". Ucap Alex


"Iya...?". Balas Kian singkat


"Saya ingin bertanya pada mu". Alex


"Maaf anda siapa yah?". Tanya Kian yang sama sekali tidak mengenal Alex


"Saya asisten tuan Tristan di perusahaan, nama saya Alex". Jawab Alex


"Oh... Asisten tuan Tristan yah". Ucap Kian "apa ada urusan dengan saya?". Lanjut Kian


"Kalo begitu bagaimana kalo kita cari tempat yang lebih bagus untuk bicara". Ucap Kian


"Tempat yang lebih bagus?". Tanya Alex karena menurutnya pembicaraan nya tidaklah terlalu penting menurut nya.


"Iya... Setidaknya lebih bagus daripada kita berbicara di tangga". Ucap Kian sambil menunjuk tangga di bawahnya. Dan membuat Alex sadar kalo sekarang dia sedang berbicara di tangga.


"Oh.. baiklah kita turun saja dan berbicra di kursi taman belakang agar tidak ada orang yang melihatnya". Ucap Alex yang hendak melangkah turun


Kian memiringkan kepalanya "memangnya kalo ada yang lihat kenapa?". Tanya Kian yang membuat Alex berhenti dan berbalik


"Saya ti...". Alex


"Iya!! Memangnya kalo ada yang lihat kenapa?". Ucap tiba-tiba Tristan yang memotong kata-kata Alex dan sudah ada di belakang Kian sambil memandangi Alex dengan tatapan tajamnya.


"Eh.. tuan sejak kapan anda ada disini?". Tanya Alex


"Memangnya saya harus melapor kalo ingin turun tangga?". Balas jutek Tristan dan masih dengan tatapan tajamnya


"Eeh.. tidak tuan, maafkan saya". Jawab Alex sambil menunduk


"Tuan Tristan apa yang sedang anda lakukan, atau apakah anda ingin sesuatu?". Tanya Kian "biar saya saja yang ambilkan". Ucap Kian


Tristan mendekat ke samping Kian.


"Tidak.. saya hanya ingin turun dan tidak sengaja melihat kalian sedang mengobrol di tangga.. padahal tangga bukan tempat untuk mengobrol". Jelas Tristan yang masih menatap Alex dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


'( tidak sengaja dari mana coba...?! Tuan kalo cari alasan pikir-pikir dulu.. kelihatan banget tuan, kalo tadi tuan buru-buru kesini!!... Lihat tuh masih berantakan)'. Batin Alex


"Maaf tuan". Jawab Kian


"Tidak papa". Jawab Tristan yang beralih melihat Kian dan dengan senyuman nya.


' awas ajah kamu Lex... Untung tadi aku sempat dengar pembicaraan nya... Mau di bawa kemana coba!! wanita ku '. Batin Tristan yang sebenarnya sudah dari tadi mengawasi dan menguping Kian dan juga Alex.


"Memangnya ini ada apa?". Tanya Tristan


"Alex tadi mengajak saya buat ngobrol tuan". Jawab Kian


' apa-apan nih .. kok jadi kaya aku pengen ngajakin dia jalan sih.. tolonglah jangan buat orang jadi salah kaprah....!! mampus aku '. Batin Alex


' Alex!!!... Emangnya mereka udah seakrab itu apa, pake panggil nama segala '. Batin Tristan kesal


"Oh.. kalo begitu bagaimana kalo kita ke ruang keluarga saja, lebih nyaman disitu". Ajak Tristan yang dibalas anggukan oleh Kian dan juga Alex.


Sesampainya di ruang keluarga


"Jadi..., Apa yang ingin kau bicarakan Alex?". Tanya Tristan dengan senyuman tidak bersahabat nya.


"Eh haha itu tuan... Saya hanya ingin bertanya apa hubungan tuan dengan nya". Jawab Alex canggung


"Memangnya kalo saya ada hubungan dengannya.. apa urusan mu?". Balas jutek Tristan


"Tidak tuan... Saya hanya penasaran". Alex masih dengan gugupnya


"Simpan penasaran mu itu". Ucap Tristan dengan menunjuk Alex.


"Iya tuan.. maafkan saya". Alex


"Tidak papa". Tristan yang sudah mulai melunak


"Saya Kian... Hanya pengawal tuan Tristan". Ucap Kian "Tapi itu 10 tahun yang lalu". Lanjut nya.


"Kamu sudah dengarkan!!". Ucap Tristan


"Iya tuan". Balas Alex "kalo gitu saya permisi dulu". Lanjut Alex dan dianggukan oleh Tristan.


"Ada apa tuan?". Tanya Kian


"Tidak papa". Ucap Tristan "sebaiknya kamu menjauh dari Alex". Lanjut Tristan


"Baik tuan". Jawab Kian


Tristan pun berjalan menjauh dan kembali ke kamarnya.


'( hampir ajah tuh sih Alex... Sudah kuduga lebih baik ku tinggalin ajah dia di negara x)'. Batin Tristan


"Ada apa yah dengan tuan Tristan, ... Padahal baru pulang satu hari, tapi udah aneh ajah". Tanya Kian ke dirinya sendiri


"Sudahlah lebih baik aku teruskan kerja ku dulu". Ucap Kian dan beranjak dari tempatnya.


BERSAMBUNG


jangan lupa dukung terus karya ku ini yah...

__ADS_1


tinggalkan jejak kalian, dengan cara like ama komennya ^_^


happy reading ☺️


__ADS_2