
Tok... Tok... Tok...
" Masuk ". Sahut Tristan
" Ini tuan, berkas yang anda suruh bawakan". Ucap Alex yang sudah masuk saat di sahut oleh Tristan
Tristan mendongak dan menyerngitkan dahinya.
" Kenapa kau yang datang?". Tanya Tristan
" Eh.. Nona Kian sedang tidak ada tuan ". Jawab heran Alex
' apa maksudnya nih tuan.. kok kaya aku yang akan di makan nih '.
" Kemana dia ?". Tanya nya lagi
" Bukannya tadi tuan yang menyuruhnya untuk bertemu klien yah ". Jawab Alex
" Oh.. benar juga ".
" Taruh saja disitu berkasnya ". Ucap kembali Tristan mengalihkan pembicaraan
" Baik tuan ". Meletakkan berkas yang di pegang nya ke atas meja di depan Tristan
" Kalo begitu saya kembali ke meja saya tuan". Ucap Alex
" Hmm ". Kembali fokus ke pekerjaannya
Beberapa saat kemudian
" Huuuufh..... ". Tristan membuang nafas panjang nya.
Menyandarkan kepalanya ke kursi yang di dudukinya lalu mengusap wajahnya menggunakan satu telapak tangannya dan menatap langit-langit ruangan di kantornya itu.
Alex yang kaget akan ******* Tristan yang panjang langsung saja melirik ke arah tuannya itu.
" Ada apa dengan tuan Tristan". Guman Alex
' gara-gara ancaman papa aku jadi kebawa terus kan. Huuuufh.... Gimana coba aku yakinkan Kian '.
'walaupun dia menyukaiku, bukan berarti dia mencintaiku seperti aku. Apalagi belum tentu dia mau sama aku '.
' dia juga terlalu memikirkan tentang kasta lagi..... Apa aku bujuk ajah yah kalo aku gak terlalu mentingin tentang status ataupun kasta '. Batin ngeluh Tristan
Tristan berdiri, membuat Alex terkejut dan reflex ikut berdiri juga.
Tristan membereskan file - file yang sempat di lihatnya tadi, yah ..... Walaupun belum tentu di bacanya.
" Ada apa tuan? ". Tanya Alex
" Sekarang sudah jam.... Oh. Sepertinya sebentar lagi jam makan siang ". Ucap Alex melihat jam di tangannya dan mengabaikan pertanyaan Alex.
" Kian ketemu kliennya di mana?". Tanya Tristan melirik ke arah Alex yang sudah dari tadi berdiri.
" Nona Kian bertemu dengan kliennya di cafe *** tuan ".
" Oh.. kalo gitu siapkan mobil kita ke cafe ***". Ucap Tristan dan langsung melangkah.
" Baik tuan". Jawab Alex mengikuti Tuannya itu.
*************
" Baiklah semoga kita bisa bekerjasama dengan baik dan lancar". Menjabat tangan dengan Kian
" Iya, saya harap juga begitu". Balas Kian tersenyum dan menjabat tangan nya.
" Kalo begitu saya permisi".
Kian hanya mengangguk dan tersenyum.
Tap... Tap...
" Eh..!? Kian, ngapain disini?". Sapa tiba tiba Galih
" Eh.. ada pak Galih nih. Saya baru saja ketemu sama klien saya pak". Jawab Kian
" Kalo pak Galih ngapain disini?". Balik tanya nya.
" Biasalah makan siang ". Jawab Galih dan langsung duduk di kursi bekas klien Kian tadi.
Kian pun ikutan duduk di tempatnya semula tadi, tidak jadi pergi.
" Oh... Iya sih, ini memang sudah jam makan siang". Melihat handphone nya.
" Kalo gitu sekalian makan siang disini saja ". Ajak Galih
__ADS_1
" Hmmmm.... ". Tampak memikirkan sesuatu
" Oke deh... Mending sekalian ajah ". Jawab Kian
Kian pun memanggil pelayan nya dan memesan makanan yang akan di makannya beserta dengan Galih juga yang ikut memesan makanan dan minumannya.
Setelah pelayanan itu pergi untuk mengambil kan pesanan Kian dan juga Galih.
Galih nampak terus memperhatikan Kian dengan tatapan yang ragu-ragu.
Kian yang menyadarinya pun kembali menatap Galih dan membuat Galih salah tingkah.
" Kenapa pak?... Pak Galih mau ngomong apa?". Tanya Kian dan meletakkan Handphone nya di meja.
Galih menggenggam kedua tangannya di atas meja.
" Hmmm gini Kian.... Saya mau meminta maaf sama kamu ". Ucap Galih yang tampak ragu-ragu.
Kian memiringkan kepalanya
" Hmmmm minta maaf untuk apa yah pak?".
" Waktu di cafe..... Saya sudah membuat mu marah ". Masih dengan keraguan nya
Kian nampak berpikir
" Oh... Iya sih, sebenarnya aku masih sedikit marah tentang waktu itu, tapi asal pak Galih gak ngilangin lagi. Kian udah gak marah ".
Balas Kian terseyum ramah.
Galih nampak lega dengan pernyataan Kian, dia yang tadinya gugup, sudah tidak gugup lagi.
" Tapi... Apa yang di katakan Tuan Greyson itu benar ?". Tanya berani Galih.
" Hmmm oh.. yang itu...".
" Ini pesanannya mbak mas ". Ucap tiba tiba pelayan yang datang membawa pesanan mereka. Dan meletakkan nya di meja.
" Iya terima kasih ". Ucap Galih dengan senyum ramah nya dan di ikuti Kian yang juga ikut tersenyum ramah.
Setelah pelayan itu pergi, Galih kembali bertanya kepada Kian
" Hmm .. apa itu benar Kian ?". Tanya nya ragu-ragu
Kian hanya diam sambil menatap makanannya.
" Hmm kau tidak perlu menjawabnya jika kau tidak mau ". Ucap pengertian Galih
Kian mendongak dan mengangguk
" Trima kasih ". Lirihnya pekan
" Hahaha kau tidak perlu sungkan ".
Beberapa saat kemudian
Suasana nya hening.... Kian hanya fokus memakan makanan yang di pesannya sedangkan Galih sama sekali tidak menyentuh makanan nya kecuali minuman yang di pesannya.
Dan hanya menatap Kian.
Kian yang sadar di tatap akhirnya melirik melihat Galih.
" Ada apa pak..?. Apa ada sesuatu di wajahku, atau Pak Galih tidak suka dengan makannya?". Tanya Kian bertubi-tubi
Galih yang tertangkap basah, menjadi salah tingkah.
" Eheeem".
" Ada yang ingin ku sampaikan pada mu Kian". Ucapnya serius memegang tangan Kian yang ada di atas meja.
Kian berusaha menghindar, tapi tangannya lebih dulu di genggam erat oleh Galih
" Hmmm apa pak?". Gugup Kian dan merasah risih dengan tatapan dan tangannya yang di genggam
" Sebenarnya aku...... " Gugup
" Sebenarnya aku menyukai mu Kian". Serius dan memantapkan hatinya
" Eh.!???!".
' apa-apaan ini, dalam satu Minggu ini ada dua orang yang menyatakan perasaannya padaku, bagaimana ini.... '
Kian langsung menarik tangannya dan menyentuh dadanya
' ini tidak sama!. Aku sama sekali tidak deg... deggan ataupun senang'.
__ADS_1
Deg... Deg... Deg...
Di lain sisi, jantung Galih dari tadi serasa mau copot.
" Saya memang tidak romantis, apalagi cara mengutarakan perasaan ku, sangat tiba tiba "
" Aku takut pergi dengan orang lain ". Ucap Galih
Kian masih diam dan hanya menatap Galih
" Jadi.. apa kau...".
" Maaf pak...". Ucap Kian yang memotong kata-kata Galih
Brak...... Tristan langsung datang dan menumbuk meja tempat Galih dan juga Kian, dan memotong kata-kata Kian.
Semua mata tertuju pada meja mereka.
" Tuan Tristan..". Sontak berdiri Kian
Galih juga ikut berdiri karena kaget melihat Tristan yang tiba-tiba muncul.
" Aku sudah bilang kan, jangan dekati lagi wanita ku". Ucap Tristan yang sedikit emosi dan sedikit meninggikan suaranya.
" Wa.... Pertengkaran kekasih... "
" Sepertinya perempuan nya selingkuh deh.. padahal laki-laki itu tampan lagi".
" Iya. Dasar murahan. Paling-palingan cuma ngandalin wajahnya yang cantik itu ".
Semua pengunjung dan pelayan mulai bisik-bisik dan sangat tidak enak di dengar.
Tristan yang mendengar itupun, melirik ke arah pengunjung yang berbisik itu dan menatap nya dengan tajam, membuat mereka semua yang ada disitu ketakutan dan diam.
" Lex... Urus mereka". Perintah nya tanpa melihat ke arah Alex
" Baik tuan...". Tersenyum licik
Setelah beberapa saat, cafe itu menjadi sepi dan tinggal Alex, Kian, Tristan, dan juga Galih.
Alex hanya menonton di sudut ruangan itu.
" Tuan muda Greyson, apa maksud anda ?". Tanya Galih
" Apa kau tidak tuli!!. Aku sudah bilang jangan menyentuh wanitaku ". Menggenggam tangan Kian erat-erat dan menatap Galih dengen tatapan tidak bersahabat nya.
" Wanita?... Hahah ". Ejek Galih
" Bukannya Kian hanya pengawal anda tuan muda Greyson, dan anda hanya majikannya bukan ?!." Ucap Galih.
Galih sudah menyelidiki hubungan sebenarnya Kian dan juga Tristan, maka dari itu, galih jadi tau dan tidak sungkan lagi terhadap Kian.
" Majikan...?". Lirik Tristan kepada Kian dengan tatapan kecewanya.
Kian hanya menunduk
Tristan kembali menatap ke arah Galih lagi-lagi dengan tatapan tidak bersahabat nya.
" Heh! .... Itu bukan urusanmu". Tunjuk Tristan kepada Galih
" Itu urusan ku atau bukan, aku tetap akan mencampuri nya kalo masalah itu tentang Kian ". Jawabnya dengan senyum sinis.
" Tck... ".
" Kau tidak perlu ikut campur, karna akulah kekasihnya. Sedangkan kau... Huh!". Membalas nya dengan senyum sinis nya.
" Kekasih..? Haha ". Ejek lagi-lagi Galih
" Bagaimana kalo Kian saja yang tentukan, apakah anda memang kekasihnya atau bukan". Tunjuk nya kearah Kian
Kian yang mendengarnya pun spontan menjadi kaget.
" Oke...". Jawab Santai Tristan
' waa..... Pertunjukan bagus nih '. Batin Alex
" Ayo Kian, kau memilih yang mana ?". Tanya lembut Galih.
Kian melirik ke arah Galih, lalu melirik ke arah Tristan. Dia melihat tatapan mereka berdua yang penuh harap.
Kian kembali menunduk.
' maaf... Tuan Tristan....'. Batin Kian dan.....
BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen nya yang banyak, serta dukung terus karya ku yah dengan perbanyak vote nya
happy reading