
Tidak terasa sudah satu Minggu Perencanaan pernikahan Kian dan juga Tristan.
Semua orang di kediaman Greyson kini dalam keadaan yang sibuk...
Tak terkecuali calon pengantin nya dan juga Isabel dan Leonart.
Kian memilih untuk tidak ke kantor sementara, sedangkan Tristan mau tidak mau dia harus pergi.
Sebagai CEO masih banyak yang harus di urusnya sebelum hari pernikahannya.
" Selamat pagi tuan ". Sapa Alex membukakan pintu mobil untuk Tristan.
" Hmm ". Melangkah masuk ke dalam mobil. Tapi belum sempat dia masuk ke mobil, Tristan lebih dulu melihat Ke arah Alex.
Sedangkan Alex dari tadi melihat ke belakang Tristan, seperti sedang mencari sesuatu.
" Apa yang kau cari? ". Tanya Tristan yang tau apa yang di cari Alex
" Hmm nona Kian mana tuan?... Biasanya sudah ada di belakang tuan ".
" memang nya kenapa kau mencari nya ?". Mulai marah dan menyebarkan hawa membunuhnya
" Eh!?... Ti.. tidak tuan". Jawabnya Gugup
" Dia tidak akan pergi ". Jawabnya sekilas dan langsung masuk ke dalam mobil
Alex pun ikut masuk ke dalam mobil dan mengemudi menuju kantornya.
Di dalam mobil
Tristan tidak henti-hentinya tersenyum... Sambil melihat ke arah luar jendela
Alex yang sedari tadi hanya menyetir dan diam-diam melihat kearah kaca spion depan mobil sambil melihat Tuannya itu yang senyum-senyum sendiri.
' ini sebenarnya apa yang terjadi ini..... Badai apa lagi yang akan datang'. Batin Alex
" Jangan liat aku terus... Aku tau kalo aku ganteng, tapi kau harus tetap fokus menyetir". tegur Tristan yang memandang balik ke arah alex lewat kaca spion depan .
Alex yang kedapatan melihat tuanya, hanya bisa menunduk dan mencoba untuk fokus ke jalan
" Eh... Haha ma.. maaf tuan ". Tertawa canggung.
' iya tuan... Aku tau anda sangat ganteng....
Tapi cintanya ketolak terus hehe '.
" Jarang sekali anda tersenyum terus begini tuan... Apakah ada sesuatu yang menyenangkan terjadi?". Tanya Alex dengan sedikit keberanian nya.
" Oh.. hahah sebentar lagi aku akan menikah ". Jawabnya mulai tersenyum lagi
" Haa!!!? Apa????! ". Kaget bukan main Alex sampai-sampai hampir menabrakkan mobil yang di bawanya.
" Woi... Kalo nyetir tuh biasa ajah.... Terus santai ajah kali... Lagi pula cepat atau lambat kan memang aku akan menikah ". Kaget di campur emosi Tristan mengatakan nya.
" Ma.. maaf tuan".
" Tapi memangnya siapa calon pengantin wanita nya tuan?".
" Masa kamu gak tau... Yah... Siapa lagi kalo bukan dia kan ". Senyuman nya kembali mengembang
' eh... Eh... Eh... Siapa!!?'.
" Eh... Bukan wanita malam yang kita temui itu kan tuan". Asal menebak.
" Ha....!!! Yah... Bukan lah ". Lagi-lagi Tristan di buat emosi
" Ap.. apa mungkin salah satu pembantu di rumah anda tuan?". Lagi-lagi hanya asal menebak
" Woi... Jangan kau samakan istriku dengan pembantu ". Menunjuk Alex, Tristan mulai naik pitam
__ADS_1
" Ma.. maaf tuan ". Menunduk
" Belum jadi nikah tapi udah di sebut-sebut istri ". Gumam Alex tapi masih bisa di dengar oleh Tristan
" Woi... Kalo nyetir tuh jangan nunduk".
" Ma.. maaf tuan". Kembali fokus ke jalan
" Kalo gitu siapa yang akan jadi pengantin wanita nya tuan? ". Kembali ke pertanyaan awal
" Pikir ajah sendiri ". Mulai malas meladeni Alex
" Yang pastinya dia manusia yang bergender wanita ". Memalingkan wajahnya melihat ke arah jendela mobil
" Hm... Wah... Apa jangan-jangan anak dari pak supto tuan?... Itu yang satpam di rumah tuan..., Yang anaknya cantik itu ". Masih ngeyel menebak
" Lex... Kalo bodoh tuh.... Jangan di pelihara... Trus... Kalo emang mau di pelihara... Jangan bodoh-bodoh amat ". Menggeleng-gelengkan kepalanya dan memegang pundak Alex dari belakang dengan satu tangannya.
' eh.... Kok kaya aku bodoh banget yah..., Tapi... Kalo bukan dia.. siapa lagi?... Oh... Aku ingat.. apa mungkin nona Kian yah...'.
" Apa mungkin nona Kian tuan?".
" Hufff... Akhirnya kau menjawab dengan benar... Gak sia-sia kata-kata bijak ku, kukeluarkan ". Seketika senyuman Tristan mengambang lagi
' kata-kata bijak?.... Lucu sekali tuan.... Yang paling tidak memungkinkan malah jadi mungkin dan mimpi tuan seperti nya jadi kenyataan'.
" Wah... Kalo begitu selamat tuan... Saya turut gembira mendengarnya". Tersenyum
" Hmm... Kau juga cari lah pasangan".
" Hehehe baik tuan ".
' mentang-mentang udah mau nikah langsung sombong... Tapi aku senang tuan.. akhirnya cinta anda terbalaskan '.
" Kutarik kembali kata-kata ku kalo cinta tuan ketolak terus.... ". Gumam Alex
" Hehehe tidak ada tuan... Sekali lagi selamat... Dan.. say... ". Ucapan nya terpotong oleh Tristan
" Kau mau bilang.. kalo kau juga ikut bahagia? ".
" Eh... Tuan tau ajah ".
" Iya lah... Lagian juga aku gak ngarap kamu bahagia dengan pernikahan ku ". Ketus Tristan
" Haha ". Canggungnya tertawa sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal
" Kalo banyak Kutu... Pake sampo yang banyak... Jangan garuk-garuk mulu.. ".
" Eh ... Hahha". Lagi-lagi canggung alex
' entah mengapa hari ini... Tuan sangat-sangat ngeselin yah..
Sabar lex ... Kalo masih mau gaji harus sabar '.
" Ayo cepat... Aku sudah tidak sabar pulang ke rumah ".
" Tapi kita baru akan pergi ke kantor tuan ".
" Maksud ku cepat-cepat bawa mobilnya sampe ke kantor.. trus.. aku juga cepat-cepat ngerjain urusanku. Lalu pulang dengan cepat".
" Udah ngerti ?... Sekretaris ku yang paling tampan?". Ucapnya dengan penekanan
" I.. iya tuan ".
" Kalo boleh tau?... Kapan anda akan menikah tuan ?".
" Tiga Minggu lagi". Jawabnya santai dengan senyuman nya
" A.. apa....!!!!? ". Teriak alex
__ADS_1
" Gak usah teriak-teriak juga .... ". Menutup telinganya
" Ma.. maaf tuan.. ".
" Saya hanya kaget.. padahal baru satu Minggu anda pecaran Dengan nona Kian.. tapi udah mau nikah ajah. ".
" Memangnya kenapa?".
" Ti.. tidak tuan.. hanya saja.. ".
" Udah cukup lex... Bisa panjang nanti ceritanya kalo kau ngomong terus... Udah! Fokus nyetir ajah ". Ucap tegas Tristan membuat alex diam dan tidak berbicara lagi.
Dia kembali fokus ke jalan raya...
Dengan pikiran yang masih bertanya-tanya...
Sedangkan yang duduk di belakangnya lagi-lagi tak henti-hentinya tersenyum....
Seakan-akan dunia milik nya sendiri...
***************
Sesampainya di kantor..
" Selamat pagi tuan... " Sapa semua karyawan yang melihat Tristan berjalan masuk ke dalam kantornya
" Hmmm pagi... ". Sama sekali tidak ber ekspresi.
Semua orang yang mendengar balasan sapaan Tristan di buat melongo, termasuk Alex sendiri.
Setaunya Tristan tidak akan membalas sapaan orang-orang yang tidak terlalu penting untuk nya.
Untuk pertama kalinya, seorang Tristan Greyson membalas sapaan mereka kecuali dengan Kian.
" Wah.... Untuk pertama kalinya.... "
" Tanggal berapa nih... Hari apa nih... Harus di abadikan... ".
" Bakalan ada bencana apa lagi nih... ".
Histeris para karyawan dengan opininya masing-masing sambil bisik-bisik.
Ting... Pintu lift terbuka.
Sebelum Tristan masuk kedalam lift...,
Dia berbalik.
" Semuanya... Dengar.. tiga Minggu lagi aku akan menikah..., Semua yang mendengar aku berbicara disini di undang untuk ke pernikahan ku ". Ucapnya lantang.
Dan melangkah masuk kedalam lift.
Lagi-lagi semua orang di buat melongo dan menganga.
Dan pastinya mereka sangat senang dan beruntung, bisa di undang ke pernikahan seorang pebisnis no 1 se Asia itu dan sudah di akui oleh dunia.
Sorak sorak mulai terdengar dari lantai paling bawah.
Memikirkan gaun dan jas apa yang cocok di gunakan mereka untuk ke pesta pernikahan CEO nya itu.
Sedangkan yang ada di dalam lift sama sekali tidak ada ekspresi yang di keluarkan.
Tapi di dalam hatinya tak henti-hentinya dia tersenyum.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE DAN KOMENNYA. SERTA DUKUNG TERUS KARYA DENGAN VOTE NYA
HAPPY READING 😘
__ADS_1