Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
21. GARA-GARA MATI LAMPU


__ADS_3

Tidak terasa kini sudah hampir 6 bulan Kian menjawabat sebagai sekretaris Tristan.


Dan sebaliknya nya, sudah hampir 6 bulan juga Tristan menjabat menjadi CEO, tapi dia sudah sangat terkenal apalagi desas-desus hubungan Tristan dan juga Kian di kantor nya.


Tapi lagi-lagi, Tristan malah sangat senang dengan rumor itu, sedangkan Kian sama sekali tidak peduli.


Pukul 16.30. Tristan dan juga Kian sudah pulang dari kantor nya. Yah seperti biasa mereka pulang bersama-sama.


Di kediaman Greyson


"Kian... Tolong kau bawakan buah-buahan ini untuk Tristan di kamarnya yah". Ucap Isabel yang sekarang sedang di ruang keluarga


"Baik nyonya". Jawab Kian dan menerima buah-buahan itu, lalu melangkah menuju kamar Tristan.


. terkadang Isabel sedih dengan panggilan Kian kepada nya.


' tenang saja... Tidak lama lagi Kian sudah tidak memanggil ku dengan nyonya lagi hehe'. Batin Isabel.


Tok.. tok... Tok..


Kian pun masuk setelah mendapat izin dari dalam kamar Tristan.


"Eh.. tuan Tristan kemana yah?... Kok gak ada sih?". Tanya Kian kepada dirinya sendiri yang menatap sekeliling nya tapi tidak mendapati tuannya di dalam.


Hingga... Byur.. suara air di dalam kamar mandi.


"Oh.. mungkin tuan Tristan sedang mandi yah". Ucap Kian kepada dirinya sendiri lagi.


Kian melangkah mendekati pintu kamar mandi.


Tok.. tok.. tok.. suara kamar mandi di ketuk oleh Kian. Belum sempat Kian mendapat jawaban dia langsung berkata


"Tuan... Buah nya saya taruh di meja kerja tuan". Ucap Kian "kalo begitu saya permisi dulu". Ucap lagi Kian dan hendak melangkah namun ....


"Tunggu dulu!!... Jangan pergi dulu". Sahut Tristan di dalam kamar mandi


Kian pun berhenti dan tetap di depan pintu


Klek... Pintu kamar mandi tebuka, tetapi lampu tiba-tiba padam yang membuat Tristan dan Kian kaget, hingga...


Bruk...


Tristan tidak sengaja terpeleset dan menimpa tubuh mungil Kian. Tapi Tristan langsung menahan nya menggunakan lutut dan juga tangannya, sedangkan Kian sudah ada di bawahnya.


"Eh.. tuan apa tuan tidak apa-apa?". Tanya Kian panik karena di sama sekali tidak bisa melihat wajah Tristan di karenakan lampu yang masih padam.


Saat Kian hendak berdiri tiba-tiba

__ADS_1


Cup...


Seketika juga lampu pun menyala, dan memperlihatkan Kian yang tidak sengaja menyium bibir Tristan.


Kian langsung menjauh dan kembali ke posisi awalnya.


Tristan yang di buat kaget hanya bengong saja sedangkan Kian sudah tidak bisa menahan Malu nya, apalagi melihat tubuh Tuannya itu yang sangat sempurna dengan eight pack nya.


Tristan menyunggingkan ujung bibirnya. Dan memperbaiki duduknya, lalu di ikuti Kian yang juga berdiri dan masih duduk dengan wajah nya yang menunduk menyembunyikan wajahnya yang masih merah merona


Lalu Tristan maju dan mengambil dagu Kian.


"Apa kau sangat merindukan ku?... Hingga langsung menyium ku tadi?". Ucap Tristan " padahal sudah hampir 6 bulan loh aku pulang". Ucap Lagi Tristan


Kian yang hendak berbicara langsung di sela oleh Tristan


"Padahal tadi itu ciuman pertama ku loh .... Bagaimana kau akan bertanggung jawab?". Ucap Tristan masih memegang dagu Kian.


"Itu.. tuan.. saya tidak sengaja". Jawab Kian yang sama sekali tidak bisa melihat wajah Tristan


"Oh.. jadi tadi tidak sengaja yah.. . Tapi itukan ciuman pertama ku". Ucap Tristan


"Kalo begitu aku ambil kembali saja yah". Lanjut nya


"Mengambil kembali?.. car...". Ucap Kian yang terpotong karena Tristan langsung membumkam mulutnya menggunakan bibirnya


Tok .. tok.. tok.. suara pintu tiba-tiba berbunyi membuat Tristan menyudahi ciumannya


' cih .. siapa sih mengganggu saja '. Batin Tristan kesal dan berdiri untuk memakai bajunya


"Kian tolong kamu buka pintunya". Ucap Tristan


"Ba.. baik tuan". Jawab Kian gelagapan dan langsung berdiri.


Klek...


"Oh.. Kian, Tristan nya kemana?". Ucap Tiba-tiba Isabel


"Tuan Tristan ada didalam nyonya, dia baru sudah mandi". Jawab Kian


"Oh.. begitu yah.. kalo begitu ajak dia kebawah nanti buat makan malam". Ucap Isabel dan hendak melangkah tapi dia langsung teralihkan melihat Bibir Kian yang memerah seperti ada yang menggigit nya


"Eh.. Kian itu bibir kamu kenapa?". Tanya tiba-tiba Isabel


Kian memgang bibirnya..


"Ini tadi... Itu... ". Jawab Kian gelagapan

__ADS_1


' oh.. dasar sih Tristan!! Malah bikin bibir Kian jadi merah gitu kan kasian.. tapi dengan begitu tinggal sedikit lagi hingga Kian tidak menyebut aku nyonya lagi heheh'. Batin Isabel


"Ada apa nih ma?.. kok ngerumpi di depan pintu kamar Tristan sih?". Tanya tiba-tiba Tristan yang sudah keluar dari dalam kamarnya


"Itu.. mama sama Kian lagi ngebahas bibir Kian yang kaya ada yang ngegigit". Ucap Isabel


"Oh.. iya mah tadi itu.. digigit ama anjing nakal". Jawab Tristan yang mengedipkan sebelah matanya melihat mamanya


"Ini nih juga mah.. bibir Tristan juga tadi di gigit ama kucing nakal". Lanjut Tristan yang melirik melihat Kian. Tapi Kian hanya tunduk saja menahan malunya


"Oh haha anjing sama kucing nya nakal yah... Sampe-sampe membuat kita-kita yang di bawah nunggu lama". Ucap Isabel yang disambut tawa oleh Tristan


"Sudah-sudah mah... Kita ke bawah dulu.. entar papa marah lagi". Ajak Tristan yang sudah melangkah


"Baiklah.. ayo Kian". Ucap Isabel dan juga ikut melangkah dan di ikuti oleh Kian dibelakang dengan masih menunduk menyembunyikan wajahnya


' aduh... Malu banget.. rasanya pengen banget aku kubur diri ku hidup-hidup nih.... Hiks.. hiks kak Ana... Sembunyiin Kian ka hua.. '. Tangis Kian dalam batinnya


' gara-gara mati lampu tadi.. jadinya kan kaya gini. Mana tadi itu ciuman pertama ku lagi!!.. apalagi yang lebih parahnya lagi itu juga ciuman pertama bagi Tuan Tristan... Oh tuhan.. semoga aku masih bisa selamat hiks .. hiks..'. Batin Kian


' wah.. ayo Kian kembalikan wajah datar mu dulu, agar tidak di tanya-tanya entar di bawah'. Batin Kian


' hehe gara-gara mati lampu tadi.. akhirnya aku bisa nyicipin bibir mungil Kian.. hmm pertama kalinya aku berciuman dengan seseorang rasanya tidan buruk". Batin senang Tristan


Sesampainya di meja makan.. sudah terlihat Leonart yang menunggu mereka.


"ayo cepat kok lama banget sih.. papa udah lapar nih". sahut Leonart


"haha iya pa". sahut juga Tristan


"ada apa nih kok seneng banget". tanya Leonart saat Tristan, Isabel dan juga Kian sudah sampai di meja makan dan duduk.


"ini nih pa.. katanya tadi ada kucing sama anjing yang nakal". jawab absurt Isabel


"haa!?.. kucing sama anjing?". tanya bingung Leonart


"iya.. pa .. sudah deh ayo makan katanya tadi udah lapar". jawab sewot Isabel


"oke.. oke". Leonart


dan mereka pun makan..


BERSAMBUNG


tinggalkan jejak kalian dengan like dan komenya. serta vote nya untuk ngedukung karya ku yah..


HAPPY READING 😘

__ADS_1


__ADS_2