
Pak Lim cepat panggil dokter kesini". Teriak Isabel kepada Pak Lim agar segera memanggil dokter. Dia sudah tau apa yang sebenarnya terjadi kepada putranya dan juga Kian
Setelah Kian diperiksa dia disuruh Isabel untuk beristirahat
Di dalam kamar Kian
"Tadi hampir saja... Hufff". Ucap Kian Dengan mendesah
"Rasanya pegal-pegal udah lama gak bertarung kaya tadi". Kian
"Jadi ingat masa lalu heheh". Ucap Kian terkekeh dan menutup matanya untuk tidur.
Sedangkan di sisi lain
Byurr...
Suara guyuran air terdengar dari kamar mandi Tristan
"Kalo saja tadi gak ada Kian.. gw pasti udah.. haahhh". Ucap Tristan sambil mengusap wajahnya
"Gw harus jadi lebih kuat... Tenang ajah Kian, di masa depan nanti gw yang akan balik ngelindungi mu". Lanjut Tristan memakai handuknya
***
Sudah 2 Minggu semenjak kejadian itu pernah terjadi ..
Hari-hari Kian dan juga Tristan sudah kembali normal, sudah bisa keluar rumah, penjagaan di Mension Greyson juga sudah tidak seketat 2 Minggu yang lalu.
Di ruang belajar
"Kamu sudah gak papa?". Tanya Tristan ke Kian yang melihat sudah tidak ada bekas luka di tubuh dan juga wajahnya
Kian mendongak "saya sudah tidak papa tuan, luka-luka saya juga sudah sembuh". Jawab Kian
"Maaf...". Lirih Tristan
"Iya?.. kenapa tuan?". Tanya Kian yang tidak mendengar apa yang dikatakan Tristan tadi. Tapi dia tau kalo Tristan tadi mengatakan sesuatu
"Tidak papa". Jawab Tristan sambil membaca kembali bukunya
Beberapa bulan kemudian
Hari kelulusan Tristan baru saja selesai 1 Minggu yang lalu, tapi bukan berarti kalo dia sudah tidak akan bersekolah lagi malahan dia akan melanjutkan sekolahnya di luar negri
Hari keberangkatan Tristan ke luar negeri pun tiba.
"Tris... Kok lama banget yah". Ucap Isabel yang sedang menunggu Tristan didepan mobil bersama Kian dan juga Leoanart.
"Sabar mah... Nanti juga turun". Ucap Leonart
"Tapi ini pesawat nya bentar lagi berangkat loh pah..". Balas Isabel sambil melihat jam di tangannya
__ADS_1
"Nama nya juga anak muda mah... Pasti ada lah urusannya". Ujar Leonart sambil mengusap-usap puncuk kepala istri nya
"Kian... Tolong panggilin Tristan dulu". Ucap Isabel ke Kian
"Baik nyonya". Jawab Kian hendak melangkah tapi tiba-tiba
"Gak usah mah... Aku udah disini". Ujar tiba-tiba Tristan
"Lama banget sih Tris..". Ucap Isabel
"Udah-udah..!! Pesawat nya udah mau berangkat nih". Timpal Leonart
Mereka pun masuk ke mobil dan melaju menuju bandara, harap-harap masih bisa sampai tepat waktu.
Tiba di bandara
"Permisi?... Apa pesawat menuju negara x belum berangkat?". Tanya Tristan
"Maaf tuan, tapi pesawat menuju negara x sudah berangkat 15 menit yang lalu". Jawab resepsionis itu
"Duh... Kan gara-gara kamu sih Tris.. lama banget, kan jadi ketinggalan pesawat nih". Marah Isabel
"Udah mah... Lagi pula Tristan masih bisa naik pesawat pribadi kita kan". Ujar Leonart menenangkan istrinya
"Yah... Gak mau pah... Aku maunya naik pesawat umum". Timpal Tristan
Sejak kecil Tristan tidak pernah naik pesawat umum apalagi kelas ekonomi, dia selalu memakai pesawat pribadinya untuk keluar negri. Jadi, dia sangat menantikan penerbangan kali ini, tapi sayang sekali karena kecerobohan nya dia jadi tidak jadi naik pesawat umum.
"Oke...oke, Tris.. pake pesawat pribadi ajah". Pasrah Tristan, yang tidak ingin melawan mamanya.
"Kian... Tolong telpon Indra untuk menyiapkan pesawat pribadi ku". Ucap Leonart kepada Kian.
Kian memang sudah jadi salah satu orang kepercayaan Leonart semenjak satu tahun yang lalu dia membawa pulang Kian, dan Kian juga sudah terbiasa dengan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Leonart
Setelah pesawat pribadinya siap. Tristan mulai berpamitan kepada kedua orang tua nya.
Tristan memeluk Isabel dengna erat begitu pula Isabel yang membalas pelukan anaknya dengan erat sambil menetaskan air matanya dan mengusap-usap punggung anak satu-satunya itu.
"Tristan berangkat dulu yah mah". Ucap Tristan masih dipelukan Isabel
"Iya sayang, jaga kesehatan mu disana yah, jangan suka keluyuran, bergaullah dengan orang-orang yang menurut mu baik, jangan mudah terpengaruh dengan budaya liarnya". Nasehat dari Isabel kepada Tristan
"Iya mah.. pasti!". Balas Tristan dengan mengangkat tangannya π
"Mama juga jaga kesehatan nya, kurangi makanan yang manis-manis". Lanjut Tristan
"Iya... Iya..., Kaya dokter ajah kamu Tris". Balas Isabel dan melepaskan pelukannya.
Isabel terseyum dan mencium pipi anaknya begitu pula Tristan yang kembali mencium pipi ibunya itu.
Tristan pun beralih ke Leonart yang sedari tadi hanya diam.
__ADS_1
"Tris berangkat yah pah..". Ucap Tristan dan diikuti dengan pelukan nya kepada ayahnya itu.
"Iya, baik-baik di negara orang!". Ucap Leonart "jangan mencari masalah!". Lanjut Leonart
"Iya, pah... Lagian kan disana ada Alex juga". Ujar Tristan
"Iya.. tapi tetap ajah, jangan macam-macam!". Ucap kembali Leonart yang mengingatkan
"Memangnya Tristan pernah buat onar.. enggak kan, jadi tenang ajah!". Balas Tristan yang kini sudah terlepas dari pelukan ayahnya.
Isabel yang sedari tadi melihat ayah dan anak itupun, teralihkan dan melihat Kian yang hanya berdiri dan memandangi Leonart dan juga Tristan.
Isabel terseyum dan berkata
"Udah-udah, Tristan pasti baik-baik ajah! Kan ada Alex juga iyakan". Ujar Isabel "liat tuh Kian, dari tadi hanya diam ajah, mending kau juga pamitan ama Kian". Lanjut Isabel sambil menunjuk Kian menggunakan dagunya.
Tristan berbalik dan melihat Kian.
Isabel yang melihat itu pun, Menarik tangan Leoanart agar menjauh dan membagi ruang kepada kedua remaja itu.
"Jaga dirimu baik-baik!!". Ucap Tristan dengan menaikkan jari telunjuk nya.
"Iya tuan, tuan juga jaga diri anda baik-baik". Balas Kian
"Iya.. iya..". Ucap Tristan "ingat!!!... Jangan cari pria lain selama aku tidak ada". Ujar kembali Tristan dengan menunjuk-nunjuk dahi Kian
Kian yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Tristan pun hanya mengangguk pelan saja
"Baik tuan". Jawab Kian
"Bagus... Coba kau ulangi apa yang aku katakan tadi!". Ujar Tristan mencoba mempermainkan Kian sebelum dia berangkat
Kian mengangguk tanda setuju
"Saya tidak akan mencari pria lain diluar sana, selama anda tidak ada". Ucap Kian yang masih tidak mengerti maksud dari perkataan Tristan
"Hahaha". Tristan tertawa pelan sambil mengangkat tangan kanannya dan mengusap kepala Kian
"Iya.. iya.. aku percaya kok! Hehe". Ucap kembali Tristan
Pesawat pun berangkat...
Isabel, dan Kian kembali ke kediaman Greyson sedangkan Leonart dan juga Indra pergi ke Kantor.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA βΊοΈ
DUKUNG KARYA KU TERUS YAH...
HAPPY READING π
__ADS_1