
Kian membawa Amel ke ruangan bawah tanah.
"Apa maksud nya ini mbak". Tanya Amel dengan sedikit berteriak
"Silahkan masuk nona". Ucap Kian yang tidak menggubris perkataan Amel
"Ha!?? ... Lu dengar gak sih!.. tadi tuan Tristan suruh bawa gw istirahat!! Bukan nya malah membawa gw ke ruang bawah tanah ini. Mana bau lagi". Ucap marah Amel.
' wah... Sepertinya dia sudah menunjukkan sifat aslinya'. Batin Kian dan juga Pak Lim
"Bukannya ini tempat istirahat nona Amel yang paling cocok yah?". Ucap Polos Kian. Hanya pura-pura polos.
"Apa maksud mu!!". Teriak Amel
"Maksud saya...". Ucap Kian dengan senyum manis nya.
"Ini tempat yang paling cocok buat wanita murahan dan pembohong seperti anda". Lanjut Kian yang mengubah senyum manisnya dengan tatapan jijik nya dan juga tajam.
Amel yang melihatnya dibuat ketakutan dan langsung mundur hingga tidak sengaja terjatuh.
"Sebaiknya nona baik-baik disini. Kalo tidak ingin ku beri makan peliharaan ku". Ucap lagi Kian yang sudah setengah membalik dan menatap tajam Amel yang tersungkur di lantai.
Amel hanya menunduk dan berkeringat dingin, dia tidak mampu berdiri ataupun membalasnya, sangking takutnya dia.
' tatapannya... Seperti mau membunuh ku langsung '. Batin Amel Takut
' hahhah siapapun melihat tatapan itu pasti langsung sudah tidak bisa berkata-kata ataupun bergerak lagi. Aura nya persis seperti tuan besar Leonart dan juga Tuan muda Tristan'. Batin Pak Lim yang hanya melihat adegan di depannya sambil tersenyum sendiri.
' sudah ku duga ini pasti menarik... Tapi bagian puncak nya belum nih '. Batin kembali Pak Lim
"Pak Lim... Tolong anda urus orang-orang untuk menjaga nona Amel... Jangan biarkan dia sampai kenapa-napa". Ucap Kian kepada Pak Lim dan melangkah meninggalkan mereka berdua
' aku tidak mungkin membuatnya celaka!!.. karena yang akan mengurus nya nanti itu tuan Tristan... Ahha aku hanya berdoa semoga dia bisa keluar dengan selamat'. Batin Kian
"Nona.. sebaiknya anda berdiri dan duduk di kursi itu... Saya tidak ingin anda sampai terluka". Ucap Pak Lim dan memapah tubuh Amel untuk duduk di kursi
' sepertinya yang akan mengurus nya nanti bukan nona Kian melainkan Tuan muda yah... Hufff saya hanya bisa berdoa semoga nona Amel masih bisa keluar dengan keadaan utuh'. Batin Pak Lim yang sedikit iba.
Tidak lama kemudian Tristan dan di ikuti oleh Kian dan juga Alex datang ke ruang bawah tanah.
"Tuan Tristan.... Akhirnya anda datang". Ucap Amel yang langsung berdiri setelah melihat Tristan datang
"Anda datang untuk membawa saya keluar dari ruang bawah tanah ini kan". Lanjut Amel yang langsung ingin meraih tangan Tristan tapi di tepis olehnya.
__ADS_1
Alex maju dan memberikan sebuah rekaman cctv di club malam itu.
' jadi itu toh yang terjadi... Pantasan nona Kian tidak mau mengungkitnya. Tuan... Ku rasa cinta mu bukan hanya cinta sepihak saja'. Batin Alex
Amel menerima tap yang di sodorkan kepada nya.
Matanya terbelalak saat dia menyaksikan rekaman itu.
"Tidak tuan... Saya yakin ini di edit". Ucap Amel yang langsung Menarik tangan Tristan, tapi lagi-lagi di tepis oleh Tristan dan membuat Amel tersungkur jatuh ke lantai.
"Au..". adu Amel
' bagaimana bisa ada rekaman ini!!... Padahal udah gw hapus'. batin Amel
"Saya tidak percaya dengan rekaman itu!!". Ucap kembali Amel dengan tatapan tajamnya yang sudah mengalir air mata.
"Huh!! Terus... Kalo kau bilang tidak percaya maka aku juga tidak percaya?!!". Melipat kedua tangannya di dada nya.
"Menurut mu hanya dengan menghapus rekaman cctv itu bisa mennghapus semua jejaknya". Ucap Tristan dengan tatapan tajamnya dan seperti mengetahui pikiran Amel.
Amel menangis dan mengesot memeluk kaki Tristan sambil menangis
"Tidak!!... Saya yakin ini di edit. Tuan Tristan kau harus bertanggung jawab!!". Histeris Amel. Dia pun berdiri dan
"Lepaskan..!!!". Teriak Tristan
"Tidak!!". Balik teriak Amel dengan menutup matanya
Kian yang melihat itu segera maju dan melepaskan tangan Amel dari lengan Tristan.
"Maaf nona... Kalo nona tidak mempercayai rekaman itu, saya bisa menunjukkan bukti lain". Ucap Kian dengan tatapan tidak bersahabat nya.
"Bukti lain apa?". Melepas tangannya dari Genggaman Kian
Tristan hanya terdiam melihat Kian, dia masih terkejut dengan tindakan Kian tadi, seolah-olah dia sedang cemburu.
Kian menyodorkan Hp nya ke depan Amel dan memperlihatkan video pas di club waktu itu. Ternyata Kian sedang diam-diam mengambil video pas di club itu untuk jaga-jaga dan juga itulah mengapa dia tidak segera membantu Tristan waktu di dekati oleh Amel.
"Tidak!!.... Ini semua palsu...!!". Teriak Amel tidak percaya.
Amel kembali menatap Tristan.
"Anda sudah mengambil kesucian saya!!". Teriak Amel lagi
__ADS_1
Tristan tersenyum sinis
"Amelia safitri... Umur 26 thn... Bekerja di club malam hanya karena kepuasan **** semata. Seorang janda dan kau masih menyebutkan kesucian mu ... Dasar munafik!!". Ucap Tristan tegas dan memandang Amel dengan tatapan jijiknya.
Amel terbelalak mendengar perkataan Tristan dan mundur perlahan. Dia mendongak melihat Tristan sambil menggeleng-geleng kepalanya tidak percaya
"Anda menyelidiki saya!!". Teriak Amel
"Diam !!!... Sadar akan posisi nona sekarang". Ucap Kian yang ternyata dari tadi sudah menahan kesalnya.
"Jadi... Apa yang harus kita lakukan kepada wanita ini tuan?". Tanya Alex
"Keturunan dari direktur Bob. Pasti harus di kirim ke keluarganya bukan". Ucap Tristan dengan senyum liciknya
Amel terkejut dengan perkataan Tristan.
' sial!! Dia bahkan tau siapa ayah dari anak ini. Tidak!!! Gw gak mau di bawa ke keluarga Bob. Istri tuan Bob terkenal akan kekejaman nya'.
"Tuan yakin..?". Tanya Alex gugup
' nyonya dari keluarga Bob itu kejam banget kalo wanita ini di kirim ke keluarga Bob aku tidak yakin dia masih bisa merasakan kesenangan dunia ini'. Batin Alex
"Apa kau meragukan keputusan ku?". Tanya Tristan dengan tatapan tajamnya
"Ti... Tidak tuan.. maaf". Dengan menundukkan kepalanya tidak sanggup melihat tatapan Tristan
"Tidak!.... Jangan bawa saya ke kediaman Bob!?". Teriak histeris Amel
"Lebih baik saya di kurung di penjara saja seumur hidup saya dari pada di bawa ke kediaman Bob!!". Menggenggam kepalanya sendiri sambil berjongkok dan menggelengkan kepalanya.
Tristan tersenyum licik dan berbalik. Dia membalikkan kepalanya.
"Itulah balasan karena sudah mengganggu di kediaman Greyson". Ucap Tristan sinis dan berbalik pergi
"Bawa wanita itu di kediaman Bob dan katakan kalo itu hadiah dari kediaman Greyson". Perintah Kian dan juga ikut berbalik meninggalkan ruang bawah tanah itu.
BERSAMBUNG
ini novel pertama ku, jadi maaf kalo bahasa nya masih berantakan 😅
tinggalkan jejak kalian. dengan cara like dan juga komennya sebanyak-banyaknya.
trus dukung terus karya ku yah
__ADS_1
happy reading 😘