Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
34. DARLING


__ADS_3

' maaf..... Tuan Tristan'. Batin Kian dan langsung merangkul lengan Tristan dan menatap tajam ke arah Galih.


Tristan yang tadinya sempat kecewa, terkejut dengan Kian yang merangkul nya dan tentu saja itulah jawaban Kian.


Sedangkan Galih, yang wajahnya tadi penuh harap berubah menjadi kecewa.


" Maaf.. pak galih, tapi aku memang kekasih tuan Tristan". Ucap Kian.


' whaaat.....!!!! Tunggu dulu...... Ini kapan terjadinya ini.... Kapan Nona Kian dan Tuan Tristan jadi pasangan!!?'. Batin Histeris Alex yang menganga karna tidak percaya.


" Hmm... Kau sudah dengar kan!?... ". Merangkul pinggang Kian, dan tersenyum bangga.


Galih yang kecewa hanya bisa menunduk.


" Sepertinya aku yang terlalu berharap". Lirih galih.


Tristan langsung menarik tangan Kian dan keluar dari cafe itu meninggalkan Galih yang masih bersedih.


**********


" Apa kita mau langsung pulang tuan?" Tanya Alex yang sudah ada di dalam mobil bersama Kian dan juga Tristan.


Dari tadi terlihat wajah Tristan yang tidak henti-hentinya tersenyum dan menggenggam tangan Kian, sedangkan Kian hanya menunduk malu tapi dia juga tersenyum tipis.


" Tidak... Ke tempat biasa dulu". Jawab


Tristan


Tak lama kemudian mobil pun berhenti


Tristan langsung turun dan menarik tangan Kian. Kian hanya diam dan merasa bersalah di dalam dirinya.


Tristan dan juga Kian berdiri di tepi danau. Tristan hanya memandangi danau sedangkan Kian hanya menunduk. Di antara mereka berdua tidak ada pembicaraan.


" Hiks... Hiks... Ma.. maaf ". Tangis tiba tiba Kian. Kian sudah menghadap ke arah Tristan sambil menangis, sedangkan satu tangannya mencoba menghapus air matanya.


Kian yang menangis tiba tiba membuat Tristan kaget dan panik, tidak tau harus apa.


" Minta maaf untuk apa ?". Tanya lembut Tristan. Kedua tangan Tristan di tempelkan di kedua bahu Kian yang menangis.


" Maaf... Karna sudah mencemari nama baik tuan.. hiks... Hiks.. ". Jawab nya sesunggukan.


" Eh....!!?? ".


" Kapan kau mencemari nama ku?". Heran Dengan pernyataan Kian yang membuatnya menaikkan satu alisnya.


" Waktu saya.. hiks.. hiks... bilang kalo saya kekasih hiks.. hiks... hiks ... Tuan Tristan hiks...". Jawab nya yang kurang jelas karna sesunggukan nya.


" Pfhhhh.... Hahahaha" . Tawa Tristan akhirnya keluar yang sedari tadi di tahannya. Dia tertawa karna lucu cara Kian bicara yang sesunggukan dan kurang jelas yang membuatnya menjadi gemas sendiri.


Kian mendongak heran melihat tuannya yang tertawa sangat kencang.


" Kenapa anda tertawa tuan?". Memiringkan kepalanya.

__ADS_1


" Hahha... aku malah bahagia, waktu kau bilang begitu".


Tristan menempelkan dahinya dan dahi Kian.


Masih memegang bahu Kian, dia menatap lekat-lekat mata Kian .


" Jangan menangis oke...".


" Hatiku sakit melihat mu menangis ". Ucap serius Tristan dan membuat Kian berhenti menangis.


Tangan Tristan naik, dan menempelkan nya di kedua pipi Kian, lalu mencium mata Kian yang terdapat sisa-sisa air mata.


Tristan melepaskan ciumannya yang ada di mata Kian dan menatap lekat-lekat matanya, kedua tangannya masih mengapit kedua pipi Kian.


" Jangan nangis yah... KE.. KA.. SIH.. KU.. ". Ucap Tristan menekankan pada bagian tertentu lalu mengedipkan sebelah matanya, membuat Kian salah tingkah dan malu.


Tristan menurunkan tangannya dan memeluk pinggang Kian.


" Hmm.... Soal itu... Saya hanya... ". Mengalihkan pandangannya dan menaruh kedua tangannya di dada Tristan agar tubuhnya tidak terlalu dekat dengan Tristan.


Tristan meletakkan jarinya di bibir Kian.


" Sekarang kamu adalah kekasih ku. Hanya itu yang ingin ku tau ".


" Tapi tuan...".


" Pokoknya tidak ada tapi-tapi ".


" Dan untuk mama sama papa, aku bisa meyakinkan mereka. Kamu tenang saja..


" Hm... Baiklah ". Lirih Kian


" Hah!??? Apa??... Aku tidak mendengarnya ". Ucap Tristan yang menggoda Kian


" Sa... Saya.. sekarang kekasih anda ". Ucap Kian dan mengecilkan suaranya di bagian akhir sambil menunduk


" Apa??... Aku tidak mendengarnya". Lagi-lagi goda Tristan dan memajukan telinganya seolah dia memang tidak mendengar nya.


Kian mendongak dan berbicara sambil menutup matanya


" Sa.. saya...". Teriaknya menutup mata.


Belum sempat dia melanjutkan perkataannya.


Cup...


Satu kecupan singkat mendarat di bibir Kian


" Iya.. aku sudah mendengarnya... ". Mengapit kedua pipi Kian


" Dan jangan panggil aku anda atau tuan, dan jangan bersikap formal oke..".


"Tapi...".

__ADS_1


Belum sempat Kian melanjutkan perkataannya, Tristan sudah mendaratkan bibirnya ke bibir Kian. Cukup lama mereka berciuman. Yah.. hanya menempelkan nya saja, Tristan tidak ingin melewati batasnya. Kian hanya menerimanya saja.


Di sela-sela ciuman mereka, Tristan beberapa kali menaikkan sudut bibirnya.


" Aduh.. ". Tristan menggigit bibir bawah Kian, karna sangking gemesnya.


" Haha maaf... Maaf.. kau terlalu manis, hingga aku sangat ingin memakanmu". Tawa kecil Tristan


" Jangan tuan .... Nanti anda masuk penjara, dengan tuduhan anda memakan manusia!!". Ucap serius Kian, yang membuat Tristan semakin gemes.


" Hahaha........... bukan seperti itu... ". Tawa keras Tristan sampai-sampai dia harus menghapus air matanya yang keluar.


" Jadi bagaimana tuan..?" Tanya polos Kian


" Kalo kau memanggilku dengan sebutan tuan lagi,... Kupastikan bibirmu akan monyong sampai di rumah". Ancam canda Tristan


Kian yang mendengarnya langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


" Ma.. maaf tu... Eh.. Tristan ". Lirih Kian


" Apa?.. apa tadi kamu bilang?". Pura-pura tidak mendengar apa yang di katakan Kian


" Coba kau sebut ulang nama ku?!." Suruh nya.


" Tri..stan...". Lirih pelan Kian


Tristan menutup wajahnya menggunakan satu tangannya dan mendongak melihat langit, yang tangannya masih mengusap wajahnya.


' ah.... Dia menyiksaku. Manis... Banget... '. Batin Tristan.


" Tristan... Apa kau baik-baik saja?". Tanya panik Kian.


" Hahaha tidak papa".


" Kalo gitu ayo kita pulang darling... ". Ucap Tristan dan menggenggam tangan Kian.


Kian hanya mengangguk menanggapi Perkataan Tristan.


Tristan langsung saja menarik tangan Kian dan melangkah menuju mobil mereka, yang sudah ada Alex di dalam nya, yang selalu setia menunggu.


*****


' EH.......?!?!?! Oke Alex... Tenangkan dirimu... , Jangan sampai tuan Tristan tau kalo dari tadi aku memperhatikan nya. Lagi pula, setiap dari tempat itu, tuan Tristan selalu senyum-senyum sendiri, sedangkan Nona Kian selalu menundukkan wajahnya yang memerah'. Batin Alex yang sesekali melirik di kaca spion depan mobil.


" Lex... Fokus pada jalanan". Tegur Tristan


" Ah.. ma.. maaaf tuan..".


' wa... Ketahuan.. dong..'. batin Alex


BERSAMBUNG


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen nya yang sebanyak-banyaknya. terus jangan lupa dukung karyaku yah dengan vote nya yang banyak

__ADS_1


happy reading


__ADS_2