
DI DALAM MOBIL
"Tuan apa Kian boleh bertanya?". Menghadap ke Leonart.
"Ada apa?". Melirik ke Kian.
"Saya akan jadi pengawal tuan Leonart?". Tanya Kian.
"Tidak, kau akan jadi pengawal anak saya". Jawab Leonart.
"Anak tuan?".
"Iya, namanya Tristan dia baru berumur 18 tahun, hanya beda 3 tahun dengan mu". Tunjuk Leonart ke arah Kian.
"Ohh begitu ya....". Jawab Kian singkat
"Hmm". Lirih singkat Leonart.
"Berhenti!!". Leonart membuka pintu dan menyuruh Kian turun.
"Ikuti aku".
Kian mengaguk dan mengikuti Leonart.
Mereka masuk ke dalam hotel.
Leonart menyuruh Kian untuk pergi mandi di kamar no***.
Tapi Leonart tidak memberikan nya baju ganti karna dia tau, pasti Kian akan menolak. [sebenarnya sih Kian gak bakal nolak kalo itu perintah].
Setelah beberapa menit.
Kian keluar dengan wajah dan badan yang bersih, tapi tetap dengan pakaiannya yang penuh dengan lumpur dan darah beserta senapannya yang masih dia peluk.
Mereka pun menuju mobil, dan bergegas ke rumah utama Greyson.
Lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai ke perumahan elit.
Mobil masih melaju. Hingga sampai di sebuah mension yang paling besar dan megah di kompleks itu.
__ADS_1
Ada dua penjaga yang menjaga gerbang nya. Saat melihat mobil yang di tumpangi Leonart, kedua penjaga itu langsung membukakan gerbangnya dan membungkuk.
Mobil mereka pun masuk ke dalam halaman mension itu. Kian terteguk melihat mension yang sangat besar dan megah itu, bahkan halamannya sangat luas. Tapi, bukan Kian namanya kalo dia tidak bisa mempertahankan mode datarnya, apalagi sekarang dia ada di samping majikannya.
Mobil pun berhenti.
Supir turun dan membukakan pintu mobil untuk Leonart, sedangkan Kian turun dengan sendirinya.
"Ikut saya Kian". Menarik tangan Kian.
"Iya tuan". Jawab Kian, sambil mengekor.
Saat akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba....
Kring.... Kring....🎶[anggap suara ponsel ajah yah guys☺️].
Leonart berhenti dan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kian.
Ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon nya.
Tak berapa lama dia melihat ponselnya,
Kian hanya menganggukkan kepalanya.
Kian manjauh dari Leonart, dan pergi melihat-lihat halaman yang sangat besar itu.
"Wahh besar banget". Melihat sekeliling dengan tatapan kagum.
Kian masih melanjuti acara berkeliling nya.
Layaknya study tour.
Sampai akhirnya Kian berhenti tepat di depan sebuah pohon yang sangat besar tepatnya di samping halaman.
Kian berdiri di depan pohon itu sambil mendongak, melihat ke atas pohon.
"Besarnya..". Gumam Kian.
Di sisi lain.
__ADS_1
Setelah melihat Kian pergi menjauh, Leonart pun mengangkat handphone nya.
"Halo, ada apa?".
"Semuanya sudah beres tuan besar". Sahut seseorang dari seberang.
"Oh.. baguslah". Jawab Leonart. "Dimana kau menyimpannya?". Tanya Leonart.
"Sesuai permintaan tuan besar. Saya menyimpannya di sebelah kamar tuan muda Tristan".
"Ohh...". Jawab Leonart singkat
"Iya tuan besar".
"Oke, kalo sudah tidak ada urusan lain, saya tutup".Tanpa aba-aba....
Tut.. tut.. tut...
"Ahh baguslah sekarang semuanya beres". Lirihnya dengan lega.
"Benar juga, kemana Kian pergi?". Tanya nya kepada dirinya sendiri.
"Tadi saya menyuruhnya berkeliling. Mending cari dia dulu". Melangkah meninggalkan tempatnya berdiri tadi.
Sedangkan di seberang
"Kenapa tuan besar Leonart tiba-tiba nyuruh nyiapin baju untuk anak perempuan yah?". Tanya dengan diri sendiri.
"Memangnya tuan besar Leonart punya anak perempuan...?". Masih dalam lamunannya.
"Setauku tuan besar Leonart cuma punya anak laki-laki satu, tuan muda Tristan".
"Haiiss... Memang dasar orang kaya sukanya yang aneh-aneh". Terpaksa keluar dari lamunannya.
BERSAMBUNG
Nah guys bentar lagi nih, mc cwoknya muncul. Hhehe😁😁
Tunggu ajah yah
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan saran kritik nya yah guys 😉