
Di ruang belajar Leonart
"Jadi, bagaimana perkembangan perusahaan di negara x?". Tanya Leonart.
Selama ini Tristan menjadi CEO di perusahaan cabangnya di negara x
"Papa juga tau sendiri kan?". Balas Tristan
"Haha papa bangga sama kamu nak, majalah-majalah bisnis semuanya sampul nya pasti foto mu". Ucap Leonart
"Hehehe iya dong pa". Tristan
"Jadi kamu sudah bisa kan ambil alih perusahaan pusat". Ucap Leonart
"Eh.. kenapa tiba-tiba pa?". Jawab Tristan
"Papa udah tua, udah gak bisa kerja kaya dulu lagi. Apalagi kamu juga sudah dewasa, sudah hampir kepala 3 dan seharusnya kamu juga sudah ngasih papa cucu". Ucap Leonart
"Haha papa bisa ajah". Balas Tristan "tapi kalo itu mau papa, Tristan bakalan turutin". Lanjut Tristan
"Oh.. kau sudah punya kekasih?". Tanya Leonart
"Bukan itu pah... Yang Tris maksud tuh tentang perusahaan". Timpal Tristan
"Oh haha". Tawa Leonart "kalo begitu besok kau sudah harus masuk perusahaan". Lanjut Leonart
"Buru-buru banget pah". Tanya Tristan
"Soalnya papa sama mama besok mau liburan". Balas Leonart
"Ohh jadi ini ceritanya mau pergi honeymoon kedua, trus kerjaaan semuanya di tinggal buat aku nih". Ucap Tristan
"Haha ini bukan honeymoon kedua, soalnya papa sama mama udah pergi banyak kali, udah gak terhitung". Balas Leonart terkekeh
"Hehehe papa bisa ajah". Ucap Tristan "kalo itu mau papa.. mau gimana lagi, mulai besok aku akan gantiin papa di perusahaan". Lanjut Tristan
"Baguslah". Leonart
*****
Keesokan harinya
Tap.. tap.. tap...
"Wahhh kalo gak salah dia CEO baru kita kan".
"Iya.. iya.. sumpah ganteng banget....><".
"Dia tuan muda Tristan kan... Anak tuan Leonart".
"Iya...".
Bisik-bisik para karyawan wanita saat melihat Tristan datang dan diikuti oleh Alex. Semua karyawan sudah mengetahui tentang CEO baru mereka, yang sudah di umumkan oleh Leonart.
'( gak di luar negri ama di dalam negri... Kayanya semua wanita nya sama yah.... Tuan.. tuan.., ganteng banget sih.. ampe-ampe semua mata karyawan wanita disini matanya udah pada keluar semua)'. Batin sewot Alex.
"Eh .. eh... Yang di belakang CEO baru kita, juga gak kalah tampan kan... Siapa sih dia?".
"Iya ... Dia juga gak kalah tampan ama CEO batu kita,... Kalo gak salah namanya Alex deh, asisten CEO baru kita tuh".
' oh... Apa kalian akhirnya sadar kalo bukan cuma tuan Tristan disini yang tampan yah..'. Batin bangga Alex
__ADS_1
"Tapi kalo di liat-liat tampanan CEO kita gak sih..".
"Haha iya juga yah".
Alex yang mendengarnya langsung menatap semua karyawan wanita disitu dengan tatapan tajamnya.
"Ini bukan tempat untuk kalian bergosip". Ucap Alex.
Semua karyawan wanita disitu hanya tunduk dan kembali mengerjakan tugasnya.
Ting...
Lift terbuka, tapi Tristan belum juga masuk.
"Tuan.. apa tuan tidak mau masuk ke dalam lift?". Tanya Alex yang membuat Tristan tersentak.
"Eh...". Ucap Tristan singkat dan melangkah masuk ke dalam lift.
' jadi dari tadi tuan Tristan melamun yah... Pantas saja tadi dia tidak menegur para karyawan wanita tadi '. Batin Alex yang mengikuti Tristan masuk ke dalam lift.
' ahk.. aku jadi kepikiran kan.. karna kata-kata papa kemarin '. Batin Tristan yang mengingat perkataan Leonart kemarin kepada nya.
Flashback on
"Besok papa punya kejutan buat kamu di perusahaan". Ucap Leonart kepada Tristan
"Kejutan?.... Kejutan apa pa?". Jawab Tristan bingung
"Liat ajah deh besok". Ucap kembali Leonart yang masih tidak memberitahu Tristan.
Flashback off
Di dalam lift sangat hening, karena tidak ada karyawan lain selain mereka berdua. Bukannya karena memang tidak ada yang ingin naik lift, tapi memang lift itu khusus untuk CEO dan yang di izinkan saja.
Ting... Pintu Lift terbuka, Tristan dan Alex keluar dari dalam lift dan masuk ke dalam ruangannya.
Tristan sedang duduk di kursi kekuasaan nya sekarang itu, dia sedang membaca file-file yang di berikan oleh Alex tadi
[yah.. biasalah kerja kantoran] <------ Author.
Tristan menutup file yang di bacanya dan melirik melihat Alex yang sedari tadi hanya berdiri di dekat pintu.
"Alex... Sini". Panggil Tristan
Alex melangkah mendekati Tristan
"Iya?.. ada apa tuan?". Jawab Alex
"Dimana sekretaris ku?". Tanya Tristan, yang penasaran karena dari tadi dia tidak melihat seorang yang dianggap nya sekretaris.
"Kalo soal itu... Tuan masih belum punya sekretaris". Jawab Alex
"Kenapa bisa tidak ada?". Tanya kembali Tristan "apa kau tidak ada mengintervew orang-orang?". Lanjut Tristan yang sudah menaikkan sedikit suaranya
"Maaf tuan... Kita memang tidak mengintervew orang... Itu karena permintaan dari tuan besar Leonart". Jawab Alex gugup
"Kata tuan besar Leonart sudah mempersiapkan sekretaris untuk tuan Tristan, tapi sepertinya dia belum datang". Lanjut Alex
"Ha...!!! Apa-apaan itu, belum kerja sudah terlambat". Ucap Tristan kesal.
Sedangkan di bawah lantai satu.
__ADS_1
Tap.. tap.. tap..
"Wah... Siapa dia cantik nya".
"Iya.. iya ... Terus badannya juga bagus banget kaya model ajah".
"Cara jalan nya ajah ... Udah anggun banget".
Lagi-lagi bisik-bisik para karyawan melihat seorang wanita cantik masuk kedalam perusahaan dan menuju resepsionis. Yah.. siapa lagi kalo bukan Kian.
Dengan rok nya yang selutut berwarna cokelat dan kemeja wanita yang berwarna putih sangat senada dengan warna kulit dan juga rambut pirang nya yang panjang, tak lupa pula dengan high heels yang tidak terlalu tinggi, menambah kesan ke profesional nya. Tapi ini bukan pakaian yang di pilih Kian melainkan perintah dari Isabel.
"Permisi...". Sapa Kian ke salah satu resepsionis.
"Hei .. permisi...". Ucap kembali Kian yang sudah sedikit menaikkan suaranya, karena resepsionis itu hanya bengong melihat Kian.
"Ah... Iya maaf.. ada yang bisa saya bantu?". Jawab resepsionis itu, dengan gelagapan.
"Saya ingin mencari ruangan tuan Tristann Greyson". Ucap Kian
"Kalo boleh tau.. anda siapa?". Tanya ramah resepsionis itu.
"Maaf.. bukannya saya ingin menyinggung atau apa.. cuman tidak mudah kalo ingin bertemu dengan CEO baru kami". Lanjut nya
"Oh.. saya sekretaris yang baru". Balas Kian dengan ramah pula.
"Oh.. jadi anda sekretaris yang baru yah... Kalo begitu ruangan CEO kami, lewat disana". Jawab resepsionis itu dengan menunjukkan jalannya.
"Baiklah terima kasih". Kata Kian dan melangkah menuju Lift.
Tok... Tok.. tok..
Suara pintu ruangan Tristan berbunyi.
"Tuan.. apa saya boleh membuka pintunya?". Tanya Alex.
"Memangnya siapa itu?... Sangat lancang!! Aku bahkan tidak menyuruhnya datang ke ruangan ku". Ucap Tristan kesal
"Kemungkinan dia sekretaris baru yang dibicarakan tadi tuan". Jawab Alex
Tristan tersenyum tipis dengan sinis
"Kita lihat siapa yang berani terlambat di perusahaan Greyson". Ucap Tristan dengan sinis.
'( aku hanya bisa berdoa kepada sekretaris yang baru ini, agar bisa selamat keluar dari ruangan ini)'. Batin Alex
Tristan memang bisa di bilang cukup kejam, dalam menjalankan perusahaan nya, seperti waktu di negara x.
"Masuk". Sahut Alex.
Klek..
Pintu terbuka dan Kian pun masuk.
Tristan terperanjak dari kursinya, dia langsung berdiri saat melihat Kian masuk.
' jadi ini kejutan yang di maksud papa '.
BERSAMBUNG
tinggalkan jejak kalian guys....
__ADS_1
like dan juga komenya. dukung terus karya ku yahh..
HAPPY READING 😘