Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
37. AKHIR PACARAN


__ADS_3

" mbak... ". Mengacungkan tangannya memanggil pelayan


" Kau mau makan apa darling?". Tanya Tristan sambil menerima buku menu dari pelayan itu.


" Hm... Kayanya seafood ajah deh ". Menunjuk salah satu menu seafood di buku menu


" Kalo minumannya... Kau mau apa?". Tanya nya lagi


" Kayanya teh ajah deh ".


" Oke.. ". Menutup buku menu yang di pegang nya.


Dan mulai memesan.


" Eh.... Kayanya orang yang disana gak asing deh ". Menunjuk salah satu meja di dalam cafe itu dan tidak jauh dari tempat mereka duduk.


" Hm .... Yang mana darling?". Mencoba melihat tempat yang ditunjuk kekasih nya.


Laki-laki yang ditunjuk itu , malah berbalik dan melihat ke arah Tristan dan juga Kian


Seketika raut wajah Tristan berubah menjadi suram dan mematikan.


" Wah... Rupanya pak Galih ". Ucap Kian dan melirik melihat Tristan.


" Hm... Seperti nya kita pindah ajah yah ... Dari sini ". Akan beranjak dari tempat nya duduk. Sesaat dia sadar kalo Tristan pasti tidak akan suka jika ada Galih disitu.


" Gak papa... Gak usah pindah... Disini ajah. Apalagi kita udah pesan kan ". Menarik tangan kian agar tidak berdiri


" Hmmm oke ". Kembali duduk


Tap... Tap... Tap...


" Eh.. Kian.. ngapain disini?". Sapa tiba tiba Galih yang datang menghampiri meja Kian dan juga Tristan


" Hai... Pak... Yah makanlah pak. Namanya juga di cafe kan ". Jawabnya santai


" Haha benar juga ". Duduk di samping Kian tanpa permisi dan minta izin dulu


" Tidak ada yang menyuruh mu duduk disitu". Kesal Tristan dan sama sekali tidak menatap Galih malah memandang kaca di sampingnya.


" Haha ". Tawa canggung Kian


" Apa aku mengganggu kencan kalian ?". Tanya nya santai.


" Kalo kau sudah tau... Gak usah tanya. Langsung pergi saja ". Ketus Tristan


" Tapi.. kayanya Kian Tidak keberatan ". Melirik melihat Kian


Tristan juga ikut melirik ke arah Kian yang sedari tadi hanya diam dan berusaha untuk tersenyum, walaupun di paksakan.


" Hmm .... Sebenarnya saya.... ". Ucapnya canggung


" Hahahha tenang saja... Aku tidak akan mengganggu kencan kalian". Hendak berdiri dari kursinya


" Huh... Baguslah. Seharusnya dari tadi saja kau pergi". Ucap kesal Tristan


" Haha oke... Oke.... Aku tidak akan menganggu hubungan kalian lagi ". Ucapnya dengan wajah sedihnya


" Hm.. akhirnya kau sadar juga".


" Aku memang tidak akan mengganggu hubungan kalian.... Tapi!! Kalo kau menyakiti nya kupastikan aku tidak akan tinggal diam ". Ancam Galih


Tristan tersenyum sinis


" Huh!! ... Tenang saja.. walaupun tidak kau ingatkan. Aku juga tidak akan menyakiti wanita ku sendiri". Menatap Wajah Galih


Kian Yang mendengarnya menjadi terharu. Rasanya dia ingin menangis, tapi di tahannya agar tidak mempermalukan diri sendiri.


" Aku tau... Kalo gitu aku percayakan dia pada mu ... Bye... ". Pergi begitu saja dan melambaikan satu tangannya tanpa berbalik.


" Cih... Dia pikir aku apa. Dasar perjaka tua ". Gerutu Tristan


" Pfhhh ". Menahan agar tidak tertawa


" Hmm?.. ada apa darling ?". Memakan makanannya dan menatap heran ke arah kekasihnya


" Tidak.. apa-apa". Jawabnya sambil menggelengkan kepalanya


" Baiklah.. kalo kau tidak ingin bilang. Lagipula aku sangat mempercayai mu ". Mengusap pipi Kian


Kian hanya tersenyum manis menanggapi Tristan


' pfhhh hahha maaf tuan. ngejek orang perjaka tua... Tapi gak sadar diri hahahaha. '. Batin tawa Kian yang mencoba tenang di luar.


******


Mereka sampai di kediaman Greyson...


" Ayo darling.. ". Mengulurkan tangannya


Kian hanya tersenyum menanggapi nya dan hendak meraih tangan kekasihnya itu.


Sebelum menggapai tangan Tristan, Kian tidak sengaja melihat mobil di bagasi. Dan mengurungkan niatnya untuk menyambut uluran tangan Tristan.


Kian turun sendiri dari mobil yang membuat Tristan menyerngitkan dahinya.


' ada apa lagi nih?'. Batinnya bingung.


" Ayo tuan, kita masuk ". Ajak Kian sopan


Lagi-lagi Tristan menyerngitkan dahinya, dia kemudian menatap ke penjuru arah, dan tatapannya terhenti di bagasi mobil.


" Tck ".

__ADS_1


" Ayo kita masuk ". Melangkah masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Kian mengikuti dari belakang


' haish... Mama sama papa pulang nya gak tepat!! '. Batinnya kesal


" Klek..".


" Selamat datang tuan muda, nona kian ". Sambut pak lim


" Hmm ".


Kian Hanya tersenyum manis menanggapi pak lim.


" Tuan muda... Nyonya dan tuan besar memanggil anda ke ruang belajar ". Ucap pak lim


" Hmm.. oke ". Hendak melangkah pergi ke ruang belajar


" Kalo begitu saya permisi kembali ke kamar saya ". Ucap mundur Kian.


" Baiklah.. ". Berbalik dan mengusap kepala Kian dengan lembut dan tersenyum tipis. Yang membuat wajah kian memerah.


Pak lim yang melihatnya ikut tersenyum


' ah... Anak muda.. '. Batin pak lim


" Maaf nona kian, tuan muda, tapi..... Nona kian juga di panggil oleh nyonya dan tuan besar ". Menyela di saat-saat kemesraan anak muda di depannya


" Eh!!?.. saya juga di panggil? ". Tunjuknya ke diri sendiri.


Untuk memastikan kalo dia memang di panggil


" Iya nona ".


" Baiklah.. kalo begitu ayo kita pergi bersama". Hendak menarik tangan kian, tapi kian langsung menghindar.


" Huufh.. ". Melangkah pergi dan diikuti oleh kian dan juga pak lim


' sebenarnya ada apa sih... '. Batin bingung Tristan


' hmmm nyonya dan tuan besar baru pulang, kenapa langsung memanggil ku yah ?'. Bingung Kian, dia bertanya-tanya memang nya ada urusan penting apa yang sampai-sampai dirinya juga harus di panggil.


Klek...


Terlihat Leonart dan juga isabel duduk di sofa, sambil meminum kopi.


Tristan melangkah masuk dan diikuti kian dan juga pak lim.


" Mah.. pah... Kapan pulang nya ?". Tanya Tristan dan langsung duduk di hadapan Leonart.


Sedangkan kian berdiri berdampingan dengan pak lim.


" Tadi pagi ". Ujar isabel


" Oh... ". Singkat Tristan


" Emangnya kenapa tris?". Meletakkan kopi yang diminumnya tadi .


" Hahahha iya juga yah.. ". Tawa pecah Leonart dan juga Isabel.


Pak lim yang melihatnya juga ikut tertawa, tapi di tahannya.


Sedangkan kian, yang menurut nya sama sekali tidak lucu itu hanya terdiam dengan menampilkan....., yah... Muka datar profesional nya.


" Jadi..? Kenapa aku tiba-tiba di panggil nih, bahkan kian juga ikutan di panggil". Tanya Tristan yang menyudahi acara tawa kedua orangtuanya.


" Gini nih... " Mulai serius


" Pembicaraan kita waktu itu.... Papa sama mama mau ngatur perjodohan buat kamu ".


Duar!!....


Bagai di sambar petir Tristan mendengar perkataan Leonart.


' perjodohan? ..'. Batin kian melirik melihat Tristan yang kaget.


"Ini kan belum sebulan pah..., Perjanjian nya kan sebulan! ". Bantah Tidak terima Tristan.


" Lebih cepat lebih baik..". Jawab santai Leonart dengan menyeruput kopinya.


" Wah... Gak bisa gitu dong pah.. ". Lagi-lagi bantah tristan


" Tristan !! ".


" Ini semua demi kebaikan mu...., Kau sudah kepala 3, kalo di tunggu sampai sebulan.. bisa-bisa jadi setahun. Dan kalo perjodohan nya berhasil dan lancar... Bulan depan kau harus langsung menikah ". Ucap Leonart dengan tegas dan tidak mau ada penolakan.


" Mah... Bilang ke papa dong.. kan perjanjian kami tuh sebulan". Bujuk Tristan ke mamanya dengan wajah memelasnya.


' udah ku duga... Kalo hubungan ku dengan tuan Tristan tidak mungkin berjalan lancar'. Sedih Kian, rasanya hatinya sudah tergores-gores.


" Haish... Betul yang di katakan papa mu, ini semua demi kebaikan mu ". Jawab lembut isabel dengan masih menggandeng lengan Leonart.


" Tapi aku kan gak cinta sama dia dan bahkan aku gak kenal. Ketemu ajah gak pernah,... Eh!!! Ini langsung mau di nikahin ajah ". Bantah tristan yang masih tidak ingin menerima kenyataan.


" Tristan !!". Meninggikan suaranya.


" Gak bisa pah.. pokoknya aku gak terima ". Tak mau kalah dengan meninggi kan suaranya tapi tidak setinggi suara Leonart.


Tristan berdiri..


" Lagi pula aku juga sudah punya kekasih". Ucap Tristan tanpa ragu-ragu.


Semua orang yang ada di ruangan itu, tentu saja terkaget-kaget di buat Tristan.


' eh!!!?... Tuan... Jangan ngomong yang tidak-tidak... Aku mohon ..'. Memohon kian dalam batinnya.

__ADS_1


Leonart dan isabel tersenyum tipis...


" Oh... Jadi kau sudah punya kekasih.... Mana coba aku lihat ". Tantang leonart.


Dia mengira kalo sahnya tristan hanya membual, agar tidak di jodohkan.


" Iya.. mana?.. coba mama liat juga". Girang isabel yang berfikir terbalik dengan suaminya.


Dia menduga-duga kalo Tristan mungkin memang sudah punya kekasih. Yah... Kenyataannya memang seperti itu.


" Oke... Aku akan bawa ke hadapan mama sama papa... Tapi ingat!!.... Kalo aku sudah memperkenalkan kalian dengan nya. Jangan ancam lagi dengan acara perjodohan yang gak jelas ". Ucap tegas Tristan.


" Yah... Itu tergantung siapa yang kau bawa ". Mengangkat kedua bahunya.


'(apa mungkin memang sudah ada.... Tapi siapa?... Apa jangan-jangan kian?... Tapi kalo di lihat kian nampak tenang saja )'. Batinnya dan melirik ke arah kian.


' waduh.... Aku harus gimana nih... Habis deh hidup ku.. '. Pasrah batin Kian.


Tristan mulai melangkah dan langsung saja menarik tangan kian dan membuat kian jatuh ke dalam pelukan nya.


" Ini kekasih ku... ". Dengan bangga Tristan memperkenalkan kekasihnya.


Isabel dan juga Leonart Membulatkan matanya dan tersentak akan perkataan Tristan.


Mereka tidak sangka, kalo hubungan mereka akan berjalan dengan sangat lancar tanpa ikut campur tangan mereka berdua, niatnya tadi mereka ingin mengejutkan Tristan dengan perjodohan yang sebenarnya wanitanya adalah Kian.


Malah mereka yang di kejutkan dengan pernyataan Tristan.


Isabel dan Leonart tentu saja sangat bahagia, tapi mencoba untuk tetap tenang.


Kian yang di hadapkan dengan keadaan sekarang ini tidak tau harus berbuat apa-apa lagi.


Keringat dingin membasahi keningnya, dia hanya membenamkan wajahnya di dada kekasihnya itu.


' habislah... Pasti aku langsung di usir nih.. '.


" Kian!! ". Ucap Tegas Leonart.


" I... Iya tuan .. ". Dengan sedikit keberanian.. dia melihat kearah Leonart, tapi langsung di cegah oleh Tristan yang semakin membenamkan kembali wajah kian ke dadanya, seakan-akan melindungi nya.


" Kalo papa mau marah... Marah sama aku saja.. kekasihku sama sekali tidak salah ". Bela tristan yang sama sekali tidak ada keraguan di matanya. Dia sudah menyiapkan mental nya kalo hal yang lebih buruk terjadi.


Leonart menatap tajam kearah Tristan dan...


" Hahahaha.....hahahahjaha ". Tawa keras Leonart dan diikuti isabel yang membuat Tristan dan juga kian heran. Sedangkan pak lim hanya tersenyum.


" Kenapa pah.. mah.. ?". Tanya bingung Tristan.


" Hahahaha kenapa kau setegang itu... Kalo dia memang kekasihmu.. apa boleh buat kan". Ucap Leonart yang membuat Tristan kaget namun bahagia.


" Jadi... Ini direstui nih ceritanya?".


" Haha iya tris.. ". Ujar isabel yang membuat Tristan tersenyum lebar.


Kian kemudian melirik kearah Leonart dan isabel.


Isabel yang melihat Kian langsung berdiri dan mengambil kian dari Tristan..


" Eh!!??.. ini kekasihku mau di bawa kemana mah ?". Melepaskan kian


" Tentu saja membanya fiting baju pengantin lah.. ". Jawab girang isabel.


" Eh... Baju pengantin nyonya?". Kaget kian


Isabel menyerngitkan dahinya.


" Kok nyonya sih ... Panggil mama dong sayang... ".


" Eh.. ".


Kaget kian dan terharu dengan ucapa Isabel, sedangkan tristan sangat bahagia melihat mamanya yang menerima kian.


Leonart hanya geleng-geleng melihat istrinya yang tidak sabaran.


" Kan bulan depan kalian udah nikahkan ". Ucap nya santai..


" Eh.. jadi itu benar ?.. bukan cuma bualan?". Kaget Tristan dan juga kian


" Iya . Benar ... ". Timpal Leonart.


" Haha kalo gitu ayo kita pergi sayang... ". Ajak isabel ke Kian


" I... Iya... Nyo.. ".


" Hmmm ".


" Eh.. ma.. mama ". Jawab gugup kian.


Isabel terseyum melihat kian dan langsung saja menarik tangan kian keluar dari ruangan itu dan bergegas ke butik.


" Hahah mama ada-ada ajah.. ". Geleng-geleng Tristan.


" Yah... Itulah mama mu ". Ucap santai Leonart


BERSAMBUNG


Jangan lupa like, komen dan share ke teman-teman kalian yah.


Tinggalkan jejak kalian terus ..😊


Dukung terus karya ku dengan vote nya...


Stand by your phone...

__ADS_1


Let's go...


Happy reading 😋


__ADS_2