
Di butik..
" Silahkan nyonya... Anda masuk ke dalam, biar saya panggilkan madam red". Ucap pelayan di butik. Dan mempersilahkan isabel dan juga kian masuk.
Pelayan itu memang sudah sangat mengenal isabel, karena dia salah satu pelanggan VVIP disitu.
" Ayo sayang". Ajak Isabel
" Iya ma ". Jawabnya dengan mengangguk
Tap.. tap.. tap...
" Wah... Nyonya isabel... Anda datang kesini mau ambil baju pengantin yang sudah di pesan tiga bulan lalu?". Ucap tiba-tiba seorang laki-laki yang rada-rada ban**. Dengan membawa kipasnya untuk mengipas tubuhnya yang sama sekali tidak panas.
Dan baju yang menyerupai baju tradisional cina, dengan selendang di belakang nya, baju yang di pakainya serba warna merah maron beserta sepatu high heels yang juga berwarna merah dan rambut pendeknya.
" Wah... Madam red makin lama makin cantik ajah ". Puji isabel
' eh....!!!!? Ini cantik darimana nya... Dia bancikan atau crossdressing'. Kaget Kian melihat seseorang yang datang mendekat. Seorang laki-laki tapi berbaju wanita dan sedikit centil.
" Haha kau bisa ajah nyonya... Yah.. walaupun aku juga sadar kalo aku makin cantik heheh ". Dengan bangganya mengatakannya.
Dia melirik kearah Kian
" Eh.. ini siapa?... ". Mengangkat dagu kian menggunakan kipasnya.
Dia kemudian memperhatikan wajah Kian hingga seluruh tubuhnya di perhatikan.
Madam red kemudian melepas dagu Kian
" Hm... Cantik... Imut... Tinggi nya pas... Kulit seputih salju... rambut pirang lurus panjang yang bagus dan mata yang lebar!! ". Masih memperhatikan Kian
" Eh.. haha". Tawa canggung Kian
' ini kenapa lagi nih.. '.
Grep... Memegang pundak Kian dengan kedua tangannya.
" SEMPURNA..!!". teriak tiba-tiba madam red yang membuat Kian kaget.
" Eh... A.. apa?". Kian yang kaget langsung saja bertanya-tanya.
Ada apa nih... Kenapa dia tiba-tiba berteriak.. yah.. itu lah pertanyaan yang ada di pikiran Kian.
" Ya ampun.. madam... Gak usah teriak.. mantu ku jadi kaget kan ". Tegur Isabel
" Oh.. maaf nyonya.. aku hanya kaget dan terpesona melihat nya yang sangat sempurna dari segi penampilan. Dan aku yakin hatinya juga baik". Puji madam red.
" Pastilah.. dia kan mantu ku ". Bangga nya memperkenalkan Kian
" Wah... Jadi ini mantu nyonya?.. tuan Tristan sangat beruntung.. apalagi gaun yang kubuat. Juga pasti sangat beruntung... Bisa di pakai oleh orang secantik ini ". Lagi-lagi mengangkat dagu Kian menggunakan kipasnya.
Isabel langsung saja menepis kipas Madam red.
" Sudah... Mana gaun yang kupesan ". Mulai malas melihat tingkah madam red yang selalu saja menatap Kian dengan tatapan penuh arti dan selalu saja mengangkat dagu Kian.
Isabel tau jika... Madam red mulai tertarik dengan seseorang.. dia pasti akan mencoba mendapatkan orang itu bagaimana pun caranya.
" Oh.. hahah tidak perlu marah nyonya... Ayo lewat sini ". Membimbing Kian dan juga Isabel.
" Oh aku baru ingat... Nama mu siapa lady ?" Menatap Kian
" Eh.. haha... Nama saya Kian..mmm". Menjawab dengan gugup
" Madam red!... Panggil ajah madam red ". Mengedipkan sebelah matanya
" Haha iya madam red".
" Lisna ... Ambil gaun yang di pesan nyonya Isabel". Teriak madam red.
" Ayo duduk dulu.. " mulai duduk di sofa dan di ikuti Kian dan juga isabel.
" Ini madam... ". Lisna datang dan membawa gaun pengantin yang sudah dipesan Isabel.
Mata kian terbelalak melihat gaun putih itu...
Isabel terseyum puas dengan gaun pesannya yang sesuai dengan ekspektasi nya.
" Ayo sayang... Dicoba dulu gaunya ". Ucap Isabel
" Iya ma ". Mengangguk
__ADS_1
Dia pun mengikuti lisna ke ruang ganti
" Silahkan nona". Mempersilahkan kian untuk masuk, dengan senang hati... Kian mengikuti arahan Lisna.
Beberapa saat kemudian....
Srek...
Tirai penutup ruang ganti terbuka,
Tampak kian dengan balutan gaun pengantin yang serba putih itu keluar.
Mata isabel dan juga madam red terbelalak dengan penampilan kian.
" Wah... Lady... Kau sangat cantik... Sudah kuduga kau sangat sempurna". Mengeraskan sedikit suaranya.
Isabel melangkah ke arah Kian
" Kau sangat cantik sayang... ". Mengusap pipi Kian
Wajah Kian seketika memerah dan terharu akan calon mertuanya yang sangat baik dan perhatian itu. Bahkan ukuran tubuh Kian juga dia bisa tau.
" Ini semua berkat gaun yang di pesan kan sama mama ". Tersenyum manis dan memegang tangan isabel yang ada di pipi nya.
" Iya sangat cantik lady... Apa ini sudah bagus nyonya?". Tanya nya melihat isabel dan mendekat kearah kian.
" Iya sudah pas... Aku sangat puas". Ucap tegas.
*******
Selesai fitting...
" Kita ke supermarket dulu yah... Baru pulang". Ucap isabel
" Buat apa ma?".
" Mama pengen beli... Yah.. kau taulah... Urusan perempuan.. ". Melirik melihat supir yang membawa mereka adalah seorang pria.
" Oh... ". Mengerti akan ucapan isabel
Tidak berapa lama...
Mereka sampai di sebuah supermarket.
Sedangkan pintu mobilnya sudah dibukakan sama supir.
" Aku ikut ke dalam supermarket ajah ma ". Membuka pintu mobilnya sendiri.
Isabel mengangguk dan ikut turun mobil.
" Mama ke bagian sana dulu yah.. ". Tunjuk Isabel dan mendapat anggukan dari Kian.
Kian mulai jalan menelusuri setiap lorong di supermarket itu sambil melihat cemilan-cemilan kesukaannya.
Tiba-tiba...
Bruk...
" Ah.. ma.. maaf ". Ucap Kian.
Dia tidak sengaja menabrak seseorang
" Ah... Tidak papa, aku juga minta maaf". Balas lelaki itu.
" Eh... Pak galih ...". Ucap seketika Kian saat menyadari mengenal suara yang di tabrak nya itu.
" Wah... Kian... Kebetulan sekali". Girang galih melihat Kian
" Iya pak... Bapak mau belanja apa ?". Tanya kian basa basi
" Biasalah.... Bahan masakan ". Memperlihatkan tas belanja nya.
" Oh... ".
"Eh... Kian.., yang di muka mu itu bekas apa?". Melihat wajah Kian dan menunjuknya.
" Mana ?". Mencoba melihat nya tapi sia-sia.
Dia pun mengambil handphone nya yang berada di sakunya dan bercermin di dalam.
" Oh... Ini bekas bedak yang tadi ku pake di butik ". Membersihkan bekas yang ada di wajahnya.
__ADS_1
Kian memang tadi sempat mencoba make up yang akan di gunakan nya dalam pernikahan nya nanti.
" Butik?... Ngapain ke butik?". Heran galih.
Dia sangat tau, kalo Kian tidak terlalu suka kebutik apalagi memakai bedak yang tebal.
" Ah... Buat fitting baju pengantin". Jawab nya santai
" Memangnya siapa yang mau nikah". Mengangkat sebelah alisnya
" Aku..". Tanpa sadar Kian menjawab.
'( waduh... Kecoplosan... Gimana nih... Moga ajah pak galih gak marah atau kecewa)'.
Dengan sedikit keberanian Kian mencoba menatap wajah Galih.
Galih Membulatkan matanya.
" Wah... Jadi kau yang mau nikah... Kapan nikah nya?". Mencoba tersenyum walaupun di paksakan.
" Hmmm.. soal itu.. nanti aku kabarin ". Gugup Kian, apalagi saat melihat wajah pak galih yang tersenyum paksa.
" Oke... Aku pasti datang". Masih dengan senyuman manis di paksanya.
" Kian.. ". Sapa tiba tiba isabel, yang datang menghampiri Kian dengan membawa belanjaan nya.
" Ah.. mama.., udah mah?". Melihat kantong kresek yang di bawa isabel
" Udah... ".
" Eh... Siapa ini?... Ganteng banget ". Melihat kearah Galih
" Halo tante... Saya Galih,.. dosen Kian dulu". Memperkenalkan dirinya dengan senyuman nya.
" Tante ibunya Kian ?". Penasaran akan isabel yang kian panggil dengan sebutan mama
" Bukan... Aku calon mertua nya Kian ". Tersenyum ramah.
" Wah... Jadi ini nyonya Greyson ?.... Cantik banget... Kaya umur 25 an ". Walaupun dia terkejut... Tapi tetap melontarkan pujiannya.
" Ah... Bisa ajah ". Malu sendiri mendengar perkataan galih
" Eh... Tapi kalo kau sudah tau kalo aku nyonya Greyson... Berarti kau juga tau dong calon nya Kian ".
" Iya Tante..., Tristan dan aku berteman ". Tersenyum manis dengan nada penekanan nya.
' haha.... Teman dari Hongkong.... Pak galih hebat banget aktingnya'. Tersenyum canggung Kian mendengarnya.
" Wah... Bagus dong... Nanti kalo Kian sama Tristan menikah.., kau datang yah.. ".
" Baik tante... ". Menjawab tanpa ragu-ragu.
" Kalo gitu kami pergi dulu yah... Masih harus menyiapkan pernikahan Kian sama Tristan". Melihat jam di tangannya
" Hmm baik tante... ". Masih tersenyum
" Bay... Bay .. jangan lupa datang ". Berjalan pergi keluar supermarket
Kian hanya menundukkan sedikit kepalanya dan berlalu pergi.
' ha.... Rasanya sakit.. tapi gak berdarah. '. Mendesah Galih dalam batinnya saat melihat Kian dan juga Isabel pergi. Wajah yang tadi tersenyum seketika sirna bagai di bawa ombak.
Kian dan juga Isabel masuk ke dalam mobil dan.
Mereka langsung pulang ke kediaman Greyson...
Tidak ingin menunda lagi dengan rencana persiapan pernikahan anak dan mantunya.
Apalagi sebentar lagi... Jam makan malam.
Karena tadi terburu buru dan juga di landa kesenangan, isabel jadi lupa waktu.
Padahal Kian baru saja pulang dari kencannya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE DAN KOMENNYA YANG SEBANYAK-BANYAK, SERTA DUKUNG TERUS KARYA DENGAN VOTE NYA
stand by your phone
let's go
__ADS_1
happy reading