Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
36. KENCAN


__ADS_3

Tap.... Tap ... Tap....


" Oh... Darling.., kau sudah siap ?". Berbalik dan melihat Kian yang baru turun dari tangga


Mata Tristan terbelalak melihat penampilan Kian Sampai-sampai dia melamun melihat Kian dengan pakaian biasanya.


Kian berjalan turun tangga dan melihat Tristan yang sedang menatap nya.


Dengan rok transparan panjang sampai betis dengan rempel yang besar, lalu rok mini di dalamnya sampai lutut yang kelihatan. Serta baju kaos warna putihnya yang berlengan pendek, sepatu tren berwarna putih dan tak lupa pula dengan tas samping nya.


" Maaf menunggu lama ". Melihat Tristan


"Hmmm ada apa ?.... Kenapa melihat ku seperti itu?.. apa penampilan ku aneh ?". Melihat sekujur tubuhnya


Tristan tersenyum tipis


" Kau sangat cantik...., Setiap aku melihat mu mata ku seperti tidak ingin teralihkan dan selalu ingin menyembunyikan mu ". Ucap jujur Tristan


Tapi di anggap gombalan oleh Kian.


Wajah Kian menjadi merah


" Ayo.. cepat, nanti keburu makan siang ". Ajaknya dan melangkah duluan keluar rumah dan menuju mobil


Tristan hanya bisa menahan dirinya untuk tidak memakan kekasih nya itu, karna terlalu gemas dengannya.


Kian langsung masuk ke dalam mobil di sebelah mengemudi.


" Eh...?! Tung.., ". Ucap Tristan saat Kian akan masuk ke dalam mobil, tetapi di dahului oleh Kian yang sudah masuk ke dalam.


Tristan menghembuskan nafas panjangnya dan melangkah masuk ke dalam mobil di kursi pengemudi.


" Lain kali.... Jangan langsung masuk mobil ". Menarik sabuk pengamannya


" Memangnya kenapa?". Melirik melihat Tristan.


" Tunggu aku buka kan pintu dulu... Darling ". Mengelus pipi Kian.


" Hmmm tapi kan...".


" Pokoknya tidak ada tapi-tapi ". Meletakkan jari telunjuknya di bibir Kian


Kian hanya mengangguk, karna dia tau, tidak mungkin untuk nya menang dalam perdebatan dengan tuan serta kekasihnya itu.


Tristan pun melaju, entah lah.. kian sama sekali tidak tau, dia akan dibawa kemana oleh kekasihnya itu.


Sesekali Kian melirik, saat dia merasa mereka sudah lama berjalan.


' kita mau kemana yah... Tristan sangat tampan..., Aku masih belum percaya kalo orang setampan dia menjadi kekasih ku ' batinnya melihat Tristan


Tristan melirik sekilas ke kian dan kembali fokus mengemudi


" Apa kau tidak bertanya kita akan kemana?". tanya nya yang seakan-akan mengetahui isi pikiran kekasih nya itu dan Masih fokus melihat jalan


" Itu tidak perlu... Lagi pula aku percaya dengan mu ". Memperlihatkan senyum manisnya.


Tristan hanya membalas dengan senyuman nya juga.


' huufhh bukannya dia terlalu percaya Dengan ku...., Sabar .... Sabar... Tahan.... Jangan di makan sekarang.... Masih banyak waktu. Dia sama sekali gak ngerti perasaan ku nahan hasratku setiap melihat nya. Apalagi senyuman itu. Ahhhhhhhhkkk tahan..... '. Batin adu Tristan.

__ADS_1


Lama perjalanan akhirnya mereka sampai di salah satu bioskop terbesar di kotanya.


Kian yang hendak turun langsung di tahan Tristan.


" Darling.... Apa kau lupa dengan apa yang ku katakan tadi hmmm ". Mengangkat sebelah alisnya.


" Maaf... " Lirihnya menunduk.


" Hmmm tunggu disini yah.. ". Pergi keluar dan memutar lalu membukakan pintu untuk ratunya itu.


" Ayo darling... ". Mengulurkan tangannya


Kian menerima uluran tangan dari kekasihnya itu.


" Kita akan nonton film?". Melihat nama gedung bioskop besar yang ada di depannya.


" Seperti yang kau lihat". Menarik tangan Kian masuk ke dalam gedung besar yang ada di depannya.


" Kau duduk dulu disini yah... Biar aku beli tiketnya dulu. Jangan kemana-mana". Menunjuk tempat duduk yang ada di situ.


" Bagaimana kalo kita sama-sama saja ".


" Tidak perlu.... Biar aku saja ".


Kian hanya mengangguk.


Nampak Tristan yang sudah mulai mengantri.


Perempuan maupun laki-laki semuanya terpesona dengan ketampanan, kegagahan dan kharisma Tristan.


" Wah... Tampan banget.... ".


" Kekasih nya pasti beruntung punya laki-laki kaya dia ".


Bisik-bisik para karyawan maupun orang-orang yang ada di sekitar situ.


Tristan sama sekali tidak menggubrisnya dan hanya fokus melihat hp dan juga kadang-kadang dia melihat antreannya.


Seorang wanita di belakang Tristan sedari tadi hanya melihat Tristan dengan tatapan penuh arti.


" Hmm... Permisi... ". Sapa wanita sedikit berani dan malu-malu.


" Uhuuk... Permisi.. ". Sapanya lagi, karna sappaan yang pertama nya tadi tidak di gubris oleh Tristan.


Dan lagi-lagi kali ini juga sama sekali tidak di pedulikan oleh Tristan, hingga...


Grep... Wanita itu memegang lengan Tristan, dengan sigap Tristan langsung menarik tangannya.


Dengan tatapan tajam dan herannya, Tristan menatap wanita di belakang nya itu.


" Apa-apaan ini ?". Tanya tegas Tristan


" Ah... Maaf... Tadi aku panggil-panggil tapi kau tidak menyahut... Makanya aku pegang lengan mu... Maaf yah.. ". Ucapnya canggung


" Jadi?... Ada apa?". Sedikit menjauh


" Oh.. aku hanya ingin meminta no hp mu dan ingin tau nama mu. Itu pun kalo boleh ". Ucapnya malu-malu sambil menarik sedikit lengan baju Tristan


" Tidak boleh!". Jawab ketus Tristan mengalihkan pandangannya melihat antrean di depannya.

__ADS_1


" Eh!??.. kenapa...?". Melepas lengan baju yang di pegang nya tadi.


" Lihat-lihat... Haha kasian banget di tolak".


" Ganjen sih... ".


" Padahal lumayan cantik".


" Buat apa cantik kalo kelakuannya kaya p**a**r ".


Bisik-bisik orang -orang yang melihat kejadian itu.


Wanita itupun, tidak terima dan ingin memulai sesuatu.


" Akh.... ". Teriaknya dan jatuh menimpa Tristan, untung saja Tristan tidak jatuh, wanita itu hampir jatuh dan memegang lengan Tristan.


Tristan yang tanpa persiapan itu. Mau tidak mau lengannya harus jadi korbannya.


" Hei... Lepaskan !". Ucap tegas Tristan


" Hehe aku tidak akan melepaskannya". Bisiknya di telinga Tristan.


" Kau... ". Ingin menghempaskan wanita itu.


" Maaf nona... Apa kau bisa menjauh dari kekasihku ". Ucap tiba tiba Kian yang datang dan langsung menarik lengan Tristan dan melepas tangan wanita itu. Kian langsung saja memeluk lengan kekar Tristan.


" Ke.. kekasih?". Ucapnya gugup, dia takut dengan tatapan tajam Kian.


Tristan yang melihatnya hanya tersenyum tipis, melihat tingkah kekasih nya itu.


" Wah... Wanita cantik.. ".


" Kaya nya dia kekasih pria tampan itu deh ".


" Hahha coba lihat.. wanita yang tadi itu, kalah jauh cantiknya sama kekasih pria itu. Mana pake sok-sokan lagi... Ingin menggoda pria ".


" Hahaha kalo aku jadi pria itu... Mana mau aku di goda kaya dia tadi. Secara... Aku masih punya kekasih yang sangat cantik kaya gitu " .


" Ayo... Darling giliran kita yang beli tiket ". Memegang tangan Kian dan menariknya ke depan dan meninggalkan wanita tadi itu.


Wanita itupun langsung lari keluar dari gedung bioskop karna sangking malunya dia.


' huh!!... Seharusnya tadi aku gak perlu bawa Kian ke sini.... Lihat semua mata pria yang mau keluar itu. Gara-gara terpesona dengan kekasih ku ini '. Batin nya dan memelototi pria-pria yang melihat ke arah kekasihnya.


" Ayo kita pergi... ". Ajak Kian dan menarik tangannya masuk kedalam studio bioskop itu.


Setelah menonton....


" Kita pergi makan dulu yah.. ". Tarik tangan Kian


" Oke... Tapi kita makan di mana ?." Mengikuti langkah Tristan


" Kayanya disana ada cafe deh... Kita ke sana ajah yuk.. ". Ajak nya dan melangkah menuju cafe tersebut.


Kian hanya mengangguk dan mengikutinya.


BERSAMBUNG


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen nya yang banyak, serta dukung terus karya ku. vote nya jangan lupa 😋 hehe

__ADS_1


happy reading


__ADS_2