
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu.
Minal aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin 🙏. bagi yang menjalankan.
MAMPIR GUYS. NOVEL BARU NIH 😁.
GAK KALAH SERU, PASTI SENYUM-SENYUM SENDIRI.
...*My Wife The Mafia...
Apa jadinya jika seorang ketua mafia cantik di lamar oleh seorang ustadz tampan?
Gerilya Lyza Anataran seorang wanita cantik berumur 23 tahun dia seorang ketua mafia. wine, wanita, club, darah, dan mayat merupakan hal biasa baginya. Wanita yang sama sekali tidak mengenal agama walaupun Lyza beragama Islam. Bahkan Lyza sendiri tidak tahu kalau dirinya punya agama.
Tiba-tiba di lamar oleh seorang ustadz!!!!
" Hei... Pak ustadz apa kau bodoh? Oh tidak kau bukan bodoh lagi! Tapi sudah tidak waras! Ah aku tau kau dari planet lain kan. Your kidding me?! Kau tau siapa yang sedang kau lamar ini kan!! ". Ujar Lyza dengan wajah remeh dan senyuman mengejek.
" Saya serius. Saya memang datang baik-baik untuk melamar mu ".
...****************...
CUPLIKAN:
" Tidak! Aku tidak ingin menerima lamaran ini. Perjanjian? Itu hanya tentang masa lalu, dan tidak ada hubungannya dengan ku! ".
" Maaf nona Lyza, namun perjanjian tetaplah perjanjian ".
Brakkk...
Lyza menggebrak meja didepannya. " Hei... Apa kau benar-benar bodoh. Aku ini seorang ketua mafia loh. Otak mu kau taruh dimana!!! ".
Ares kembali tersenyum. Ia hanya bisa beristighfar di dalam hati. Otak?! Yang benar saja, sebenarnya Ares sudah kesal dengan makian Lyza. Cuman ia mencoba untuk tetap tenang dan sabar. Orang yang sedang di hadapan nya ini adalah seorang ketua mafia yang memang dimanja.
Ares duduk tegap. Ia menyilangkan kakinya dan tersenyum licik. Auranya tiba-tiba berubah menjadi dingin dan mengintimidasi, hal tersebut membuat ketiga orang disitu sedikit menciut, kecuali Lyza yang memang tak takut jika di intimidasi seperti itu. Ia bahkan membalas Ares dengan tatapan tajam. Walaupun Lyza sempat terkejut melihat perubahan hawa dan aura dari ustadz tampan di depannya.
'dia benar-benar seorang tuan muda dari keluarga Warrent'. Batin bersamaan Zean dan Pak Sam.
'woww apa-apaan ini. Apa pak ustadz ini bukan orang biasa!?'. Batin Sean. Sama halnya dengan ketiga orang disitu, ia juga terkejut.
" Ingat saya juga hanya di amanahkan janji ini dan saya harus menepati nya. Oh.. atau apakah nona Lyza takut? ". Mengangkat sebelah alisnya.
Lyza semakin mengunuskan tatapan tajamnya. " Takut? Kenapa aku harus takut! ".
__ADS_1
" Iyya, bisa saja kau takut dengan pernikahan ini dan takut jatuh cinta dengan saya? ". Tersenyum manis.
" Heh! Kenapa aku harus takut. Tak ada yang perlu di takutkan dengan sebuah hubungan, oh.. apa jangan-jangan kamu sengaja mengatakan hal ini, karena sudah jatuh cinta dengan ku!? ". Sama, ia juga mengangkat sebelah alisnya. Gaya duduk Lyza dan juga Ares mirip. Cuman tatapan mata mereka yang berbeda.
'oh.. rupanya dia memang seorang ketua mafia'. Tidak di sangka Lyza sama sekali tidak bergeming melihat perubahan yang di berikan Ares.
" Hhhh kalo kamu tidak takut, kenapa menolak keras perjodohan ini? Dan untuk jatuh cinta. Entahlah bisa jadi saya memang sudah jatuh cinta dengan anda! ". Terkekeh dan tersenyum mengejek.
" Apa!!! Jangan bercanda seorang Lyza tidak akan takut apapun ". Lyza semakin tersulut emosi. Takut?! Heh kata-kata itu tidak ada dalam kamus Lyza.
" Jadi, kenapa kamu menolak perjanjian perjodohan ini! Bagaimana kalo saya beri usulan. Yah tergantung nona Lyza, mau menerima atau tidak ". Mengangkat kedua tangannya setinggi bahu, seolah tak tahu apa-apa. Namun senyuman yang di berikan nya tetap membuat Lyza emosi.
" Baiklah, katakan usulan mu ". Ujar Lyza dingin
'berhasil!'. " Bagaimana kalo kita taruhan? ".
Lyza menyerngitkan dahinya. " Taruhan? Kau yakin, aku Sangat hebat dalam hal keberuntungan ".
" Iya.. kita tetap akan menikah sesuai janji tersebut. Tiga bulan! Jika dalam tiga bulan di antara kita ada yang menyatakan cinta terlebih dahulu, dia yang kalah ". Menaikkan tiga jarinya.
Lyza tampak berfikir. Menikah? Ah.. sesuatu yang sangat di benci Lyza. Namun, jika ia menolak sudah dipastikan pria di depannya ini akan menganggap Lyza takut, mau di simpan dimana harga diri seorang Lyza.
" Baiklah aku terima! ". Tersenyum licik. 'menyatakan perasaan? Heh! Itu tidak mungkin bagi ku!'.
'berhasil. Maaf ya Allah hamba telah mempermainkan pernikahan seperti ini, semoga kedepannya akan berjalan lancar'.
" Syarat? Hei.. enak saja, aku sudah berbaik hati menerima tantangan mu, kenapa malah jadi ada syarat nya ". Lyza benar-benar dibuat kesal dengan ustadz tampan di depan nya.
Ares menarik ujung bibirnya. " Apa kau takut? ".
Lyza yang mendengarnya dibuat geram.
" Hei.. Nyonya Lyza tak akan takut! Terima saja nyonya ". Sahut Sean yang ikut geram melihat Ares. Siapa Ares boleh menghina dan merendahkan Nyonya nya.
Lyza tak melihat Sean, ia masih setia menatap Ares. Benar apa yang dikatakan Sean ia bukan orang yang dapat di hina dan direndahkan begitu saja. Walaupun sedikit tak terima, namun untuk mempertahankan harga diri Lyza pasti akan menerimanya.
Walaupun Lyza dan juga Sean sama-sama polos jika harus dihadapkan dengan situasi keaadan luat dunia, namun dalam hal menyiksa kedua orang itu jagonya.
Ares memperhatikan Sean dan Lyza, kedua orang ini bukannya terlalu polos dan gampang ter- provokasi?. Ares melirik melihat Zean dan Pak Sam. Zean yang tampak tenang bahkan memberikan wajah datar membuat Ares bertanya-tanya!.
Dari informasi yang di dapatkan Ares. Zean dan Sean merupakan anak yatim yang di adopsi oleh tuan Aran.
" Ck baiklah katakan syaratnya ".
__ADS_1
Ares tersenyum menang. " Gampang. Saya akan memberikan tiga peraturan untuk nona Lyza, sebaliknya anda juga memberikan tiga peraturan untuk saya. Dan ingat! Peraturan itu harus di tepati. Jika tidak maka akan di anggap kalah, ohh dan tentu saja yang kalah adalah pecundang ". Mengangkat sebelah alisnya. Ia benar-benar terhibur Melihat tatapan tajam Lyza.
" Cuman seperti itu? Baiklah katakan apa syarat mu ".
" Baik yang pertama kamu dilarang melakukan transaksi ilegal selama tiga bulan. Yah selama kita menjalani kehidupan rumah tangga ". Ucap Ares.
" Baiklah. Lanjutkan ". Santai Lyza. Ia sama sekali tak keberatan, lagi pula transaksi yang biasa ia lakukan berjalan sekitar enam bulan sekali atau tiga bulan sekali, untuk menghindar dari anjing-anjing pemerintah.
'oh.. dia nampak tak ada beban'. " Yang kedua jangan pernah ke club untuk bermain wanita dan wine ". Katanya lagi.
" What!! Apa maksudmu aku tidak bisa minum wine! Hei... Orang bodoh mana yang bisa tahan tak minum wine ". Jika untuk tidak bermain wanita, akan dengan senang hati Lyza menurutinya. Lagi pula ia bermain wanita selama ini hanya karena kesepian dan melampiaskan hasratnya yang tak terpengaruh saat bersama pria.
Namun jika harus di larang minum wine?! Oh.. maaf saja Lyza tak akan terima. Wine adalah obat satu-satunya dia untuk melupakan hiruk pikuk dunia ini. Bagaikan sebuah obat terlarang, itulah fungsi wine bagi Lyza.
" Seharusnya itu gampang untuk seorang nona Lyza bukan? ". Tampang Ares sungguh membuat Lyza ingin menembak mati ia di tempat.
Lyza nampak berfikir. " Baiklah aku setuju ".
" Yang ketiga sangat gampang. Kamu hanya harus menjaga sopan santun mu di depan keluarga ku ".
" Kenapa aku harus melakukannya? Bukannya kalian yang memutuskan akan menikahiku. Jadi untuk apa aku harus sopan ".
" Tentu saja kau harus sopan, walau bagaimanapun kedua orang tua saya akan menjadi mertua mu. Yang artinya mereka juga akann menjadi kedua orang tua mu ".
" Ck terserah. Itu saja kan? ". Dan Ares mengangguk.
" Sekarang giliran mu. Tapi ingat! Jangan pernah melarang saya menjalani peraturan agama saya apalagi menyuruh saya untuk tidak mengikuti kata-kata tuahan saya! ".
" Aku tahu ". Singkat Lyza.
Lyza nampak berfikir. Entahlah ia tidak tahu harus memberikan syarat apa pada pria di depannya ini. Informasi ustadz tampan di depannya terlalu minim, ia terlalu meremehkan nya.
" Aku akan mengatakan nya setelah kita menikah ".
" Baiklah terserah kamu ". Tersenyum manis
" Kau tidak keberatan? ".
" Tentu tidak, selama hal itu tak keluar dari ajaran agama saya. Maka akan saya terima ". Ujar Ares dengan senyuman manis
Lyza tersenyum sinis. " Heh! Sepertinya kau sangat percaya akan tuhan mu ".
" Tantu saja ". Mantap Ares, membuat Lyza memutar bola matanya.
__ADS_1
Hanya orang-orang lemah yang percaya dan bergantung pada tuhan. Pikir Lyza, namun melihat orang di depannya membuat keyakinan ia menjadi sedikit goyah.
langsung klik profil ku ajah 😙✌️