Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
24. BERBOHONG


__ADS_3

Sayup-sayup mata Tristan terbuka dan melihat pemandangan yang tidak asing baginya yaitu langit-langit kamarnya.


Dia terbangun dari tidurnya


"Ah ... Kenapa gw bisa di kamar gw?". Ucap Tristan kepada dirinya sendiri


"Nih pala pusing banget". Ucap Tristan yang memegang kepalanya sambil memijat-mijat nya.


"Apa yang terjadi pada gw yah.. kalo gak salah, abis minum.. gw ke toilet trus.. apa yah?". Tanya Tristan yang sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi


Klek ...


Suara pintu terbuka terlihat sosok wanita berjalan mendekati Tristan


"Anda sudah sadar tuan?". Ucap Kian yang tiba-tiba muncul sambil membawa bubur


"Ini tuan... Silahkan di makan bubur nya". Lanjut Kian dan menyerahkan bubur yang di pegang nya ke Tristan.


Tristan menyambut bubur yang di berikan Kian.


"Apa yang terjadi pada ku?". Tanya Tristan menyuapkan makanan nya ke dalam mulutnya


"Saya juga kurang tau tuan... Karena Pak asisten yang membawa tuan ke sini dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri". Jawab Kian berbohong.


"Alex?".


"Panggil Alex kemari". Ucap Tristan dan diangguki oleh Kian.


Kian pun bergegas memanggil Alex yang ternyata sudah dari tadi berada di depan pintu kamar Tristan tengah menguping pembicaraan Kian dan juga Tristan.


"Pak asisten giliran mu". Ucap Kian


"Ingat yah pak.. kesepakatan kita". Lanjut Kian dengan berbisik


"Baiklah.. ". Jawab Alex dan melangkah masuk ke dalam kamar Tristan dan di ikuti oleh Kian


' tuan... Kenapa cewek tuan kejam banget yah.... Ampe mati kata aku di buatnya '. Batin Alex


Flash back on


Tap.. tap.. tap..


"Ada apa ini nona Kian?... Apa tuan Tristan baik-baik saja?". Ucap tiba-tiba Alex yang langsung muncul setelah di telepon oleh Kian


"Tuan Tristan sekarang sedang di periksa dokter Johan". Jawab Kian


"Memangnya apa yang terjadi pada tuan Tristan?". Tanya Alex


"Dia mabuk setelah dari club... Yah .. Tapi bukan itu saja. Tuan Tristan tidak akan mabuk dan tidak sadarkan diri begitu saja". Jawab Kian


"Jadi.. cerita detail nya bagaimana?". Tanya kembali Alex


"Kau tidak perlu tau..". Balas Kian cuek


"Memangnya kenapa?". Tanya lagi-lagi Alex


"Aku kan sudah bilang tidak perlu di permasalahkan!!! ". Ucap Kian


"Ohh atau apa kau punya pendapat lain?". Lanjut Kian yang sudah menyebarkan hawa membunuhnya


"Eh ... Haha ti.. tidak... Tidak! Saya sama sekali tidak berani". Jawab Alex gugup


' menakutkan... Tolong... Siapa saja hiks.. hiks...'. Batin Alex


"Sudahlah... Aku memanggil mu untuk membuat kesepakatan". Ucap Kian

__ADS_1


"Kesepakatan?".


"Kesepakatan apa nona Kian?". Tanya Alex


"Nanti... Saat tuan Tristan sadar dan dia bertanya apa yang terjadi... Kau harus jawab kalo tuan Tristan mabuk dan kau yang menjemput nya". Ucap Kian


"Eh.. ta..". Alex


"Kalo kau tidak bersedia aku akan bilang ke tuan Tristan kalo kau meninggalkanku di tengah jalan". Ucap Kian yang memotong kata-kata Alex


"Haha baik... Pasti ku laksanakan". Ucap pasrah Alex sambil menggaruk telungkup nya yang tidak gatal


' nasib jadi asisten tuan Tristan. aku yang gak tau sama sekali kok di bawa-bawa sih..'. batin Alex


"Baguslah.. kalo begitu". Ucap Kian


Flash back off


"Ada apa tuan?". Tanya Alex


"Apa yang terjadi pada ku?". Ucap Tristan


"Saat saya hendak menjemput tuan... Saya melihat anda sudah mabuk dan tidak sadarkan diri di luar club". Jawab Alex berbohong


"aku tidak pernah menyuruh mu untuk menjemput ku". tanya Tristan dengan pandangan curiga


Alex yang mendapati dirinya di pandangai seperti itu langsung berkeringat dingin.


"saya yang menyuruhnya tuan.. karena saya khawatir dengan tuan". jawab tiba-tiba Kian


' huf... selamat..'. batin lega Alex.


"Oh.. begitu yah". Ucap Tristan


"Kau kenapa lex..? Kok keringat dingin?". Lanjut Tristan


' hiks... Hiks.. apa yang harus ku lakukan. Kalo tuan Tristan tau aku berbohong pasti habis aku. Tapi kalo sekarang aku gak bohong sama saja pasti habis juga aku hua.... Oh Tuhan tolong lah aku hiks..'. Batin Alex


Tak lama kemudian dokter Johan pun masuk


"Ini tuan muda Tristan obatnya". Ucap dokter Johan dan memberikan obat yang di pegang nya kepada Kian


"Dokter Johan . . . Kenapa dokter bisa ada disini?". Tanya Tristan


"Saya di telepon sama nona Kian tadi". Jawab Dokter Johan


"Oh.. begitu yah". Tristan


"Iya tuan.. kalo begitu saya permisi dulu". Ucap Dokter Johan


"Iya. Maaf sudah mengganggu waktu istirahat dokter". Ucap Tristan


"Itu tidak apa-apa, lagi pula ini memang tugas saya". Jawab Dokter Johan


"Kalo begitu saya permisi". Ucap kembali Dokter Johan dan di angguki oleh Tristan


"Tuan... Biar saya bawa ke belakang mangkok kosong tuan". Ucap Kian


Dan mengambil mangkuk yang ditangan Tristan


"Kalo begitu saya juga permisi, sebaiknya anda istirahat dulu tuan". Ucap Kian


"Karena tuan Tristan akan istirahat... Kalo begitu saya juga permisi tuan". Ucap Alex


"Baiklah... Kepala ku memang masih sedikit pusing". Ucap Tristan

__ADS_1


Kian dan juga Alex meninggalkan kamar Tristan.


"Sebenarnya apa yang terjadi yah... Terlihat sekali kalo tadi Alex tuh berbohong". Ucap Tristan kepada dirinya sendiri


"Ah... Sudahlah". Ucap kembali Tristan dan kembali tidur


Keesokan paginya


Drt .. drt... Drt...


Suara ponsel Tristan tiba-tiba berbunyi membuat nya terbangun dari tidurnya.


Di ambilnya ponsel itu di nakas. Dan melihat nya .


"Andi..". Gumam Tristan


"Halo ndi... Kenapa?". Tanya Tristan


"Wah... Parah lu Tris". Ucap Andi di seberang


"Emangnya kenapa?". Tanya Tristan


"Lu kemana ajah semalam Tris..?". Tanya Alex dari seberang "pergi toilet kok gak balik-balik". Lanjut Andi


"Oh.. sorry.. gw mabuk trus di jemput ama Alex". Jawab Tristan


"Lu gak apa-apa kan?... Habis gw kalo lu sampe kenapa-napa". Ucap Andi


"Gw gak apa-apa... Tapi lain kali gak usah di club kalo pengen ketemuan". Ucap Tristan


"Hehe oke oke". Jawab Andi


"Udah.. ah!! Gw pengen siap-siap nih". Ucap Tristan


"Emangnya lu mau kemana?.. ini kan hari Minggu". Tanya Andi


"Yah.. mau sarapan lah". Ucap Tristan


Dan tanpa aba-aba Tristan langsung menutup teleponnya


Tut... Tut.. tut...


Tristan bangun dari tempat tidur nya. Lalu mandi dan turun


"Bi... Mama kemana?". Tanya Tristan yang tidak melihat Isabel di meja makan, padahal biasanya dia sudah ada duluan.


"Nyonya sedang ke luar kota bersama tuan besar, tuan". Jawab pelayanan itu


"Oh.. iya.. iya.. kemarin Kian kayanya bilang sama aku deh". Gumam Tristan


"Pagi tuan Tristan". Sapa Kian


"Oh pagi.. apa yang kau lakukan?". Tanya Tristan yang melihat Kian sedang membawa nampan makanan ke meja makan


"Saya sedang membantu bibi menata makanan". Balas Kian dan menaruh nampan itu ke meja


"Oh... Kalo begitu ayo kita sarapan sama-sama". Ucap Tristan dan di angguki oleh Kian


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN.


DENGAN LIKE DAN KOMENNYA YANG SEBANYAK-BANYAK NYA.


DAN JANGAN LUPA DUKUNG TERUS KARYA KU YAH... DAN SHARE JUGA

__ADS_1


HAPPY READING 😘


__ADS_2