Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
25. WANITA... WANITA..


__ADS_3

2 bulan sudah berlalu saat kejadian di club dan Tristan sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi.


Di ruang keluarga


"Tris ... Kapan nih kamu bawa calon mantu Mama". Tanya Isabel


"Mah... Aku masih sibuk... Gak ada waktu buat mikirin yang kaya gitu". Jawab Tristan sambil menyeruput kopi nya


' yaelah Tris ... Gak ada waktu!!... Padahal setiap hari ngegoda Kian'. Batin Isabel


"Aish... Padahal umur mu udah mau kepala 3 loh. Semua teman-teman mama udah pada punya cucu... Masa mama menantu ajah gak ada". Ucap Isabel memonyongkan bibirnya.


"Mah... Mah... Jangan di monyong - monyong ngin bibirnya entar kecium ama lalat loh hehe". Ucap bercanda Tristan


"Ish... Anak nakal... Mau mama pukul nih". Kata Isabel lalu menarik telinga Tristan


"Aduh mah... Sakit.. sakit.. lepasin Dong mah.. kalo ada yang liat kan malu". Ucap Tristan


"Biarin ajah. Huh!!". Jawab Isabel kesal tapi tetap melepas tangannya dari daun telinga Tristan.


"Nyonya... Tuan muda .. ada seorang wanita di depan katanya ingin bertemu dengan tuan muda". Ucap tiba-tiba pak Lim.


"Seorang wanita?... Siapa dia Tris?". Tanya Isabel


"Gak tau juga mah". Jawab Tristan


"Aku gak kenal". Lanjut Tristan


"Pak Lim coba tanya namanya siapa?". Perintah Isabel dan di angguki oleh Pak Lim


Tak lama kemudian Pak Lim pun masuk dan ironisnya dia masuk dengan wanita itu.


Tristan yang melihat itu pun mengerutkan keningnya.


' siapa dia?.... Kok kaya gak asing?'. Batin Tristan


Isabel yang melihat gadis itupun ikut mengerutkan keningnya.


"Apa yang kau lakukan pak Lim... Saya tidak menyuruh anda untuk membawa nya masuk". Ucap Isabel. Dia tidak menyukai wanita seksi yang ada di depan nya.


"Maaf nyonya... Nona ini mengatakan kalo". Jawab Pak Lim gugup


"Perkenalkan tante saya Amel. Saya datang kesini untuk meminta pertanggung jawaban tuan Tristan". Ucap tiba-tiba gadis itu yang memotong perkataan Pak Lim.


Semua orang yang mendengar nya pun terbelalak dengan pengakuan wanita itu.


"Apa maksud mu!!... Aku bahkan tidak mengenalmu!!". Ucap Tristan tegas dengan berteriak


"Hiks.. hiks.. apa maksud anda tuan Tristan. Padahal 2 bulan lalu anda memaksa saya melayani anda waktu di club hiks.. hiks..". Jawab Amel yang sudah menetaskan air matanya. Yah.. bisa di bilang itu air mata yang cukup deras


' 2 bulan lalu.. di club?... Apa mungkin aku memang melakukan nya. Tidak!! Itu tidak mungkin aku tidak mungkin tergoda dengan wanita lain... Kecuali Kian. Lagi pula belum ada bukti tentang itu'. Batin Tristan


Isabel yang melihat putranya berfikir keras dia pun berbicara.

__ADS_1


"Aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan!!... Aku masih percaya pada putraku". Ucap Isabel


"Apa maksud anda tante... Walaupun tuan Tristan tidak mengakui ku. Setidaknya dia harus mengakui anak kami yang sedang ku kandung". Jawab Amel dengan linangan air matanya.


"Apa maksud mu... Bicara seperti itu. Aku sudah bilang kalo aku sama sekali tidak pernah menidurimu". Ucap Tristan


"Panggil Kian kemari". Perintah Isabel dan Pak Lim pun pergi memanggil Kian


'( hahahaha rasakan itu Tristan... Siapa suruh kau mendorong dan menolak ku waktu di club)'. Batin Amel yang menangis di luar tapi tertawa di dalam.


"Tristan kau urus masalah mu sendiri!!.... Kau membuat ku pusing saja". Ucap Isabel dan meninggalkan tempat itu.


"Baik mah... Kaya gak kenal aku ajah". Ucap Tristan.


Tristan pun berdiri dan sepertinya menelpon bawahannya.


Tak lama kemudian Kian masuk bersama Pak Lim dan juga Alex


Terlihat seorang wanita tengah menangis di lantai sedangkan Tristan sama sekali tidak menggubrisnya.


' apa-apaan ini... Siapa wanita ini?'. Batin Alex


' hmmm bukannya ini wanita yang mencoba merayu tuan Tristan yah.. apa yang dia lakukan disini. Malah nangis lagi'. Batin Kian


"Ada yang bisa saya bantu tuan?". Ucap Kian


' mama.. mama.. ngapain coba tadi manggil Kian'. Batin bingung Tristan


"Dan.. dia..?". Ucap kembali Kian


' siapa wanita cantik ini... Apa dia pacar Tristan. Sepertinya tidak dia memanggil Tristan dengan sebutan tuan'. Batin Amel


Amel pun bergesot mendekati Kian dan memeluk kakinya.


"Mbak... Tolong jelasin ke tuan Tristan agar dia mau mempertanggung jawabkan anak yang sedang saya kandung". Ucap Amel


"Kalo mbak.. pasti ngerti kan perasaan ku sebagai wanita". Lanjut nya.


' apa-apaan dia... Tuan Tristan sangat bertanggung jawab. Tidak mungkin menelantarkan anaknya begitu saja kan'. Batin Kian


"Hei!!... Apa maksud mu!! Lepaskan tangan kotormu itu". Teriak Tristan


"Sudahlah tuan.. kita dengar dulu penjelasan dari dia". Ucap Kian yang melepaskan kakinya dari pelukan Amel dan menyingkir sedikit menjauh.


"Baiklah kalo itu mau mu". Ucap Tristan


' apa dia tidak cemburu apa!!... Sudahlah kita lihat saja dulu bagaimana caranya menyelesaikan ini'. Batin Tristan


Amel tersenyum tipis


' haha habis kau kali ini Tristan!!... Kekayaan mu akan jadi milikku'. Batin licik Amel


"Begini... 2 bulan yang lalu tuan Tristan pergi ke club. Dia mabuk dan memaksaku berhubungan dengan nya... Aku yang tidak bisa manahan kekuatannya pun terpaksa harus memberikan keperawananku. Dan sekarang aku sedang mengandung anaknya". Ucap panjang lebar Amel

__ADS_1


' hah!!.. keperawanan. Cewek malam kaya situ masih perawan. Lucu sekali anda.... Lihat saja aku membereskan mu'. Ucap Tristan yang sangat kesal dengan penjelasan Amel


' kalo tidak salah 2 bulan lalu.. waktu tuan Tristan mabuk kan. Sebenarnya apa yang terjadi waktu itu'. Batin histeris Alex


Dia pun melirik Kian. Alex terbelalak melihat Kian yang menatap gadis itu dengan tatapan jijik.


' dasar cewek murahan!!... Aku melihat dengan mata ku sendiri kalo tuan Tristan menolak mu dan mendorong mu '. Batin Kian kesal


"Kian coba kau periksa apa dia benaran hamil".


Perintah Tristan dan diangguki oleh Kian.


Kian melangkah mendekati Amel. Dia berjongkok dan hanya bertumpu pada satu lututnya.


Kian mengambil pipi Amel dan mencapitnya menggunakan satu tangan nya.


"Gadis cantik... Biar aku periksa yah". Ucap Kian dengan nada manis tapi tatapan yang tajam membuat Amel ketakutan dan tidak bisa berkata-kata.


Setelah Kian memeriksa.


"Benar tuan dia memang hamil dan sepertinya sudah 4 minggu". Ucap Kian dan langsung berdiri kembali.


"Begitu yah". Ucap Tristan dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Sudahlah... Kian tolong kau antar dia ke bawah". Ucap Tristan


"Biarkan dia beristirahat". Lanjut Tristan dengan tatapan licik nya.


"Baik tuan". Balas Kian dengan senyum manis licik nya juga.


' eh.. eh.. eh.... Apa-apaan ini!! Apa maksud dari tatapan mereka berdua!!... Sudahlah habis nih cewek. Aku turut berduka'. Batin Alex.


' hahah sebentar lagi aku akan jadi nyonya kaya'. Batin Amel


Kian mengambil tangan Amel dan langsung menyeretnya keluar.


"Au.. tunggu kau menyakiti tangan ku". Adu Amel tapi tidak membuat Kian berbelas kasih.


Sedangkan Pak Lim hanya bisa tersenyum melihat nya.


' sudah lama tidak melihat kekejaman tuan muda dan juga nona Kian. Ini akan jadi menarik'. Batin Pak Lim dan ikut bersama Kian.


"Alex... Pergi selidiki wanita itu.. asal usul nya dan juga apa saja yang di lakukan nya selama 2 bulan terakhir". Perintah Tristan


"Apa tuan percaya dengan apa yang dikatakan nya?... Menurut saya itu adalah kebohongan". Ucap Alex


"Tenang saja aku juga tau... Kau hanya perlu mengikuti apa yang ku perintah kan". Ucap Tristan


"Baik tuan". Jawab Alex dan pergi meninggalkan ruangan itu.


' kita liat saja siapa yang berani mengusikku akan ku beri pelajaran. Baik perempuan maupun laki-laki'. Batin Tristan dengan senyuman sinisnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. dengan cara like dan komen nya. dukung terus karya ku yah.


happy reading 😍


__ADS_2