Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
10. TUGAS PERTAMA


__ADS_3

Klek...


Pak Lim membukakan pintu kamar Kian.


"Ini kamarmu nak Kian". Masih memegang ganggang pintu.


"Iya pak". Ucap Kian dan melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar.


"Kalo gitu saya permisi dulu". Ucap Pak Lim sambil menutup pintu dan melangkah kan kakinya pergi dari kamar Kian


"Wahhh besar banget" ucap Kian takjub melihat isi kamar nya.


Kian berjalan menuju kasur sambil memegang kasur nya.


"Ini beneran kamar buat pengawal?". Ucap Kian heran.


Kian melangkah kan kakinya menuju kamar mandi. Setelah mandi Kian membuka lemari, lagi-lagi Kian di kejutkan dengan isi yang ada di dalam lemari. Yah.. isi di dalam lemari itu adalah baju wanita yang sangat banyak.


"Banyak banget...." Takjub Kian.


"Kata pak Lim ini buat Kian semua kan.. tadi". Ucap Kian mengingat ucapan Pak Lim tadi.


Kian mengambil satu piyama dan memakainya, lalu Kian pun tidur


**********************


Pagi harinya


Tok.. tok.. tok..


Suara pintu kamar Tristan berbunyi, membuat Tristan yang sudah rapi dengan pakaian SMA nya keluar dari kamarnya dan mendapati Kian yang tengah berdiri dengan memakai pakaian biasa yang membuat Tristan takjub dengan kecantikan Kian.


"Selamat pagi tuan Tristan". Ucap Kian dengan menunduk


"Hmmm pagi...". Jawab Tristan dengan muka memerah tapi tetap datar


Tristan melangkah kan kakinya turun ke lantai pertama untuk sarapan, Kian hanya mengekor mengikuti Tristan.


Di meja makan


"Kian sini nak duduk di dekat Tristan, kita sarapan bersama". Ucap Isabel


"Ehhh tidak nyonya, saya tidak pantas untuk duduk di meja makan bersama majikan saya". Tolak Kian


Semua pelayan disitu hanya tersenyum melihat kesopanan Kian.


"Duduk Kian, ini perintah!!". Ucap tegas Leonart.


"Baik Tuan besar, kalo itu perintah saya akan menurutinya".


Kian menarik kursi di meja makan dan duduk di samping Tristan


Tristan ternganga melihat tingkah Kian yang langsung menurut saat dikatakan perintah, tapi dia tetap bisa menyembunyikan ekspresinya saat ini.


Para pelayan dan Isabel menahan tawanya melihat tingkah Kian itu


"Umur Kian udah berapa nak". Tanya isabel lembut sambil memakan makanannya


Kian melirik melihat Isabel "15 nyonya". Jawab Kian singkat


"Berarti cuman beda 3 tahun ajah yah ama Tristan". Ucap Isabel ."hehe bagus deh". Gumam nya tapi tetap masih bisa terdengar.

__ADS_1


"Ma .. kalo makan gak usah banyak bicara". Tegur Leonar ke istrinya untuk membuat istrinya itu diam, agar tidak kecoplosan dengan rencananya.


"Hehe oke papaku sayang..". Jawab Isabel dengan mengedipkan sebelah matanya.


Semua orang di ruang makan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku nyonya Greyson itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Epilog


Setelah sarapan bersama, Tristan meninggalkan meja makan menuju parkiran mobil karena supir sudah menunggu dan di ikuti oleh Kian.


Saat sudah sampai di depan mobil Tristan menghentikan langkahnya membuat Kian juga berhenti.


Tristan membalikkan badannya sambil melipat kedua tangannya di dadanya menatap Kian datar.


Kian mendongak "sampai tuan Tristan selamat ke sekolah". Jawab Kian datar.


"Haiiisss ... Ini pasti permintaan papa nih". Ucap Tristan memutar bola matanya.


Kian diam dan tidak menjawab. Tristan melangkah kan kakinya masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Kian yang juga ikut masuk kedalam mobil dan duduk di samping Tristan


Deg


Deg...


'ini apa-apan sih jantung gw kek pengen copot ajah... Oke.. tenang.. tenang.., dia ajah bisa kuasai mode datarnya, masa gw enggak'. Batin Tristan


Di dalam mobil


"Situ kenapa pengen jadi pengawal gw". Tanya Tristan yang mengubah gaya bicaranya.


Kian mengerutkan keningnya


"Karena Tuan besar Leonart yang meminta saya, apalagi setelah perang usai, saya sudah tidak punya tempat tinggal lagi dan Tuan besar Leonart yang memberikan saya tempat untuk tinggal". Jawab Kian datar.


"Ohh.." singkat nya. "Situ kenapa pengen jadi tentara, padahal belum cukup umur apalagi situkan cewek". Tanya lagi Tristan


Lagi-lagi Kian mengerutkan keningnya dan menjawab. "Tuan Tristan bukan nya saya ingin mengatur tuan, tapi untuk menjaga kehormatan Tuan besar Leonart, sebaiknya anda tidak berbicara dengan gaya yang seperti itu". Ucap Kian


"Dan untuk pertanyaan anda tadi, saya hanya akan menjawab bahwa untuk merubah kehidupan diperlukan yang namanya pengorbanan". Jelas Kian


"Gw cuman suruh jawab.. malah bilang yang enggak-enggak". Kesal Tristan, karena pertanyaannya malah di jawab dengan nasehat dan jawaban yang tidak jelas menurut nya.


"Udah lah... Gak usah bicara lagi..". Kesal Tristan

__ADS_1


Kian hanya menganggukkan kepalanya.


Lama perjalanan akhirnya sampai di sebuah sekolah elit yang hanya berisikan oleh orang-orang kaya saja.


Kian turun dan membukakan pintu mobil untuk Tristan "silahkan tuan". Ucap Kian dengan datar seakan-akan tidak ada yang terjadi diantara keduanya tadi.


Tristan turun dengan kesal tanpa memperdulikan Kian.


"Saya akan datang menjemput anda setelah anda pulang sekolah tuan". Teriak Kian


Tristan mengangkat tangannya sambil berjalan menjauh dan membelakangi Kian.


"Iya.. iya..". Jawab Tristan dengan suara datar tapi dengan muka yang memerah. Dia merasa bahwa mungkin saja kalo dia sudah memiliki kekasih, mungkin rasanya akan jadi seperti yang dia rasakan saat ini.


Kian diam menatapi punggung tuan nya hingga hilang.


Kian masuk kedalam mobil dan pulang ke kadiaman Greyson yang kini menjadi tempat nya untuk pulang.


Di sisi lain


"Woi bro.. siapa tuh tadi yang ngantarin cantik amat, kenalin ke gw dong". Ucap seorang pria yang langsung merangkul bahu Tristan saat pertama kali melihatnya.


"Apaan sih lu ndi... gak usah kecentilan deh". Kesal Tristan, entah mengapa dia tiba-tiba marah dan kesal saat mendengar perkataan Andi sahabatnya itu.


"Hehe emang gw cwek yang suka tebar pesona ama kecentilan". Kekeh Andi


"Ehh lu gak sadar yah... Lu kan versi cwok nya Ndi... Hehehe". Balas Tristan dengan kekeh nya.


"Isss jawab ajah napa...".kesal Andi. "Benaran deh cantik banget gilaa... Kenalin ke gw dong Tris". Jelas Andi


"Lu yahh kalo udah liat yang bening-bening ajah, matanya tuh udah mau keluar ajah hehe". Kekeh Tristan


"Lagian gw juga gak mau lu dekat-dekatin penghuni rumah gw yang baru itu, lu kan playboy. Mentang-mentang udah cakep dikit ajah, langsung lirik sana lirik sini tuh mata". Ejek Tristan. Yah benar saja Andi sahabatnya itu sangat playboy, setiap bulan perempuan yang dia ajak kencan dan dipacari itu berbeda-beda dan setiap malam dia selalu hadir di club malam layaknya absen disekolah. Berbeda halnya dengan Tristan yang tidak pernah berpacaran, bukan dia tidak laku hanya saja Tristan tidak terlalu tertarik dengan hal yang berbau percintaan tapi bukan berarti dia tidak pernah ke club, dia ke club sangat jarang dan biasanya Andi lah yang memaksanya ikut ke club.


"Yeee apaan sih situ kan juga tampan, malah lebih tampan dari gw". Jujur Andi tapi dengan nada iri.


"Nah.. situ juga tau kan kalo gw itu lebih tampan dari situ, jadi gak usah mikir yang berlebihan deh". Ucap Tristan


"Ohh... Lu suka yah ama tuh cwek". Goda Andi


Muka Tristan menjadi merah.


"Ahh berisik lu... Gak usah campurin urusan gw napa". Balas kesal Tristan


"Oke... Oke..". Jawab Andi menarik tangannya dari bahu Tristan. "Emangnya dia bakalan tertarik ama situ". Gumam Andi, tapi masih bisa di dengar oleh Tristan


"Hee!? kaya gak tau gw ajah lu". Ucap Tristan dengan percaya diri.


"Iya.. iya.. tuan muda Tristan Greyson yang terhormat... Tertampan sejagat raya.. sekaya sedunia... Sepintar Albert Einstein..... hehe". Puji Andi


"Hmm situ juga taukan". Ucap Tristan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan melipat tangannya di dadanya dengan bangga.


"Plus.... Orang terlama jomblo yang pernah ada hahahaha". Ejek Andi dengan tertawa terbahak-bahak, sambil berlari masuk ke kelasnya.


"Awass.. ajah lu yah ndi...". Teriak Tristan menunjuk Andi dan ikut masuk ke kelasnya.


BERSAMBUNG


ini novel pertama ku, jadi mohon like dan komen nya agar aku bisa lanjut buat ceritanya, dan jangan lupa kritik dan sarannya yah guys, biar aku bisa koreksi yang salah.


semangat membaca☺️

__ADS_1


__ADS_2