
" pagi tuan muda... ". Sapa para pelayan yang melihat Tristan turun dengan stelan jas nya yang sudah lengkap dan langsung duduk di meja makan
" Kian mana bi? ". Tanya Tristan meminum air putih.
Dia sama sekali tidak melihat Kian sedari tadi, padahal biasanya Kian sudah sibuk menata sarapan di pagi hari.
"Nona Kian sudah berangkat lebih dulu ke kantor tuan, katanya dia sedang ada urusan". Jawab Bi Lumrah
"Oh... Baiklah bi".
"Hmmm urusan apa yah?". Gumam Tristan
Setelah Tristan sarapan, dia pun langsung menuju kantor nya bersama dengan Alex
"Pagi bos.. ". Sapa para karyawan yang melihat Tristan masuk bersama dengan Alex.
Tristan sama sekali tidak menggubrisnya, hanya Alex yang biasanya membalasnya dengan ikut tersenyum. Tristan memang di kenal dengan karakter nya yang dingin dan juga kejam. tetapi saat bersama Kian mungkin itu tidak berlaku
" Hei.. hei.. kalian tau gak?... Masa tadi bos sama nona Kian gak bareng loh".
"Eh.. iya ... Iya gw juga liat tadi, nona Kian duluan datang kan ".
" Apa jangan-jangan mereka marahan yah.. ".
" Entah lah ". Bisik-bisik para karyawan yang terdengar oleh Tristan dan langsung melirik tajam ke arah mereka.
Membuat para karyawan yang berbisik tadi terdiam dan langsung kembali ke mejanya masing-masing
'( cari mati yah mereka...!! Tapi benar juga sih apa kata karyawan tadi. Kemarin tuan keliatan senang banget, eh..... Giliran sekarang kok kaya bad mood yah )'. Batin bingung Alex dan melangkah mengekori Tristan masuk ke dalam lift khusus
Ting....
Pintu lift terbuka tepat di lantai paling atas.
Tristan pun keluar di ikuti Alex dan melangkah menuju ke ruangan nya.
Saat akan melewati meja Kian, Tristan terhenti dan menatap Kian.
Kian yang tadi hanya tunduk akhirnya mendongak dan melihat Tristan.
Sesaat terbayang kejadian saat di danau membuat wajah Kian merona.
"Ehemmm... Pa.. pagi tuan". Sapa Gugup Kian yang sudah kembali ke mode datarnya
" Hmm pagi ". Balas Tristan dan masuk ke dalam ruangan nya.
'ada apa?'. Tanya Alex dalam pikirannya
'bukan urusan mu'. Balas Kian juga dalam pikirannya, seakan-akan mereka bisa bertelapati.
"Cih.." gumam Alex dan melangkah mengikuti Tuannya masuk ke dalam ruangan.
Tristan duduk di kursi kebesarannya sambil membolak balik file file yang ada di depannya.
Alex juga ikut duduk di mejanya.
"Lex.. panggil Kian masuk dan suruh dia bawa laporan Yang kusuruh kemarin ". Perintah Tristan dengan masih menatap file file yang ada di depannya tanpa menoleh ke arah Alex
" Baik tuan ". Jawab Alex dan melangkah keluar untuk memanggil Kian.
" Ada yang bisa saya bantu tuan..? ". Tanya Kian menghadap ke arah Tristan
" Laporan yang kemarin aku suruh kamu kerjakan bagaimana?.. apa sudah selesai?". Tanya Tristan tanpa menoleh melihat Kian, dia tetap fokus pada kerjaannya
" Oh.. ini tuan, saya sudah selesai ". Jawab Kian
" Kalau begitu sini.. ". Ucap Tristan yang mengulurkan tangan kanannya, tapi tetap fokus dengan apa yang di kerjakan nya.
Kian maju dan melangkah ke arah meja Tristan, dia pun menaruh file itu di tangan Tristan, tangan Tristan dan juga tangan Kian tidak sengaja bersentuhan walau hanya sedikit. Sedetik kemudian Kian langsung menarik kembali tangannya.
Tristan pun mendongak dan tersenyum tipis melihat Kian yang gugup saat di sentuh nya .
" Kalau begitu saya permisi tuan ". Ucap Kian
" Hmm ". Balas Tristan
__ADS_1
Kian pun keluar dari ruangan tersebut.
Saat Kian keluar, Tristan tiba-tiba tersenyum sendiri.
' eh... Sebenarnya apa yang terjadi tadi... Sepersekian detik tadi,.. kalo tidak salah tangan nona Kian dan tangan tuan Tristan bersentuhan kan!!... Kok tiba-tiba jadi senyum senyum sendiri sih.. padahal dulu udah sering tarik-tarikkan'. Ucap dalam hati Alex yang masih bingung dengan tingkah laku tuannya.
.
.
.
.
Epilog
Waktu makan siang pun tiba.
Seperti biasa... Tristan keluar dan mencari Kian untuk di ajak makan siang bersama.
" Apa kau sudah selesai?". Tanya tiba-tiba Tristan yang sudah muncul di hadapan Kian
" Eh.. ah... Iya tuan". Jawab Kian kaget
" Kalo begitu ayo ". Ajak Tristan
" Hmm kemana tuan..". memiringkan kepalanya.
Tristan menyerngitkan dahinya
" Makan siang... Sudah waktunya istirahat". Jawab heran Tristan
" Oh. .... Haha.. begitu yah..". Ucap canggung tuan
" Hmmm ah.... Saya lupa tuan. seperti nya masih ada file yang belum saya kerja tuan... Anda bisa pergi duluan saja ". Ucap tiba-tiba Kian yang terlihat sekali bahwa dia sedang berbohong
Lagi-lagi Tristan menyerngitkan dahinya
" Huuuufh ".
" Ba... Baik tuan ". Jawab Kian
Tristan pun melangkah meninggalkan Kian.
' maaf tuan.. saya berbohong'. Batin sesal Kian
' hmmm sepertinya dia menghindari ku yah. Huuuufh ....... padahal sudah ku bilang agar tidak terlalu memikirkannya. Karena ujung-ujungnya nanti kau tetap jadi istri ku '. Batin percaya diri Tristan.
Dia terus melangkah dengan terkadang tersenyum tipis, dan diikuti oleh Alex yang selalu sedia menemaninya.
Setelah selesai makan siang... Tristan kembali ke kantor nya.
Ting...
Lift terbuka, Tristan pun melangkah keluar dari dalam Lift di ikuti oleh Alex.
Tatapan Tristan berhenti saat melihat Kian
" Kau sudah makan kan?". Tanya Tristan
" Eh... I.. iya tuan". Jawab Kian gelagapan
" Maaf tuan... Tapi ada yang harus saya urus.. saya permisi". Ucap Kian dan tanpa aba-aba Kian langsung pergi meninggalkan Tristan tanpa menoleh ke arah nya.
" Hei... Aku belum.... Huuuufh... Sudahlah". Ucap Tristan.
Tristan sempat tersenyum melihat tingkah Kian.
' oh... Kau main kucing-kucingan yaah.. '. Batin Tristan.
Tristan pun melangkah masuk ke dalam ruangan nya.
' EEEEEHHHHH..... Apa-apaan lagi nih..... Suasana ini kok aneh yah, kaya anak-anak SMA yang malu-malu kucing gak sih ....'. Batin Histeris Alex.
...****************...
__ADS_1
Jam 17.30, karena perkerjaan Tristan yang cukup banyak, membuat nya harus pulang di larut malam begini.
Saat Tristan akan keluar... Tampak Kian yang juga masih di kantor dan fokus melihat komputer nya.
Semua lampu sudah di matikan cuma lampu di meja Kian yang masih menyala. Memang sekarang semua orang sudah pulang hanya sedikit yang masih lembur di karenakan menumpuk nya perkejaan nya. Hanya satpam yang biasa berkeliling menjaga.
" Lex... Kau turun duluan dan nyalakan mesin mobil, tunggu aku turun". Perintah Tristan dan di angguki oleh Alex
Tristan melangkah ke arah Kian
" Apa kali ini kau sudah selesai?". Tanya Tristan
Kian mendongak dan kembali menunduk
" Be.. belum tuan, anda bisa pulang duluan". Jawab bohong Kian
Tristan melangkah sampai ke belakang kursi Kian lalu menunduk melihat komputer Kian
" Oh... Kau belum selesai main gamenya yah". Ucap dengan senyum tipis nya.
' ahhhhhhhhkkk ketahuan'. Batin malu Kian.
Sebenarnya sedari tadi Kian memang tidak lembur dia hanya khawatir kepada Tristan makanya dia menunggu nya.
Kian tiba tiba berdiri
" I.. itu ... Tuan, saya tidak berniat menunggu tuan ". Jawab kecoplosan Kian dengan gelagapan
' waduh... Kecoplosan'.
Terlihat senyum tipis di bibir Tristan.
Kian hendak membalikkan tubuhnya ke hadapan Tristan. Namun tiba-tiba...
Bruk...
Tristan langsung memeluk tubuh Kian dari belakang, Kian hanya bisa terdiam menanggung malu
" Aku sudah bilang.. kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Aku selalu sabar menunggu mu". Bisik Tristan ke telinga Kian, membuat Kian geli.
Tristan menenggelamkan kepalanya di bahu Kian.
" Trima kasih...., Sudah menunggu ku . Jujur aku sangat senang". Lirih Tristan
"A... Anu tuan... ". Ucap Kian saat Tristan tidak kunjung melepas pelukannya
" Hmmm...". Masih betah dengan posisinya
"Apa....".
Kryukkkk .... Bunyi suara perut Kian yang memotong perkataan nya.
Membuat Kian sangat malu
Tristan akhirnya mengangkat kepalanya
" Hmmm sepertinya tadi itu suara cacing yang minta makan yah..". Goda Tristan
" Apa tadi kau sudah makan siang?". Tanya menyelidik Tristan ..
Kian hanya menggeleng menanggapi Pertanyaan Tristan
"Huuuufh".
"Kalo gitu ayo Kita pulang dan makan ". Menarik tangan Kian dan melangkah turun
Plak...
" Ini tuan Tristan mana sih ....". Ucap Alex menggaruk-garuk pipinya karena digigit nyamuk
"Mana disini banyak nyamuk lagi!!" Masih menggaruk.
BERSAMBUNG
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen nya yang sebanyak-banyaknya. dukung terus karya ku yah guys
__ADS_1
HAPPY READING 😘