Istriku Pengawalku

Istriku Pengawalku
28. BELANJA


__ADS_3

Tap... Tap... Tap...


Terlihat Kian sudah kembali, dan sedang bekerja dengan lihai dengan komputer di depannya.


"Bagaimana Kian, makan siang mu?". Tanya Tristan yang Datang tiba-tiba entah dari mana


Kian menoleh dan mendongak mendengar pertanyaan itu, dan dia sudah tau siapa yang sedang bertanya padanya


"Biasa saja tuan... Seperti kebanyakan orang". Jawab Kian spontan


"Oh.. begitu yah".


' apa dia tidak mau menceritakan siapa sebenarnya yang dia temui... Walaupun aku juga udah tau sih, tapikan aku perlu penjelasan gitu . Gimana sih gak peka banget'. Batin Tristan geram


"Iya tuan"


"Memangnya siapa yang kau temui?". Akhirnya terlontar pertanyaan yang sudah dari tadi di tahannya.


"Mantan dosen saya tuan". Jawab Kian


"Apa kau punya hubungan dengan nya?". Tanya nya lagi


"Kalo sekarang hanya sebatas teman saja tuan, tapi dulu...". Jawab Kian


"Tapi dulu apa?!". Tanya Tristan yang memotong kata-kata Kian dengan sedikit emosi


' apa mungkin dulu dia punya hubungan yang spesial. Cih!!.. seharusnya dulu aku bawa saja dia ikut dengan ku '. Batin Tristan kesal di campur kecewa


"Dulu... Saya adalah asisten dosen nya tuan". Jawab Kian polos


"Eh?!... ". Terkejut dengan pernyataan Kian yang tidak sesuai pikirannya tapi juga di campur dengan bahagia


"Hanya sebatas itu?". Tanya nya menyelidik


"Iya tuan". Spontan Kian menjawab


"Baguslah... Kalau begitu lanjut kerjas mu, aku pergi dulu". Ucap Tristan dan kembali


Ke ruangannya dengan aura kebahagiaan


' kok kaya ada yang aneh yah.... Rasanya kaya di interogasi pasangan. Ah.. sudahlah mungkin tuan Tristan hanya penasaran sama Pak Galih'. Batin tanya Kian.


****


Keesokan harinya


"Pagi bi..". Sapa Kian dengan pelayan-pelayan yang ada di dapur sibuk memasak


"Pagi nona Kian..". Balas ketiga pelayan yang ada di dapur


"Aku bantu bi". Ucap Kian dan melangkah menuju kulkas untuk mengambil bahan-bahan makanan.


Semua pelayan disitu hanya tersenyum dan mengangguk, mereka semua sangat menyukai Kian yang ramah dan juga cantik tidak membeda-bedakan orang yang disapanya. Dia juga selalu membantu pelayan-pelayan menyiapkan makanan baik itu sarapan, dan makan malam. Kalau makan siang Kian sedang di kantor jadi tidak bisa membantu.


"Eh.. kok kosong gini bi?". Tanya Kian yang melihat kulkasnya kosong.


"Itu nona... Bahan-bahannya sudah habis semua". Jawab bi Lumrah


"Oh ... Udah ada yang pergi beli gak bi?". Tanya nya lagi

__ADS_1


"Belum nona".


"Kalo gitu aku ajah yang pergi belanja yah. Di supermarket kan". Ucap Kian


"Kasi aku daftar belanjanya bi". Lanjut nya sambil menyodorkan tangannya


"Gak papa nih nona Kian?". Tanya bi Lumrah masih ragu-ragu


"Gak papa bi, aku yang bakalan temanin". Ucap tiba-tiba Tristan yang sudah ada di depan pintu dapur sambil menyandarkan kepalanya di pintu dapur dengan posisi miring dan melipat kedua tangannya di dadanya serta memakai kaos oblong nya. Karena sekarang hari Minggu, jadi dia libur.


"Eh.. tuan muda". Ucap bersamaan pelayan disitu


"Baik tuan, kalo gitu ini daftat belanjanya". Bi Lumrah Menyodorkan kertas yang di pegang nya ke Kian


"Makasih bi... Kalo gitu aku dan tuan Tristan pergi dulu". Ucap Kian dan di angguki oleh bi Lumrah, dan 2 pelayanan lainnya


Epilog


Di dalam mobil


"Tuan seharusnya tidak perlu ikut juga kan". Kata Kian tiba-tiba untuk menghilangkan kesunyian di dalam mobil


Tristan menoleh sebentar dan kembali fokus menyetir


"Memangnya kenapa?... Kalo aku juga ikut?". Tanya nya masih fokus dengan kemudinya


"Ini kan hari Minggu, tuan seharusnya istirahat di rumah, bukan malah pergi". Kian yang masih memandangi Tristan


"Karena ini hari Minggu, jadi aku bisa pergi keluar, yah... Sekali-kali lah refreshing. Walaupun hanya sekedar ke supermarket hehe". Jawab dengan kekehannya


"Hmmm".


Tak lama kemudian.. mereka pun sampai di supermarket terbesar di kota itu.


"Tuan tidak perlu sampai turun, biar saya saja". Ucap Kian yang melihat Tristan sudah ingin melangkah menuju pintu supermarket


"Gak papa lah.. kita sama-sama. Ayo!!". Ajak Tristan dan Kian pun mengikuti nya


' huh!!.. kalo aku gak ikut nih, pasti banyak laki-laki yang ngelirik dia'. Batin Tristan


Dan benar saja, sesaat mereka berdua masuk ke dalam supermarket, semua mata bukan hanya lelaki tetapi juga wanita melihat mereka berdua.


"Wah.. pasangan yang serasi. Yang satu cantik, yang satu ganteng".


"Iya.. iya..".


Bisik-bisik para karyawan disitu dan juga para pelanggan.


Tapi karena terlalu jauh, Tristan tidak terlalu bisa mendengar nya, dia malah menanggapi bahwa mereka sedang melirik-lirik pujaan hatinya.


' minta di tabok nih!! semua orang disini. Berani-beraninya mereka '. Tristan dengan tatapan tajamnya melirik para karyawan disitu dan juga para pelanggan, yang membuat mereka bergidik ngeri dan segera menjauh dan memalingkan wajahnya.


"Tuan... Apa kita ambil stroberi yang besar ini, atau yang kecil ini?". Tanya tiba-tiba Kian yang membuyarkan lamunan nya


"Kayanya yang besar lebih bagus deh. Apalagi mama juga suka makan stroberi". Jawab Tristan dan mendekat ke arah Kian lalu mengambil stroberi itu. Tapi jika di perhatikan, Tristan malah seperti melindungi Kian dari tatapan orang-orang disitu.


Semua yang melihat mereka hanya bisa iri dengan pasangan yang serasi di depannya itu.


Setelah berkeliling... Tinggal sedikit yang harus di belinya

__ADS_1


"Apalagi Kian?". Melihat daftar belanjaan nya


"Sepertinya cuman terigu saja tuan,.. tapi itu ada dimana yah?". Jawab tanya Kian sambil melihat ke sekelilingnya dan Tristan juga ikut melihat ke sekeliling.


"Oh.. disana. Aku pergi ambil dulu. Kamu disini saja". Ucap Tristan dan langsung pergi, belum sempat dia mendengar perkataan Kian


"Kian!!..". Sapa seorang lelaki yang nampak tidak asing itu.


"Eh..!! pak Galih". Terkejut Kian


"Apa yang kau lakukan disini Kian?". Tanya Galih


"Apalagi pak.. kalo bukan belanja. Ini kan supermarket". Jawab Kian menunjuk trolinya


"Hahaha iya juga yah. Berarti sama dong, saya juga lagi belanja nih". Memperlihatkan trolinya


"Udah semua nih?". Tanya Galih yang melihat Troli belanja Kian


"Iya pak".


"Kalo gitu tunggu apalagi.. ayo kita ke kasir". Ajaknya dan menggenggam tangan Kian lalu hendak menarik nya, namun tiba-tiba sebuah tangan mencegahnya dan melepaskan tangan Galih dari tangan Tristan.


"Tuan..!?" Spontan Kian


"Tidak perlu... Biar saya saja yang mengantarnya ke kasir". Ucap Tristan yang tidak mengubris Kian, hanya memandang Galih dengan tatapan tidak bersahabat nya.


"Eh..!!? Bukannya anda Tristan Greyson yah". Ucap Galih


"Oh.. sepertinya kau mengenal ku". Masih menatap Galih dengan tatapan nya


Galih beralih dan melihat Tristan menggenggam tangan Kian. Dia pun mengerutkan keningnya.


"Tuan Tristan apa punya urusan dengan Kian?". Tanya Galih


"Itu bukan urusan mu". Jawab ketus Tristan.


Dia pun menarik tangan Kian dan melangkah menjauh sambil mendorong troli belanja nya


"Tunggu dulu..!!". Ucap Galih yang langsung menarik tangan Kian yang satunya.


Tristan yang melihat itu pun langsung menepis tangan Galih dari tangan Kian. Kian hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata.


"Jangan sentuh wanita ku!!". Teriak Tristan geram.


Galih yang mendengarnya pun spontan melepaskan tangan nya. Kian di buat terkejut dengan perkataan Tristan.


Seluruh orang di sekitar itu pun mulai menonton aksi Tristan


"Maaf Pak Galih... Tapi kami harus pergi". Ucap Kian dan segera menarik tangan Tristan dan mendorong troli belanja nya. Agar tidak terlalu menarik perhatian.


Setelah membayar belanjanya. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melaju menuju kediaman Greyson, tanpa ada suara yang menggema.


Sepanjang perjalanan kata-kata Tristan selalu membayangi nya. 'jangan sentuh wanita ku' yah itulah yang selalu di pikiran nya


' apa maksud tuan Tristan yah.' batin ketidak pekaan Kian.


Hingga mobil sampai ke kediaman Greyson


BERSAMBUNG

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. dengan cara like dan komen nya. dukung terus karya ku yah..


HAPPY READING 😘


__ADS_2