
Pukul 16.00 sudah terlihat anak sekolah keluar dari gerbang sekolah dan tak lama kemudian terlihat Tristan juga ikut keluar.
Tristan keluar dari sekolahnya dan sudah terlihat seorang gadis cantik tengah berdiri di depan pintu mobil sedang menunggu nya.
Tristan tersenyum melihat Kian yang sedang menunggu nya, seakan-akan dunia menjadi cerah dan berbunga matahari, mata Tristan teralihkan ke sekitar Kian dan tiba-tiba senyum manis di wajahnya berubah menjadi senyum membunuh, dunianya yang tadinya cerah menjadi hujan badai, dan yang tadinya berbunga matahari kini menjadi layu.Tristan melihat sekolompok siswa lelaki dari sekolahnya menatap Kian dengan tatapan terpesona
Salah satu laki-laki dari kelompok itu menyapa Kian dari jauh.
Kian membalasnya dengan senyum tipis yang manis. Terlihat para laki-laki itu semakin terpesona melihat Kian.
"Woi.. bro ngapain sih.. bengong ajah". Andi datang dan langsung merangkul bahu Tristan.
"oi.. oi.. oi... Itukan cewek yang tadi pagi ngantarin lu kan, gileee cantik bener dah.. bahkan ampe-ampe di lirik-lirik ama banyak cowok tuh". Goda Andi yang sengaja membuat Tristan semakin kesal, dia sudah tau kalo Tristan sudah jatuh cinta dengan Kian saat mengingat pembicaran mereka tadi pagi dan Andi juga tau kalo sekarang Tristan sedang cemburu
"Hei.. cantik...." Teriak Andi memanggil Kian, mambuat Kian melirik dan melihat Andi dan Tristan. Teriakan Andi membuat Tristan kesal karena gara-gara dia wajah kesal Tristan harus di lihat oleh Kian
Kian tersenyum dan pergi manghampiri Tristan dan juga Andi
"Selamat sore Tuan Tristan dan....". Ujar Kian dan melirik ke arah Andi dengan tatapan bingung.
"Andi Darma, panggil ajah Andi". Ucap Andi mengulurkan tangannya. Kian menghampiri tangan Andi, namun tiba-tiba tangan Tristan menghalangi tangan Kian agar tidak menjabat tangan Andi
Dengan tatapan membunuh, Tristan melirik Andi.
"Oi.. oi.. woles bro....". Ucap Andi menarik kembali tangannya. "Kek pengen makan gw ajah tuh tatapan". Ucap kembali Andi.
"Haa!!!?". Kesal Tristan
"Hehehe enggak... enggak". Kekeh Andi
Andi kembali melihat Kian.
"Tunggu dulu... Tadi, dia bilang Tuan kan..?". Tanya Andi bingung. Andi mengira kalo Kian adalah gebetan atau mungkin teman Tristan, dia tidak tau kalo Kian sebenarnya hanya seorang pengawal saja
"Iya.. dia pengawal gw, emangnya kenapa?". Jawab Tristan kesal
"Hehehe ohh jadi gitu yah...". Ucap Andi seakan tidak percaya.
__ADS_1
"Serah lu deh..". Kesal Tristan yang kemudian menarik tangan Kian untuk meninggalkan tempat itu.
"Woi.. main pergi ajah lu..".teriak Andi "kalo cemburu biang ajah kale....". Teriak kembali Andi sambil berlari menjauh dari tempat nya, karena dia tau, kalo Tristan tidak akan membiarkan nya begitu saja.
Dam benar saja, Tristan kesal dengan perkataan Andi dan juga malu, wajahnya memerah padam. Dia langsung masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Kian.
'untung ajah nih cewek polos'.batin Tristan lega.
Mobil melaju kembali ke kediaman Greyson.
Didalam mobil sangat hening tidak ada yang membuka pembicaraan.
Tak lama kemudian mobil sampai di Mension Greyson.
Tristan langsung turun dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumahnya.
Kian hanya mengikuti Tristan, hingga ke dalam mension.
"Selamat datang tuan muda Tristan". Sapa Pak Lim menyambut kedatangan Tristan
"Nyonya sedang di kamarnya tuan muda". Jawab Pak Lim
"Oh..." Tristan
Sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya diikuti oleh Kian
Tristan berhenti dan berbalik
"Dan kamu". Menunjuk Kian
"Iya, saya tuan". Jawab Kian
"Kembali ke kamarmu, mandi dan ikuti aku ke ruang belajar ku nanti". Ucap Tristan
"Baik tuan". Balas Kian
Tristan kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya, dan lagi-lagi diikuti oleh Kian.
__ADS_1
Tristan yang sedari tadi risih karena selalu di ikuti Kian dan hanya diam saja menunggu Kian berhenti mengikuti nya akhirnya membuka suara.
Tristan berbalik "Sampai kapan kamu akan mengikuti ku?". Tanya Tristan yang sudah tidak menggunakan bahasa gaulnya, karena disuruh oleh Kian.
Kian mengangkat satu alisnya
"Maaf tuan, tapi saya tidak mengikuti anda".jawab Kian
'haaa... Nih cewek pengen bodohin gw, malah pake bohong lagi'. Batin Tristan kesal
"Trus dari tadi kamu ngapain ngekorin aku dari tadi?". Tanya Tristan kesal
Klek... Kian membuka pintu yang ada di depannya
"Saya ingin ke kamar saya untuk mandi tuan". Ucap Kian "dan disini kamar saya, tepatnya di sebelah kamar tuan". Lanjut Kian
"Eh..!! Apa!?". Ucap Tristan terkejut akan kebenaran nya membuat mukanya menjadi merah
"Jadi ini kamar mu?". Tanya Tristan yang kini sudah kembali ke mode awalnya
"Iya tuan". Kian
"Oh..". Ucap singkat Tristan "yaudah kalo gitu cepat pergi mandi sana dan temui aku nanti di ruang belajar ku". Ucap Tristan sambil membuka pintu kamar nya
"Baik tuan". Ucap Kian
Tristan masuk kedalam kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar nya, malu yang sedari tadi di tahannya akhirnya bisa dia lepaskan dengan lega.
'ini apa-apaan lagi!!........Hampir ajah gw keliatan bodoh di depanya' .batin Tristan kesal
BERSAMBUNG
ini novel pertama ku, jadi mohon like dan komen nya agar aku bisa lanjut buat ceritanya, dan jangan lupa kritik dan sarannya yah guys, biar aku bisa koreksi yang salah.
semangat membaca☺️
__ADS_1