
Tristan langsung berdiri melihat Kian dan melangkah mendekati nya.
"Selamat pagi tuan". Sapa Kian "maaf saya terlambat di hari pertama saya". Lanjut Kian
Namun, Tristan sama sekali tidak menggubrisnya dia hanya mendekat dan semakin dekat dengan Kian. Di raih mentelnya di atas sofa dan segera memakaikan nya untuk Kian.
"Lain kali, kalo datang kesini pake ini mantel". Ucap tiba-tiba Tristan
"Eh.. baik tuan". Jawab Kian gelagapan
' eh... Tuan gak kaget ngeliat nya datang kesini apa?... Malah di kasi mantel... Padahal Tuan Tristan sangat suka kebersihan '. Batin Alex
Di raih nya tangan Kian dan menggiringnya berjalan menuju sofa, Kian pun duduk di atas sofa itu karena di dorong pelan oleh Tristan. Tristan berjongkok di depan Kian dan melepaskan high heels nya.
' eh.... Ini pemandangan langkah nih....!! Kalo di liat penggemar Tuan Tristan habis tuh cewek '. Lagi-lagi batin Alex tidak percaya
"Tu.. tuan... Apa yang anda lakukan.... Ini tidak baik". Tanya Kian
"Lain kali.. gak usah pake high heels. Aku tau kau sama sekali tidak suka pake high heels kan". Ucap Tristan yang sama sekali tidak menjawab apa yang di katakan Kian.
"Tidak apa-apa tuan... Saya sudah terbiasa memakai nya". Jawab Kian
Tristan mengernyitkan dahinya
"Sudah terbiasa?". Tanya Tristan
"Iya tuan... Ini semua karena di suruh sama nyonya, buat selalu memakai nya". Jawab Kian
Tristan berdiri dan memijat keningnya
' apa yang di lakukan mama sih... Sebenarnya. Kalo kaya gini semua mata laki-laki di perusahaan bakalan tergoda sama Kian '. Batin Tristan kesal
' ya ampun... Tuan... Aku kira tadi tuan bakalan kaget stengah mati gara-gara ngeliat Kian datang kesini buat jadi sekretaris. Tapi malah kaget sama baju seksi nya... Kalo sekretaris kan bajunya memang biasa kaya gitu tuan....'. Batin Alex, yang seperti sudah tidak tahan dengan tingkah laku Tuannya itu.
Kian pun ikut berdiri
"Jadi kau datang kesini buat jadi sekretaris ku?". Tanya Tristan
"Iya tuan". Jawab Kian
Tristan kembali ke tempat duduknya
"Baiklah kalo begitu... Alex!! Bawa Kian ke ruangan nya". Ucap Tristan
"Baik tuan". Jawab Kian "silahkan nona Kian ikuti saya". Lanjut Alex.
"Baiklah Alex". Jawab Kian
Kian pun melangkah mendekati Alex ke depan pintu. Sebelum dia benar-benar keluar dari ruangan itu, Kian berbalik
"Kalo begitu saya permisi tuan". Ucap Kian
Dan dianggukan oleh Tristan
' apa-apaan sih... Kok kaya akrab banget sama Alex.. pake nyebut nama Segala '. Batin Tristan kesal
Kian pun keluar berbarengan dengan Alex.
"Hey aku ingin bertanya pada mu?". Ucap Alex tiba-tiba
"Iya?... Ada apa Alex?". Jawab Kian
__ADS_1
"Kau.. apa kau benar-benar tidak ada hubungan dengan tuan Tristan?". Tanya Alex.
"Kalo di bilang hubungan mungkin hanya sebatas pengawal dan majikan, tapi itu dulu. Sekarang mungkin sudah sebatas sekretaris dan bos". Jawab Kian
"Itu bohong kan.... Mana mungkin seorang bos jongkok hanya untuk melepas sepatu sekretaris nya". Ucap Alex
"Apa itu tidak normal?... Saya kira itu normal untuk dua orang yang sudah kenal sejak lama". Balas Kian dengan polosnya
"Haa!! Apa otak mu bermasalah.... Mana mungkin itu normal!!!.... Itu sudah seperti sepasang kekasih". Ucap Alex yang sudah sedikit menaikkan suaranya. Tapi tidak di dengar sampai ke dalam ruangan Tristan
"Eh.. apa-apaan kamu lex... Saya tuh masih punya otak!!". Balas Kian yang kesal karena perkataan Alex.
"Tapi, dulu tuan Tristan sudah sangat sering berperilaku seperti itu kepada ku". Jawab Kian
"Apa benar... Pantas saja tuan Tristan sangat dingin kepada wanita-wanita yang mendekatinya". Ucap Alex kepada dirinya sendiri
"Eh... Memangnya tuan Tristan tidak mempunyai kekasih saat di negara x?". Tanya Kian
' nih cewek.... Gak sadar apa, sikap dari tuan Tristan ke dia itu gimana!!... Aduh.. seperti nya cinta tuan Tristan bertepuk sebelah tangan'. batin Alex
"Sudah lah... Disana ruangan mu". Tunjuk Alex ke salah satu ruangan yang sepertinya itu adalah ruangan bagi Kian yang kini menjabat menjadi sekretaris
"Oh.. baiklah". Jawab Kian "Terima kasih". Lanjut Kian dan melangkah menuju ruangan yang tidak jauh dari tempat nya berdiri itu.
****
Jam makan siang pun tiba
Tristan keluar dari ruangan nya dan menuju ke ruangan Kian
"Kian!!.. apa kau sudah selesai?... Ini sudah waktunya istirahat". Ucap tiba-tiba Tristan dan membuat Kian mendongak lalu mendapati bosnya disitu.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?". Tanya Kian
"Ayo ikut aku". Ajak Tristan dan di angguki oleh Kian
Di dalam ruangan Tristan
Kian dan juga Tristan kini sedang duduk di sofa sambil menikmati makanan yang di pesan online tadi.
"Apa benar tidak apa-apa saya makan bersama dengan tuan Tristan disini?". Tanya Kian
"Aku sudah bilang berapa kali.. agar kamu percaya sih". Jawab Tristan "sudah makanlah". Lanjut nya
Kian hanya mengangguk.
Kian melirik dan melihat Alex sedang berdiri melihat mereka makan.
"Tuan.. kenapa Alex tidak di ajak tuan?". Tanya Kian yang membuat Tristan menatap tajam ke arah Alex.
"Alex.. apa kau ingin gabung makan bersama kami?". Tanya Tristan
"Tidak tuan.. saya sudah makan tadi". Jawab Alex gugup
"Kalo begitu saya tidak akan menggangu tuan untuk makan. Saya permisi". Ucap Alex dan langsung melangkah keluar dari ruangan tersebut
' benar ajah.. nih. Cinta tuan bertepuk sebelah tangan hehe'. Batin Alex
"Lihat.. katanya Alex sudah makan tadi". Ucap Tristan
"Yah.. bukannya bagus yah kalo kita makan sama-sama". Jawab Kian
__ADS_1
"Sudahlah jangan pikirkan dia terus, lanjut saja makannya". Ucap Tristan kesal karena Kian sama sekali tidak peka
Waktunya jam pulang
Lagi-lagi Tristan keluar dari ruangan nya dan mencari Kian
"Kian sudah waktunya untuk pulang.. kau tidak lemburkan!". Ucap tiba-tiba Tristan
Kian berdiri
"Tidak tuan.. saya juga sudah mau pulang". Jawab Kian
"Baguslah kalo begitu kita pulang sama-sama". Ajak Tristan dan dianggukan oleh Kian
Mereka berjalan berdampingan turun ke lantai pertama. Di sepanjang perjalanan para karyawan hanya bisa melihat pemandangan yang menurut mereka cukup bagus untuk dilihat.
"CEO baru kita ama sekretarisnya cocok banget yah".
"Iya.. sama-sama good looking".
"Hufff sungguh dunia tidak adil yah.. yang good looking pasti sama yang good looking juga".
Lagi-lagi bisik-bisik para karyawan. Tapi Tristan malah senang mendengarnya.
Di depan mobil sudah ada Alex yang menunggu mereka berdua.
"Silahkan tuan". Ucap Alex dan membuka pintu mobilnya
Tristan pun masuk kedalam mobil
Sedangkan Kian hendak masuk di jok depan dekat dengan jok pengemudi.
"Apa yang kau lakukan Kian. Kau harusnya duduk di sebelah ku kan. Seperti 10 tahun yang lalu". Ucap Tristan
"Tapi tuan... Alex bagaimana?". Balas Kian
' woi.. kalo cari mati jangan bawa-bawa aku kali. Mati saja sono sendiri '. Batin Alex kesal karena Kian sama sekali tidak peka
"Itu tidak perlu iyakan Alex?". Ucap Tristan
"Iya tuan". Balas Alex
Dan Kian pun pergi ke jok belakang dan duduk di samping Tristan.
"Dan juga tidak perlu memanggil nya dengan nama nya". Ucap tiba-tiba Tristan kepada Kian
"Eh.. kenapa tuan?". Tanya Tristan
"Tidak ada alasan!!". Jawan Tristan sedikit tegas.
"Baik tuan". Jawab Kian
' huh.. dari kemarin aku sudah tidak tahan dengan dia yang sangat akrab dengan Alex'. Batin Tristan kesal
' sabar bos... Gitu deh kalo cinta cuma bertepuk sebelah tangan'. Batin Alex dan melajukan mobilnya
BERSAMBUNG
tinggalkan jejak kalian dengan like dan komennya yah. terus vote juga yah buat ngedukung karya ku
HAPPY READING 😘
__ADS_1