
Tristan melirik kearah Kian dan sempat tersenyum tipis.
" Kau mau makan apa darling?". Menatap Kian dengan senyum manisnya
" sa.. eh... A.. aku..., Kita.. makan di rumah saja ". Jawabnya gelagapan.
Menahan malu, karna pastinya Alex selalu setia mendengarkan.
' whaaat??!!!!! ..... Dijawab dong....
Ini beneran nih... '. Tanya histeris Alex yang pura-pura tenang dan tidak mendengar nya.
" Hmm.. oke..., Dimana pun kau mau makan aku tidak akan keberatan ". Mengedipkan sebelah matanya menatap Kian.
Kian yang belum terbiasa dengan perlakuan Tristan dan juga panggilan sayang buatnya, hanya menunduk dan mengangguk dengan wajah yang memerah.
" Uhuuk..". Menoleh melihat kaca spion yang di depan dan mendapati Alex sedang memperhatikannya.
Alex yang tertangkap basah jadi salah tingkah.
" Kau sudah dengar kan Lex... Jadi jaga sikapmu ". Menegur Alex
" Ba.. baik tuan".
' emangnya kapan coba!!.. aku bersikap tidak sopan pada nona Kian. Sabar lex ... Sabar. Kalo masih mau gaji... Harus sabar'. Pasrah batin Alex.
Mobil pun sampai di kediaman Greyson, security yang bertugas menjaga gerbang, langsung saja membuka gerbangnya dan menunduk saat melihat mobil yang di tumpangi Tristan datang.
Kian hendak turun tapi langsung di cegah oleh Tristan.
Alex yang ingin turun membukakan pintu untuk Tristan, malah di dahului Tristan yang keluar lebih dulu dan berputar dan membukakan pintu mobil untuk Kian.
" Ayo darling". Mengulurkan tangannya
Kian hanya diam dan menyambut uluran tangan Tristan.
Tristan tersenyum tipis saat uluran tangannya di terima.
Mereka pun masuk
" Selamat datang tuan muda, nona Kian ". Sapa Pak Lim yang sudah menunggu kedatangan Tristan
Kian yang melihat Pak Lim langsung melepas genggaman tangan Tristan dari tangannya.
Tristan yang melihatnya hanya bisa membuang nafas pendek nya, dan mengerti dengan perasaan Kian.
" Hmmm".
"Iya pak Lim ". Tersenyum Kian
" Kalo gitu saya permisi tuan ". Menundukkan kepalanya
Tristan yang melihat Kian yang masih sungkan dengan nya, merasa sakit di dadanya, namun tidak membantah karna dia ingin menghormati perasaan Kian.
" Hmm.. oke, istirahat yang banyak dan jangan begadang". Nasehat Tristan
" Baik tuan ".
__ADS_1
Setelah menjawab Kian pun melangkah menuju kamarnya.
" Mama sama papa mana pak?".
Melepas jasnya dan juga dasinya. Lalu menyingsing kan lengan bajunya, dan membuka dua kancing kemejanya yang paling atas.
" Nyonya dan tuan Leonart, pergi ke acara ulang tahun anak dari nyonya Audry ". Menerima jas dan juga dasi Tristan
" Anak dari tante Audry....?, Oh... Yang itu yah". Mengingat-ngingat dan serasa tidak menyukainya.
Tristan melangkah ke kamarnya dan diikuti oleh Pak Lim.
" Ah... Sekarang mama sama papa enak banget udah gak sibuk-sibuk, malah di timpali semua ke anaknya yang tampan ini hehehe".
" Hahaha itu karna mereka percaya sama tuan muda ". Tertawa kecil sambil satu tangannya menutup mulut.
" Haha benar juga... Sini Pak biar aku yang bawa ". Berbalik dan mengambil jas dan juga dasinya dari Pak Lim
Pak Lim menyerahkan jas dan juga dasi Tristan.
Di kamar Kian
Kian yang sudah lelah seharian, langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
Dengan gaya tengkurap nya, dia mengambil guling yang ada di dekatnya dan mendekapnya.
Setelah mendengar pintu kamar Tristan terbuka dan seperti ada orang masuk, Kian dengan cepat berlari menuju tembok yang membatasi kamar dan juga kamar Tristan, dia menempelkan telinganya.
Sesaat wajahnya langsung memerah
" Di sebelah ada Tristan.... Heheh entah mengapa rasanya deg.. degan banget, apalagi kalo mengingat kejadian yang tadi".
Kembali menempelkan telinganya di tembok
"Darling......". Teriak tiba-tiba Tristan yang mengagetkan Kian, langsung saja Kian menarik dirinya dari tembok.
"Istirahat yang cukup yah... ". Teriak nya lagi
Kian yang malu dan senang itu sama sekali tidak membalas perkataan Tristan.
***********
Ke esokan paginya
Meja makan
" Apa perlu saya ambilkan tuan ?". Tanya Kian yang melihat Tristan hanya diam dari tadi tanpa menyentuh makanan yang ada di depannya, bahkan membalik piring yang ada di depannya saja tidak dia lakukan, padahal makanan yang tersedia sekarang di meja makan adalah makanan kesukaannya semua.
"Hmmm boleh". Tersenyum melihat Kian seperti seorang anak kecil yang menunggu makanan nya.
Untung saja disitu hanya ada mereka berdua, karna bi Lumrah sedang sakit sedangkan Pak Lim harus menjaga istrinya itu.
Dengan cekatan Kian mengambilkan makanan untuk tuannya itu.
" Ini tuan ". Meletakkan di depan Tristan
Saat akan duduk kembali ke kursinya, Tristan dengan cepat menarik tangan Kian
__ADS_1
" A... Ada apa tuan ?". Gugup dan melihat ke arah Tristan
" Hmmm sepertinya kau memang ingin di hukum yah ..". Cemberut melihat wajah kian
" Ah... Oh... Maafkan aku, lain kali aku gak akan panggil tuan lagi". Mengangkat dua jarinya, menjadi v. Dan tersenyum sambil memperlihatkan gigi nya.
Tristan tersenyum dan melepas tangan Kian.
Dia pun makan bersama Kian.
Sesekali Tristan menggoda Kian, seperti memberikan makanan nya ke piring Kian dan mengedipkan sebelah matanya dengan tatapan menggoda nya.
Setelah sarapan yang penuh goda itu selesai, Tristan kembali diam dan hanya menatap piring nya.
Kian yang juga sudah selesai, memperhatikan tuan plus kekasihnya itu.
' ada apa dengan nya?'.
" Apa kau ingin tambah ?". Tanya Kian yang hendak berdiri dan akan mengambilkan Tristan nasi.
Tristan dengan cepat menarik tangan Kian.
Dan melihat wajahnya.
"Hm... Ada apa?". Santai Kian bertanya
" Begini.... Hari ini kan, hari libur .... Jadi... Gimana kalo kita pergi kencan ". Gugup Tristan menjawab, dia takut kalo Kian akan menolaknya karna belum terbiasa.
' ah.... Imut banget.... Tenang Kian.. '. Batin Kian
" Hmmm oke... Aku juga ingin sekali-kali pergi bersama dengan mu ". Jawab nya malu-malu dan memalingkan wajahnya.
Tristan langsung tersenyum lebar, walaupun tidak memperlihatkan giginya.
" Hehehe kalo gitu... Ayo kita pergi bersiap-siap". Ajaknya
" Eh!??!... "
' bersiap-siap... Kalo bersiap itukan harus mandi dulu... Jadi kita.. tidak.. tidak boleh'. Bingung batin Kian
Kian yang hanya diam saja dan melamun, membuat Tristan sadar akan perkataan nya.
" Pffffh".
Tuk.. Tristan menjentilkan jarinya di kening Kian.
" Kau pergi ke kamar mu, dan aku pergi ke kamarku... Oke?". Mengangkat jarinya dan membentuk π.
"Oh... ".
Kian mengangguk dan pergi mengikuti Tristan karna kamarnya bersebelahan dengan kamar Tristan.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE DAN KOMENNYA βΊοΈ. DUKUNG TERUS KARYA KU DENGAN PERBANYAK VOTE NYA YAH...
HAPPY READING π
__ADS_1