Janda Kesayangan CEO Bucin

Janda Kesayangan CEO Bucin
Episode 35.


__ADS_3

Ruby berjalan dengan cepat menuju kamar hotel, dia masih memikirkan kejadian di restoran tadi. Dia tak tahu keputusannya menolak Dinan ini benar atau tidak, tapi yang pasti saat ini dia takut Bosnya itu marah dan membencinya.


“Bagaimana ini? Apa sebaiknya aku mengundurkan diri saja? Tapi harus beri alasan apa? Mana aku sudah terikat kontrak lagi.” Gumam Ruby pelan.


“Ya, Tuhan! Kenapa ini harus terjadi?”


Ruby terus mengoceh pelan sepanjang jalan, tanpa dia sadari dari jarak yang tidak terlalu jauh, Dinan sedang membuntutinya.


Begitu tiba di depan kamarnya, Ruby segera membuka pintu dan masuk, lalu menutupnya kembali. Namun baru saja pintu itu tertutup, suara ketukan sudah terdengar dari luar.


“Siapa, ya? Apa mungkin Mas Dinan?”


Ruby semakin takut, tapi karena pintu terus diketuk, mau tak mau dia pun membukanya.


Ruby terkesiap melihat Dinan sudah berdiri di depan pintu dengan wajah datar.


“Mas? Ada ap ....”


Belum sempat Ruby selesai bertanya, Dinan sudah lebih dulu menyelonong masuk tanpa permisi. Dia juga langsung melepaskan sepatu dan juga jas yang dia kenakan, kemudian berbaring di atas ranjang, membuat Ruby kebingungan melihat tingkahnya itu.


“Mengapa Mas tidur di sini?” Tanya Ruby.

__ADS_1


“Memangnya kenapa? Ini kan juga kamarku!” Jawab Dinan seenaknya.


“Bukankah Mas telah menyewa kamar satu lagi?”


“Aku sudah cek out dari kamar itu.”


Ruby kembali tercengang. “Kapan?”


“Barusan! Sudahlah, jangan berisik! Aku mau tidur!” Ujar Dinan, kemudian memejamkan matanya tanpa memedulikan Ruby yang masih mematung di depan pintu.


Ruby tak habis pikir dengan tingkah laku Bosnya itu, padahal dia baru saja ditolak, tapi sekarang dia bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Sedangkan Ruby sendiri masih merasa canggung dan tidak enak hati.


Lama kelamaan, rasa kantuk pun mulai menyerang Ruby. Wanita itu akhirnya terlelap dalam keheningan malam.


Beberapa saat kemudian, Rupanya Dinan pura-pura tidur. Dia mengintip Ruby, dan saat tahu wanita itu sudah tertidur di sofa, dia sontak membuka matanya lalu segera bangkit dari pembaringan.


Dinan memandang Ruby yang tertidur dengan posisi meringkuk, dia menjadi tidak tega. Dengan perlahan dia turun dari atas ranjang dan mendekati wanita itu.


“By, bangun! Pindah ke kasur.” Dinan mengguncang pelan pundak Ruby, tapi wanita itu sepertinya tidur terlalu nyenyak.


Tak ingin membiarkan wanita yang dia cintai itu tidur dengan tidak nyaman, Dinan pun berinisiatif memindahkannya ke atas ranjang. Dia hati-hati mengangkat tubuh Ruby, lalu membaringkannya di kasur. Ruby sempat menggeliat sebentar, kemudian tertidur lagi.

__ADS_1


Dinan tersenyum. “Dasar kebo! Tidur sudah seperti orang pingsan.”


Dinan memandangi wajah cantik Ruby sembari mengusap kepalanya. “Tidurlah, mimpi yang indah.”


Dia lalu memberanikan diri mengecup kening Ruby, menikmati aroma shampo yang wanita itu pakai. Dinan kemudian naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping wanita itu.


“Selamat malam, calon ibu dari anak-anakku.” Bisik Dinan lalu memejamkan matanya.


Meskipun Ruby menolaknya, Dinan tidak marah, dia hanya merasa sedikit kecewa saja. Tapi Dinan bisa mengerti alasan wanita itu, dan bertekad akan terus memperjuangkan cintanya, dia akan berusaha membuat Ruby merasa yakin dengan perasaannya.


Namun entah keberuntungan atau musibah untuk Dinan, tiba-tiba Ruby berbalik dan memeluknya tanpa sadar. Dinan tercenung sembari menelan ludah berkali-kali, sepertinya keputusan untuk tidur seranjang dengan wanita itu adalah kesalahan.


Dinan berusaha menyingkirkan lengan dan kaki Ruby yang melingkar di badannya, tapi sia-sia. Karena Ruby yang memiliki kebiasaan tidur memeluk guling itu semakin mengeratkan pelukannya. Dia pun akhirnya pasrah dan membiarkan Ruby tidur sambil memeluk dirinya, sedangkan dia sendiri sama sekali tidak bisa tidur meskipun sudah mencoba memejamkan mata. Dan parahnya lagi, kaki Ruby menyentuh daerah pribadinya, sehingga membuat hasrat Dinan mulai terpancing, tapi sialnya dia tak bisa melakukan apa-apa.


“Mampus aku! Kalau begini, bakal tidak bisa tidur semalaman.” Batin Dinan merana.


Dinan berusaha mati-matian menahan gejolak di dalam dirinya, dia tak ingin hilang kendali dan akhirnya melakukan sesuatu yang di luar batas karena dia tak ingin membuat Ruby membencinya.


Menjelang subuh, gejolak hasrat di dalam diri Dinan mulai mereda karena rasa kantuk yang teramat sangat kini menggelayutinya. Akhirnya Bos tampan itu bisa tertidur juga.


💘💘💘

__ADS_1


__ADS_2