Janda Kesayangan CEO Bucin

Janda Kesayangan CEO Bucin
Episode 74.


__ADS_3

Tiga bulan kemudian ....


Cuaca hari ini sangat cerah, cahaya mentari menyinari bumi dengan begitu terang dan hangat. Hanan yang kini menjabat sebagai CEO Unique Jewelry sedang bersiap-siap untuk menghadiri rapat besar dewan direksi, sejak di tangannya perusahaan milik Surya itu semakin maju pesat, para investor berdatangan untuk menjalin kerja sama.


“Mas Hanan sudah siap?” Tanya Safira.


“Sudah, yuk!” Jawab Hanan yang segera beranjak dari kursi kebesarannya itu dan berjalan meninggalkan ruangan CEO.


Safira menghela napas lalu bergegas menyusul atasannya itu, sudah sebulan ini Hanan mengangkat Safira menjadi asisten pribadinya.


Jojo dan Sinta yang melihat keduanya pun tersenyum penuh arti.


“Sepertinya bakal ada kisah cinta atasan dan bawahan season dua ini.” Seloroh Jojo.


“Sepertinya begitu!” Sambung Sinta.


“He, kalian kerja!” Bentak Yuka yang tiba-tiba datang, membuat Jojo dan Sinta terperanjat kaget. “Pagi-pagi sudah bergosip!”


“Iya, Bu, iya.” Balas Jojo, sedangkan Sinta hanya tertunduk diam.


Sementara itu, Ruby tengah sibuk membantu Dinan membenahi toko souvernir dan aksesoris yang baru beberapa bulan ini suaminya itu rintis, dia begitu antusias menyusun barang-barang di etalase bersama salah seorang karyawan toko itu.


Mereka bekerja sama dengan Made Kris, banyak perhiasan dan lukisan karya lelaki berdarah Bali itu yang terpajang di toko mereka.


Dari kejauhan Dinan memperhatikan Ruby dengan senyum mengembang, dia sangat bahagia karena pada akhirnya wanita itu bisa menjadi miliknya. Dia juga merasa beruntung sebab Ruby itu benar-benar wanita yang luar biasa, bahkan dia sampai berpikir Arkan itu terlalu bodoh karena melepaskan wanita sebaik Ruby.


“Sepertinya begini lebih bagus.” Ujar Ruby sembari memperhatikan aksesoris-aksesoris cantik yang dia susun bersama karyawannya.


“Iya, Bu.” Sahut karyawan itu.


“Kalau begitu saya ke dalam dulu, kamu lanjutkan menyusunnya, ya?”


“Baik, Bu.”

__ADS_1


Ruby melangkah meninggalkan etalase dan karyawannya, namun baru beberapa langkah kepalanya mendadak pusing dan pandangannya berkunang-kunang. Ruby pun limbung dan akhirnya jatuh ke lantai, membuat semua orang seketika panik, terutama Dinan yang melihatnya dari kejauhan.


“Ya Tuhan, Ruby!” Dinan sontak berlari menghampiri istrinya itu.


Dinan mengguncang tubuh Ruby. “Sayang bangun! Kamu kenapa?”


Tapi Ruby tidak bangun, dia pingsan.


Tanpa pikir panjang, Dinan mengangkat tubuh Ruby dan buru-buru melarikannya ke rumah sakit terdekat.


💘💘💘


Ruby sedang diperiksa oleh dokter di ruang IGD, sedangkan Dinan menunggu dengan cemas. Begitu si dokter keluar, dia langsung menghampirinya sambil mencecar pertanyaan bernada khawatir.


“Bagaimana keadaan istri saya, Dok? Dia sakit apa?”


“Istri anda tidak sakit apa-apa, dia hanya kelelahan, maklum lagi hamil muda.”


Dinan tercengang dengan mata melotot. “Hamil, Dok?”


Dinan senang bukan main. “Iya, Dok. Boleh saya menemuinya?”


“Silakan, kalau begitu saya permisi dulu.”


“Iya, Dok. Terima kasih banyak.”


Dinan langsung berlari menemui Ruby yang masih terbaring lemah, dia memeluk wanita itu dengan sangat erat.


“Mas.” Ruby mengusap punggung belakang Dinan.


“Aku senang banget, Sayang. Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, aku akan punya bayi.” Ujar Dinan heboh.


Ruby merasa terharu, dia tak menyangka Dinan akan sebahagia ini kala mengetahui kehamilannya. Dia sendiri juga tak percaya bisa hamil secepat ini, padahal saat bersama Arkan dulu, dua tahun mereka lalui tanpa kehadiran buah hati.

__ADS_1


Saking terharunya Ruby sampai tak kuasa menahan tangis, dia juga sangat bahagia, sekarang hidupnya benar-benar sempurna bersama mantan atasannya itu.


Dinan melepaskan pelukannya lalu menciumi wajah Ruby, membuat wanita itu akhirnya tertawa meskipun air mata masih menetes.


“Mas, sudah!”


Dinan menghentikan aksinya dan menatap dalam wajah cantik sang istri. “Terima kasih, kamu sudah membuat aku menjadi pria paling bahagia di dunia ini. I love you.”


Ruby tersipu malu dengan wajah merona. “I love you too.”


Dinan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Ruby dengan begitu mesra, mengabaikan beberapa perawat yang merasa iri dengan keromantisan mereka.


💘💘💘


Di sebuah ruangan bercat putih, Samara sedang duduk melamun sambil memeluk foto Dinan. Penampilannya benar-benar berantakan, tidak lagi glamor dan menawan seperti sebelumnya. Sudah beberapa bulan ini, Samara dirawat di sebuah rumah sakit jiwa, penyakit gangguan kepribadian ambang yang dia derita semakin parah dan sampai pada tahap berbahaya. Dia beberapa kali ingin melukai dirinya dan orang lain, sehingga mau tak mau Windi dan juga Lena terpaksa memasukkannya ke dalam rumah sakit jiwa. Sedangkan Efendi yang masih dipenjara tidak bisa berbuat banyak.


“Dinan itu milikku! Dinan itu milikku!” Ucap Samara pelan dengan tatapan mata yang kosong, kalimat itu selalu saja dia ulang-ulang.


Sementara itu, Arkan sudah didakwa dengan pasal berlapis, penganiayaan dan percobaan pembunuhan hingga menghilangkan nyawa janin di kandungan Rena. Dia dituntut hukuman dua belas tahun penjara.


Arkan hanya mengembuskan napas berat, tak ada yang bisa dia lakukan lagi selain pasrah menerima keputusan hakim. Dia benar-benar menyesali semua yang pernah dia lakukan, terutama pada Ruby dan berharap kelak segalanya akan lebih baik lagi dari sebelumnya.


Hidup memang unik dan tidak bisa ditebak, karena setiap manusia memiliki takdir sendiri-sendiri dalam menjalaninya, saat kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, terkadang membuat seseorang kehilangan arah hidupnya.


Tapi jangan pernah menyesali sehari pun dalam hidup ini, sebab hari-hari baik memberi kita kebahagiaan dan hari-hari buruk memberi kita pelajaran.


Maka dari itu, jangan hanya berterima kasih kepada Tuhan ketika semuanya berjalan baik, terima kasih kepada-Nya bahkan ketika segala sesuatunya terasa sulit, agar kita lebih bersyukur.


💜TAMAT💜


Hai, BESTie.


Terima kasih sudah mengikuti kisah ini, semoga ada pelajaran yang bisa kalian ambil dari novel ini.

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga ke karyaku yang lain ya.


Sarang Hae Yo.💘


__ADS_2