
Ruby dan Dinan berjalan masuk menuju ballroom hotel mewah tempat diadakannya acara ulang tahun perusahaan sekaligus launching perhiasan model terbaru karya Made Kris, semua mata tertuju kepada mereka, bahkan ada beberapa orang yang mulai berbisik-bisik mengomentari kedua insan itu.
Dari kejauhan, Samara menatap sinis mereka, begitu juga dengan Surya dan Efendi.
“Apa-apaan ini? Kenapa Dinan datang bersama wanita itu?” Protes Efendi tidak suka.
“Aku juga tidak tahu, padahal aku sudah mengancamnya agar menjauhi wanita itu.” Sahut Surya pelan.
Aliya dan Windi hanya diam memperhatikan kedua lelaki itu, sedangkan Hanan langsung bergegas menghampiri Dinan serta Ruby yang sudah bergabung bersama Jojo dan Sinta.
“Kau mau buat masalah, ya? Kenapa kau datang bersama dia?” Bisik Hanan.
“Biar mereka tahu siapa wanita yang aku cintai.” Jawab Dinan enteng.
“Tapi kau bisa merusak acara ini kalau sampai Samara atau Papa ....”
“Aku tidak peduli.” Potong Dinan cepat sebelum Hanan sempat melanjutkan kata-katanya.
“Dasar keras kepala!” Cibir Hanan.
Dinan tak peduli, dia pura-pura tidak mendengarnya.
“Sebaiknya sekarang kita ke sana.” Hanan menunjuk ke arah Surya.
“Yuk, ke sana!” Dinan menarik tangan Ruby, tapi wanita itu menahannya.
“Tidak usah, Mas! Aku di sini saja.”
“Baiklah, kamu tunggu di sini! Aku ke sana dulu.”
Ruby mengangguk.
Dinan dan Hanan pun bergabung bersama Surya dan para petinggi Unique Jewelry lainnya.
Sinta langsung menggandeng lengan Ruby. “Kamu sama aku saja.”
Ruby tersenyum.
Acara pun di mulai, MC mempersilakan Surya untuk menyampaikan kata sambutan.
“Selamat malam semuanya, salam sejahtera untuk kita semua. Malam ini kita berkumpul di sini untuk merayakan hari jadi perusahaan kita yang ke dua puluh tahun sekaligus launching perhiasan model terbaru karya Made Kris.” Kata Surya bersamaan dengan suara gemuruh tepuk tangan semua orang yang hadir di sana.
Beberapa perhiasan karya Made Kris pun mulai dipamerkan oleh para model, decak kagum terdengar dari mulut semua orang. Dinan dan Ruby juga sangat senang karena usaha mereka untuk membujuk Made Kris tidak sia-sia.
Setelah para model selesai memamerkan perhiasan-perhiasan itu, Surya pun kembali berbicara.
“Mohon perhatiannya! Dan di kesempatan kali ini, saya juga ingin menyampaikan berita bahagia.”
__ADS_1
Semua orang tertegun memandang Surya dengan rasa penasaran, begitu juga dengan Ruby, Dinan dan juga Hanan.
“Malam ini kami akan sekaligus mengadakan pertunangan anak kami Dinan dan Samara.” Lanjut Surya.
Semua orang tercengang mendengar itu, dan mulai terdengar desas-desus.
“Tunggu!” Seru Dinan, suasana seketika hening. “Siapa yang mau bertunangan?”
“Dinan, kita sudah membahas masalah ini sebelumnya, jadi jangan buat malu Papa!” Bisik Surya memberi peringatan.
“Pa, aku sudah katakan berulang kali, aku tidak mau dijodohkan!”
Bantah Dinan.
Semua orang terperangah mendengar penolakan bos tampan itu.
“Kita sudah sepakat, kau jangan macam-macam!” Geram Surya.
“Tidak ada kesepakatan, yang ada hanya paksaan!” Sanggah Dinan, lalu menatap semua semua hadirin. “Baiklah, di sini aku akan klarifikasi agar tidak ada salah paham. Aku tidak pernah mencintai Samara dan aku tidak mau menikah dengannya karena aku mencintai wanita lain, yaitu Ruby.”
Desas-desus semakin terdengar, perhatian semua orang langsung tertuju ke Ruby, membuat janda cantik itu merasa tidak enak.
“Dinan!” Bentak Surya.
“Apa-apaan ini? Kalian mempermalukan putriku.” Sungut Efendi.
“Kalian kan tahu kalau aku mencintai Ruby dan tidak ingin menikah dengan Samara, tapi kalian masih saja memaksaku.” Ujar Dinan menohok.
“Kau jangan terlalu mudah termakan rayuan wanita itu! Dia pasti ingin memanfaatkanmu saja.” Tuduh Surya, Ruby merasa tersinggung dengan kalimat lelaki itu.
“Dia tidak pernah merayuku, justru aku yang selalu mengejarnya. Dia bahkan berulang kali menolak ku, tapi aku tidak menyerah, karena aku tahu dia wanita yang baik.” Sanggah Dinan.
“Omong kosong! Kau pasti sudah tidak waras!” Hardik Efendi.
Dinan tersenyum sinis. “Terserah anda mau bicara apa, Tuan Efendi Aryawan yang terhormat.”
Dinan berbalik dan hendak pergi, tapi ancaman dari Surya menghentikan langkahnya.
“Kalau kau tetap menolak perjodohan ini, Papa akan menurunkan jabatanmu di perusahaan.”
Dinan mengembuskan napas. “Baiklah, mulai detik ini aku keluar dari perusahaan.”
Semua orang lagi-lagi tercengang mendengar keputusan Dinan itu, tak menyangka dia rela meninggalkan jabatannya demi Ruby.
“Dinan! Kau akan menyesal!” Bentak Surya, tapi Dinan tak menggubrisnya.
Dinan mendekati Ruby kemudian menariknya pergi dari tempat itu, meninggalkan semua orang yang berkomentar macam-macam, para wartawan pun langsung meliput momen tersebut.
__ADS_1
Samara yang sakit hati akhirnya berlari pergi sambil menangis, sedari tadi dia berusaha mati-matian untuk meredam emosinya, dia tak ingin tabiat aslinya yang kasar dan impulsif diketahui oleh publik.
“Ini sudah keterlaluan! Putramu sudah mempermalukan putriku, aku tidak akan memaafkannya.” Ucap Efendi dengan rahang mengeras.
“Aku minta maaf, aku akan bicara lagi padanya. Kau tenang dulu!” Balas Surya.
“Percuma! Kami sudah terlanjur sakit hati, dan aku akan membalas perbuatannya hari ini.” Efendi menarik istrinya pergi.
“Efendi, tolong maafkan putraku. Aku mohon!” Pinta Surya memohon, tapi Efendi tak menggubrisnya sama sekali.
Surya yang juga merasa malu pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat acara bersama Aliya.
Acara pun jadi dihentikan, semua orang sibuk bergunjing dan membicarakan kejadian barusan. Hanan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semuanya, dia tak menyangka acara yang penting ini akan berantakan gara-gara ulah Dinan.
Setelah meninggalkan pelataran parkir hotel mewah itu, Dinan mengemudikan mobilnya dengan cepat, dia berulang kali menghela napas demi memenangkan diri. Ruby yang duduk di sampingnya terus memperhatikan Dinan, dia tak menyangka lelaki itu mengambil keputusan untuk mengundurkan diri menjadi CEO di Unique Jewelry.
“Kenapa kamu terus menatapku?” Tanya Dinan tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.
Rupanya Dinan sadar sedari tadi Ruby memandangi dirinya.
“Aku masih tidak menyangka Mas melakukan ini, Mas menentang Pak Surya di hadapan semua orang, dan Mas juga menyatakan berhenti dari perusahaan. Apa Mas yakin dengan keputusan itu?”
Dinan melirik Ruby sekilas. “Sangat yakin! Karena apa pun akan aku lakukan untuk memperjuangkan mu, agar kita bisa bersama. Lagi pula sejak awal aku memang tidak terlalu tertarik memimpin perusahaan, tapi Papa memaksaku.”
“Tapi aku rasa ini akan jadi masalah, Pak Surya tidak akan tinggal diam.”
“Memang akan jadi masalah, tapi aku tidak peduli. Yang terpenting kamu tetap ada di sisiku, dan apa pun yang terjadi, aku akan selalu melindungi mu.” Ujar Dinan, dia menggenggam tangan Ruby.
“Tapi, Mas ....”
“Kenapa? Kamu meragukan aku?” Sela Dinan.
Ruby pun menggeleng dan memaksakan senyuman. “Tidak, Mas.”
Sejujurnya Ruby merasa takut jika semua ini mendatangkan masalah yang besar untuknya juga Dinan sebab dia teringat akan ancaman Surya dan Samara, belum lagi nanti dia harus menghadapi Safira yang sampai saat ini masih enggan bicara padanya.
“Sekarang kita mau ke mana?”
“Pulang saja, Mas.”
“Yaa, kenapa pulang? Kamu tidak mau jalan-jalan dulu?”
“Aku ingin pulang saja, Mas.”
“Baiklah, kita pulang.”
💘💘💘
__ADS_1