
Tiba-tiba pintu ruangan CEO terbuka.
“Dinan!”
Ketiga orang itu langsung menoleh ke arah pintu dan terkejut saat melihat Surya sudah berdiri di sana, wajahnya tampak marah. Sedangkan Hanan yang berdiri di belakang Surya hanya terdiam memandangi mereka dengan tatapan cemas.
“Papa!” Gumam Dinan, dia tak menyangka sang ayah ada di sini.
Melihat kedatangan Surya, Samara memanfaatkan situasi untuk mencari simpati dari pria itu, dia seketika berakting sedih.
“Om, Dinan memarahiku dan mempermalukan aku di depan bawahannya, padahal aku tidak melakukan kesalahan apa pun.” Adu Samara penuh drama.
Surya sontak menatap tajam Dinan dan Ruby, lalu melirik tangan Dinan yang masih menggenggam lengan Ruby. Karena merasa risi, Ruby berusaha untuk membebaskan lengannya dari cengkeraman Dinan, tapi lelaki itu tidak mau melepaskannya.
“Papa rasa kau masih ingat dengan apa yang kita bicarakan kemarin, atau kau ingin Papa membuktikan ucapan Papa?” Ujar Surya sembari melirik Ruby yang berdiri di sisi Dinan.
“Tapi, Pa, dia sudah bersikap kurang ajar terhadap Ruby, aku hanya menyuruhnya meminta maaf, tapi dia tidak mau.” Sahut Dinan.
Samara menggeleng cepat, “Tidak, Om. Aku hanya meminta wanita itu keluar dari sini, tapi Dinan malah marah dan tega membentak aku.”
Dinan dan Ruby terhenyak mendengar pengakuan Samara itu, mereka tak menduga jika dia akan berbohong dan berpura-pura.
“Pa, dia berbohong!” Sanggah Dinan.
__ADS_1
“Aku tidak berbohong! Om dengar sendiri kan tadi dia membentakku?” Balas Samara berpura-pura sedih.
“Sudah-sudah!” Surya menengahi. “Papa sudah putuskan, mulai sekarang Samara yang akan menjadi asisten pribadimu”
Dinan, Ruby dan Hanan tercengang. Mereka tak percaya Surya mengambil keputusan sepihak itu, bahkan Dinan langsung melayangkan protes.
“Aku tidak setuju! Papa tidak bisa melakukan ini seenaknya!”
“Kenapa tidak bisa? Perusahaan ini milik Papa, jadi Papa bisa melakukan apa saja yang Papa rasa baik.”
Dinan mengepalkan tangannya dengan kuat dan mengeraskan rahangnya demi menahan geram, Ruby bisa merasakan genggaman tangan Dinan di lengannya semakin erat. Dia tahu Dinan pasti sangat marah.
“Sekarang juga bereskan barang-barang mu dan kembali ke posisi sebagai staf administrasi, mulai hari ini semua tugasmu sebagai asisten pribadi Dinan akan diambil alih oleh Samara.” Pinta Surya sambil menatap Ruby.
Ruby mengangguk patuh. “Baik, Pak.”
“Ya sudah, kalau begitu kau boleh keluar!”
“Iya, Pak. Saya permisi.” Ruby melepaskan lengannya dari cekalan tangan Dinan dengan paksa dan bergegas keluar dari ruangan tersebut.
Hanan memandang Ruby dengan iba saat wanita itu melewatinya dengan kepala tertunduk, dia tahu Ruby pasti sedih atas perlakuan Samara dan Surya.
Selepas kepergian Ruby, Surya berjalan mendekati Dinan. Sedangkan Hanan hanya terpaku di belakang Surya, dia sama sekali tak ingin ikut campur dengan urusan ayah dan anak itu. Walaupun dia juga sudah menjadi bagian dari keluarga Surya, tapi dia tetap tahu batasannya sebagai anak tiri.
__ADS_1
“Ini terakhir kalinya Papa ingatkan, bersikaplah yang baik kepada Samara dan jauhi wanita itu! Atau Papa akan memecat dia dan juga adiknya lalu membuatmu menyesal.” Ancam Surya dengan angkuh.
“Papa keterlaluan!” Geram Dinan, dia menatap tajam ayahnya kandungnya itu.
“Semua ini demi kebaikanmu.” Balas Surya seraya menepuk pundak Dinan lalu melenggang pergi begitu saja.
Hanan menghela napas dan segera menyusul Surya keluar dari ruangan CEO.
Dinan benar-benar kesal dengan semua ini, dia beralih menatap Samara dengan penuh amarah. “Puas kau sekarang? Dasar wanita licik!”
“Dinan, aku hanya tidak ingin dia merebut mu dari ku.” Rengek Samara manja.
“Diam kau! Aku tidak ingin melihat mu, sekarang juga keluar dari sini!”
“Dinan.”
“Aku bilang keluar!” Bentak Dinan geram.
Samara pun pergi dengan perasaan kesal, tapi jauh di dalam hatinya, dia merasa puas karena berhasil menyingkirkan Ruby dari sisi Dinan.
Sebenarnya Efendi sudah menceritakan tentang status Ruby pada Surya dan hal tersebut membuat Surya semakin tidak suka terhadap Ruby, dan berusaha menjauhkan janda cantik itu dari sang putra.
Namun Surya masih membiarkan Ruby tetap bekerja di perusahaannya atas permintaan Samara, karena wanita licik itu ingin membuat Ruby merana dan kecewa melihat kebersamaannya dengan Dinan. Samara berniat ingin memberi Ruby pelajaran karena sudah berani dekat dengan pria yang dia cintai.
__ADS_1
💘💘💘
Hai, BESTie, jangan lupa like, komen dan favorit kan novel ini ya. Biar aku makin semangat update.☺️