
Begitu tiba di rumah, Samara langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu, dia membanting semua barang sehingga membuat kamarnya seketika berantakan.
“Aargh!” Teriak Samara histeris.
Efendi yang cemas mengetuk pintu kamar sang putri. “Samara, Papa mohon buka pintunya! Papa ingin masuk dan bicara denganmu.”
“Pergi! Aku tidak mau bicara dengan siapa pun!”
“Papa tahu kamu marah, tapi tolong jangan seperti ini! Papa takut kamu kenapa-kenapa, Nak. Ayo, buka pintunya!” Bujuk Efendi.
“Aku cuma mau Dinan! Dia harus jadi milikku, aku tidak rela dia menjadi milik orang lain.” Jerit Samara.
Prang ....
Terdengar suara sesuatu yang pecah, membuat Efendi semakin cemas.
“Samara, ada apa, Nak? Buka pintunya!” Efendi menggedor-gedor pintu kamar putrinya itu, tapi tidak ada sahutan.
“Mas, dobrak pintunya!” Pinta Windi yang juga ikut cemas.
Efendi pun akhirnya mendobrak pintu kamar Samara, di hantaman ketiga barulah pintu itu terbuka. Efendi juga Windi terperangah melihat cermin meja hias yang hancur dan Samara yang tertunduk dengan pergelangan tangan berdarah, dia melukai dirinya dengan pecahan beling.
“Ya Tuhan, Samara!” Pekik Efendi yang langsung membalut pergelangan tangan Samara dengan kain.
“Lebih baik aku mati daripada tidak bisa memiliki Dinan.” Ucap Samara lirih, keadaannya benar-benar kacau.
“Mas bawa dia ke rumah sakit!” Seru Windi panik.
Efendi langsung menggendong Samara dan melarikannya ke rumah sakit terdekat, lelaki paruh baya itu benar-benar panik setengah mati. Inilah yang dia takutkan jika Samara yang memiliki gangguan kepribadian ambang itu sedang tantrum, dia akan bertindak impulsif dan agresif saat marah. Tak jarang dia menyakiti diri sendiri dan juga orang lain, makanya Efendi selalu berusaha menuruti semua keinginannya.
Dia juga tahu sejak lama Samara sangat menyukai Dinan, makanya dia bersikeras untuk menjodohkan Dinan pada Samara, agar sang putri bahagia.
__ADS_1
Sementara itu, Surya dan Aliya sudah pulang ke rumah. Surya merasa bersalah kepada Efendi dan juga malu terhadap semua orang atas kelakuan Dinan tadi. Dia berulang kali menghubungi sahabatnya itu untuk meminta maaf, tapi teleponnya tidak dijawab.
Surya mengusap wajah dengan kasar. “Anak itu benar-benar kurang ajar! Buat malu saja!”
“Mas, tenanglah!” Aliya mengusap pundak suaminya itu.
“Bagaimana aku bisa tenang? Dia sudah mempermalukan kita dan Efendi, sekarang Efendi dan Samara pasti sangat marah. Aku jadi tidak enak.”
Kesal Surya.
“Kan sudah dari awal aku peringatkan untuk tidak memaksa Dinan menerima perjodohan ini, tapi Mas tidak mau dengar. Ini akibatnya!”
Ujar Aliya.
Surya menatap tajam sang istri. “Jadi kau menyalahkan aku?”
“Bukan begitu, Mas. Aku hanya mengingatkan saja, kalau dari awal Mas tidak memaksanya, pasti hal ini tidak akan terjadi.” Sanggah Aliya.
“Mas masih bisa balas budi dengan cara lain, bukan berarti harus mengorbankan perasaan Dinan. Kalau dia juga mencintai Samara tidak masalah, tapi kenyataannya dia mencintai wanita lain. Lagian kenapa Mas tidak merestui saja Dinan dan wanita itu, aku yakin Dinan tahu yang terbaik untuknya.”
“Jelas aku tidak merestui, wanita itu seorang janda, dia sudah pernah gagal berumah tangga. Entah apa yang dia lakukan di masa lalu sampai suaminya menceraikan dia.” Kecam Surya.
Aliya terkesiap, hatinya mendadak tersinggung.
“Mas, tidak ada yang salah dengan janda, aku ini juga seorang janda! Bukan berarti kalau kami bercerai, kami yang bermasalah. Kita tidak pernah tahu apa yang sudah orang lain lewati dalam hidupnya, pernah gagal bukan berarti orang itu buruk. Kalau menurut Mas janda itu tidak baik, lalu mengapa Mas mau menikahi aku?”
Sungut Aliya.
Surya termangu, dia sadar telah salah bicara karena terlalu emosi.
“Kenapa Mas diam? Atau jangan-jangan selama ini Mas juga menganggap aku ini buruk karena pernah gagal berumah tangga?” Tuduh Aliya.
__ADS_1
“Bukan begitu maksudku, Aliya! Kalau aku ini kan sudah duda, tidak masalah jika mendapatkan janda. Tapi Dinan itu masih lajang, dia masih bisa mendapatkan seorang gadis yang lebih baik.”
“Mas, janda itu bukan aib, memang apa salahnya seorang lajang mendapatkan janda? Jodoh Tuhan yang atur, bukan Mas. Siapa pun jodoh Dinan nanti, itu pasti yang terbaik. Seharusnya sebagai seorang Ayah, Mas itu mendukung dia, bukan malah menentangnya. Dinan tidak bodoh, dia pasti tahu mana yang terbaik untuknya.”
Surya terdiam mendengar kata-kata Aliya yang begitu bijak.
“Dan satu hal yang harus Mas ingat, Dinan bukan anak kecil lagi yang bisa Mas atur sesuka hati, dia sudah bisa menilai dan mengambil keputusan sendiri, jadi jangan buat dia akhirnya membenci Mas karena sifat keras kepala dan egois Mas itu!” Lanjut Aliya menohok dan bergegas pergi dari hadapan sang suami.
Surya bergeming, dia termenung mencerna semua kata-kata Aliya yang begitu menusuk relung hatinya.
Namun tiba-tiba dia dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering, ternyata Efendi yang meneleponnya.
Surya buru-buru menjawab panggilan dari sahabatnya itu. “Akhirnya kau menghubungiku juga.”
“Aku menelepon cuma ingin meminta pertanggung jawaban putramu atas apa yang menimpa putriku!”
“Memangnya apa yang terjadi pada Samara?” Tanya Surya cemas.
“Samara mencoba bunuh diri, dia sakit hati karena anakmu lebih memilih janda itu. Sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit, dan itu gara-gara anakmu.”
Surya tercengang. “Ya Tuhan! Aku benar-benar minta maaf atas apa yang Dinan lakukan.”
“Maaf mu tidak akan mengubah apa pun! Kami sudah terlanjur malu dan sakit hati, dan sekarang putriku juga terluka. Aku akan membalas perbuatan kalian.”
Surya bergeming, dia tak tahu harus berkata apa lagi.
“Aku juga akan menarik investasi saham ku di perusahaan mu dan mulai sekarang tidak ada lagi persahabatan di antara kita!”
Efendi langsung mematikan panggilan telepon itu secara sepihak, Surya hanya mengembuskan napas panjang, dia sama sekali tak membalas ancaman Efendi itu.
Surya tahu ini akan terjadi jika Dinan bersikeras menolak perjodohan dengan Samara, makanya dia memaksa Dinan mematuhinya. Karena kalau Efendi menarik investasi sahamnya, bisa dipastikan perusahaan milik Surya itu diambang kebangkrutan, karena selama ini Efendi lah investor terbesar di Unique Jewelry. Namun sekarang dia harus pasrah dan berharap ada keajaiban.
__ADS_1
💘💘💘