Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 11 Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di rumah Nana langsung membersihkan tubuhnya yang gerah sekali karena sekitar setengah jam berada di bawah terik matahari.


setelah mandi Nana makan siang dahulu lalu melakukan tidur siang karena sedikit lelah.


pukul empat sore Nana terbangun karena suara sang mama yang membangunkan nya.


"Dek bangun sayang." ucap mama Nana yang tengah duduk di tepi tempat tidur Nana.


"Hoam ,,,,,jam berapa ma." tanya Nana.


"Sudah pukul empat." jawab mama.


"Kamu sibuk ngak." tanya mama.


"Ngak kok emang ada apa ma." tanya Nana balik.


"Temanin mama ke mall yuk ada yang mau Mama beli."


"Ok mah Nana siap siap dulu ya." ucap Nana sambil mencium pipi mamanya.


Setelah itu Mama Nana keluar dan Nana bersiap untuk pergi menemani mamanya yang katanya ke mall.


Selesai bersiap Nana turun ke lantai satu untuk menemui mamanya yang sudah menunggu di ruang tengah.


Mereka berdua pergi diantar sopir pribadi sang mama.


Mall.


Tujuan awal mereka untuk membeli beberapa pakaian dan karena asik berkeliling sampai lupa bahwa mama nana ada janji dengan seseorang.


"Sayang kita temuin teman mama bentar ya katanya dia juga ada di sini." ujar sang mama setelah mendapatkan pesan dari temannya itu.


"Ok deh ma." jawab Nana.


Lalu mereka berdua langsung menuju tempat di mana teman mama Renata berada.


"Haii jeng." sapa mama Renata ke temannya itu yang pada saat ini mereka berada di suatu tempat makanan favorit yang VIP mama Renata ketika berada di mall itu.


"Haiii lama ya ngak ketemu." jawab wanita yang merupakan teman Mama Renata sambil cipika cipiki.


"Ini anak gadis kamu." tanya wanita itu kepada mama Renata.


"Iya Nana kenalin ini Tante Gita Wirjawan istrinya om Daniel Wirjawan." kata mama Renata ke Nana dan nana menjulurkan tangannya bersalaman dengan wanita yang bernama Gita itu.


"Nazma Tante panggil aja Nana." ucap Nana tersenyum ramah.

__ADS_1


Lalu mereka melanjutkan ngobrol ngobrol ringan.


Tak berselang lama datanglah seorang pemuda.


"Assalamualaikum semua." kata pemuda itu lalu duduk di samping Tante Gita.


"Waalaikumussalam." jawab mereka bertiga serentak.


"Kok lama Bunda udah nunggu Lo." tanya Tante Gita kepada pemuda itu yang merupakan putra dari Tante Gita.


"Biasa Bun macet." ucap pria itu lalu menyeruput minuman yang berada di depannya karena tadi sudah di antarkan oleh para pelayan disana.


"Hehh asal seruput aja." sergah Tante Gita kepada pemuda tersebut.


Lalu mereka melanjutkan cengkerama mereka yang tidak tau kapan usainya.


Sepulang dari mall sekitar pukul tujuh malam Nana dan juga Mama Renata langsung menuju kamar masing masing untuk membersihkan diri.


Keesokan harinya.


Nana kembali bersekolah seperti biasanya dengan penuh semangat yang bergelora seperti matahari yang tampak tersenyum di ufuk timur dengan cahayanya yang terang untuk menyinari bumi ini untuk berjalanya kehidupan.


Di sekolah Nana belajar dengan semangat karena beberapa Minggu ke depan akan diadakan ujian semester ganjil.


Sekarang tibalah saatnya istirahat dan semua siswa keluar kelas dan ada juga ya g ke kantin begitu juga dengan Nana dan Citra.


Mereka berdua makan bakso dengan lahapnya yang merupakan makanan favorit setiap orang begitu juga dengan Nana dan Citra.


karena asik makan mereka berdua tidak sadar ada seseorang yang duduk di samping Nana dan pada saat Nana menoleh ke arah kanan dia sangat terkejut dengan seseorang yang wajahnya begitu dekat dengannya.


"Astaghfirullah Arkan Lo ngagetin aja deh." ujar Nana kesal melihat tingkah Arkan tadi


"Hahahaha bercanda naa." kata Arkan tertawa.


"Ngak lucu tau gak." ujar Nana yang saat ini kembali menghabiskan baksonya.


"Udah udah Lo juga sih Arkan main ngagetin orang lagi." ujar Citra lagi membela Nana.


"Iya deh gua yang salah." ucap Arkan mengalah walaupun sudah tau dia yang salah.


"Kok kalian ngak ngajak gw sih ke kantin " ucap Arkan kembali setelah beberapa saat hening.


"Makanya jangan cabut." ucap Citra karena Arkan cabut pada saat jam pelajaran ke tiga sampai istirahat.


"Ya Lo tau kan gw ada masalah sama tu guru." ucap Arkan.

__ADS_1


"Iya sih tapi mau sampai kapan Lo mau menghindar dari masalah Lo." ujar Nana lagi seakan akan menasehati teman masa kecilnya itu.


"Tunggu bentar lagi gw beresin tu Masalah." ujar Arkan.


"Terserah Lo aja jangan sampai Lo ngak lulus gara gara masalah ini." ucap Nana buka suara dan menasehati Arkan setelah diam mendengarkan dari tadi.


Sehabis dari kantin Nana Citra dan Arkan kembali ke kelas namun saat di perjalanan Nana merasa ingin buang air kecil.


"Kalian duluan aja gw mau ke WC dulu mau Buang air kecil." ujar Nana kepada Arkan dan Citra.


"Lo ngak mau gw antar." tawar Citra.


"Ngak usah Kalian duluan aja." tolak Nana.


Lalu Nana menuju ke toilet khusus wanita masa iya ke toilet khusus laki laki setelah selesai Nana lalu keluar dari toilet itu namun saat sudah di depan pintu Nana di sekap oleh seseorang dan dibawa ke suatu sudut.


"Hkmmm hkkkmm." teriak Nana karena mulutnya di sekap oleh tangan orang tersebut.


"Sssstttt." ucap orang itu lalu melepaskan tangannya dari mulut Nana.


"Maksudnya apaan nih." ucap Nana ke orang itu.


"Mau cuma ngingetin calon istri buat jangan terlalu dekat dekat sama itu cowok." ujar orang itu kepada Nana seperti pose dibawah ini.



"Kenapa emang." tantang Nana sambil menatap mata hitam yang tengah juga menatapnya lekat.


"B.A.H.A.Y.A." kata laki laki itu sambil mengeja huruf satu satu.


"Kayak ngak pernah deketin cewek lain aja." ucap Nana.


"Cemburu yaa." ucap laki laki itu sambil mencubit hidung Nana yang sudah menjadi kebiasaannya beberapa Minggu terakhir ini.


"Awas ah aku mau ke kelas tuh bel udah bunyi " ucap Nana lalu pria itu melepaskan tangan yang menahan Nana.


"Awas yaa kalau cabut." Ucap Nana menasehati laki laki itu.


"Baik ibu negara." ucap laki laki itu yang menatap kepergian Nana yang semakin jauh dengan tersenyum sendiri ntah apa yang di pikirannya.


...----------------...


...----------------...


......................

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2