Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 9 Bertemu


__ADS_3

Setelah memberikan uang kepada Hansel Nana langsung kembali ke kelas dan melupakan kalau sahabatnya yang masih berada di kantin.


Sesampainya di kelas Nana baru menyadari kalau sahabatnya itu masih di kantin dan Nana memutuskan untuk menuju kantin kembali namun pada saat baru sampai di depan pintu kelas Nana melihat Citra yang tengah berjalan ke arahnya.


"Kok Lo tinggalin gw sih." kesal Citra kepada Nana.


"Ya sorry Cii gw lupa." jawab Nana sambil cengengesan dan memperlihatkan giginya yang tertata rapi itu.


"Ya udah deh kali ini gw maafin." lalu mereka berdua memasuki kelas bersama dan tak lama setelah itu bel masuk berbunyi mereka kembali melanjutkan pembelajaran.


Sepulang sekolah.


Setelah sampai di parkiran Nana langsung memasuki mobilnya untuk pulang ke rumah seperti biasanya Nana tidak lupa untuk memakai sabuk pengaman terlebih dahulu.


Saat melalui parkiran Nana melihat Citra.


"Cii gw duluan ya."


"Ok na hati hati Lo."


Lalu mobil Nana meluncur meninggalkan halaman sekolah.


Saat di tengah perjalanan menuju rumah terdengar suara handphone Nana berdering dan Nana menepikan mobilnya untuk mengangkat telepon terlebih dahulu.


📲


"Iya ma ada apa." ternyata yang menelpon mamanya Nana.


"Kamu di mana."


"Masih di jalan ma."


"Tolongin mama bentar ya buat mampir ke supermarket buat beliin keperluan di rumah dan udah mama kirim ke wa kamu apa aja yang akan di beli."

__ADS_1


"Ok ma nanti Nana beli ini sedikit lagi sampai." kata Nana lalu memutuskan sambungan telepon.


Supermarket.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya Nana langsung masuk ke dalam super market tersebut dan memilih barang belanjaan sesuai yang di perintahkan mamanya.


Saat akan mengambil botol saus sambal yang letaknya lumayan tinggi tangan Nana tidak sampai untuk mengambilnya.


Setelah melihat sekeliling dengan tujuan untuk meminta pertolongan namun supermarket tersebut saat ini bisa dikatakan sedikit sepi karena Hannya beberapa orang disana.


Karena bimbang untuk meminta bantuan kepada siapa Nana kembali mencoba meraih saus sambal itu dengan susah payah sampai berjinjit namun tak kunjung dapat juga.


"Masa itu doang ngak sampai." kata seseorang dari belakang Nana dan memberikan botol saus sambal itu kepada Nana.


"Hansel Lo kok ada disini ,,,,,jangan jangan Lo ngikutin gw ya." ucap Nana memperhatikan Hansel dari atas sampai bawah penuh selidik karena Hansel masih lengkap dengan pakaian sekolahnya.


"Siapa yang mau ngikutin Lo." sergah Hansel.


"Emang ini tempat punya Lo ngak kan ,terserah gw dong mau kemana." jawab Hansel.


"Ya ngak sih ,terus Lo ngapain disini." tanya Nana balik karena tidak puas dengan jawaban dari Hansel.


"Gw tadi niatnya beli minuman terus gw lihat ada cewek pendek yang lagi kesusahan ambil ini." tunjuk Hansel ke botol saus sambal yang Nana pegang.


"Lo ngatain gw pendek." ucap Nana kesal.


"Kan emang itu kenyataannya" kalau dibandingkan dengan Hansel memang tinggi Nana terlihat jauh berbeda karena Nana Hannya sebatas dada Hansel.


"Terserah Lo deh mau bilang gw apaan." Nana lalu pergi dan tidak lupa menginjak sepatu Hansel lalu berlari dari tempat itu sambil mendorong troli belanjaannya.


"Cewek bar bar." ucap Hansel pelan walaupun tidak terasa sakit sama sekali di kakinya.


"Woiiii Lo melupakan sesuatu" teriak Hansel yang membuat Nana berbalik badan ke arahnya.

__ADS_1


"Apaan." karena Nana merasa tidak ada yang ketinggalan hingga akhirnya dia mengingat sesuatu.


"Ohh iya makasih Hansel." Teriak Nana kembali karena ia lupa mengucapkan terimakasih kepada Hansel yang sudah membantunya mengambil saus sambal.


Begitulah Nana yang selalu melupakan hal hal kecil di hidupnya.


Lagi lagi Nana tidak menyadari bahwa ia di buntuti seseorang yang sejak tadi melihat interaksi yang dia lakukan dengan Hansel dengan wajah yang tidak suka.


"Kenapa Lo selalu beruntung dibandingkan gw." ucap orang itu yang tengah bersembunyi di belakang tembok


Dia merasa kesal karena dia selalu gagal ketika akan mencelakai Nana.


Setelah selesai berbelanja Nana kembali ke rumah.


Di tempat lain.


"Jangan sampai Lo nyentuh cewek itu kalau sampai dia kenapa kenapa Lo akan lenyap di tangan gw." kata seorang pria kepada seseorang yang terikat di sebuah kursi.


"Hehh." ucap pria itu dengan sinis seakan meremehkan ucapan dari lawan bicaranya.


"Lepasin dia." ucap pria kepada orang bawahnya untuk melepaskan pria yang terikat tadi.


.


.


...


.


.


.____________BERSAMBUNG____________

__ADS_1


__ADS_2