
Di dalam mobil Hansel terus berusaha menenangkan Nana kembali karena saat ini ia sudah menangis tersedu sedu dalam pelukan Hansel.
Hansel yang merasa bersalah pun hannya bisa menenangkan wanitanya itu dengan berusaha membujuknya dan menjelaskan kebenarannya.
Walaupun Nana sudah berusaha berontak namun dengan tubuhnya yang kecil ia tidak bisa menandingi tubuh Hansel yang tetap kukuh untuk memeluknya tanpa membiarkan Nana terlepas dari pelukannya.
"Maaf sayang aku becanda kok." jelas Hansel kesekian kalinya yang memang niatnya tadi hannya untuk menguji Nana saja apakah wanitanya itu cemburu atau tidak.
Karena Nana yang menjadi cuek terhadap dirinya semenjak kejadian di mana ia bertengkar dengan Viola walaupun mereka sudah berbaikan.
Di luar pikiran Hansel Nana malah menganggap becandaan nya itu serius tidak seperti yang ia bayangkan dan ternyata kalimat itu justru membuatnya sakit hati hingga menangis.
"Bercandanya ngak lucu." sambil terisak Nana mencoba membalas ucapan dari Hansel yang mengatakan dirinya hannya bercanda.
"Maaf ya." ujar Hansel dengan suara yang lembut sambil mengusap usap punggung Nana dan berupaya menenangkan wanitanya itu.
"Lain kali jangan di ulang." ujar Nana memperingati Hansel sambil menatap wajah laki laki itu.
"Janji sayang." sambil tersenyum Hansel menjawab perkataan Nana yabg sudah berhenti menangis.
"Pulang yuk aku antar." ujar Hansel.
Sejenak Nana berpikir tentang Bianca karena tadi dia kesini dengan Bianca.
"Bianca." ujar Nana.
"Tadi udah di bilang kok sama dia." ujar Hansel karena tadi ia sempat mengatakan ke Bianca kalau ia lah yang akan mengantarkan Nana pulang dan di setujui oleh Bianca yang sudah tau kalau Hansel pacar dari Nana.
"Owhh." ujar Nana.
Setelah itu Hansel langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan parkiran restoran itu dengan perlahan tapi pasti.
"Sayang nanti malam jam tujuh aku jemput ya." ujar Hansel setelah mereka sampai di depan gerbang rumah Nana.
__ADS_1
"Buat apaan." tanya Nana penasaran.
"Pokoknya kamu dandan aja nanti kita makan malam di luar dan ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu." ujar Hansel menjelaskan maksud dan tujuannya yang tidak mau bertele tele lagi dengan hubungan mereka yang sudah cukup lama terjalin.
"Baiklah." ujar Nana lalu masuk ke dalam rumahnya setelah melihat Hansel meninggalkan pekarangan rumahnya.
Dalam hatinya Nana berkata apakah yang akan di katakan Hansel nanti malam atau hal itu menyangkut dengan hal yang ia pikirkan selama ini atau ada sesuatu yang lain yang tidak di ketahuinya.
Nana terus memikirkan itu sampai ia memasuki rumah dan terus beradu opini dengan hatinya.
"Kok lesu gitu jalannya." tanya mama Renata saat melihat anaknya itu berjalan lesu memasuki rumah tanpa ekspresi apapun.
"Capek ma." ujar Nana dan menghempaskan diri di sofa ruang keluarga.
"Ya namanya juga berjuang untuk masa depan." ujar mama Renata dan juga ikut duduk di atas sofa dekat Nana.
"Iya ma." jawab Nana dengan lesu.
"Iya ma." Nana bangkit dari sofa dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Sampai di kamarnya Nana kembali melanjutkan tidurnya.
Karena kelelahan Nana tertidur sampai suara sang mama terdengar memangilnya.
"Nana bangun dulu buat sarapan." ujar mama Renata yang saat ini tengah duduk di samping kasur Nana yang berusaha membangunkan sang putri dari tidurnya.
"Nana." panggil mama Renata lagi dan lagi.
"Nana udah jam sembilan malam loh ini." kata mama Renata dengan nada sedikit keras agar sang putri bangun dari tidurnya.
"Jam berapa mah." ujar Nana yang langsung bangun dari tidurnya.
"Jam sembilan sayang." ujar mama Renata.
__ADS_1
"Whaattt." teriak Nana karena ia melupakan janjinya dengan Hansel tadi sore sepulang kuliah.
Nana langsung bangun karena mendengar jam sudah menunjukan pukul sembilan malam dan berarti ia sudah melewatkan janjinya dengan Hansel yaitu jam delapan malam.
Nana langsung mencari hp nya dan mengecek adakah panggilan dari Hansel.
Terdapat panggilan tak terjawab dari Hansel sebanyak sepuluh kali. Nana mencoba menghubungi kembali Hansel namun tak di angkat oleh pria itu, hingga berkali kali Nana mengulang menelponnya dan terakhir dari operator mengatakan nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
Pupus Lah harapan Nana karena nomor yang ia tuju sudah tidak aktif yang membuatnya semakin menjadi cemas.
Mama Renata yang di samping Nana pun penasaran kenapa putrinya sepanik itu.
"Nana kenapa nak." tanya mama Renata melihat raut wajah yang terpancar dari wajah sang putri seperti orang panik.
"Nana lupa maa." ujar Nana yang sepertinya akan menuju rumah Hansel dengan tergesa gesa mengganti pakaiannya.
"Lupa apa." tanya mama Renata lagi penasaran.
"Nana ada janji sama Hansel." jawab Nana yah sudah selesai bersiap dan hendak keluar dari kamarnya namun di hadang sang mama.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like dan komen
Terima kasih
__ADS_1