
Rumah Nana
Di halaman rumah Nana tampak Mama Renata yang sedang menyirami bunga sambil bersenandung kecil.
Karena mendengar suara klakson mobil dia pun berhenti sejenak dan melihat siapa yang datang.
"Nana kok udah pulang nak Hansel juga." tanya Mama Renata setelah melihat Nana keluar dari mobil itu dan di ikuti Hansel.
"Sakit perut ma." Jawab Nana dan berjalan ke arah Mama Renata.
"Owhh mama kira kenapa yaudah masuk yuk Hansel juga." ujar Mama Renata lalu membawa Nana masuk ke dalam rumah.
"Lain kali aja tan soalnya harus kembali ke sekolah." ujar Hansel.
"Yaudah hati hati." ujar mama Renata lalu Hansel meninggalkan pekarangan rumah itu dan kembali ke sekolah.
Setelah Hansel pergi meninggalkan pekarangan rumah Nana mama Renata dan Nana juga masuk ke dalam rumah.
"Kok bisa sakit perut sayang." tanya mama Renata heran karena tak biasanya Nana sakit perut sampai harus izin dan pulang sekolah.
"Karena haid ma." jawab Nana jelas terlihat di wajahnya seperti orang kesakitan.
"Owwh kalau gitu tunggu disini mama buatin jahe." lalu mama Renata menuju dapur.
"Diminum sampai habis." ucap Mama Renata yang sudah selesai membuatkan Nana jahe obat pereda nyeri haid dan Nana pun mengabiskan nya.
"Udah ma."
"Nana mau ke kamar dulu mau tidur." ucap Nana dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Selepas dari mengantarkan Nana pulang Hansel kembali ke sekolah menggunakan jalan pintas agar lebih cepat dan memakan waktu lebih sedikit untuk sampai ke sekolah.
Sampailah Hansel di sekolah.
__ADS_1
Waktu akan memasuki gerbang sekolah Hansel menemukan temannya yang sudah menunggu di depan gerbang.
"Ngapain kalian disini." tanya Hansel kepada Bimo temannya.
"Nungguin Lo." jawab Bimo.
"Markas kembali di serang." ucap Bimo yang membuat Hansel langsung naik pitam setelah mendengarnya.
Tanpa berkata apa-apa Hansel langsung tancap gas menuju markas geng mereka.
Sesampainya di markas mereka menemukan beberapa anggota sudah tergeletak tak berdaya dan musuh juga sudah tak ada lagi di sana.
"Siapa yang sudah berani mengacaukan tempat gw." teriak Hansel melihat markasnya yang sudah berantakan dan barang berserakan di mana mana.
"Arkana Dermaga Bos." jawab salah satu mereka yang ada disana.
"Sial." umpat Hansel yang sudah tak bisa lagi menahan amarahnya.
"Sekarang juga Kita serang markasnya." teriak Hansel penuh emosi.
"Iya Hans Lo ngak lihat keadaan teman teman kita kalau kita nyerang sekarang sama saja kita cari mati dengan jumlah pasukan kita yang segini." timpal Bimo.
"Lagian sekarang anak anak kita masih banyak yang di sekolah." ucap Tomi menimpali ucapan Bimo.
"Baiklah nanti malam kita kumpul disini semuanya jam delapan malam." ucap Hansel dan di iyakan oleh mereka yang ada di sana
"Ngak mungkin dia kan tapi dari namanya saja suda beda." ucap Hansel dalam hati karena menyadari sesuatu.
Setelah dari markas Hansel kembali ke sekolah untuk mengambil tasnya karena sekarang sudah jam pulang.
Hansel .
Setelah pulang dari sekolah gw langsung pulang ke rumah karena bunda mengatakan kalau ayah gw sudah pulang dari luar kota dan ada yang ingin di bicarakan.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bun." ucap Hansel setelah tiba di rumah dan mendapati bundanya yang tengah duduk di ruang tengah.
"Waalaikumussalam sayang." jawab Bunda Gita.
"Ayah sudah nungguin di ruang kerjanya."
"Emang ada apa Bun." tanya Hansel Herna karena tak biasa ayahnya begini.
"Bunda juga ngak tau." ucap sang Bunda.
"Temuin aja dulu mana tau penting."
"Baiklah." ujar Hansel lalu pergi ke ruang kerja ayahnya.
Sudah satu jam Hansel berada di dalam ruang kerja ayahnya dan entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat bunda Gita yang duduk di sofa ruang tengah pun menjadi penasaran dan berniat menyusul.
Baru saja berdiri dia telah melihat Hansel berjalan ke arahnya dengan wajah sumringah.
"Kayaknya ada yang lagi senang nih." ucap Bunda Gita melihat Hansel yang senyum senyum sendiri.
"Ada apa nih yang buat kamu seneng." tanya Bunda Gita.
"Bunda kepo." jawab Hansel lalu berjalan menuju kamarnya.
"Tanyain ayah Bun." ucap Hansel yang sudah berada di lantai dua rumah mereka.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG