Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 23


__ADS_3

Libur semester satu telah habis karena hanya berlangsung satu Minggu lebih beberapa hari dan Nana kembali sekolah.


Nana bangun tidur pagi sekali karena begitu semangat untuk bersekolah.


Sesampainya di sekolah Nana langsung menuju ke kelas dan di sana sudah terdapat beberapa siswa dan Citra.


"Hai Cii." sapa Nana ke Citra yang sedang duduk di bangkunya dan Nana menghampiri dan duduk di samping Citra.


"Ululu gw kangen tau." langsung memeluk Nana yang baru saja duduk dan belum sempat melepaskan tasnya.


"Lo kok ngak balas chat gw sih selama libur." tanya Nana kepada Citra yang tak pernah membalas chat nya selama libur kemaren.


"Hehehe maafin gw na hp gw hilang tambah lagi gw pergi liburan sama keluarga." ucap Citra menjelaskan alasan mengapa dia tidak membalas chat dari Nana.


"Owhh terus lo udah beli handphone baru dong." tanya Nana karena hendak meminta nomor baru Citra.


"Udah dong." jawab Citra.


"Yaudah mana nomor Lo biar gw simpan." ujar Nana lalu Citra memberikan nomor ponselnya yang baru kepada Nana dan Nana pun menyalin nomor tersebut ke dalam ponselnya.


"Gimana liburan Lo?" tanya Nana kepada Citra yang merasa penasaran karena tak biasanya sahabatnya itu mau pergi liburan apalagi bersama keluarga.


"Biasa aja menurut gw." jawab Citra yang sudah bisa di tebak oleh Nana kenapa Citra tidak tertarik liburan bersama keluarganya.


"Na ada yang mau gw bilang sama Lo." ucap Citra kepada Nana setelah hening beberapa saat.


"Apaan tuh." ujar Nana antusias.


"Kalau ngak salah liat gw liat kak Rahel kemarin." ucap Citra yang seketika membuat raut wajah Nana berubah seketika.


"Gw juga udah ketemu kok kan yang di hotel waktu acara Tante Lo juga ada dia." ujar Nana dengan nada lesu karena merasa tak tertarik dengan apa yang mereka perbincangkan.


"Udah ah ngak usah ngomongin tu orang yang ada nanti mood gw gak baik." ujar Nana tak semangat.


"Iya naa." ucap Citra.


Selang beberapa menit kemudian bel berbunyi dan guru pun datang untuk memulai jam pembelajaran pertama mereka setelah libur.


Istirahat.


"Na kantin yuk." ajak Citra kepada Nana.


"Oke perut gw juga udah lapar nih." ujar Nana dan mereka berdua berjalan ke kantin bersama.


Setibanya di kantin mereka melihat banyak orang berkerumun di salah satu meja.


"Ada apa ya na." tanya Citra ke Nana.


"Ngak tau gw." jawab Nana yang bodo amat dengan keadaan tersebut.


"Samperin yuk." ajak Citra kepada Nana karena jiwa kepo nya sudah meronta ronta.

__ADS_1


"Ngak deh Lo aja." tolak Nana karena dia itu orangnya bodo amatan.


"Yah Nana Lo gak seru deh." ucap Citra pasrah yang pada akhirnya dia mengikuti Nana yang sudah berjalan duluan menuju tempat nasi goreng langganan mereka.


"Seperti biasa aja mbak dua porsi." ujar Nana ke mbak mbak penjual nasi goreng itu karena dia sudah hapal dengan pesanan Nana dan Citra yang hampir setiap hari membeli nasi goreng di tempatnya.


"Ok dek tunggu ya." ucap mbak penjual nasi goreng itu dan menyiapkan nasi goreng pesanan mereka berdua.


Setelah selesai Nana dan Citra pun duduk di salah satu meja kosong dan kerumunan itu belum juga bubar dan entah apa yang di kerumunan itu sehingga membuat keributan apalagi itu suara cewek cewek saja yang terdengar.


"Cii Lo rencana kuliah dimana." tanya Nana kepada Citra waktu makan.


"Gw maunya di luar negeri sih tapi papa gw ngak setuju." jawab Citra mengatakan yang sebenarnya.


"Kalau Lo?" tanya balik Citra.


"Gw juga mau di luar negri tapi ya sama seperti Lo ngak di bolehin sama mama apalagi papa." Jawab Nana juga seadanya.


"Nanti gw bujuk lagi deh biar di bolehin." Ujar Nana lagi yang sangat ingin berkuliah di salah satu universitas favoritnya di luar negeri.


"Kalau misalnya di bolehin terus Lo harus LDR dong sama Hansel." ujar Citra yang tiba tiba saja memasukan Hansel ke dalam perbincangan mereka.


"Gw belum sampai mikirnya ke situ sih tapi kalau iya mau gimana lagi." ujar Nana lagi yang memang dia belum memikirkan sampai ke hal itu.


"Kalau Nana kuliah dia luar negeri gw juga ke luar negeri." sambung Hansel yang baru saja datang dan langsung menyambung ucapan Nana barusan.


"Sayang jangan suka ngagetin deh." ucap Nana ke Hansel yang baru datang dan mencubit pinggang Hansel.


"Ada apaan tuh ribut ribut di sebelah." tanya Nana kepada Hansel yang mungkin tau ada apa dengan keributan kerumunan yang ada di belakang mereka.


"Owhh itu ada anak baru biasalah cewek cewek kalau lihat cowok ganteng." jawab Hansel yang terus memperhatikan wajah Nana yang lagi makan sejak dia datang tadi dan Nana yang menyadari itu pun langsung menegur Hansel


"Ngak usah liat liat." ujar Nana sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangan dan menghabiskan nasi gorengnya.


"Kalian hargain lah gw yang jomblo ini." ucap Citra yang merasa kepanasan.


"Makanya cari pacar Cii." ujar Nana setelah menyadari kalau sahabatnya itu juga ada di sana.


"Iya deh ntar gw cari dan pastinya lebih ganteng dari pacar lo hhhhh." ujar Citra sambil tertawa cekikikan yang seketika itu dia langsung di lempar dengan kipas mini oleh Nana.


"Sakit tau naa." Citra yang terkena pun langsung merengek karena sedikit sakit.


"Sakit ya ululu." Balas Nana dengan mengejek dan memperlakukan Citra seperti layaknya anak kecil yang kesakitan.


"Tau ah gw ngambek sama lo." ujar Citra pura pura ngambek dan setelah itu dia tertawa kencang dan di ikuti oleh Nana yang tidak kalah juga kencangnya.


Hansel yang sejak tadi memperhatikan kedua wanita itu Hannya geleng geleng kepala karena tak habis pikir dengan kedua wanita itu yang sudah kelas tiga SMA tapi kelakuannya tidak jauh seperti anak kecil.


"Hahaha sakit perut gw." ujar Nana memegangi perutnya yang katanya sakit karena tertawa yang tak mau berhenti sehingga membuat mereka menjadi objek pemandangan di kantin untuk beberapa saat.


"Sama gw juga." ujar Citra yang juga memegangi perutnya dan masih tertawa

__ADS_1


"Sudah ketawanya nanti kalian pipis di celana." ujar Hansel menasehati kedua wanita itu dan baru saja Hansel selesai berbicara kedua wanita itu sudah lari yang katanya mau ke toilet.


" Sayang aku duluan ya kebelet. " Ucap Nana sambil berlari meninggalkan Hansel yang Hannya geleng geleng kepala


" Baru aja di bilangin." Ujar Hansel dalam hatinya


Setelah itu Hansel membayar pesanan Nana dan Citra mungkin karena mereka lupa dan juga kebelet pipis


Selesai membayar Hansel pergi dari kantin karena jam istirahat sudah Habis dan kembali ke kelasnya


Pulang sekolah.


" Sayang ini uangmu " Ucap Nana menyerahkan selembaran uang kertas ke Hansel yang saat ini mereka tengah berada di parkiran


" Ngak papa ambil aja. " Ucap Hansel yang tak mau menerima uang yang di berikan Nana karena dia ikhlas membayarkan Nana dan sahabatnya itu


" Yaudah."


" Makasi sayang baik deh." Ujar Nana


" Iya tau kok."


" Yaudah ayo naik kita pulang. " Ujar Hansel sambil menyerahkan sebuah helm kepada Nana yang memang biasnya ia pakai setiap kali pulang bersama Hansel


Setelah mengantarkan Nana pulang Hansel pun juga pulang menuju rumahnya


" Assalamualaikum bunda. " Ucap Hansel ketika sudah memasuki rumahnya


" Waalaikumussalam anak bunda. "


" Makan siang dulu sama sama "


" Di meja makan ada seseorang yang lagi nunggu kamu. " Ucap bunda Hansel ketika dia akan menaiki anak tangga menuju kamarnya


" Siapa Bun. " Tanya Hansel penasaran lalu meletakan tasnya di sofa ruang keluarga dan langsung menuju dapur


" Lihat aja. " Jawab bunda Gita dan juga berjalan menuju dapur bersama Hansel


Sesampainya di dapur Hansel melihat seseorang berhijab yang saat itu tengah membelakangi Hansel


Hansel memberi kode bertanya ke ayahnya yang tengah melihat ke arahnya dan dibalas dengan menaikan bahunya seolah olah tak tau sehingga Hansel Hannya pasrah dan melanjutkan berjalan menuju meja makan


Dan setibanya di sana Hansel di kejutkan dengan wanita itu setelah melihat wajahnya yang seketika itu Hansel langsung berteriak kesenangan .


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2