Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 15 Pulang bersama


__ADS_3

Bel pertanda pulang sekolah sudah berbunyi dan Nana bersiap untuk pulang di dalam hatinya ada sedikit keraguan untuk pulang bersama Hansel atau tidak.


"Cii gw nebeng ya sama Lo." ucap Nana setelah berfikir untuk pulang bersama Citra saja.


"Lahh tadi Lo kan berangkat sama Hansel." balas Citra.


"Jadi Lo ngak mau lagi nyamain gw gitu." ucap Nana sedih.


"Bukan gitu."


"Kalau gitu Lo hubungin Hansel nya dulu lah mana tau dia udah nungguin Lo." ujar Citra ke Nana untuk memintanya untuk menghubungi Hansel.


"Ok deh." setelah itu Nana mengambil hpnya di tas berniat menghubungi Hansel namun baru saja ia memegang hp terdengar suara Hansel dari arah belakang.


"Lo harus pulang sama gw." ucap Hansel lalu menarik tangan Nana dan meninggalkan ruangan kelas dan Nana Hannya diam tanpa berkata sedikitpun mungkin terkejut dengan keberadaan Hansel yang tiba tiba saja berada di kelasnya padahal kelas mereka tidak dekat.


Sekarang sampailah mereka di parkiran dan Nana langsung memasuki mobil setelah di bukakan oleh Hansel dan kemudian hansel juga menyusul memasuki mobil


Di dalam mobil.


"Kok ngak mau pulang sama aku." tanya Hansel bertanya kepada Nana.


Semenjak mereka berdua pacaran panggilan nya tidak lagi Lo gw tapi aku kamu.


"Bukannya ngak mau pulang sama kamu tapi aku kira kamu udah pulang duluan kan biasanya gitu pulangnya selalu cepat." ucap Nana panjang lebar menyebutkan alasannya untuk pulang bersama Citra.


"Mulai hari ini dan seterusnya kita akan pulang barengan." ucap Hansel menjelaskan.


"Kenapa." tanya Nana sambil menatap Hansel.


"Karena aku ngak mau kejadian kemarin terulang lagi karena itu sangat berbahaya untuk mu." ucap Hansel menjelaskan.


Karena ia tidak ingin membahayakan wanitanya dari musuh musuhnya yang mengincar wanitanya itu yang tidak di ketahui nya pasti apakah ada hubungan dengannya atau yang lainnya mengapa orang orang itu mengincar wanitanya bahkan sebelum mereka pacaran dan diapun sering mengikuti Nana dari beberapa tahun terakhir dan itupun juga merupakan suruhan papa Nana untuk menjaga anak gadisnya itu.


"Asal kamu ngak keberatan." ucap Nana tak enak hati karena dia telah merasa menyita waktu kebebasan pria.


"Buat kamu apa sih yang ngak." ucap Hansel tersenyum membalas tatapan Nana yang tak kalah hangatnya sehingga membuat wanita itu langsung memalingkan wajahnya yang memerah seperti tomat.


"Ayo jalan." ucap Nana karena ia tidak biasa di tatap seperti itu oleh lawan jenisnya apalagi ini orang yang telah mengisi hatinya beberapa tahun terakhir.


"Baik nona." ucap Hansel lalu menjalankan mobilnya dan dia tau bahwa wanitanya itu tengah malu yang membuat hatinya menghangat dan tersenyum sendiri melihat tingkah Nana.


Di tengah perjalanan Hansel melihat ada penjual mie ayam bakso yang terlihat ramai sekali pengunjung nya dan berhenti tidak jauh dari penjual itu untuk berhenti sejenak.


"Makan bakso dulu yuk kamu suka bakso kan." ucap Hansel yang mengetahui dari mama Renata bahwa Nana itu suka sekali sama bakso.


"Iya kok kamu tau." tanya Nana mengapa Hansel bisa mengetahui bahwa dia menyukai bakso padahal di belum cerita soal apa apa karena mereka seperti orang pacaran beneran baru sejak kemaren.


"Ya Taulah." ucap Hansel singkat.


"Mauu tapi makannya di dalam mobil aja yaa." ucap Nana karena melihat banyak sekali orang yang makan bakso disana.


"Ok tunggu bentar ya." ucap Hansel lalu memajukan sedikit mobilnya untuk lebih dekat dengan pedagang bakso tersebut dan turun untuk memesan.

__ADS_1


Dan tak lama datanglah Hansel membawa dua mangkok bakso dan juga air putih.


"Ini baksonya mau pedas ngak." tanya Hansel yang telah kembali dan masuk kembali ke dalam mobil.


"Mauu tapi jangan terlalu banyak cabainya." ucap Nana kepada Hansel yang saat ini menuangkan sambel ke baksonya Nana dan setelah itu mereka makan bakso bersama.


"Aaaa cobain deh." ujar Hansel yang ingin menyuapi Nana dengan baksonya dan di terima Nana karena punya Nana sudah ludes di makannya.


"Kamu ngak suka pedas ya" tanya Nana karena bakso Hansel tidak terasa cabainya sama sekali.


"Iya trauma waktu kecil." jawab Hansel.


"Mau lagi." tanya Hansel kepada Nana.


"Ngak udah kenyang." tolak Nana karena dia sudah merasa kenyang sekali karena sudah menghabiskan satu mangkok ditambah lagi punya Hansel.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Nana yang pada akhirnya mereka sampai.


"Makasih udah anterin aku." Ucap Nana setelah turun dari mobil dan Hannya dibalas senyuman oleh Hansel.


"Mau mampir dulu ngak." tawar Nana.


"Lain kali aja."


"Nanti angkat telepon ku ya." ucap Hansel.


"Ok." jawab Nana lalu masuk ke dalam rumahnya dan Hansel pulang ke rumahnya.


Setibanya di kamar Nana tidak bisa lagi menahan senyuman bahagia di wajahnya karena dia sangat senang hari ini ulah Hansel yang menurutnya perhatian.


Walaupun Hansel selalu diberikan hukuman oleh Nana baik itu dari hukuman yang ringan sampai yang berat tidak membuatnya kapok untuk terlambat dan juga terkadang Hansel sengaja terlambat Hannya untuk mendapatkan hukuman dari Nana.


Seperti yang dikatakan Hansel siang tadi bahwa ia akan menelpon Nana dan sekarang namanya tertera di layar hp Nana.


📞


"Iya hallo." jawab Nana setelah mengangkat terlebih dahulu telepon dari Hansel.


"lagi ngapain." tanya Hansel dari seberang sana.


"Lagi buat tugas." ucap Nana yang memang saat ini tengah mengerjakan tugas.


"Owhh Angkat ya aku mau video call." ucap Hansel yang mengubah panggilan ke video call dan di angkat Nana.


"Banyak ya tugasnya." tanya Hansel yang melihat wajah Nana fokus sekali menulis.


"Ngak kok dikit lagi." ucap Nana lalu melihat ke arah ponsel dan melihat ternyata Hansel tengah menatapnya.


"Yaudah lanjutin." ucap Hansel.


"Iya tapi jangan liatin terus." ucap Nana yang curi curi pandang ke arah ponsel yang melihat Hansel dari tadi terus menatapnya.


"Kenapa." tanya Hansel.

__ADS_1


"Malu." jawab Nana.


"Cantik kok." ucap Hansel lagi yang membuat orang disini salting.


"Aku matiin ya." ancam Nana karena dari tadi Hansel terus membuatnya tidak fokus.


"Jangan dong."


"Ya diam dulu dong sampai aku selesai ngerjain tugasnya." ucap Nana sambil merengek.


"Iya iya sayangku." ucap Hansel lagi yang semakin membuat pipi Nana semakin memerah.


Selesai mengerjakan tugasnya Nana baru meladeni Hansel yang dari tadi ngak mau diam.


Entah sampai jam berapa mereka menelepon hingga akhirnya Nana tertidur tanpa mematikan teleponnya terlebih dahulu karena sudah mengantuk sekali.


Hansel.


Sejak pulang sekolah tadi gw ngak bisa berhenti memikirkan Nana bahkan dari sebelum itu gw terus memikirkan nya.


Karena sikapnya lah yang membuat gw seperti ini ya setiap apa yang dia lakukan selalu membuat daya tarik tersendiri buat gw sampai akhirnya gw memberanikan diri untuk mengajaknya pacaran sebelum dia di ambil orang lain karena gw melihat banyak sekali para pria yang tertarik padanya termasuk gw.


Gw memutuskan untuk menjadikannya pacar waktu gw ulang tahun yang ke delapan belas yang pada saat itu gw memintanya untuk hadir di acara ulang tahun gw walaupun ada sedikit keraguan di hati kalau dia tidak mungkin datang tapi setelah gw memikirkan itu dia tampak berjalan bersama bunda ke arah gw dengan anggun dengan balutan dress berwarna merah yang membuatnya tampak terlihat cantik berkali kali lipat.


Setelah semuanya pulang termasuk kedua ortu gw yang sudah pulang dari tadi tapi gw belum memperbolehkan Nana untuk pulang karena ada yang mau gw bicarakan kepadanya yaitu tentang perasaan gw.


Pada awalnya gw merasa gw akan di tolak tapi yang membuat gw ngak menyangka ternyata dia menerima gw tapi dia meminta untuk tidak memberi tahukan kepada siapapun termasuk kepada orang tua kita ya pada akhirnya mereka tau setelah gw menceritakannya pada saat gw di rawat di rumah sakit.


Rumah Hansel.


Bunda Gita merasa heran karena putranya itu tidak keluar kamar sejak pulang sekolah tadi sampai saat ini jam menunjukan pukul sepuluh malam yang membuatnya khawatir dan menuju kamar putranya itu.


Sesampainya di pintu kamar dia langsung mengetuk pintu kamar itu dan tak lama orangnya pun keluar.


"Sssttt jangan keras keras bunda." Ucap Hansel setelah membukukan pintu.


"Ada apa." Ucap bunda Gita merasa heran.


"Ada yang lagi tidur." Ucap Hansel berbisik lalu memperlihatkan ponselnya ke bunda Gita.


"Owhh jadi karena ini ngak keluar kamar dari tadi." Ucap bunda Gita berbisik dan dibalas Hansel hanya anggukan saja.


"Yaudah kamu juga tidur sana jangan begadang." Ucap bunda lalu menutup pintu kamar Hansel dan kembali ke kamarnya.


.


.


....


.


.

__ADS_1


.


___________BERSAMBUNG____________


__ADS_2