Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 31


__ADS_3

Bunda Gita dan mama Renata yang menguping dari luar ruangan juga merasa terharu karena kisah cinta Hansel dan Nana yang harus terpisahkan oleh keadaan.


Karena merasa sudah saatnya mereka masuk dan melihat Nana dan Hansel yang masih berpelukan.


"Akhmm." suara bunda Gita menyadarkan sepasang kekasih itu.


"Menyesal ngak kalau bunda bawa kesini." ujar bunda Gita ke Hansel yang sudah duduk di atas kasur bersama Nana.


"Ngak, makasi ya Bun." ucap Hansel yang masih tak menyangka dengan bunda Gita dan mama Renata yang merencanakan pertemuannya dengan Nana.


Bunda Gita dan mama Renata sepakat akan mempertemukan mereka berdua tanpa memberi tahukan ke mereka terlebih dahulu.


Seperti waktu yang telah di tentukan mereka akan bertemu ketika Hansel wisuda yang mana ia mendapatkan dia kebahagiaan sekaligus yaitu menjadi lulusan terbaik dan di pertemukan kembali dengan Nana setelah tiga tahun berpisah.


"Kalau gitu kita pulang duluan." ucap mama Renata karena malam ini mereka akan mengadakan acara barbeque bersama atas kepulangan Nana.


"Ok ma."


"Ok Tan." ucap Hansel dan Nana bersamaan.


Setelah kedua orang tua mereka pergi tinggallah Nana dan Hansel berdua.


"Jalan keluar yuk." ajak Hansel ke Nana karena tak mungkin mereka terus berduaan di hotel yang ada kejadian yang tak di inginkan akan terjadi.


"Okelah, mau kemana." tanya Nana.


"Ke suatu tempat." ucap Hansel lalu mereka juga keluar dari dalam hotel.


Sebelum keluar dari hotel Hansel menyuruh seorang bawahannya untuk mengantarkan motornya ke depan hotel karena dia tidak membawa kendaraan apapun.


"Selamat ya bos atas kembalinya calon Bu bos." ucap bawahan Hansel yang bernama Bobi itu yang memang menjadi orang kepercayaan Hansel selama ini.


"Iya." ucap Hansel dan menyuruh bawahannya itu kembali.


Selama kepergian Nana, Hansel juga mendapatkan tugas dari sang ayah Daniel untuk mengurus salah satu cabang perusahaan mereka.


Setelah itu Hansel membawa Nana pergi dari hotel dengan mengendarai motor Hansel yang tak pernah di naiki perempuan manapun selain Nana.


"Ayo masuk." ucap Hansel setelah mereka sampai di sebuah rumah pohon di tepi pantai yang di miliki keluarga Hansel.


"Ada ya tempat sebagus ini." ucap Nana yang kagum dengan desain rumah pohon itu.


"Ini baru di buat ketika kamu akan berangkat ke Italia." ucap Hansel.


Hansel membuat rumah pohon ini setelah kepergian Nana ke Italia guna untuk mengurung diri ketika ia sangat merindukan Nana.


"Wahh." Nana lagi lagi terkejut melihat isi dalam rumah pohon tersebut saat pertama kali membuka pintu.

__ADS_1


"Siapa yang buat ini." tanya Nana ke Hansel saat melihat isi salah rumah pohon itu penuh dengan foto dirinya.


"Aku." jawab Hansel.


Walaupun terlihat kecil dari luar namun rumah pohon ini tidak terasa kecil saat di masuki, dan orang yang memasukinya pasti akan sangat nyaman.


Saat melihat lihat Nana menemukan sesuatu yang ganjil dari salah satu foto.


"Ini siapa." tanya Nana saat melihat foto Hansel bersama dengan seorang wanita yang tidak di ketahui Nana.


"Itu cinta pertama aku." jawab Hansel yang langsung membuat Nana menatapnya tajam karena bisa bisanya laki laki ini mengatakan dengan tenang.


"Oh." ucap Nana singkat.


Hansel hannya tersenyum menanggapi Nana yang saat ini diyakini sedang cemburu melihat foto itu.


"Apakah kamu tidak ingat dengan foto itu." tanya Hansel ke Nana yang sudah duduk di atas karpet yang di jadikan alas lantai sambil mengepalkan tangannya di dada dengan wajah cemberut.


"Ngak." ucap Nana.


"Apakah aku boleh menceritakan wanita itu." tanya Hansel yang sengaja semakin membuat Nana cemburu.


"Terserah." ucap Nana.


"Wanita itu adalah cinta pertama aku dan itu foto dia sebelum hilang ingatan dan melupakanku." ucap Hansel.


"Dan beruntungnya aku bisa mendapatkan hatinya untuk kedua kalinya dan sampai saat ini aku masih mencintainya." ucap Hansel dan melihat ke Nana yang terlihat semakin cemburu dan dia tidak menyadari kalau wanita yang di ceritakan Hansel itu adalah dirinya.


"Kalau kamu memang mencintainya kenapa sekarang malah bersamaku." tanya Nana yang sudah tak bisa lagi menahan tangis kerena cemburu.


"Karena sekarang aku telah bersamanya." ucap Hansel lalu membawa Nana ke dalam pelukannya karena melihat wanita itu menangis.


"Terus selama ini kamu kamu telah mengkhianati ku." ucap Nana lalu menatap wajah laki laki yang selama ini di anggapnya juga mencintainya.


"Aku tidak mengkhianatimu tapi wanita itu memang kamu." ucap Hansel lalu mencubit hidung Nana gemes karena wanita itu tidak peka.


"Gak percaya." ucap Nana setelah mendengar Hansel mengatakan kalau wanita itu adalah dirinya.


"Itu memang kamu sayang." ucap Hansel lagi meyakinkan Nana.


"Kalau ngak percaya boleh tanya bunda." ucap Hansel.


"Terus kenapa pertama kali ketemu kamu kasar." tanya Nana saat mengingat momen pertama kali mereka bertemu.


"Aku ngak tau kalau itu kamu." ucap Hansel yang memang tidak mengetahui kalau wanita itu Nana.


Setelah Nana melupakannya Hansel juga berusaha melupakan Nana dengan bersekolah jauh darinya namun saat SMA mereka di pertemukan kembali hingga saat ini.

__ADS_1


Hansel juga tidak mengetahui kabar Nana sebelum mereka di pertemukan kembali.


"Hmmm, terus gimana kamu tau aku." tanya Nana.


"Saat orang tua kita bertemu." ucap Hansel saat mereka bertemu di acara Om Daniel ayah Hansel.


Hansel tidak melupakan wajah kedua orang tua Nana tapi dia lupa wajah Nana karena sudah lama tidak bertemu sehingga ia langsung mengenali saat mama Renata membawa Nana ke acara orangtuanya.


"Terima kasih telah mencintaiku walaupun aku pernah melupakanmu." ucap Nana yang semakin mengeratkan pelukannya di dada bidang Hansel.


Setelah itu mereka berdua menikmati angin sepoi sepoi di tepi pantai karena hari sudah mulai sore dan berencana ingin melihat sunset sebelum mereka pulang ke rumah.


Setelah menikmati sunset Hansel mengajak Nana untuk pulang karena nanti malam Nana dan keluarganya juga akan mengadakan acara.


"Terima kasih untuk hari ini." ucap Nana setelah Hansel mengantarnya pulang ke rumah.


"Sama sama." ucap Hansel lalu pamit pulang ke rumahnya.


Setelah kepergian Hansel Nana masuk ke dalam rumahnya yang juga di rindukannya.


Saat memasuki rumah Nana di kejutkan dengan seorang anak laki laki berusia tiga tahun berlari ke arahnya dan memeluk kakinya.


"Auntyyy." teriknya lalu memeluk kaki Nana.


"Heii." sapa Nana dan merasa heran kenapa ada anak kecil di rumahnya.


"Nama kamu siapa." tanya Nana dan mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu.


"Narayan." ucapnya.


"Ayo kita ke orang tuamu." ucap Nana lalu menggendong Narayan memasuki rumah.


"Sepertinya aku telah ketinggalan banyak hal." ucap Nana dalam hatinya.


.


.


....


.


BERSAMBUNG


*Jangan lupa like dan komen


Terima kasih yang udah like*.

__ADS_1


__ADS_2