
Mengikuti arah GPS itu Hansel akhirnya menemukan titik henti dimana itu terletak di sebuah rumah tua pinggiran kota.
Tapi sebelum sampai kesana Hansel memastikan bahwa keadaan aman terlebih dahulu.
Dan sebelum sampai di sana Hansel juga memberitahukan kepada bawahan Antonio yang juga tengah mencari Nana untuk mengikutinya ke tempat itu untuk berjaga jaga apabila musuh banyak.
Dari kejauhan Hansel melihat sebuah mobil meninggalkan pekarangan rumah tua itu dan memerintahkan pera bawahan Antonio untuk mundur terlebih dahulu supaya tidak ketahuan musuh dan menyuruh beberapa di antara mereka untuk mengikutinya.
Karena merasa aman Hansel pun masuk dan melihat apakah Nana benar benar ada di dalam sana.
Nana.
Setelah Nana menemukan Citra di toilet sekolah ia membantu Citra keluar dari situ dan saat bersamaan pandangannya terlihat berputar dan pingsan seketika.
"Gw dimana." kalimat pertama yang keluar dari mulut Nana yang baru saja bangun dari pingsannya.
Melihat sekeliling dia Hannya melihat ruangan kotor dan coretan dimana mana. Merasakan tubuhnya yang sakit saat akan mau berdiri ternyata tangannya terikat dan juga kaki yang saat itu Nana baru menyadari kalau ia tengah di culik.
"Keluar kalian." teriak Nana untuk melihat siapa yang menculiknya itu.
Setelah lama berteriak Nana baru menyadari kalau saat ini dirinya Hannya sendiri dan di tinggalkan begitu saja.
Nana yang melihat sebuah pecahan kaca dan berniat melepaskan ikatan tali pada tangannya.
"Harus bisa." kata Nana sendirinya yang tengah berusaha menggapai pecahan kaca itu dan beruntung ia tidak di ikat di kursi sehingga memudahkannya untuk berpindah walaupun kakinya di ikat.
Saat sudah mendapatkan pecahan kaca itu Nana berusaha melepaskan ikatan tali itu namun tidak di sengaja tangganya juga ikut terluka yang membuatnya mengeluarkan banyak darah.
"Gw harus bagaimana." ucap Nana yang berusaha menahan rasa sakit di tangannya.
"Tolong."
__ADS_1
"Tolong."
"Tolong."
Nana berteriak dan berharap ada yang mendengar teriakannya.
Hansel yang sudah berada di dalam ruangan itu yang sedang mencari Nana pun mendengarkan teriakannya.
"Sayang." ucap Hansel yang sudah menemukan Nana karena mendengar suara teriakan Nana dan mengikutinya.
Hansel yang menelusuri rumah tua itu dengan hati hati karena takut ada jebakan karena rumah tua itu lumayan besar sehingga membuatnya sedikit kesulitan untuk mencari Nana.
"Hanselll." ucap Nana yang sudah menangis duluan karen melihat Hansel yang sudah berada di depannya.
"Iya ini aku." ucap Hansel lalu membuka tali pengikat Nana."
"Kamu berdarah." ucap Hansel karena melihat tangan Nana yang sudah terdapat banyak darah.
"Bom." ucap Hansel setelah melihat lihat di sekeliling mereka.
"Kita harus cepat cepat pergi dari sini." ucap Hansel lalu menggendong Nana keluar dari rumah tua itu karena bom itu merupakan bom waktu yang waktunya tersisa satu menit lagi.
Apabila Hansel terlambat sedikit saja mungkin Nana sudah hancur lebur bersama dengan rumah tua itu karena ledakan bom tersebut.
Duarrr bunyi ledakan
Bawahan Antonio yang baru saja sampai di kejutkan dengan bunyi ledakan yang kuat.
"Tuan Hansel masih ada di dalam." ucap salah satu bawahan.
"Saya sudah disini." ucap Hansel yang keluar dari kabut yang di ciptakan dari ledakan rumah tersebut
__ADS_1
Untung Hansel berhasil keluar dari rumah itu dengan tepat waktu kalau tidak mungkin dia akan tertimbun bersama reruntuhan bebatuan rumah itu.
"Kalian bawa motor saya." kata Hansel dan membawa Nana ke dalam mobil yang di bawa bawahan mereka dan langsung pergi menuju rumah sakit karena Nana sudah pingsan karena pendarahan di tangannya tidak berhenti yang membuatnya mengeluarkan banyak darah.
Di rumah sakit.
Semua keluarga sudah berkumpul di sana dan sempat di beritahukan untuk menyusul mereka ke rumah sakit karena Nana sudah di temukan.
Sesampainya di rumah sakit Nana langsung mendapatkan perawatan karena dia berada di rumah sakit milik keluarganya.
Hansel yang mendapatkan pesan dari seorang kepercayaannya bahwa orang yang menculik Nana sudah di temukan dan saat ini tengah berada di markas broken. Broken nama klub motor Hansel.
Setelah mendapatkan pesan itu Hansel langsung memberitahukan kepada papa Antonio apakah dia kan ikut membereskan orang itu atau dia sendirilah yang akan memberikannya.
Dan papa Antonio mempercayakan masalah itu supaya Hansel saja yang menyelesaikannya karena dia percaya ke Hansel kalau ia sanggup menyelesaikannya.
Setelah itu Hansel langsung pergi menuju markas pusat broken untuk memberikan hukuman kepada orang sudah bermain main dengan dirinya dan berani melakukan percobaan pembunuhan kepada wanitanya.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
*Jangan lupa like dan komen.
Terima kasih*.
__ADS_1