
Seperti hari biasanya Nana berkuliah setiap harinya begitu juga Hansel yang setiap harinya bekerja. Mereka sama sama menyibukkan diri dengan kegiatan masing masing yang terkadang membuat keduanya lupa berkabar walaupun hannya sekedar chatting.
Cuaca hari ini terasa panas dan dapat di lihat dari matahari yang bersinar tanpa ada hambatan sedikitpun seperti awan yang biasanya terlihat namun hari ini tidak sehingga membuat langit biru bisa di lihat sempurna.
Seperti suasana hati Nana yang panas karena melihat sang pujaan hati tengah duduk berduaan dengan seorang wanita di sebuah restoran.
Hati Nana semakin panas saat melihat wanita itu menatap pujaan hatinya dengan tatapan memuja.
Sepulang dari kampus Nana di ajak Bianca untuk menemaninya pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan seseorang.
Karena merasa tak enak hati bila ia menolak ajakan Bianca akhirnya Nana menyetujui ajakan Bianca tersebut dengan menemaninya pergi ke restoran menemui seseorang yang tidak di ketahui Nana itu.
Saat sampai di restoran tempat pertemuan Bianca ternyata orang yang mau di temui Bianca sudah sampai duluan yang tengah menunggu mereka di dalam restoran.
Yang akhirnya Nana di ajak duduk bersebelahan dengan Bianca dan memperkenalkan laki laki di sampingnya kepada Nana.
"Nana perkenalkan ini Alex pacar gw." ujar Bianca memperkenalkan Alex kepada Nana begitu juga sebaliknya.
"Jadi nyamuk deh gw." ujar Nana dalam hatinya yang melihat Bianca dan Alex saling lempar senyum.
Selesai perkenalan singkat itu Nana memilih duduk sendirian dan memilih bangku yang tidak jauh dari Bianca dan Alex.
Karena tak ingin menjadi nyamuk dan membuat Bianca dan Alex menjadi canggung berbicara berdua akhirnya Nana mengalah dan memilih bangku sendiri untuknya.
Karena merasa lapar Nana memesan salah satu menu yang ada di restoran itu yang awalnya ia hannya memesan minuman saja.
Karena jam makan siang telah lewat jadinya pengunjung di restoran itu tidak terlalu ramai yang membuat Nana bisa melihat satu persatu wajah dari pengunjung resto.
Selesai pesannya diantar pelayan Nana lalu memakannya karena dia memang sedang lapar Nana makan dengan lahapnya hingga ia tidak sadar bahwa salah satu orang terpenting dalam hidupnya baru saja masuk ke dalam restoran itu bersama seorang wanita.
Dan sepertinya orang penting itu juga tak menyadari bahwa Nana juga berada di tempat yang sama dengannya.
Selesai memakan pesannya Nana melihat ke arah Bianca yang sepertinya belum selesai dengan Alex dan terlihat mereka masih asik berbincang.
Hingga pada akhirnya mata Nana terfokus pada seseorang yang begitu di kenalnya.
"Hansel,,, ngapain tu orang disini,, sama perempuan lagi." ujar Nana dalam hati yang membuatnya panas seketika melihat Hansel bersama dengan wanita lain.
"Kayaknya aku harus waspada nih." ujar Nana yang merasa kalau Hansel saat ini tengah di kelilingi wanita wanita yang cantik dan seksi.
Nana terus menatap ke arah Hansel dan memperhatikan setiap gerak gerik yang di lakukan Hansel.
Lama kelamaan hati Nana mulai panas melihat wanita yang bersama Hansel terus menata dalam kepada Hansel. Dari gerak gerik Hansel tidak ada yang mencurigakan tapi itu tetap saja membuat hati Nana menjadi panas.
Karena tak tahan lagi akhirnya Nana memutuskan untuk menelepon laki-laki itu sekalian menguji apakah dia jujur atau malah sebaliknya.
Nana mengambil handphone nya di dalam tas dan langsung menghubungi Hansel dan dari tempatnya Nana terus memperhatikan laki laki itu dengan seksama.
__ADS_1
Ternyata Hansel menjawab telepon dari Nana.
"Iya sayang ada apa." ujar Hansel setelah menjawab telepon dari Nana.
"Lagi ngapain." tanya Nana dan masih memperhatikan Hansel dari belakang karena Hansel tepat membelakanginya.
"Ini lagi meeting." jawab Hansel.
"Ada apa sayang tumben menelpon siang siang begini." ujar Hansel karena memang sejak ia bekerja Nana tidak pernah meneleponnya siang dengan alasan ia tak ingin mengganggu kerja Hansel.
"Ngak boleh gitu." terdengar nada bicara Nana mulai ketus.
"Boleh dong sayang." jawab Hansel sedikit tertawa renyah.
"Sama siapa meeting nya." tanya Nana mencoba ngetes kejujuran Hansel.
"Sama klien lah sayang." ujar Hansel.
"Iya klien, maksudnya kliennya cewek apa cowok." tanya Nana.
"Cewek." jawab Hansel dan Nana langsung saja mematikan telepon secara sepihak.
"Hmm, ternyata kamu jujur." sambil tersenyum Nana berbicara dalam hati karena Hansel berani jujur kepadanya walaupun begitu ia masih kesal.
Hansel.
Awalnya Hansel menolak karena yang ia inginkan adalah bertemu langsung dengan direktur perusahaannya bukan dengan putrinya atau pengganti yang lain namun hal itu ia urungkan karena kerja sama ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaannya.
Hansel di hubungi oleh pihak perusahaan xxx untuk melakukan meeting di sebuah restoran sekaligus makan siang dan Hansel menyetujui hal itu.
Saat Hansel tiba di restoran yang di tentukan kliennya itu Hansel di panggil oleh seorang wanita yang tak di kenalinya.
"Dengan tuan Hansel." ucap wanita itu yang terlihat tinggi semampai tapi berisi baik di depan atupun di belakang yang membuatnya terlihat seksi.
"Iya dengan saya sendiri." ujar Hansel.
"Saya Corolla dari perusahaan xxx." ujar wanita yang bernama Corolla itu.
Hansel menanggapi hannya dengan anggukan kepala.
"Mari masuk." ujar wanita dan masuk duluan dan di ikuti Hansel dari belakang.
Di dalam restoran itu mereka duduk paling ujung karena di sana terlihat sepi.
Karena tak ingin berlama lama dengan wanita ini Hansel langsung saja memulai meeting mereka.
lama kelamaan Hansel mulai resah karena Corolla terus menatapnya dan tidak memperhatikan apa yang Hansel sampaikan.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya Hansel mendengar dering handphonenya dari sakunya, awalnya Hansel tak ingin menjawabnya namun ia urungkan mungkin itu sesuatu yang penting. Hansel lalu mengambil handphone itu dan melihat nama yang tertera di layar handphonenya.
"My Hanny." nama yang tertera di layar Hansel.
"Nana?" ujar Hansel dalam hati.
"Sepertinya ada sedikit bantuan." sambil tersenyum lalu mengangkat telepon dari Nana.
"Maaf saya harus angkat telepon sebentar." ujar Hansel ke Corolla tapi tidak beranjak dari tempat duduknya.
"Iya ngak papa kok." jawab Corolla dengan senyum menggoda.
"Iya sayang, ada apa." tanya Hansel ke Nana dan ia sengaja tidak beranjak dari tempat duduknya menjawab telepon dari Nana.
Hansel ingin mengatakan ke wanita yang ada di depannya untuk tidak berusaha menggangunya karena i sudah memiliki kekasih.
Hansel terus berbicara dengan Nana hingga akhirnya telepon itu di matikan sepihak oleh Nana setelah ia menjawab pertanyaan Nana yang menanyakan dengan siapa ia meeting dan Hansel menjawab jujur dengan wanita.
Sejanak Hansel melihat wajah wanita yang di depannya yang tampak tak secerah tadi.
Melihat itu Hansel hannya tersenyum sinis karena ia tak mudah tergoda hanya dengan lekukan tubuh dan senyum yang menggoda.
Tring.
Bunyi dering pertanda ada pesan masuk. Karena Hansel masih belum menyimpan hpnya dan melihat pesan itu yang ternyata dari Nana.
Isi pesan:
"Lihat ke belakang." isi pesan Nana dan Hansel langsung melihat ke arah belakang seperti yang tertera di pesan itu.
Melihat ke belakang mata Hansel langsung tertuju ke seorang wanita yang duduk juga di ujung ruangan itu yang tengah menatapnya tajam.
"Hah." Hansel ternganga.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Terima kasih