
Setelah selesai memakan baksonya nana ingin membeli es teh manis ke penjual sebelah Karena ia sedikit merasa kepedasan namun saat ingin mengambil es teh manisnya dari penjual datanglah seseorang yang langsung menyambar es teh tersebut dari tangan Nana dan langsung meneguknya hingga habis yang membuat Nana langsung tercengang melihat siapa orang tersebut.
"Lo kok ambil minuman gw sih." kata Nana saat orang tersebut sudah menaruh kembali tempat teh yang sudah kosong.
"Sorry gw haus banget."
"Ya ngak harus ambil minuman gw kan." ucap Nana tak terima.
"Mbak pesan satu lagi buat wanita ini." katanya sambil menyerahkan sejumlah uang kepada mbak penjual es teh manis tersebut.
"Ini dek." ucap pedagang tersebut lalu memberikan sebuah cup es teh kepada Nana yang pada saat itu memang sedang kepedasan.
Setelah membayar es teh yang dibelinya laki laki itu berlalu meninggalkan tempat itu dan Nana memutuskan untuk mengejarnya.
"Hansel tunggu" Nana sedikit berlari menuju Hansel yang belum jauh dari tempat itu.
"Ada apa" Hansel bertanya balik.
"Ini uang Lo gw kembalikan."
"Ngak usah buat Lo aja." Hansel berucap lalu pergi meninggalkan Nana dan Nana kembali mengejar Hansel.
"Gw ngak mau berutang Budi lagi sama Lo." kata Nana setelah memasukan uang itu ke saku baju Hansel dan sedikit berlari menuju ke kelas.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang menahan cemburu walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi antara Hansel dan Nana.
"Sial." umpat orang tersebut yang tengah berdiri di sudut kantin yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik antara Hansel dan Nana.
Flashback On.
Hari itu hujan lebat melanda kota Jakarta yang membuat jalanan sedikit licin yang menyebabkan terjadi kecelakaan tepatnya di depan sekolah Nana.
Nana yang hari itu di Jemput sopir sedang menunggu di halte bus depan sekolah mungkin karena hujan membuat sopirnya sedikit lama menjemputnya.
Sekarang mobil menjemput Nana sudah datang dan itu tepat berada di seberang jalan dari tempat Nana sekarang. Melihat mobilnya sudah datang Nana langsung menuju ke seberang jalan setelah memperhatikan kiri kanan terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah memastikan Aman Nana langsung menyeberangi jalan tanpa di sadari Nana ada sebuah mobil truk yang sedang melaju cepat kearahnya.
Tin...
Tin.....
Tin....
Suara klakson mobil truk tersebut dari jauh yang membuat Nana kaget dan seketika tubuh Nana lemas.
"Akhhhhh." teriak Nana pasrah karena mobil tersebut sudah semakin dekat dan saat membuka matanya Nana sudah berada di tepi jalan tersebut.
"Lo gak papa." ucap seseorang yang sedang mendekap Nana dan mereka berdua tergeletak di tepi jalan dengan pria tersebut berada dibawah Nana.
"Huaaaa g.ggw nggak Matty kan." Nana langsung menangis histeris saat mengingat kejadian tadi melintas di kepalanya. Sekitar lima menit Nana menangis di dekapan pria itu dan dia masih tidak menyadarinya.
"Akhmm." laki laki itu berdehem sehingga membuat Nana tersadar akan posisi mereka yang membuat keduanya sama sama canggung.
Nana yang menyadari posisi mereka sedikit intim dan melihat sekeliling mereka terah di kerumuni banyak orang.
"Ya siapa lagi kalau bukan gw lo ngak Nih tangan gw sakit gara gara lo." ucapnya sambil mengusap usap lengannya yang sakit.
"Kalau nggak niat nolongin gw ya jangan di tolongin " ucap Nana kesal mendengar ucapan pria itu yang ternyata Hansel yang mengatakan lengannya sakit. karenanya.
" Udah di tolongin bukannya makasih " ucap pria itu nyolot.
"Yaudah makasih deh." Ucap Nana ketus karena sedikit kesal dan berdiri di bantu sang sopir yang sudah berdiri di samping Nana dan beberapa orang lainya yang melihat kejadian tersebut.
"Makasihnya ngak ikhlas ulangi lagi." ucap pria tersebut yang juga berdiri di samping Nana.
"Ishhh. Makasih ya Hansel." ucap Nana sambil tersenyum manis yang dipaksakan walaupun terpaksa senyuman itu bisa membuat hati seseorang disana bergetar hebat yang membuat pipinya langsung memerah.
"Atau Lo perlu gw antar ke rumah sakit." Kata Nana yang juga merasa kasihan melihat Hansel yang sejak tadi menahan rasa sakit di lengannya.
"Ngak usah." Kata Hansel dingin untuk menghilangkan rasa yang bergetar di hatinya.
__ADS_1
"Ngak ada penolakan." Kata Nana langsung memapah Hansel ke mobil dan dibantu sopirnya.
Setelah mengantarkan Hansel ke rumah sakit dan tidak lupa membayar pengobatan Hansel Nana kembali ke rumah yang badannya lemas karena kejadian itu walaupun tidak terjadi apa apa pada Nana namun kejadian itu telah membuatnya mengingat kejadian yang membuatnya sedikit trauma dengan hujan.
Di seberang jalan ada dua orang yang tengah memperhatikan Nana
"Kalian berhasil kabur kan?" suara seorang wanita yang sepertinya sedang menelpon seseorang.
"Bisa bos ,bos tenang aja ngak bakalan ketahuan kok." balas seseorang dari dalam telepon seolah olah menyakinkan kalau dirinya tidak apa apa.
"Yaudah jaga diri kalian biar gak ketahuan." ucap wanita itu lagi lalu mematikan telepon.
"Kali ini lo selamat tapi tidak untuk yang akan datang." ucap wanita itu yang terus menatap Nana dari kejauhan.
Flashback off.
Setelah memberikan uang kepada Hansel Nana langsung kembali ke kelas dan melupakan kalau sahabatnya yang masih berada di kantin.
.
.
.
.
.
.
.
.
_____________BERSAMBUNG____________
__ADS_1