
Keesokan paginya Nana Bangun dengan mata sembab karena habis menangis semalaman.
Dia tidak menangisi laki laki itu tapi ada yang lain membuatnya sedih.
Nana bangun pagi sekitar jam sepuluhan karena mamanya tak bisa membangunkan lantaran pintu yang di kunci Nana.
Setelah selesai mandi pagi dan lain lainnya Nana merasa lapar dan turun ke dapur untuk makan pagi yang kesiangan.
Ketika melewati ruang keluarga Nana melihat Mama Renata yang sedang menonton TV.
"Tumben telat bangunnya." tanya mama Renata saat Nana yang baru saja turun dari kamarnya.
"Begadang ma." bohong Nana padahal dia nangis semalaman tapi mama Renata tidak curiga karena Nana bisa saja menangis karena hal hal kecil seperti saat menonton Drakor.
"Yaudah itu sarapan paginya udah mama siapin di meja makan." ucap mama Renata.
"Okey ma."
Dan Nana ke ruang makan untuk makan pagi yang sudah lewat.
Selesai makan Nana kembali ke kamarnya yang ingin nonton Drakor.
Saat tengah asik nonton Drakor Nana di telepon Hansel.
"Iya hallo." jawab Nana setelah mengangkat telepon dari Hansel.
"Jam berapa?" tanya Nana.
"Baiklah."
Hansel mengajak Nana ketemuan dan Nana menyetujui itu.
"Semoga tidak bertemu kembali." ucap Nana dalam hati saat akan mau berangkat ke tempat dia akan bertemu dengan Hansel.
Nana mengendarai mobil sendiri menuju lokasi pertemuan dan mengapa Hansel tidak menjemput nya itu atas kemauan Nana yang ingin pergi sendiri sendiri saja.
Sampailah Nana di sebuah kafe yang telah di sepakati untuk bertemu dengan Hansel lalu Nana masuk dan duduk di dekat meja kosong.
Kafe itu tampak ramai pengunjung mulai dari yang usianya di bawah nana sampai dengan orang sudah berkeluarga.
Setelah beberapa saat Hansel datang dan menghampiri Nana yang saat itu tengah berbicara dengan pelayan yang ada di sana yang sepertinya memesan menu yang tertera di buku menu.
__ADS_1
"Haii." sapa Hansel setelah pelayan itu pergi dan duduk di kursi Sampang Nana.
"Haii." balas Nana yang merasa sedikit canggung dengan keberadaan orang yang bersama dengan Hansel.
"Maaf ya aku bawa seseorang ngak papa kan." ucap Hansel setelah menyadari tatapan tak enak Nana kepada orang yang berada di samping Hansel.
"Ngak papa." ucap Nana dengan tersenyum yang terlihat seperti senyum yang di paksakan.
"Ohh iya Nana perkenalkan ini bang Rahel Abang sepupu aku yang baru pulang dari USA dan bang Rahel perkenalkan ini Nana pacar aku." ucap Hansel memperkenal kedua orang yang di ketahui nya itu tidak kenal.
"Rahel." ucap Rahel mengajak Nana bersalaman dan mengulurkan tangannya ke Nana yang tepat berada di depannya.
"Nazma." balas Nana dan membalas jabatan tangan dari Rahel.
"Jadi dia tinggal di USA selama ini." ucap Nana dalam hati.
Nana merasa tak enak tangannya yang di pegang Rahel agak lama sehingga dia menarik tangannya dengan kasar yang membuat gelas jus yang ia pesan tumpah dan pecah berserakan di lantai yang membuat orang orang di sana memperhatikan mereka dengan adanya suara gelas jatuh tersebut.
Nana pun refleks ingin membersihkan pecahan kaca yang telah di jatuhkannya namun Hansel menahan Nana yang hendak membersihkan pecahan kaca itu.
"Ngak usah biar pelayan saja." ucap Hansel dan memanggil pelayan yang bingung mencari dimana keberadaan suara gelas jatuh.
Pelayan itu pun datang membawa alat alat untuk membersihkan pecahan gelas yang berserakan itu setelah di panggil oleh Hansel.
"Baik mas." Ucap pelayan itu dan pergi meninggalkan mereka.
Beberapa saat mereka sama sama hening mungkin itu karena keberadaan orang ketiga yang tidak di inginkan oleh salah satu pihak sehingga membuat sepasang kekasih itu merasa canggung untuk memulai pembicaraan.
Nana akhirnya memecahkan keheningan itu dengan izin pergi ke toilet karena baru menyadari kalau bajunya terkena sedikit cipratan jus yang tumpah tadi.
"Aku mau ke toilet bentar ya Hans." ucap Nana lalu menunjukan bajunya yang terkena cipratan jus itu kepada Hansel dan Hansel Hannya menganggukkan kepala dan tersenyum pertanda mengizinkan Nana untuk pergi ke toilet.
Selang beberapa saat Rahel pun juga pergi ke toilet dan tinggallah Hansel sendirian yang tidak menaruh rasa curiga kepada Rahel.
Sesampainya di toilet Nana langsung membersihkan bajunya dan berbicara sendiri.
"Kenapa harus bertemu lagi sih." ucap Nana sendirinya di dalam toilet.
"Dan mengapa harus ada hubungannya lagi sama Hansel." ucap Nana lagi.
Sambil membersihkan bajunya Nana terus berbicara sendiri dan kadang kadang menghadap ke kaca dan orang orang yang lalu lalang yang juga ingin ke toilet terus melihat ke Nana dan bermonolog sendiri kenapa ada cewek cantik seperti orang stres.
__ADS_1
Sehingga ada dua orang wanita yang tengah berbisik menanggapi Nana yang berbicara sendiri dan apa yang mereka bisikan itu bisa terdengar jelas oleh nana.
"Iya mbak emang saya lagi stres." ucap Nana lalu pergi meninggalkan dua wanita tersebut yang tengah melongo karena Nana tau apa yang mereka berdua katakan.
Setelah keluar dari pintu toilet Nana pun masih berbicara sendiri tapi di dalam hati.
"Enak aja ngatain orang stres tapi kalau di lihat lihat aku emang seperti orang stres sih." ucap Nana dalam hati lalu memperhatikan wajahnya pada layar handphone yang dia pegang.
"Tau ah bodo amat." ucap Nana lagi dalam hati lalu pergi dari toilet itu dan kembali ke meja dia duduk tadi.
Setibanya di meja itu Nana merasa lega karena ia sudah mendapati Hansel yang sendiri dan orang yang di anggapnya orang ketiga itu sudah tak ada.
"Cukup tau diri juga ya." ucap Nana dalam hati yang merasa senang karena sekarang dia bisa lebih leluasa untuk berduaan dengan Hansel tanpa orang ketiga.
"Yank kok bawa orang lain sih." ucap Nana kepada Hansel setelah ia kembali dan duduk di samping Hansel.
"Orang dia mau ikut yank lagi pula bang Rahel juga sendirian di rumah." ucap Hansel menjelaskan kenapa dia membawa Abang sepupunya itu.
"Owhh sekarang udah pergi kan." ucap Nana lagi memastikan bahwa si Rahel itu sudah benar benar pergi.
"Ngak dia lagi ke toilet juga." Ucap Hansel yang seketika itu membuat senyum di wajah Nana luntur sudah.
"Owhh." jawab Nana lesu.
"Lain kali kita jalan berduaan deh." ucap Hansel yang menyadari kalau wanitanya itu merasa tidak enak dengan keberadaan Kakak sepupunya itu.
"Janji ya." ucap Nana.
Setelah itu Rahel datang dan duduk kembali di hadapan Nana yang seketika membuatnya malas untuk berbicara.
Setelah pesanan mereka habis Nana pulang ke rumah dengan lesu karena kencannya kali ini tidak berjalan lancar sesuai dengan apa yang dia inginkan dan juga karena keberadaan orang ketiga yang membuatnya tidak bersemangat dan orang itu juga tak tau diri mengapa harus juga ikut dengan Hansel yang nyatanya akan bertemu dengan sang kekasih.
.
.
.
.
.
__ADS_1
_______BERSAMBUNG_______